Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
part 46. Menyerah atau Bertahan


__ADS_3

Pria itupun melepas kacamata hitam yang dikenakannya sembari memandang dengan datar kearah Jasmine.


"Kau" ujar Jasmine terkejut saat orang yang mengendarai mobil tersebut adalah orang sangat ia kenal, sementara pria dihadapannya itu hanya tersenyum sinis kearah Jasmine dengan mengangkat satu sudut bibirnya.


"Siang Nona Jasmine, sepertinya anda sedang terburu-buru dan tidak fokus membawa mobil anda dengan benar sehingga anda menabrak mobil saya" ucapnya santai dengan melirik sekilas kearah kap mobilnya yang sedikit penyok.


"Apa" ujar Jasmine tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh pria tersebut sampai membuang nafas dengan jengah karena orang itu malah menyalahkan dirinya.


"Berani sekali kau, tadi kamu bilang apa? Aku menyetir dengan tidak benar kamu bilang?"


"Hah. Selain tubuh serta otakmu kaku, matamu juga ikut membeku sehingga tidak bisa melihat dengan benar rupanya" ujarnya dingin dengan memberi tatapan tajamnya.


"Bisa-bisanya kamu menyalahkanku, bukannya kamu yang berhenti mendadak?" ujarnya kembali dingin kepada pria dihadapannya yang tak lain adalah Yogi.


"Kau sengaja kan berhenti mendadak dan melimpahkan kesalahan semua padaku, aku tahu kau orang seperti apa, kau sama saja dengan bos mu itu" ucapnya ketus dan meledak-ledak bak mercon lamaran.


"Kau itu terlalu sering dekat dengan bosmu itu sehingga sifatnya menurun kesemua pelayannya tak terkecuali kau."


"Tunggu dulu, jangan bilang kau mengikuti ku, dan___" ucapannya terhenti saat terdengar suara klakson bersahutan dari arah belakang.


peeemmm

__ADS_1


peeemmm


Suara-suara klakson pengendara lain begitu bising terdengar dari arah belakang kendaraan mereka.


"Wooiii....minggir....kalau mau pacaran jangan disini dong, tuh sono di kolom jembatan"


"Hei pinggir Mbak ngobrol kok dijalan"


Umpatan demi umpatan dari pengendara lain bersahutan ditengah jalan yang ingin berlalu namun terhalang oleh mobil dari kedua orang yang sedang bersitegang.


"Idih...., apaan sih, siapa yang pacaran" ucapannya judes dan bergidik ngeri membayangkan berpacaran dengan kanebo macam pria yang ada dihadapannya itu adalah hal yang mustahil baginya.


"Maaf Nona tapi saya tidak berhenti mendadak, tadi itu saya berhenti karena memang kita sedang berada di perempatan jalan lampu merah, dan sekarang sudah lampu hijau yang artinya apa__, artinya sudah bisa jalan" ucapnya Yogi menjelaskan, sembari menunjuk lampu rambu lalu lintas yang berwarna hijau.


"Ahh...s*al" iapun buru-buru masuk kedalam mobilnya dan segera menancap gas dan berlalu dari sana tanpa memperdulikan umpatan dari pengendara lain.


"Dimana orang itu, dasar KANEBO" pekiknya geram pada Yogi yang sudah membuatnya bertambah kesal. Namun tanpa ia sadari ada mobil yang sedang mengikutinya dan tersenyum simpul dari balik kaca spion mobilnya.


******


"Sekarang aku harus gimana?" tanyanya pada dirinya sendiri yang terus melajukan mobilnya menuju apartemennya.

__ADS_1


"Apa aku harus menyerah begitu saja...Ahkk s*al....brengsek kamu Ken" Pekiknya sambil menyeka air matanya yang menetes.


"Tega kamu, aku pikir selama ini kau sudah membuka hatimu padaku dan menerima diriku sebagai pasanganmu, tetapi ternyata kau hanya memanfaatkan aku dan menguji cinta mu saja untuknya"


"Apa tidak ada sedikitpun rasa cinta untukku di hatimu?"


"Dasar bodoh kamu. Jasmine" umpatnya pada dirinya sendiri.


Dan tak terasa berkendara ia sudah sampai di depan lowby apartemen nya, ia pun segera merapikan riasannya lalu turun untuk menemui kedua Daddy-Mommy nya. Setelah itu ia pun naik kelantai dimana apartemen nya berada.


"Daddy....Mom...." teriaknya saat memasuki apartemennya yang mewah, dan terlihat Daddy dan mommy nya sedang berada diruang tengah sedang mengobrol santai.


Ia pun segera berlari memeluk keduanya dan meluapkan semua rasa rindunya kepada keduanya.


Jasmine sangat bingung dan merasa dilema dengan keputusan yang akan ia ambil menyerah atau bertahan.


Kalau dia menyerah, bisa saja apa yang ia takutkan selama ini terjadi, dan jika ia bertahan ia harus mengorbankan harga dirinya lagi dihadapan Kenzio dan juga Zuu. Apalagi saat ini Kenzio sudah benar-benar dengan terang-terangan menyatakan perasaan tidak sukanya saat Zuu bersama pria lain.


"Apa yang harus kulakukan"


~happy reading~ 🥰

__ADS_1


Jangan lupa memberikan dukungannya dengan meninggalkan jejak.


like,komen dan sarannya diterima yah mom, apalagi hadiah dan vote nya.🥰🤗🤗🤗


__ADS_2