
drrttt.....drrrttt......
"Iya Halo "jawabnya singkat setelah menggeser tombol hijau yang sejak tadi ingin diigeser
"Halo Tuan. Semuanya sudah siap , sesuai yang anda inginkan,cberkas dan semua bukti kecurangan mereka sudah lengkap".
"Sesuai rencana, mereka semua yang mengkhianati tuan Indra akan segera kita eksekusi hari ini juga. mereka semua akan menerima konsekuensi dari perbuatan mereka selama ini tuan"
"Hem.....bagus. 2 menit lagi saya kesana"
"Baik tuan".
"maaf Tuan. nona Jasmine hari ini akan tiba di bandara internasional pukul 14.30''.
"APA....Siaall"
"apa perlu saya menjempunya tuan?".
"Tidak perlu. kau seperti kurang kerjaan saja , udah sana lanjutkan saja penyelidikan mu dan secepatnya kau temukan apa yang kuinginkan" ia kembali melirik Zuu yang juga sedang menatapnya.
"Baiklah kau tahukan apa yang harus kau lakukan kan, atur semuanya sesuai rencana" ujarnya sembari melangkah menjauh dari Zuu, agar wanita itu tidak mendengar pembicaraannya.
"Baik tuan".
"Bagaimana apa sudah ada jejak tentang gadis itu?"pertanyaan yang sudah berulang kali Kezio tanyakan kepada ketua Black Hunters itu. Kenzio tidak habis pikir sebenarnya dimana gadis itu berada, sehingga seorang Yogi tidak bisa mendeteksi dirinya, orang berkuasa mana yang telah menyembunyikan gadis itu. Gadis yang telah menolongnya didalam hutan pada saat ia sekarat. Kenzio kembali mengusap lengan kirinya dan bekas luka sayatan diperutnya yang masih berbekas hingga saat ini
Apakah Kenzio sudah mulai mengingat Zulaikha? jawabannya adalah tidak
Leo lah yang memberitahukan kepadanya bahwa ia ditolong oleh seorang gadis dari desa yang berada ditengah hutan dimana ia pernah disekap, gadis yang menjadi salah satu tawanan dari Alek ketua geng gagak. Itulah yang ia yakini hingga saat ini.
Tetapi kenapa Leo seakan menutup-tupi keberadaan Zulaikha, yang ternyata gadis itu saat ini berada di sisi Tuannya sendiri. Setelah melihat Zuu pertama kali, Ia sudah berniat memberitahukan segalanya pada Tuan Kenzio, tetapi sebelum ia mengatakan semuanya dan Kenzio lebih dulu memberi pernyataan yang membuat Leo mengurung niatnya untuk memberitahukan segalanya.
Saat itu Kenzio menyangkal bahwa apa dikatakan Leo sungguh tidak masuk akal, tidak mungkin seorang Kenzio bisa jatuh cinta pada gadis desa dengan kurung waktu kurang dari sebulan. Hal konyol macam apa itu. Leo yang saat itu mendengar jelas apa yang dikatakan oleh Tuannya tidak bisa berbuat banyak dirinya takut kalau ia jujur malah akan menyakiti Zuu. Oleh karena itu Ia akan berusaha keras agar Tuan nya itu bisa lagi dekat dan jatuh cinta lagi dengan Zuu yang tak lain adalah Zulaikha sang gadis desa. Leo sangat yakin suatu saat nanti hati bosnya itu akan terbuka lagi untuk Zuu dan bisa mengingat semuanya.
"Soal itu belum ada perkembangan sama sekali, Tuan. Tapi kami akan terus berusaha semaksimal mungkin agar secepatnya menemukan gadis itu"
"Hah......aku tidak menyangka ini darimu, Yogi. Kenapa membutuhkan waktu begitu lama hanya untuk mencari seorang gadis yang notabennya hanya gadis biasa yang tidak memilki kekuasaan apapun untuk bersembunyi darimu"
__ADS_1
"Maaf tuan".
"Sudahlah. Aku tunggu kabar baik darimu" ujarnya menghela nafas panjang
"Baik tuan" . Ujarnya sambil bermonolog dalam hatinya. "Apa benar gadis yang anda cari adalah gadis yang memang anda cintai seperti kata tuan Leo? kalau memang benar adanya, tolong bersabarlah sedikit lagi Tuan. Saya berjanji kali ini saya pasti berhasil menemukannya". Benaknya
"Halo.....Yogi. Kau masih disana?" serunya yang yang membuyarkan lamunan Yogi
"I-iya bos"
"Lagi ngapain kamu....,berani-beraninya ya menghayal pada saat kamu sedang melporkan kerjaan. Dan satu lagi, masalah Jasmine biar saya saja yang menjemputnya" ujarnya sembari menatap Zuu dari tempatnya berdiri dengan mengangkat salah satu sudut bibirnya menyeringai licik , Zuu yang ditatap seperti itu mengerutkan keningnya curiga.
"Ada apa dengannya. Apa dia sedang merencanakan sesuatu yang buruk lagi. Hah....aku bisa gila".
