
Malam Pun berlalu.
Pada pagi hari rombongan sudah memasuki perbatasan hutan luar hanya beberapa jam saja dapat memasuki kota
Pagi hari keluarga pedagang dan Ling zia long beristirahat dijalan dengan menyajikan perbekalan yang dipersiapkan keluarga pedagang.
Tuan silahkan nikmati hidangan sederhana ini.
Mohon maaf tuan pendekar karena memang ada beberapa barang persediaan yang sengaja ditinggalkan dihutan jadi perbekalan hanya seadanya saja. Ucap wanita dewasa
Tidak masalah nyonya ini pun sudah cukup, dan apakah keadaan tuan sudah baikan?
Tanya Ling zia long
Terima kasih tuan pendekar, atas bantuan nya terdengar suara pria dewasa dari dalam kereta. Maaf aku tidak dapat mengucapkan terima kasih dengan baik Karena keadaan tidak memungkin kan.
Oh.... tuan sudah sadar kan diri.
Keberuntungan memang memihak pada tuan. Apakah kita lanjutkan perjalanan ataukah tuan masih butuh istirahat? Ucap ling zia long.
Wanita dewasa menjawab singkat.
Kita lanjutkan saja tuan suami ku masih dapat bertahan hingga kota.
Jika seperti itu baiklah. Nyonya silahkan saja didalam menemani tuan dan sekaligus beristirahat. Biarkan aku dan putra nyonya yang mejadi kusir nya. Ucap Ling zia long.
Lalu bagaimana dengan kereta barang dan kuda tuan pendekar. Ucap wanita
Ho ho hoh tenang saja nyonya kuda cantik ku ini tidak akan berpaling dan tidak akan tersesat mengikuti kita di belakang. Bukan begitu kuda cantik? Ucap Ling zia long melihat ke arah Mu hua
Khe ekhekkk ekhe kh
kuda yang berjingkrak senang karena pujian dari tuan nya.
Ling zia long mengambil alih kendali kusir kereta dan disamoong nya ada Putra dari pedagang.
Tuan pendekar Apakah aku dapat berlatih Seperti anda.Tanya seorang remaja disamping nya, remaja itu usia 12 tahun sama seperti saat Ling zia long pertama kali berlatih dan ditinggalkan dihutan.
Tetapi ayah ku bilang jika kita ini tidak dapat menjadi pendekar hebat karena kita terlahir dari manusia biasa yang tidak memiliki garis keturunan dan dasar kultivasi.
Siapa nama mu adik, tidak perlu sopan memanggil tuan, usia kita tidak jauh berbeda. Jawab Ling zia long
Tidak tidak jika seperti itu berarti tuan muda saja ya, tuan pendekar nama saya wu ruyi.
Terserah sajalah adik ruyi. Kita semua ini sama tidak ada bedanya baik manusia, pendekar, kultivator, bahkan dewa sekalipun tidak ada bedanya. Jika ingin memulai nya maka berlatihlah sekuat tenaga.kita tidak tahu hasilnya nanti akan seperti apa, yang jelas berlatih menjadi yang terbaik. Setiap orang berhak menentukan langkah nya masing masing, begitu pun dengan belajar bela diri.
"Ling zia long menjelaskan.
Terima kasih tuan muda atas saran nya aku menjadi lebih bersemangat, aku akan segera mulai berlatih walaupun manusia biasa Tetapi dengan ketekunan dan kerja keras suatu saat Mungkin aku akan menjadi pendekar hebat untuk melindungi keluarga ku dari para bandit.
Ucap wu ruyj bersemangat yang terdengar oleh orang tua mereka didalam kereta.
Ya sudah istirahat saja adik ruyi. Ketika sampai dikota kita akan mencari tempat penjualan kitab beladiri Bagaimana? Ucap Ling zia long
Benarkah? Terima kasih tuan muda. Wu ruyi berucap seraya memberi hormat.
- - - - - - - - - - - - - - - - -
Sore hari menjelang malam, Tiba dikota awan pemeriksaan penjagaan dilakukan, wanita dewasa menunjukan tanda kependudukan di kota dengan menunjukan sebuah plat kayu berwarna hijau menandakan kependudukan sebagai pedagang.
Penjaga gerbang membuka gerbang dan kereta memasuki area kota.
__ADS_1
Ling zia Long memandang takjub suasana hiruk pikuk kota dan bangunan bangunan yang terlihat bagus dan kokoh berbeda dengan keberadaan nya di pulau.
