Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
part 22. Hukuman level 1,2 dan 3


__ADS_3

aku tidak bisa lagi menyembunyikan masalah yang tengah ku hadapi pada sahabatku Tita . mungkin saatnya sahabatku itu kisah hidup yang aku jalani selama ini .


akupun menceritakan semua kisahku padanya,mulai dari keadaan dimana aku dan orang tuaku bisa berada didesa tengah hutan belantara seperti itu yang jauh dari perkotaan,bahkan tidak ada titik temu bagiku untuk bisa kabur dari tempat itu, dan tidak adanya akses bagi penduduk desa keluar masuk lingkungan hutan tersebut.


aku menceritakan penderitaan keluargaku selama aku tinggal disana dan bagaimana ayahku bisa meninggal.


aku juga menceritakan awal pertemuanku dengan Kenzio yang saat itu terluka parah dan aku mengobatinya dan saat pria itu berjanji akan mebawa aku dan ibuku pergi dari neraka itu


Bertemu dengan Kenzio bagiku seperti mendapatkan titik cerah untuk bisa keluar dari sana . Kenzio yang memberiku harapan besar serta perlindungan padaku membuat aku menggantungkan hidupku padanya.


Dengan waktu yang begitu singkat aku bersama dengannya akan tetapi aku merasa ada rasa yang berbeda dalam hatiku untuknya apakah cinta atau rasa ketergantungan yang tumbuh dalam hatiku untuknya tetapi belum sempat aku memastikan cinta atau hanya sekedar rasa kagum, kami sudah lebih dulu terpisah


Dan parahnya setelah kami berpisah dan semakin jauh darinya semakin aku merasa kehilangan sosok belahan jiwaku, pria yang aku sukai dan mungkin sudah aku cintai tidak ada lagi bersamaku


aku juga menceritakan kepada Tita bagaimana aku dan Joni bisa sampai berada disini dan rintangan yang kami lalui hingga nyawa ibuku melayang dan pada saat kami ditolong oleh seorang pria bernama tuan Bastian.


Pria itulah yang telah menyelamatkan aku dan Joni dari dalam mobil ditengah laut dan membawa kami ke rumah sakit dan dan jugalah yang mengurus pemakaman ibuku.


"Dan sekarang aku bertemu lagi dengan pria itu dan menjadi sebab kemerahan tuan Kenzio padaku"


"marah, tapi kenapa tuan Kenzio bisa marah?"


"gak tahu awalnya aku pikir akan mudah bagiku berada disisinya karna aku yakin walaupun dia tidak mengingatku tapi aku tahu dia juga punya perasaan yang sama denganku. terbukti saat ia menatapku dan tatapan mata itu menggetarkan hatiku tatapan cinta walau tak terucap itu masih sama seperti dulu"


"tapi... sekarang aku tidak tahu harus berbuat apa aku bingung"walaupun awalnya aku ingin menceritakan semua masalah yang terjadi padaku saat dikantor dimana Zio dengan tega merendahkan harga diriku , akan tetapi sungguh sulit bibirku mengatakan hal-hal buruk tentangnya


aku tindak akan sanggup bila ada orang lain yang menghina dan merendahkan dirinya. biarlah rasa sakit itu aku simpan sendiri


"yakin Lo..... hanya itu?"ucapnya curiga


"tidak ada lagi yang Lo tutup-tutupi dari gue?"


lanjutnya mengintimidasi ku


"huumm"aku mengangguk kepala cepat agar dia yakin


"baiklah, jadi sekarang apa rencana Lo"


"aku akan menjalani hidupku seperti biasa seperti air mengalir aku tidak akan mendekatinya atau memaksanya mengingatku.kalau kita berjodoh pasti bersatu kok"ucapku menyemangati diri sendiri walaupun aku tahu itu akan sangat sulit


aku menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan, berharap masalah yang ku hadapi akan ikut keluar bersama dengan nafas yang ku hembuskan


"gitu dong ini baru Zuujuu ku" tita kembali memelukku menyalurkan semangat padaku


"jadi kenapa Lo pulang cepet gak bilang kegue?"


" ibu Sinta nyariin Lo sampai keruangan gue. makanya gue itu khawatir banget sama Lo ,takut Lo kenapa-napa"ucapnya manja mengerucutkan bibirnya


"iya maaf tadi itu aku lupa dan hanya kurang enak badan makanya aku Pelang,dan tadi Bu Sinta tidak ada diruangannya makanya aku gak pamit "


"Lo sakit?"ucapnya khawatir menyentuh dahiku dengan punggung tangannya


"sudah mendingan kok"ucapku memberikan senyum semanis mungkin pada sahabat itu agar tidak terlalu khawatir


"makasih ya sudah jadi pendengar yang baik .aku sangat bersyukur punya sahabat kayak kamu yang bisa ngertiin aku dan selalu mendukungku disaat suka dukaku"


"yaa eelah kok jadi mewek gini"aku memeluknya dan Tita pun membalas pelukanku lebih hangat


"tunggu dulu saking seriusnya aku lupa. sekarang jam berapa?"


