5 Pendekar Ling

5 Pendekar Ling
65. Awal Pertempuran


__ADS_3

Waktu Beberapa saat berlalu dan tidak ada prajurit kota yang menghampiri pangeran. Memang ini semua telah direncanakan oleh pihak jendral yang berada di pihak wakil ketua akademi, atau disebut sebagai ketua tertinggi dari kelompok serigala hitam.


"Hahaha"


"Pangeran mana prajurit mu itu. Asal kau tahu saja semua prajurit yang ada disini adalah Pasukan ku, dan untuk prajurit kerajaan saat ini sedang berada di luar gerbang kota. Sepertinya di sana sudah terjadi peperangan!"


"Hahahaha" wakil ketua akademi tertawa senang melihat pangeran kini mulai panik.


Para prajurit yang ada di dalam gerbang istana pun mulai mengangkat senjata masing masing dan mengarahkannya pada pangeran.


Pangeran yang mulai panik karena keadaan sedang terkepung baik dari luar istana dan didalam istana nya. Dari luar istana Wakil ketua akademi bersama 8 tetua lain yang memiliki kultivasi ranah bumi tinggi dan didalam istana ada ratusan prajurit menghadang nya.


"Jangan panik Pangeran masih ada kami disini, lepaskan saja suar pemanggil bantuan." lanjut Ling zia long.


"Syyyuuuuuutttttt"


"Duarrr"


Terdengar ledakan di atas langit seperti sebuah kembang api berwarna merah pertanda bahaya.


"Baiklah persiapkan pertahanan kalian semua pangeran tetap di belakang kami". Ucap ling zia long kembali,


Ling xuan mengeluarkan perisai Tempurung kura kura di lengan nya dan juga ling feng yang mengeluarkan perisai pelepah kayu yang dibuat sebelum nya saat didesa api. perisai telah disiapkan untuk nya, sambil mengeluarkan jubah pertahanan berwarna hitam agar dipakai Ling yu.


" kita tidak dapat melawan para petinggi pemberontak ini, sebaiknya kita menerobos kedalam istana saja. Ucap Ling xuan dengan mengeluarkan jurus armor tubuh nya.


Begitu juga Ling yu mengeluarkan jurus pertahanan dari energi berwarna biru seperti kaca mengelilingi para saudara bersama pangeran.


"Dasar bajingan kecil serahkan saja harta kalian dan juga air kehidupan. Maka kami akan mengampuni nyawa kalian" lanjut ucapan wakil ketua akademi.


Ling zia long yang tidak memperdulikan ucapan wakil ketua itu tetap melangkah masuk ke dalam halaman istana, dengan mengeluarkan jurus pedang semesta bagian pertama nya mengontrol 10 pedang untuk membuka jalan masuk kedalam istana.


Pangeran berada di samping nya dan Ling yu berada tepat di tengah, untuk mengontrol energi pertahanan. Ling xuan dan ling feng yang memegang perisai berada di belakang menghadap wakil ketua akademi dan tetua lain nya.


"Wushhh.... Booommmm...."


Serangan energi api menyerang mereka dari arah wakil ketua, tetapi dapat ditahan oleh perisai ling yu dan para saudara nya.


"Trang... trang... trang...."

__ADS_1


Suara tebasan pedang yang dikendalikan Ling zia long di setiap langkah nya menuju halaman istana


"Booommmm booommmm bommmm"


Ledakan ledakan energi berturut turut pun mengenai pertahanan mereka.


"Sialan cangkang kura kura mereka seperti nya keras sekali api ku saja tidak sanggup menembus pertahanan mereka". Teriak wakil ketua akademi yang memang tidak secara maksimal dalam serangan nya agar tidak mengenai prajurit yang menjadi pasukan nya.


Ling zia long dan Pangeran yang berada bagian depan pun terus melangkah memasuki halaman istana diikuti para saudara dibelakang menahan serangan.


"Booom.... Bommmmm.... Bommmmm...."


Serangan dari arah belakang tetap ditahan oleh Ling xuan dan Ling feng


"Trang... Trang.... Trang....."


"Aaahhhhh.... Aaahhhhhh...."


Teriakan para prajurit yang berhasil dilumpuhkan oleh pedang Ling zia long. Bersama pangeran yang mengenakan Pedang nya menebas prajurit yang berhasil mendekat. Langkah mereka pun berhasil membuat pangeran bersama para saudara ini mendekati istana.


Saat telah Sampai didepan istana kerajaan pangeran pun berteriak.


Beberapa saat kemudian setelah teriakan pangeran itu.


Raja dan 10 petinggi kerajaan pun tiba di hadapan mereka dan membuat serangan balik,


"Boooom... Boommmm..."


Serangan itu menghalangi serangan dari wakil ketua akademi. Serangan dari raja ini membuat kelompok wakil ketua akademi terpental mundur karena memang ranah raja lebih tinggi dari kelompok wakil ketua akademi.


