
Setelah Kenzio berlalu keruangan meeting untuk bertemu beberapa client penting. Zuu pun beranjak untuk mencari udara segar diluar kantor, atau lebih tepatnya di taman yang berada sekitar gedung perusahan BRAMASTA GROUP. setelah sampai, Zuu yang sejak tadi tak bisa mengontrol degup jantungnya saat ia dicium mesra oleh Kenzio, dengan segera meraup sebanyak-banyaknya udara agar saluran pernafasannya lebih plong.
"huuhhh....gilaaa...aku bisa gila...."serunya sembari tersenyum simpul tapi hanya sesaat karena detik selanjutnya senyumnya itu memudar digantikan mulut yang komat kamit ketika mengingat perlakuan Kenzio beberapa hari ini padanya
"sungguh aku tidak mengerti jalan pikirannya.sulit sekali mengerti dirinya"
"pertama dia mengikatku dengan perjanjian,kedua dia mengenalkan ku pada tunangannya sebagai kekasih"
"kadang dia melambungkan ku keatas awan namun detik berikutnya....dia menjatuhkanku kedasar bumi.sungguh ajaib pria yang aku cintai"
"untung cinta....Kalau enggak...."
"kalau enggak kenapa"suara bariton dari sesorang pria, dari arah belakang yang membuatnya terlonjat kaget
"huh...jhooonnn.....aku kira siapa"ucapnya kesal pada Jhon sembari memukul bahu sahabatnya yang sudah mengagetkan dirinya saat sedang asyik menggibah seorang sendiri
"emang kamu pikir siapa? kebiasaan yah,nih anak suka banget ngomongin orang"
"kalau dilihat dari mukamu yang kucel gini, pasti lagi ngambek kan sama ayank....."ujarnya menebak mimik wajah Zuu yang terlihat kesal sejak tadi di perhatikannya dari jauh
"ngaco....sok tahu kamu"ucapnya memanyunkan bibirnya
"ayolah.....siapa lagi kalau bukan yayang Zio yang bisa membuat hati seorang Zuujuu resah gelisah begini"ujarnya tersenyum sembari menyumpit hidung Zuu disela dua jarinya
"Aakhh....sakit tahu...."pekiknya sembari mengusap-usap hidungnya yang memerah,akan tetapi hanya ditanggapi dengan nyengiran kuda oleh Jhonny
"oh iya, ada perlu apa kemari. mau ngapain?"tanyanya pada Jhonny yang tiba-tiba sudah berada dihalaman kantornya
__ADS_1
"aku kesini mau nyari calon bini,emang mau ngapain lagi?"jawabnya santai yang ditanggapi oleh Zuu dengan memutar bola matanya jengah
"nih,tadi aku nemu tempat makan enak loh dekat sini, sekalian aja kalian aku di bungkusin" lanjutnya menyodorkan 2 kantongan kresek yang dibawahnya
"seriusan.... Baek banget....tahu aja kalau temennya lagi laper"ujarnya tersenyum simpul sambil mengelus perutnya yang katanya lagi lapar
"soal makan aja cepet"ucapnya kesel yang kali ini Zuu lah yang nyengir kuda memperlihatkan giginya yang putih menanggapi ucapan Jhonny
"ya udah masuk gih keburu dingin. Aku juga mau balik ke bengkel takut dicariin bos"
"thanks ya bang,aku masuk dulu"ujarnya berlalu sambil melambaikan tangan keatas
"ckckck....anak g*ml*ng giliran dikasi makan aja, baru deh sopan"
setelah pamit pada Jhonny Zuu masuk dan berjalan menuju ruangan Tita dan menyerahkan makanan bagian Tita yang tadi dibawah oleh Jhonny
"nih,dari Abang mu"ia menyodorkan kresek bagian Tita
"tunggu... tunggu,tadi lo bilang dari Abang gue,sejak kapan gue punya Abang?"tanyanya yang heran pada Zuu yang sering asal ngomong
"ya....ampun sejak nenek moyang kamu lahir.itu dari Jhonny, siapa lagi Abang kita sekarang kalau bukan dia"ujarnya kesel sembari memukul jidatnya sendiri
