
3 tahun kemudian
Jakarta,.
didalam ruangan yang berukuran 5×4 m persegi itu terlihat seorang gadis mulai beranjak dewasa sedang mengigau sampai dahinya bercucuran keringat
"ziiioooo...."ia terbangun dari tidurnya dan mengatur nafasnya yang naik turun
"hah....huhh....haa....uhhh...."
"kenapa aku selalu memimpikannya.....dasar pria si*lan"ia mengumpat kesal pada pria yang selama 3 tahun ini tidak pernah Ia mendengar kabarnya, terlebih sekarang ini yang berada jauh dari negara dimana orang itu tinggal, negara yang sudah membuat hidupnya menderita.
Setaip mengingat Zio. Zulaikha akan kembali mengingat dimana hari yang paling mengerikan dalam hidupnya, yaitu kehilangan ibunya. Ibunya meninggal saat mereka dikejar-kejar beberapa mobil yang terus menembaki tanpa ampun dan mereka berhasil satu peluru mengenai punggung ibunya dan akhirnya meninggal.
Tak sampai disitu Joni pun yang mengendarai mobil ikut tertembak dibagian lengannya hingga akhirnya mobil yang mereka kendarai oleng dan terjatuh dari tebing lalu jatuh kelaut.
Untungnya pada saat mobil mereka terjatuh ada kapal pesiar yang lewat dan melihat insiden tersebut terjadi dan segera mereka datang untuk membantu . Nyawanya dan Jony selamat kecuali ibunya.
Mengingat kejadian itu Zuu kembali terpukul atas kematian ibunya.
Lama Zuu termenung dengan lelehan air mata yang membasahi pipinya ia segera tersadar dan bangkit dari ranjang usangnya
Dengan langkah gontai menuju kamar mandi ia segera membersihkan diri dan berganti pakaian, karena tidak ingin terlambat di hari pertamanya bekerja sebagai office girl disebuah perusahaan terbesar dan terkenal di beberapa belahan dunia itu. Perusahaan yang memberikan gaji kepada karyawan nya diatas rata-rata dengan bajet dua kali lipat dari perusahaan lain.
Perusahaan yang memilki banyak cabang diluar kota dan diluar negeri itu sangat banyak di minati anak-anak magang dan ingin segera bekerja di perusahaan itu.
BRAMASTA GROUP
Zuu yang merasa sangat beruntung bisa bekerja disana walau hanya sebagai office girl karena hanya mempunyai ijazah SMA, dan itupun berkat temannya Tita yang selama ini menjadi sahabatnya selama ia tinggal di Jakarta.
Tita bekerja di BRAMASTA GROUP sebagai kariawan kontrak yang sebentar lagi akan diangkat menjadi kariawan tetap karena mempunyai potensi yang layak untuk di perhitungkan
Tita satu-satunya teman yang dimilki Zuu selain Jony. Tita termasuk gadis yang supel dan ceria dan tingkat kecerewetan yang selalu membuat disekitarnya geleng-geleng kepala.
Didalam kamar Zuu hanya kamar berukuran kecil dan di fasilitasi kamar mandi, dapur dan ranjang dengan satu karpet didepannya.
setelah sarapan Zuu keluar dan pergi bekerja dimana si Tita sudah menunggu depan kontrakannya diatas motor maticnya yang selama ini mereka kendarai baik itu jalan-jalan atau pun bekerja
"Zuujuuuu.....buruan" Zuu yang mendengar suara cempreng Tita segera berlari menghampiri sahabatnya itu. Setelah mengunci pintu kontrakannya.
