5 Pendekar Ling

5 Pendekar Ling
7. Pelatihan Ling Zia Long


__ADS_3

"Sekarang ikutlah aku ke bukit sana dan naiki seribu anak tangga yang menuju puncak bukit,


Itulah latihan penguatan jiwamu". Ucap leluhur naga pada long zia long.


Ling zia long tanpa berfikir panjang berjalan mengikuti arahan dari leluhur naga.


Dengan berjalan sesuai arahan sekali sekali menyentuh dedaunan dan bunga - bunga yang tertanam disepanjang jalan, tapi sayang tangan nya seperti dapat menembus semua tumbuhan tersebut.


Sesaat kemudian dia sampai pada anak tangga pertama dan mulai menaiki nya tidak ada reaksi yang berarti pada anak tangga pertama kedua ketiga dan hingga tangga ke seratus karena sebelum nya ling zia long telah merasakan sakit yang menyiksa atas meminum cairan yang tidak diketahui sebelum nya jadi beban pada tangga pertama hingga seratus dapat dilewati dengan mudah, lanjut hingga tangga ke 101 seperti semua beban tidak ada sama sekali lanjut ke tangga 102 dia mulai merasakan beban yang menimpa tubuh nya semakin tinggi tangga nya semakin berat beban yang diterima, tapi dia tetap bertahan karena menurut leluhur naga jika ingin kembali ke tubuh fisik nya dia harus melatih jiwa nya sampai ke titik maksimal.


Semakin bertambah jumlah tangga yang dilewati semakin besar tekanan nya. Dia terus berjalan menyusuri anak tangga itu hingga pada anak tangga 150 dan selanjut nya beban yang ditempanya makin berat dan bertambah seperti ukuran tiap tangga nya 1ton, 2ton,3ton dan seterusnya nya


Bahkan kini ling zia long sudah mencapai tangga ke 190 beban semakin bertambah terus menerus bahkan kakinya nya seakan tak bisa bergerak. Dengan sekuat tenaga dia bertahan meski dengan cara merangkak hingga anak tangga ke 200


Pada anak tangga 201. Dia kembali merasakan tubuh nya terasa ringan dan sehat seperti sedia kala sebelum menaiki anak tangga tersebut beban yang sebelum nya hilang seketika.


Dia mencoba menstabilkan diri nya beristirahat sebelum langkah selanjut nya. Entah sudah berapa lama dia menelusuri tangga, dan menahan rasa sakit dan rasa lelah yang di alami.


Setelah beberapa saat berlalu Ling zia long telah siap menapaki tangga ke 202 semakin tinggi melangkah jauh semakin terasa sakit, kali ini dia merasakan sekujur tubuh nya merasakan sakit kembali yang seperti saat meminum cairan di gua sebelum dia tidak sadarkan diri.


Darah nya seperti bergejolak dan pembuluh darah tersebut seakan akan meledak seketika, pada langkah langkah selanjut nya seperti tulang nya yang seakan di patah kan berkali kali, kemudian disambungkan kembali itu terjadi berkali kali sehingga ling zia long berteriak keras seakan tidak kuat menahan siksaan pada diri nya


"AAAAAHHHHHHHHHH........"


"AAAAAAHHHHHHHHHHHH......."


suara teriakan Ling zia long.


Dengan menahan rasa sakit itu dia terus melangkah menaiki tangga hingga ke tinggian


Dengan menahan sakit yang teramat sangat dan menjaga kesadaran nya dia terus melangkah hingga ke tangga 300.


Seakan matanya ingin tertutup tidak sadarkan diri dia tetap merangkak menahan sakit hingga tangga 301

__ADS_1


Pada tangga ke 301 seakan beban dan rasa sakit nya hilang barulah matanya tertutup dan tidak sadarkan diri.


Pada tangga ini memang seperti tangga peristirahatan untuk melanjutkan penderitaan selanjut nya.


Setelah beberapa saat kemudian, bisa dikatakan berhari hari tidak sadarkan diri


Ling zia long membuka mata kembali dan menstabilkan keadaan tubuh nya dengan posisi terduduk mengatur nafas, seperti saat orang - orang menyerap energi alam sekitar, tetapi karena dia belum mengenal latihan kultivasi jadi secara kebetulan dia duduk seperti menghirup nafas dalam dalam agar ketenangan nya dapat terkendali.


Setelah beberapa saat mengistirahatkan tubuh nya dia membuka mata, dan berdiri untuk melakukan langkah selanjutnya. Langkah 302, 303, 304 dan selanjutnya


Tetapi ling zia long tidak merasakan rasa sakit seperti sebelum nya tetapi merasakan perasaan berbahaya, rasa takut dan dan mengerikan bercampur jadi satu.