"kita, lo aja kali"jawabnya santai
"izh....sini makanannya"saking kesalnya Zuu meminta kembali makanan yang dibawah oleh Jhonny dengan penuh perhatian
"gak....ini punya gue"(Tita)
__ADS_1
"sini gak"(Zuu)
"gak....gue bilang enggak ya enggak"(Tita)
"dih....nih anak....au ah aku mau balik"ujar Zuu berbalik dan ingin berlalu dari ruangan sahabatnya itu yang selalu saja mengajaknya ribut,dan kali ini ia akan mengalah karena sejak tadi dirinya dan juga Tita sudah jadi pusat perhatian semua orang
"balik sono....,eh....eeh....tunggu"ujarnya menyuruh Zuu pergi kemudian menahannya
"apalagi?"(Zuu)
"thanks ya"(Tita)
"diterima"ucap Zuu tersenyum lalu kembali berbalik
"satu lagi ruangan lo ada diatas ya bukan dibawah lagi....hahaha"ujarnya meledek Zuu dengan tawanya yang terpingkal-pingkal memegang perutnya saat melihat wajah kesal Zuu
Akhirnya Zuu meninggalkan ruangan Tita sahabatnya dengan dongkol dan berniat memakan makanannya diruangannya saja.karena Kenzio saat ini pasti sedang meeting pikirnya. Ruangan Zuu berada satu ruangan dengan pria yang selalu membuat jantungnya seperti roller coaster tercepat di dunia siapa lagi kalau bukan Kenzio, ya meja tempat ia bekerja berada didalam ruangan Presdir BRAMASTA GROUP dan pekerjaannya adalah menunggu perintah yang diberikan oleh yang mulia Kenzio
Sebelum masuk ia melirik meja kerja sang sekertaris Denissa,dan benar saja sekertaris dari Kenzio tidak ada dan itu artinya Kenzio saat ini masih meeting dengan beberapa klien.Sudah jadi kebiasaan setiap masuk keruangan Presdir Zuu mengetuk pintu terlebih dalu,akan tetapi kali ini ia tidak ingin melakukannya karena ia yakin bosnya itu masih berada diruang meeting
ckkk......clek
Setelah pintu terbuka ia pun melangkahkan kakinya berniat menuju mejanya sendiri, tapi belum sempat ia melangkah ia terkejut dan terpaku ditempatnya saat melihat pemandangan yang begitu menusuk mata dan hatinya sehingga membuat lidahnya keluh dan tubuh menjadi kaku
Bagaimana tidak,kalau pria yang dicintainyai saat ini sedang berciuman mesra dengan wanita yang tak lain adalah tunangannya sendiri.Bibir yang beberpa menit lalu bertaut dibibirnya serta menyesapi rasa masing-masing kini berlabuh ke tempat lain.
Walaupun ini bukan yang pertama kalinya ia melihat Kenzio bermesraan dengan tunggangannya tapi tetap saja ia merasa sesak dan cemburu.Picik memang tapi itulah yang dirasakan Zuu saat ini.Entah siapa yang salah dengan hubungan yang tak lazim ini tetapi ia tidak bisa membohongi perasaannya sendiri yang sakit melihat pria yang dicintainya kini sudah menjadi milik wanita lain
__ADS_1
Saking kagetnya ia sampai tak sadar bahwa kresek yang tadi ia bawah terjatuh dan airnya sedikit tertumpah menimpa kakinya yang ternyata itu adalah seporsi soto,"Izzhh...."ia hanya sedikit meringis dan itu menyadarkan dua orang yang sedang berduaan tersadar oleh kehadirannya.Zuu seperti mati rasa sebab tidak lagi merasakan panas di kulit kakinya yang terkena kuah soto yang terjatuh
"Ma-maaf...."lirihnya kembali berbalik dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut dengan wajah yang sendu dan air mata yang hampir menetes dipelupuk matanya