Langkah kereta kuda berhenti di sebuah tempat perdagangan berbagai kebutuhan pokok, dan diseberang jalan nya adalah sebuah penginapan sederhana. Tertulis kan nama penginapan Wu.
Tuan muda selamat datang ini adalah kediaman kami, tepat perdagangan ini adalah tempat penjulan kebutuhan pokok kami dan seberang sana ada penginapan Wu. Itu juga milik ayah dan ibu, ucap seorang anak yang sejak tadi berada disamping Ling zia long
Ling zia long tersenyum dan dalam pikiran nya berkata "beginilah anak yang selalu dimanjakan orang tua, tidak seperti kami yang selalu dihukum jika berbuat onar. Sehingga mental kami lebih terlatih.
Kembali suara wanita dewasa terdengar, tuan pendekar beristirahatlah dahulu sebelum melanjutkan perjalanan. Kini sudah menjelang malam.
Seperti nya ide yang bagus baiklah aku akan menyewa tempat diseberang sana. Ucap Ling zia long
Tunggu tuan pendekar biarkan putra kamj mengantar ke penginapan.
Yi'er antar tuan pendekar penginapan dan kata kan pada penjaga berikan kamar tebaik.
Baik ibu,
Tuan muda ayo. Ajak ruyi
Setelah mendapatkan kamar dan menitipkan kuda keledai nya pada penjaga penginapan. Akhir zia long keluar penginapan berkeliling menikmati suasana kota, tampak orang yang dilewati nya selalu memperhatikan dengan tatapan tidak suka dan tatapan jijik, karena melihat pakaian zia long yang kusut kumel dan robek dimana mana, hanya tidak menunjukan nya secara langsung Karena melihat dipunggung nya ada sebuah Pedang besar yang menandakan dia seorang pendekar.
Aih aih sepertinya aku harus membeli pakaian baru, sudah lama sekali pakaian ini tidak di ganti. Kenapa tadi tidak membeli beberapa pakaian saja di tempat ruyi
Zia long menelusuri jalanan kota mencari tempat menjual pakaian, hingga beberapa saat kemudian dia menemukan tempat penjualan alat dan perlengkapan para pendekar.
Saat didalam ruangan tersebut dikejutkan kembali dengan suara yang familiar
Tuan muda. Suara wu ruyi terdengar di telinga nya, apakah tuan muda mencari sesuatu.
Ya aku baru ingat ingin membeli beberapa pakaian. Lalu apa yang kamu lakukan ruyi? Ling Zia long menimpali ucapan ruyi.
Aku tadi nya ingin membawa tuan muda ketempat ini sesuai perkataan di kereta kuda, tetapi ayah dan ibu melarang, takut menggangu istirahat tuan muda jadi aku pergi Dengan penjaga penginapan saja. Jawab ruyi
Kemudian zia long mengganti pakaian nya yang berwarna putih polos dan membawa beberapa pakaian lain nya yang berwarna putih merah, merah hitam, dan hitam abu abu!
Setelah mengganti pakaian kemudian mengikuti ruyi memilih beberapa tehnik beladiri.
Apakah ada teknik yang cocok tuan musa, ucap penjaga toko kepada ruyi dan zia long.
Kami mencari dasar pelatihan Tubuh dan juga dasar beladiri. Ucap zia long
Dan penjaga menjawab.
Maaf tuan muda untuk dasar bela diri kita memiliki banyak teknik hanya saja Pelatihan tubuh sangat jarang orang yang akan melatih itu. Sehingga kita tidak memilikinya.
Ruyi senjata apa yang kamu sukai tanya zia long.
Aku lebih suka pedang pendek atau belati tuan muda seperti ayah yang selalu membawa belati nya saat perjalanan. Jawab ruyi
Baiklah paman tolong pilihkan saja teknik dasar tangan kosong dan teknik dasar penggunaan belati. Ucap zia long ke penjaga toko. Dan juga apakah ditoko ini menjual sarung Pedang untuk pedang ku ini, ling zia long menunjukan pedang besarnya yang hanya dililit sebuah kain.
Tuan muda karena pedang ini berbeda jadi harus dibuat terlebih dahulu, jika sarung terbuat dari kain atau kulit binatang kami dapat membuat nya tetapi jika terbuat dari bahan material khusus hanya penempa senjata yang dapat membuatnya.
Baiklah buatkan saja yang terbuat dari kulit dan kain Apakah dapat selesai esok hari? Tanya zia long.