Langkah demi langkah dia melihat hal hal yang mengejutkan, menyeramkan, dan menakutkan seakan akan dia berjalan pada rasa takut itu sendiri. Hingga langkah pada 380 dan selanjut nya dia merasakan rasa sedih yang mendalam seperti ditinggal kan oleh orang orang terdekat nya seperti para saudara nya, orang tua nya dan bahkan merasakan sedih ditinggal orang yang dicintai nya, walaupun sebenernya ling zia long masih tergolong anak anak yang belum pernah merasakan sakit hati dan putus asa, tetapi kali ini yang dirasakan nya seperti melawan rasa takut sedih khawatir dan sebagai nya.


Bahkan dalam beberapa tangga dia terdiam mematung merasakan kekhawatiran dan kesedihan.


Tapi kembali tersadar dan melanjutkan perjalan kembali.


Hingga sampai pada anak tangga ke 400 dia seperti merasa gila dan menangis sekencang kencang nya dan merasakan beban berat yang diderita nya.


Kembali duduk mengatur nafas mencoba menstabilkan pernafasan dan tubuh nya.


Hingga dia menyadari sudah berapa lama ini berlalu tapi entah mengapa tubuh nya tidak merasakan rasa lapar haus dan sebagai nya padahal sudah berhari hari tidak makan dan minum. Tetapi energi nya seperti tidak pernah habis saja


Setelah keadaan sudah membaik dan telah siap melakukan perjalanan kembali dia mencoba langkah selanjut nya 402, 403, 404, 405


Dan selanjut nya, perasaan yang dirasakan ada lah kebahagiaan yang terlalu mendalam sehingga tanpa sadar dia tertawa terbahak bahak, kemudian merasakan sedih mendalam seperti tanpa sadar menangis menjerit, dan langkah selanjut nya dia kembali bahagia setinggi tinggi nya, kemudian dijatuhkan kembali dalam kesedihan.


Keadaan itu seperti terus berulang bahkan seperti jiwanya terguncang seperti orang tak memiliki kesadaran.


Bahagia kembali dirasakan kemudian ketakutan kembali dan sedih dialami secara berturut turut.


Bahkan membuat seakan tubuh nya lemas tak kuat menahan penindasan atas guncangan jiwa nya.

__ADS_1


Tapi ling zia long tak pernah menyerah karena tekad nya ingin kembali ke tubuh fisik nya dan bertemu kembali keluarga nya.


Yang dialami oleh nya seakan hidup telah melebih usia ratusan tahun karena penindasan ini mengingatkan kembali akan keluarga saudara, dan teman teman nya.


Dia tetap bertahan hingga mencapai tangga ke 500. Dan langkah 501 kembali membuat nya tidak sadarkan diri setelah semua beban yang di alami seakan akan hilang semua. Tanpa sadar tubuh nya terjatuh tidak sadarkan diri entah sampai kapan dia akan sadar kembali.


setelah beberapa hari dia tidak sadarkan diri, kembali ling zia long bangkit dengan terduduk seakan jiwa nya masih melayang,


dia mengatur nafas dalam - dalam menenangkan tubuh dan pikiran nya kembali.


ling zia long berkata dalam pikiran nya!


"akhirnya penderitaan ini berakhir entah langkah selanjut nya akan merasakan penderitaan seperti apa. ingin rasanya menyerah tetapi jika menyerah begitu saja aku tidak dapat kembali ke tubuh fisik ku diluar sana. dan mungkin akan terjebak disini dalam waktu yang lama".


"kenapa disaat seperti ini bahkan naga leluhur itu tidak dapat membantu dan memberikan saran terhadap ku. kemana sebenar nya dia selama ini."


gumam ling zia long dalam pikiran nya


pikiran - pikiran nya membayangkan perjalanan yang menyakitkan ini tapi hanya seorang diri yang menjalani nya. itu seakan membuat kesedihan tersendiri.


setelah beberapa saat, kembali dia tersadar dan bergumam pelan


"sudah lah mungkin leluhur naga menunggu ku di atas puncak bukit sana"


tanpa disadari bahwa leluhur naga sebenar nya memperhatikan dari awal hingga pertengahan 1000 tangga ini.


leluhur naga merasa takjub dan menyeringai bahagia atas pencapain ling zia long yang belum pernah berlatih bela diri tetapi dapat menyelesaikan ujian seribu tangga hingga ketitik pertengahan ini.


leluhur naga pun berkata dalam pikiran nya, "apakah dia akan menjadi pewaris dari tuan, atau apa memang sebenar nya dia adalah reinkarnasi dari tuan pemilik dunia ini"


"karena secara kebetulan seperti takdir menemukan antara aku dengan bocah itu".


"semoga langkah yang diambil selanjut nya akan menjadi kan dia sebagai orang yang mencapai puncak kejayaan dikemudian hari."

__ADS_1


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


__ADS_2