"Lho itu ngapain aja sih didalam "
"Lho mau gue terlambat, Lho juga terlambat dan kita jadi pengguran. Mau lho" Zuu yang mendengar celotehan Tita hanya tersenyum melihat kekesalan temannya itu
"Iya mak. Kebiasaan deh...bawel"
"Ya udin cepetan naik" Tita yang sudah tidak sabar menyuruh Zuu agar segera naik diatas boncengan nya
"sudah siaap.....Let's go....kita capcusss....." teriakannya penuh dengan semangat
Tita orangnya memang tidak pernah lama marah terhadap Zuu ia memberikan senyum manis pada sahabatnya itu. Terlepas dari semua itu wajah Zuu memang sangat menenangkan bagi orang-orang terdekatnya akan tetapi, akan jadi bumerang bagi orang-orang yang selalu iri padanya.
Persahabatan yang dimulai dari kejadian dua stenga tahun yang lalu saat Zuu dan Joni melewati gang sempit dan mendengar jeritan seorang gadis yang sedang dib*lly dan dih*jar oleh gadis-gadis seumuran dengan gadis itu.
Melihat itu Zuu dan Joniy menghampiri dan menolong Tita yang sedang nyungsep dipojokan karena tend*ngan dari salah satu teman sebayanya. Dari saat kejadian itu Jony, Zuu dan Tita bersahabat hingga sekarang.
persahabatan yang selalu ada satu dan yang lainnya, sahabat yang melebihi seorang saudara, Begitulah mereka membentuk persahabatan mereka selama ini
Tita selalu membantu mencarikan pekerjaan untuk Zuu dan Jony yang notabennya bukan penduduk asli dinegara ini dan sekarang Jony sudah bekerja di bengkel teman Tita.
Sedangkan Zuu sudah tiga kali pindah tempat kerja lantaran memiliki wajah cantik dan sering menjadi tempat kedengkian para pekerja wanita lainnya dan akhirnya membuat ia dipecat karena berbagai cara yang mereka lakukan agar bisa menyingkirkannya.
"Semoga saja kali ini adalah yang terakhir" Zuu yang merasa kasian kepada Tita karena gadis itu sudah berupaya keras hanya untuk dirinya bisa satu kantor dengan temannya itu.
Sesungguhnya alasan utamanya adalah agar mereka bisa saling melindungi dan saling membantu ketika dalam kesulitan dan yang lebih penting mereka memiliki gaji yang lumayan besar dengan bekerja diperusahaan BRAMASTA GROUP.
Setelah menempuh waktu 30 menit berkendara akhirnya mereka sampai didepan gedung yang menjulang tinggi diantara bangunan-bangunan yang lainnya.
BRAMASTA GROUP Tulisan besar yang pertama kali dilihat Zuu yang menjadi perhatiannya. Dan tidak tahu kenapa ada perasaan aneh didalam hatinya setelah menginjakkan kaki nya untuk pertama kali di perusahaan tersebut.
__ADS_1
"Zuu buruan....ayo gue anter lo lebih dulu"
setelah sampai dipantry Tita menepuk pundak Zuu "Gak usah tegang gitu ah, jelek tahu"
"Yaa kali aku gak tegang, ini hari pertamaku bekerja disini dan aku mau ini adalah terakhir kali kamu cariin aku kerjaan. aku tuh gak enak tahu sama kamu"
"Gak enak gimana? Lho tuh anggap gue ini apa, gak enak....gak enak segala....hah..."
ucapnya ketus karena tersinggung atas ucapan Zuu, menurutnya Zuu seperti menganggap dirinya seperti orang lain
"Bukan gitu begee....aku itu kasian sama kamu" Zuu gemes sendiri melihat tingkah temennya itu yang suka ngambekan
"Ya udah Masuk gih, laporan dulu sama ibu Sinta" Tita tersenyum dan segera berlalu dari tempat Zuu
Zuu pun mengangguk dan masuk kedalam ruangan ibu Sinta setelah berpelukan hangat dengan Tita seperti sedang menyalurkan semangat kepada dirinya yang memang terlihat sangat tegang.
*****
waktu terus berjalan detik menjadi menit menitpun berganti jam,dan sekarang waktunya mereka istirahat dan makan siang ditempat yang sama
Dikantin Zuu dan Tita makan dengan hikmat dimeja yang sama. Samar-samar mendengar semua para karyawan wanita dan laki-laki sedang bergosip tentang tuan muda sekaligus pewaris tunggal BRAMASTA GROUP yang akan kembali ke Indonesia.
