Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
part 47. Mafia


__ADS_3

Malam yang cerah dihiasi bintang-bintang dan bulan yang bersinar dilangit gelap, langit yang indah menggambarkan suasana hati yang dirasakan oleh Zuu saat ini. Namun dihatinya yang paling dalam ia tetap saja merasa dilema dan tidak tega kepada wanita lain yang mencintai prianya.


Sejak pulang, ia hanya duduk di jendela kamarnya menatap langit yang indah, memikirkan semua yang terjadi selama ini. Apalagi Kenzio menyatakan semua perasaan yang ia rasakan kepadanya yang membuat hatinya berbunga-bunga. Ia seperti menjadi wanita yang paling bahagia hari ini, namun tersirat rasa takut yang begitu besar dari dalam hatinya, ia takut akan perbedaan dan begitu banyak masalah dan hambatan jika ia memilih bersama dengan Kenzio. Ia tahu bersatu dengan Kenzio adalah hal yang tidak mungkin terjadi.


"Ayolah Zuu kau harus berjuang untuk mendapatkan cintamu yang telah lama pergi."


ujarnya dengan hati penuh semangat.


"Sebenarnya aku ini kenapa, kenapa aku merasa bahagia disaat orang lain sedang merasakan sakit, karena ku"


"Tetapi aku harus bagaimana, Aku mencintainya dan tidak bisa jauh darinya"


"Ayolah Zuu, ini bukan dirimu yang sebenarnya, kamu bukan orang tega, bisa bahagia diatas penderitaan orang lain."


"hahh...." Zuu membuang nafasnya berat karena begitu dilema atas perasannya sendiri.


******


Sementara di tempat lain, di balkon kamar di sebuah rumah yang mewah, sedang berdiri seorang pria dengan tubuh yang tegak dan memperlihatkan tubuh atletisnya, ia hanya menguntungkan celananya tanpa baju, memperlihatkan perut dengan belahan-belahan sobek menandakan pria tersebut sangat aktif berolahraga. Dan juga terlihat beberapa bekas luka di beberapa bagian tubuhnya. Pria itu tak lain adalah Kenzio Aprilio Bramasta.


Perasaannya tak jauh berbeda dengan perasaan Zuu saat ini, yang merasakan manisnya jatuh cinta, namun dilema di saat yang bersamaan. Namun pia tersebut bukanlah dilema akan memutuskan hubungan nya dengan Jasmine ataukah tidak, namun ada hal lain yang membuatnya tidak bisa tidur karenanya, cemas dan khawatir dengan hal besar lebih tepatnya.


"Aku berjanji sayang, akan menyelesaikan ini secepatnya. Bersabarlah sedikit lagi." ujarnya sambil menatap intens wajah cantik Zuu yang berada di layar ponsel keluaran tercanggih miliknya.

__ADS_1


Selain perasaan khawatir ia juga sangat takut jika Zuu tahu kalau dirinya adalah seorang mafia. Karena setahunya, Zuu tidak pernah suka dengan kekerasaan apalagi seorang mafia seperti dirinya. Ia teringat pada saat Zuu mengatakan hal itu yang membuatnya enggan memberitahukan kebenarannya kepada Zuu.


flashback on


Saat itu Jasmine mengajak Kenzio pergi menonton, dan Kenzio pun menyanggupinya asal Zuu ikut bersama mereka, dan itu tidak menjadi masalah untuk Jasmine dan saat itu ia sama sekali tidak berfikir panjang akan hal itu, sehingga ia mengiyakan keinginan Kenzio, mungkin ia terlalu senang nya, karena ajakannya kali ini tidak membutuhkan tenaga dan waktu yang lama untuk membujuk pria kaku tersebut.


Kenzio pun memerintahkan kepada Zuu agar ikut bersama mereka, akan tetapi saat itu Zuu menolak karena yang ada ia akan sakit hati dan pulang dengan perasaan kesal lagi. Dan itu tidak membutuhkan waktu yang lama, karena walau sekeras apapun ia menolak, Kenzio bukanlah orang yang bisa dibantah.


"Biar bagaimanapun kamu harus ikut sayang. kamu lupa, kalau kamu masih terikat kontrak denganku?" ujarnya mengingatkan sembari menggerak-gerakkan alisnya naik turun.


"Tapi_" ucapannya ingin menolak tetapi Kenzio tidak memberikan kesempatan untuk itu.


"Tidak ada tapi-tapian. Kalau saya bilang kamu ikut ya kamu ikut. titik". ucapnya tegas tanpa bantahan sedikitpun.