"nih"tita menunjukkan jam dipergelangan tangan nya yang menunjukkan sudah tengah malam


" ya ampun....kenapa masih disini?"


"apa maksud lo. lo ngusir gue?"suaranya naik 2 oktaf jadi judes


"gak beb seharusnya kamu itu tadi ingetin aku. ini jam berapa coba"


"ya emang kenapa?"


"ingetin apa sih?"jawabnya bingung


"ya ingetin agar ceritanya tadi aku pending dulu agar kamu bisa pulang cepet"


"waah...tuh kan ngusir lagi.gua gak mau pulang Zuujuu....gue mau nginep disini"


"Lo itu mencurigakan deh"Tita mengerutkan keningnya dengan mengetuk-ngetukkan jarinya dikepala


"pulang aja yah....besok kita lanjutin lagi" pinta Zuu memohon


"elo tuh kenapa sih? emang kenapa kalau gue nginep sini gak boleh"


"iya gak bisa"


"kok gak bisa sih?


" aku bilang gak bisa ya gak bisa"

__ADS_1


"Lo itu pelit tahu gak....jaa-hat"


"iya...aku pelit dan jaa-hat seperti yang kamu bilang"


"aku gak izinin kamu nginep di sini secara nih ya. kamu itu kalau tidur gak bisa diem.aku gak mau tidur sama kamu"


"sakit badan-badan ku tahu gak tidur sama kamu"


"selain tidurmu gak bisa diem. bibirmu juga gak berhenti nyerocos sepanjang malam dalam keadaan ter tidur....yang bener saja"menolak dengan fakta yang ada


"mana ada kayak gitu"


"gak lah.yang ada itu gue tidur adem ayem.....setahu gue"ucapnya ngeles


"idih setau gue, mana kamu tahu, kamu kan tidur"


"pokoknya gak boleh"


"boleh"


"gak"


"boleh"


setelah perdebatan yang sengit antara aku dan Tita dengan berakhir kemenangannya yang pinter ngeles.akhirnya aku mengijinkannya tidur dikamarku walaupun Aku tahu tidur dengannya akan membuatku tersiksa


*******


pagi hari mahatahari bersinar terang menyambut seluruh mahluk yang membutuhkannya mencari makan, sumber energi, menjemur dan sebagainya.


pagi ini aku sengaja bangun kesiangan karena mendapat sift sore .setelah sejam tadi aku sudah terbangun dengan perasaan kesal pada sahabatku Tita yang tidur seperti gasing sehingga aku tidur dibawah karena beberapa kali ditendang olehnya. dan mulutnya yang seperti burung Pipit itu terus berceloteh indah sepanjang malam yang membuat aku terkena masalah oleh para tetangga kost ku


"aduh.... pinggang ku sakit semua"


"ini nih kenapa aku melarang dia tidur disini....dasar gadis aneh"


"untung saja dia sudah pergi. aku mau tidur lagi aah.... "


drrrttt.....drrttt


suara denringan ponselku itu begitu menggaggu sehingga mau tidak mau aku menekan tombol hijau yang sepertinya sejak tadi ingin sekali digeser keatas


"siapa siiih .ada-ada saja "


tanpa melihat siapa yang telah menelfon ku. aku dengan segera menyapanya malas


hening tanpa suara


"halo"tak ada sahutan sama sekali


hening


"halo"


"ha....,"


" apa kau lupa . kau masih dalam menjalani masa hukumanmu?"aku tak menyangka dia menghubungiku hanya karena dia ingat hukuman yang diberikannya padaku


" aku sudah katakan padamu. aku tidak ingin tahu kau itu bekerja sift pagi atau sore yang jelas ada kopi ku diatas meja sebelum aku sampai di kantor"


"cepat datang kekantor sekarang dan segera buatkan aku kopi, pagi ini aku ada meeting dan aku tidak ingin sampai tertundah hanya karena salahmu . kepalaku sudah sangat pusing gara-gara aku tidak minum kopi sejak pagi "lanjutnya dengan suara kesal padaku


aku seperti berhenti bernafas saat kembali mendengar suaranya .suara dari seseorang yang sangat ingin aku hindari,tapi bagaimana lagi,dia bosny dan aku adalah bawahannya


kalau aku resign kasian dong Tita yang sudah bersusah payah agar aku bisa diterima disana.baiklah aku akan menghadapinya


"halo kamu dengar apa yang barusan kukatakan padamu?"


"iya aku dengar semuanya "sebnarnya ingin sekali aku memaki nya dan mengumpat padanya akan tetapi apalah daya


" bagus....waktu mu 30 menit dari sekarang"tut sambungan terputus sepihak


"hah"


"apa dia sudah gila"


"apa dia tidak merasa bersalah sedikitpun sudah menyakitiku"


"br*n*sek....."