Berita tentang kembalinya anak dari tuan Indra Hermawan BRAMASTA itu sudah tersebar luas dikalangan para kariawan kantor
"Waah....seperti apa yah sekarang tuan muda kita?"
" Yang pasti Dia lebih tampan dan juga hot"
"Iya udah gak sabar aku"
"Dimedia aja udah ganteng gitu, Apalagi aslinya, Hot banget pokoknya"
"Tuan muda Ken.... aku menantimu I miss you"
Itulah beberapa pernyataan ketidak sabaran mereka menanti sang pewaris tunggal, terdengar dari mereka betapa mengagumkannya Tuan muda dari keluarga Bramasta itu. Zuu dan Tita yang sedang mencuri dengar dari para karyawan wanita yang begitu antusias menyambut kedatangan tuan muda sang pewaris tunggal BRAMASTA GROUP dan masih banyak lagi pujian-pujian yang mereka lontarkan hanya saling pandang dan menerka-nerka, emang segitunya yah.
"Gak pernah ketemu langsung sih orangnya, tapi kalau Sampai beritanya seheboh ini.... tahukan orangnya pasti gimana gitu?"
"Emangnya kayak gimana?" Zuu yang pendapat pertayaan yang ambigu balik bertanya dengan polosnya
"Yaa elah malah nanya lagi. Mulai deh lemotnya nih anak" Tita sampai menepuk jidatnya sendiri dan geleng-geleng kepala saking gemesnya punya teman yang Lemotnya minta ampun
" Memangnya apalagi, gak tahu ya lho kalau wanita tuh sudah bergosip masalah pria, sudah dipastikan si pria nya waah.... gitu" jelasnya dengan senyum merekah saat teringat tuan muda yang mereka bicarakan
"memang siapa pria yang menjadi bahan per ghibahan mereka?"
"Ada....tuan muda sang pewaris perusahaan yang kita tempati bekerja saat ini" senyumnya kembali terbit saat mengingat wajah tampan anak dari Presdir mereka yang tidak lama lagi akan menggantikan sang ayah ketika kembali dari luar negeri
"Bener kah.....?"Tita hanya menjawab dengan anggukan kepala
"Wuaaaahhhh"
"Emang seperti apa orangnya"
"Dilarang kepo" ucapnya sambil tersenyum mengejek
" Idiih. Pelit"
"Orangnya sudah pasti tampanlah Dia cool, dia smart, dan Dia seksi. Dan satu lagi selain tuan muda sang pewaris tunggal Dia juga memiliki beberapa perusahaan yang dia kembangkan sendiri diluar negeri dengan namanya sendiri" jelasnya panjang lebar
"Ooh ya" ucapnya dengan nada meragu
"eeeh.....udah dijelasin panjang lebar juga, masih aja gak ngerti. Tanggapannya hanya O pula gimana sih"
"*Y*a ya walau setampan apapun tetap saja Zioku lah yang paling tampan sedunia....ups". lirihnya dan masih bisa didengar samar oleh Tita, Zuu yang tersadar reflek menutup mulutnya dengan kedua tangan nya
"Bagaimana bisa aku memuji manusia itu tidak punya hati itu, bahkan sama sekali tidak pernah mencariku" gerutunya dalam hatinya.
"Semua yang dikatakannya, semua janjinya padaku hanyalah janji palsu belaka".
__ADS_1
"untuk apa aku ingat-ingat lagi..... Zuu kau harus segera melupakannya, ini itu sudah tiga tahun berlalu dan aku harus bisa melupakan pria tengik itu".