"Ternyata selama ini kalian berkhianat. Pada kerajaan ini. Bahkan jendral kerajaan pun ada yang mengikuti penghianatan ini. Ucap raja Luo zhang.


"Sialan, bagaimana bisa kalian terbebas dari racun dingin itu. Siapa yang menyembuhkan nya". Teriak wakil ketua setelah terkena serangan dari raja bersama petinggi nya.


Raja tidak memperdulikan amarah dari wakil ketua dan tidak khawatir adanya serangan balik karena masih ada 10 petinggi lain nya. Yang di khawatirkan adalah anak nya yaitu pangeran Luo zhi.


"nak apakah kalian baik baik saja. Terima kasih karena telah mempertahankan kerajaan ini dan menyembuhkan kami. Ucap raja pada pangeran dan para saudara itu.


" Hormat ayah raja di gerbang kota juga telah terjadi pertempuran, ternyata pemberontakan ini dilakukan oleh wakil ketua sebagai kelompok serigala hitam yang selama ini meresahkan.

__ADS_1


"Baiklah kalian pergilah ke gerbang kota, mempertahan pasukan di sana, setelah mengurus para anjing anjing ini aku akan menyusul". Ucap raja kembali


Saat para saudara ini akan melangkah kembali terdengar suara dari luar gerbang istana kerajaan


"Tu lei bajingan, jadi selama ini kalian yang merencanakan pemberontakan ini. Sampai Sampai berani memberikan kami racun itu. Hukuman mati lah yang seharusnya kalian terima." Teriakan itu adalah ketua akademi dan juga para tetua akademi kerajaan memanggil tu lei sang wakil ketua akademi.


"Ketua bagaimana ini, bukankah seharusnya posisi kita yang lebih unggul, mengapa keadaan jadi berbalik"? Ucap jendral yang memberontak.


"Tidak ada pilihan lain bahkan menyerah pun kita akan mati. Serang saja mereka setidaknya kita membawa mereka pada kematian bersama" ucap wakil ketua yang telah pasrah akan apa yang terjadi nanti nya.


"Seranggggg"


"Booommmm.... Bommmmm..."


pertarungan Kembali terjadi antara ketua akademi dan wakil nya.


Karena mereka telah terkepung dari dalam istana ada raja bersama petinggi, dan dari luar ada ketua akademi bersama tetua lain.


Melihat situasi yang kini berpihak pada kerajaan, pangeran pun undur diri hadapan raja.


" Ayah kami akan membantu pasukan di luar gerbang kota."


"Swiiiwiiiit... Ling zia long bersiul kencang seolah olah memanggil Yin yi dan Jin mu, padahal para saudara ini tahu Ling zia long hanya mengeluarkan nya saja dari kantong binatang


Kedua burung besar itu telah terbang di langit dan membuat terkejut raja dan para petinggi yang sedang bertarung melihat gagak emas dan juga elang perak, sesaat kejadian itu menghentikan pertarungan.


Ling zia long melompat membawa pangeran keatas punggung jin wu, dan Ling xuan membawa Ling yu keatas punggung Yin yi, sedangkan Ling feng melompat sambil melebarkan kedua tangan dan sayap merah pun terbuka kemudian mengikuti kedua burung besar terbang di udara.


" yang mulia raja, dari klan mana mereka ini berasal, tunggangan nya saja menakjubkan. Beruntung pangeran berhubungan baik dengan mereka ucap panglima yang sedang terdiam dari pertarungan.


**************


Di luar gerbang kota sejak beberapa saat setelah pelelangan telah terjadi peperangan antara prajurit kota bersama anggota kelompok pangeran yang menahan serangan dari kelompok serigala hitam yang mencoba memasuki kota kerajaan.


Kelompok serigala hitam kali ini mengerahkan kekuatan penuh nya dengan anggota yang mencapai seribu orang karena memang telah berniat untuk merebut kota kerajaan. Sedangkan bagi pihak kerajaan memiliki Pasukan 500 orang saja yang tersisa. Dan 400 orang klan bangsawan dan juga murid akademi sedang melakukan pertarungan didalam kota melawan pemberontakan dari klan bangsawan dan juga Prajurit yang memberontak, jumlah pemberontak berkisar lebih dari 300orang. Untuk murid akademi yang tersisa sekitar 200 orang tetap melakukan evakuasi terhadap penduduk agar tidak terkena dampak pertarungan.


Saat pangeran bersaman para saudara ini tiba di gerbang kota. Dan melihat para prajurit sedang melakukan pertempuran secara langsung, bahkan melihat telah banyak korban dari pihak prajurit kerajaan, pangeran pun berteriak :


"Semua pasukan mundur kedalam gerbang kota"....

__ADS_1


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


__ADS_2