"dasar laki-laki g*la gak berperasaan,gak pekaan,gak ada akhlak "


*


*


POV author

__ADS_1


setelah lama menimbang akhirnya Zuu memuutuskan untuk datang kekantor.datang kekantor hanya untuk membuat secangkir kopi .apa itu masuk akal pikirnya


dan setelah sampai Zuu langsung berjalan menuju pantry dan membuatkan kopi untuk paduka Kenzio yang semena-mena itu


*t**ok*


tok


tok


"masuk"suara dari dalam mempersilahkan masuk


"pagi tuan"Zuu menyapa dengan nada malas dan judes


"siang"jawabnya singkat meralat ungkapan Zuu


"apa sesopan itu kau menyapa pimpinanmu "


Zuu menghela nafas jengah


"selamat siang tuan.silahkan"sapanya selembut mungkin dan meletakkan kopi yang sesuai dengan keinginan tuannya itu


"kau terlambat 6 menit 21 detik "Zuu memutar bola matanya malas


"saya permisi tuan semoga hari anda menyenangkan"ucapnya berpamitan pada bosnya itu karena tidak ingin berlama-lama di dalam ruangan tersebut


"siapa yang menyuruh kamu pergi?"tanyanya dengan dingin


"anda bilang akan menghadiri rapat penting saya hanya tidak ingin menjadi penyebab terkendalanya agenda anda tuan"jawabnya penuh sindiran


"dan kau tahu itu adalah salah satu dari dua kesalahan yang kamu perbuat pagi ini"


"apa"pekiknya kebingungan


"heum"Kenzio mengangguk mengiyakan


"jadi hukuman apa yang kau minta dari kesalahan pertamamu?"


"apa"pekiknya histeris malah bertambah bingung


"heum.Kenzio kembali mengangguk kan kepalanya


"baiklah, aku ingin pulang"Zuu menjawab dengan santai


"hahahaha....apa kau sedang melawak"Zuu yang melihat bosnya itu tertawa menautkan kedua alisnya berpikir keras hukuman apa lagi yang akan diterimanya kali ini dari bosnya yang semena-mena itu


"baiklah karna kau ingin melanggar peraturan yaitu lari dari hukuman jadi sekarang kesalahanmu menjadi tiga"dengan mengangkat 3 jarinya


"hah"Zuu hanya bisa menggelengkan kepalanya yang seketika terasa pening dan terasa berdenyut


"jadi untuk kesalahan pertama akan aku berikan hukuman level 1"


"dan kesalahan kedua diberikan hukuman level 2"


"dan terakhir kesalahan ketiga akan diberi hukuman level 3"


"apa lagi itu.hukuman level 1,2,dan 3"


"wuaah....bosku satu ini benar-benar ajaib" ia kembali menggelengkan kepalanya sungguh tak percaya


"apa saya bisa tahu bentuk hukuman level 3"


Kenzio menanggapi dengan satu jari dengan menggerakkannya kekiri dan kekanan yang artinya tidak bisa diberitahukan diawal


"baiklah tuan apa hukuman level 1 nya"


Zuu tidak ingin lama-lama berada dalam satu ruangan dengan bosnya itu , bisa-bisa belum sempat dihukum sudah KO duluan. lebih aman jika menurut selain itu aku tidak punya wewenang untuk membantah bukan"


"baiklah jika kau memaksa...."ia mengangkat sudut bibirnya menyeringai


"hari ini aku akan menghadiri meeting diluar kantor dan saat ini Leo dan Denissa sedang dalam perjalanan keluar kota meninjau proyek disana"


"jadi urusannya dengan saya apa tuan ?"


"seperti yang anda tahu saya ini hanya pegawai rendahan yang tidak mungkin bisa menggantikan pekerjaan mereka disini"Zuu terlihat melipat bibirnya kedalam menahan rasa ingin tertawanya merasa geli karena bosnya itu yang lupa bahwa dirinya adalah karyawan biasa


Tidak tahu kenapa Kenzio tidak mempermasalahkan perkataan Zuu yang apabila itu orang lain yang mengatakan dan membantah perintahnya seperti itu sudah pasti akan mendapatkan masalah besar


seandainya saja Leo atau orang lain yang mendengarnya pasti akan merasa ngeri sendiri jika ada orang yang menyela perkataan tuannya seperti itu,akan tetapi Kenzio seperti terhibur ketika melihat Zuu sedang kesal terhadapnya itu seperti hiburan tersendiri bagi dirinya yang merasa gemes pada kelakuan Zuu


"tentu saja bisa"Zuu terperangah mendengarnya


"maksudnya?"Zuu jadi bingung


"kau akan menggantikan peran Denissa dan Leo disini sebagai sekertaris dan asisten ku selama mereka pergi"


~Happy reading~🥰

__ADS_1


__ADS_2