Setelah mengatakan itu Kenzio menutup panggilannya secara sepihak dan kembali melangkahkan kakinya mendekat kearah Zuu
"Ya...." Yogi yang berada diseberang sana melongo Dengan apa yang didengarnya Ia dilanda kebingungan, Bukan hanya bingung iya juga sangat terkejut dengan perkataan terakhir dari tuannya, dirinya sampai menatap nanar layar ponsel yang sudah gelap sebab panggilannya sudah terputus tanpa permisi.
"A-apa. Aku tidak salah dengarkan? apa dunia ini sudah terbalik?" bulu kuduk Yogi sampai merinding.
Yogi mengetahui Kenzio sepertinya sangat mencintai gadis belia itu dari Jerry dan tuan Leo. Menurut mengamatan yang mereka lihat pada saat itu, sikap tuannya yang begitu aneh saat itu, menurut Jerry tidak biasanya Tuannya itu bersikap manis terhadap wanita dan saat itu kemarahan kenzio tidak terelakkan saat salah satu anggota Geng Gagak menyentuh Zulaikha sampai akhirnya menghancurkan markas Geng gagak sehancur-hancurnya tak bersisa. Anggapan perasaan cinta Tuannya itu bukanlah isapan jempol belaka karena sampai saat ini, Walaupun ingatan tuannya hilang tapi sampai sekarang rasa itu masih tetap sama. Di lihat dari berapa sering tuannya mengigaukan nama Zulaikha saat ia tertidur. Tapi sayang Tuan Kenzio menyangkal hal itu.
Ya sekarang ini Yogi sama sekali belum bertemu dengan Leo dan Jerry lagi yang saat ini sedang berada diluar kota, Entah kesibukan masing-masing atau entah apalah sehingga Leo belum memberitahukan Yogi tentang gadis yang sudah lama dicari oleh Yogi beberapa tahun belakangan.
******
Kembali keruangan yang terdapat dua manusia yang saling menatap dengan tatapan yang sulit diartikan
Yang satu menatap dengan sejumlah rencana dibenaknya dengan senyum yang masih mengembang di bibirnya dan yang satunya menatap dengan bingung dan entahlah....
Kenzio kembali duduk di kursinya kemudian ia menepuk-nepuk pahanya memberi kode pada Zuu agar wanita itu kembali duduk di pangkuannya" Karena kau sudah resmi menjadi wanitaku aku ingin kau melayaniku dengan sepenuh hatimu" serunya kepada Zuu yang sedang menatapnya dengan kesal
Zuu mengayunkan kakinya dengan terpaksa kemudian duduk di pangkuan pria itu
"khem....khem...., sepertinya aku kehausan setelah menerima telepon dari Yogi" Kenzio sengaja berdehem keras sembari berakting mengusap-usap lehernya yang katanya sedang kehausan
"Yaa tinggal minum saja apa susahnya, sih". ujarnya
__ADS_1
"Saya maunya kamu yang ambilin itu" tunjuknya pada cangkir yang masih dalam jangkauannya.
"Dasar manja, niat banget ngerjain orang".
Akan tetapi apalah daya lain di mulut lain dihati karena saat ini ia sedang meminumkan kopi yang telah dibuatnya sejak tadi kepada Kenzio
"Ah....dasar manja" . Gerutunya dalam hati frustasi
"Emm.....sepertinya kopi ini sudah dingin sayang, bisakah kau menggantikannya untukku"
"Dingin dari mananya ini masih hangat kok Tuan"
"Kalau saya bilang dingin yaa dingin. ganti" serunya yang ditanggapi Zuu dengan tatapan mata jengah
"Ganti.....aku tunggu diruang meeting" Kenzio ingin berdiri akan tetapi dengan cepat Zuu menahannya
"Sebelum itu aku ingin memastikan sesuatu" ujarnya yang ditanggapi Kenzio dengan mengeryitkan keningnya bingung
"Kau itu tidak sabaran sekali" ucapnya dengan nada menggoda
"Bisakah Tuan membebaskan teman saya sekarang dan juga jangan menskorsing teman saya Tita! saya mohon Tuan. Anda sudah berjanji" ucapnya memelas
"Mana ada saya berjanji"
"Tuan saya mohon" ujarnya sembari menggenggam kedua tangan tuan Kenzio memohon
"Apa hubunganmu dengan si payah itu sampai kau sekhawatir itu padanya? aku katakan sekali lagi, fokusmu hanya padaku dan kau hanya boleh memikirkan ku saja. Kau faham sayang" ucapnya dingin dengan menekankan kata-katanya. Sebenarnya Kenzio sangat marah ketika Zuu mengkhawatirkan pria lain. Ingin sekali ia melenyapkan pria yang telah ia sekap itu.
"aku hanya berteman dengannya saja tuan, sama seperti Tita dia itu temanku yang selalu membantuku selama ini"
"Awas. Apa kau ingin duduk disini sepanjang hari?"
"Saya akan menghadiri rapat dan bawakan kopi yang baru untukku" ucapnya tegas untuk bisa menutupi kegugupannya sembari berdiri setelah Zuu bangkit dari duduknya.
" Tapi Tuan harus janji untuk membebaskan Jony dan menarik skorsing Tita. Janji dulu sebelum pergi" sambil mengangkat jari kelinkingnya
~happy reading~🥰
__ADS_1