"Zuu"
"Zuu....hei lho ngelamun. Ngelamunin apa sih"
"Yee... kepo" Zuu membalas ejekan Tita dan segera berlari lalu masuk kepantry karena waktu istirahatnya sudah habis dan masih ada pekerjaannya yang belum selesai
"Awas ya lho" teriaknya yang di tanggapi oleh Zuu dengan lambaian tangan tanpa menoleh kebelakang
"Dasar tuh anak langsung pergi aja"
********
Ditempat lain dibelahan dunia yang berbeda. Kenzio sedang bernegosiasi dengan Leo terkait kepulangannya ke Indonesia
Kenzio yang tidak mengerti kenapa ia sangat berat meninggalkan negara tersebut, padahal perusahaanya bisa ia tinggalkan kapan saja karena sudah ada yang bisa menghandle langsung dan orang itu adalah orang-orang kepercayaannya yang berada di negara tersebut.
"Tuan kita harus kembali secepatnya, semuanya sudah siap dan keberangkatan kita juga sudah saya atur, pekerjaan semuanya sudah selesai sejak dua hari yang lalu, lalu apa yang membuat anda ragu Tuan". Ucap Leo sang asisten.
"Bahkan anda sendiri sudah tidak ingat apapun lagi kenangan saat bersamanya, tetapi anda masih berat meninggalkan negara ini"
"Tuan ini sangat penting bagi masa depan perusahaan BRAMASTA GROUP, dan masa depan anda tentunya" Leo sangat hati-hati saat menjelaskan pada tuannya yang sangat sensitif ketika membahas tentang perjodohan atau pernikahan
Ya tuan muda sang pewaris BRAMASTA GROUP itu tak lain adalah Kenzio Aprilio Bramasta anak tunggal dari Indra Hermawan Bramasta
"Kau tahu, kau itu sama menyebalkannya dengan ayahku"
"Kenapa bukan kau saja yang menikah, kau sendiri belum menikah"
"Iya aku belum menikah karena mengikuti setiap jejak mu tuan"
"Aku selalu apes kalau berhadapan dengan wanita". Lanjutnya
"Aku selalu sibuk mengikuti kemana kau pergi tuan dan aku tidak punya waktu untuk sekedar mengetahui tentang wanita, hanya karena dirimu". geutunya panjangnya yang pasti hanya berani didalam hati
"Kau membicarakan ku?"
"Kau sudah bosan hidup, yah?"
"Atau kau ingin ke suatu tempat dimana kau bisa mendinginkan otakmu yang kaku itu karena mengikuti ku sepanjang hari?".
"Ti-tidak tuan sama sekali tidak. Mana berani saya berbuat seperti itu". Jawab Leo memelas.
"Dasar bos sia*an . bisa-bisanya dia mendengar apa yang kukatakan dalam hatiku. Hati adalah privasi tuan". Umpatnya masih dalam hati.
"Kau masih berani mengumpatku "ucapnya dengan nada dingin seperti biasa
"Dasar tuan Arogan, dimana sih dia berilmu tentang menerawang otak seseorang". gerutunya dalam hati tak terima.
"Ti-tidak tuan sa-saya akan kembali bekerja" Leo tidak bisa berbuat apa-apa lagi. jika tinggal lebih lama lagi dipastikan semua bonus bulan ini akan habis dan paling parahnya lagi gajinya akan dipotong sampai habis.
"Mau kemana kau?"
"Mau bekerja tuan" jawabnya
"Aku belum selesai"
"Beri tahu orang tua itu agar berhenti mengurusi kehidupanku.Aku sudah cukup dewasa untuk tahu yang terbaik bagi diriku sendiri"
"Fan satu lagi. Samapikan juga kalau kepulangku ke Indonesia hanya untuk menikah, maka lupakan saja"
"Baik tuan" Leo yang sangat frustrasi berada di antara anak dan ayah itu mengeluarkan nafas dengan sangat kasar.
"Aku bisa gila kalau begini. Apes banget jadi bawahan...huh...."
"Kalau begitu kau bisa keluar sekarang. Dan jangan kau tambahkan dan kurangi setiap yang aku ucapkan" Leo hanya menanggapinya dengan anggukan kepala
~happy reading~🥰
__ADS_1