"Rasanya aku ingin mati saja, daripada terus-terusan melihatmu bersama dengannya, aku sungguh tidak kuat lagi". ujar Zuu panjang lebar dalam hati. Ingin rasanya ia meluapkan semua isi hatinya, tapi itu tidak akan mungkin terjadi. Zuu hanya bisa menangisi rasa sakitnya sendiri.


"Tunggu apa lagi" ujar Kenzio yang sudah berada dekat pintu keluar ruangannya.


Akhirnya Zuu menyerah dan ikut bersama Kenzio, tetapi ia mengajukan satu syarat, Zuu tidak ingin kalau didalam bioskop hanya mereka bertiga, bisa-bisa beneran jadi gadis obat nyamuk. Sambil tertunduk, kemudian ia menyeka air mata yang menetes dengan tidak tahu malunya.


"Baiklah, saya akan ikut anda tuan, tapi dengan satu syarat. Bioskop tersebut harus di isi dengan orang umum, seperti bioskop pada umumnya yang ramai" Kenzio tercengang mendengar persyaratan yang diajukan Zuu kepadanya, itu adalah hal yang tidak lazim untuknya. Selama ini ia tidak terlalu menyukai tempat yang terlalu ramai apalagi bioskop yang menurutnya adalah tempat bagi pasangan muda memadu kasih yang menurutnya sangat alay.


"Yang benar saja. Kalian fikir aku mau gitu jadi obat nyamuk kalian disana, dengan begini, yaa paling tidak aku bisa menyelamatkan harga diriku yang sudah jatuh entah kemana". gerutu Zuu kesal dalam hati.

__ADS_1


Tetapi akhirnya Kenzio mengiyakan walaupun sangat terpaksa, dan itu membuat Jasmine mengerutkan keningnya merasa heran dengan keputusannya yangenurutnya sangat aneh dan tidak masuk akal.


*******


Saat sedang asyik menonton film bergenre drama action tersebut, tiba-tiba Zuu bersiul bersemangat saat seorang mafia tewas terbunuh oleh pemeran utama yang berprofesi sebagai seorang anggota kepolisian, dan itu membuat jakun Kenzio naik turun, menandakan ia sulit untuk menelan salivanya sendiri.


Semua orang menggelengkan kepala melihat tingkah Zuu yang kekanakan bahkan lebih tepatnya sangat kampungan, tetapi itu dimata mereka, dan lain lagi dimata Kenzio. Apa yang dilakukan oleh Zuu begitu menggemaskan menurutnya dan juga sangat imut. Ingin sekali rasanya Kenzio menggendongnya pulang dan mengurung Zuu didalam rumah agar tingkahnya yang menggemaskan seperti itu tidak terlihat oleh orang lain.


Setelah flim berakhir ketiganya keluar dan have lunch disalah satu restauran Jepang yang ada di Mall berlogo Bramasta Group tersebut.


"Kamu itu apaan sih, malu-maluin banget deh"


"Kalau bukan Ken yang ngajakin kamu, aku man ogah ngajakin kamu. Kampungan tahu gak" ujar Jasmine dengan kesalnya, ia sama sekali tak menyangka, bahwa Kenzio akan memilih gadis seperti itu untuk menjadi kekasih bayaran.


Saat itu juga Zuu menjelaskan dan mengatakan ketidak sukaan nya kepada para anggota mafia yang selalu membuat kericuhan dan membuat resah orang tak bersalah disekitarnya, dan yang paling tidak disukainya dari seorang mafia adalah wajahnya yang begitu menyeramkan, Didalam benaknya, mafia adalah tokoh penjahat disetiap film yang ditontonnya dan yang melawannya, adalah pahlawan dimatanya, dan itu membuatnya semakin tidak suka dengan dunia permafiahan.


Untuk kedua kalinya Kenzio susah untuk menelan salivanya lagi kembali, setelah mendengar penuturan yang di ungkapkan oleh Zuu, dan disitu lah Kenzio tahu bahwa Zuu tidak suka dengan dunia mafia, dan entah kenapa baru kali ini takut menjadi seorang mafia.


Flashback off


"Gimana jika kamu tahu, aku ini adalah seorang mafia dan bahkan aku adalah pemimpinnya?, entah apa yang akan kukatakan" ujarnya dengan membuang nafas berat sembari membuang puntung rokoknya kemudian Ia pun kembali kedalam kamarnya berniat membersihkan diri.


~Happy reading~🥰

__ADS_1


__ADS_2