Bisa tuan muda akan diusahakan esok sore sudah selesai. Boleh aku membawa pedangnya tuan muda. Ucap penjaga toko
Dengan bingung Ling zia long berfikir akan kah diberikan atau tidak.
Terdengar kembali suara penjaga toko. Tenang saja tuan muda pedang nya hanya untuk membuat sketsa dan ukuran nya saja, setelah selesai akan dikembalikan.
__ADS_1
Eh maaf bukan itu masalah nya, hanya saja.
Tenang saja tuan muda kami akan menjamin nya. Sebelum zia long selesi bicara tapi penjaga toko sudah memotong.
Baiklah ini Pedang nya dengan pasrah Ling zia long menyerahkan Pedang besar nya, tetapi
Bruuukkk
Tuan muda apakah ini sebuah pedang? Mengapa berat sekali?
Tanya penjaga toko.
Ling zia long hanya tersenyum, dan kembali berkata itu lah masalah sebenarnya, apakah paman dapat membawa nya atau tidak?
Tuan muda bantu aku, aku sudah tidak kuat menahan Pedang ini.
Ling zia long kembali mengambil pedang besar itu dengan satu tangan seperti tidak ada beban pada pedang itu.
Para pengunjung dan penjaga toko lain mulai berbisik apakah pedang itu memang berat ataukan penjaga toko yang melayani Ling zia long hanya membual.
Tuan muda bagaiman cara membuat sketsa dan ukuran jika Pedang ini tidak dapat dibawa. Ucap kembali penjaga toko.
Begini saja paman panggilkan saja pembuat sarung Pedang nya ke toko ini dan aku meninggalkan pedang nya disini untu biaya pembuatan nya aku bayar dimuka bagaimana paman. Berapa total keseluruhan pakaian ku dan kitab serta sarung Pedang.
Tunggu sebentar tuan muda.
Penjaga toko menghitung jumlah yang dikeluarkan oleh Ling zia long.
Semua nya total 6 koin emas tuan muda.ucap penjaga toko kembali
Tuan muda biarkan aku membayar keseluruhan pakaian dan kitab ini, nanti ayah yang akan membayar nya. ucap ruyi
Tidak usah ruyi, anggap saja ini hadiah kitab beladiri dari ku, ucap ling zia long mengeluarkan 8koin emas dan berkata, sisa nya untuk membeli sebuah belati.
Ling zia long pergi dari toko meninggalkan Pedang besar nya dan ruyi didalam toko.
Esok hari ruyi Sudah menunggu didepan ruangan Ling zia long.
Ada apa ruyi pagi sekali sudah menemuiku
Ayah dan ibu angin mengundang tuan muda sarapan pagi di lantai dasar penginapan. Bisik ruyi
Baiklah tunjukan jalan nya.
Dimeja tempat berkumpulnya keluarga ruyi. Setelah selsai sarapan.
Terima kasih tuan pendekar anda sungguh bermurah hati, memberikan bantuan kepada kami menyelamatkan kami, dan memotivasi putra kami, seperti nya ucapan terima kasih saja tidak cukup untuk membalas nya, jika tidak keberatan terima lah bingkisan dari kami yang tidak seberapa ini.
Pria dewasa yang kemarin terluka memberikan sebuah bungkusan kain yang berisi herbal penyembuhan herbal Kultivasi dan juga arak.
Tak perlu repot repot tuan dan nyonya itu semua hanya kebetulan saja.
Setelah beberapa kali paksaan akhirnya menerima bungkusan itu yang langsung saja menghilang dari hadapan keluarga itu. Hal itu membuat kaget orang tua dan anak tersebut.
Eh Kemana perginya? memang benar para pendekar tingkat tinggi memiliki kantung penyimpanan yang memudahkan mereka berpergian kemana pun. Ucap pria dewasa dalam pikiran nya.
Kini ling zia long pamit kepada keluarga itu dan memberikan beberapa masukan kepada ruyi untuk berlatih fisik dahulu setiap pagi hingga siang hari dengan berlarian. Berkeliling kota dan juga harus membantu membawa beban yang berat dengan tubuh nya. Itu untuk melatih fisik nya. Setelah latihan fisik barulah mempelajari teknik yang di beli nya.
Selamat tinggal semua nya. Ling zia long melambaikan tangan nya bergegas pergi dengan keledai nya
Selamat tinggal tuan muda ucap ruyi dan keluarga
__ADS_1
Ling zia long pergi dari penginapan menuju tempat pembuatan sarung pedang untuk mengambil pedang dan sarung yang dibuatnya.
lalu pergi dari kota awan menuju kota selanjutnya