5 Pendekar Ling

5 Pendekar Ling
120. Kompetisi Tahap Penyempurnaan 2


__ADS_3

Pertarungan terus berlanjut di arena 3 dan arena 5 ke dua saudara ingin sesegera mungkin menjatuhkan lawan nya. tetapi dari pihak lawan sendiri masih tetap bertahan dengan segenap kemampuan nya.


ling bai dengan santai nya menyarungkan kembali belati kembar nya dan sedikit mengambil jarak, untuk berbicara.


" apakah kau tidak menyerah saja agar pertarungan ini cepat selesai." ucap Ling bai


di sisi lain peserta tidak mau mengakui kekalahan meski kekuatan nya tidak sebanding dengan orang yg ada di hadapan nya.


"maaf kan aku, meskipun kau tuan muda dari sekte atau klan besar, dalam pertarungan ini aku akan mengeluarkan segenap kekuatan untuk bertahan dan memenangkan pertarungan ini. tidak mudah bagi ku untuk menyerah". ucap lawan dari ling bai.


dan kembali mereka melakukan adu serangan satu sama lain.


disisi lain nya arena no 5 ling feng masih bertarung dengan kemampuan berpedang nya, lawan nya cukup tangguh dan juga mahir dalam hal keterampilan berpedang juga, wajar saja karena lawan lin feng adalah murid dari sekte pedang langit yang setiap murid nya mahir dan terampil dalam berlatih pedang.


dengan seluruh kemampuan yang dikeluarkan oleh murid sekte pedang langit itu ingin sekali mengalahkan ling feng dan mematahkan pertaruhan mereka yang terlihat menyombongkan kemampuan ke dua saudara ini yang sedang bertarung.


"entah dari mana kalian ini berasal dan berani menyombongkan kekuatan kalian yang dengan yakin dapat mengalahkan kami para murid sekte besar." ucap lawan Ling feng


"rasakan lah kekuatan pedang ku ini yang dapat mematahkan pertaruhan kalian" kembali murid sekte pedang langit berbicara dan mengeluarkan jurus andalan nya


" jurus pedang bayangan petir" teriak murid tersebut.


siluet pedang panjang dengan dibaluti aliran petir menerjang ke arah ling feng.


melihat serangan yang cukup kuat kearah nya dengan sigap ling feng kembali bersiap dengan pedang nya dan berteriak menyambut serangan lawan nya


" tebasan pedang phoenix "


Siluet bayangan berbentuk pedang yang di baluti api menerjang kearah bayangan pedang petir di depan nya.


"buuummmm"


ledakan terjadi setelah benturan serangan beradu yang menghasilkan area sekitar terdistorsi dan juga menimbulkan gelombang kejut yang terasa hingga area penonton.


gelombang kejut pun terasa hingga arena pertama hingga ke arena lain nya, di arena ke tiga ling bai melihat kakak ke dua nya telah mengeluarkan kemampuan nya dan tidak ingin kekalahan pertaruhan menimpa nya.


"kaka ke dua telah mengeluarkan teknik nya, sepertinya aku harus menggunakan teknik ku juga agar pertarungan cepat selesai."

__ADS_1


disi lain lawan dari ling bai telah menyiapkan serangan kejutan dan memegang tombak nya dengan erat. sebelum Ling bai mebgeluarkan teknik nya di lebih dulu menyerang


" tombak membelah bumi" teriak lawan dari ling bai.


siluet bayangan keluar dari tebasan tombak menyerang ke arah Ling bai


menyadari lawan nya telah melakukan serangan ling bai mundur beberapa langkah dan mengeluarkan kemampuan nya.


" cakar harimau "


siluet empat cakar harimau menerjang kearah siluet tebasan tombak dan menghancurkan nya


" Bummm.... "


kembali terdengar benturan serangan dan menghasilkan getaran kuat dari serangan tersebut.


"Prok prok prok"


"woooowwwww"


suara para penonton terdengar gaduh saat merasakan gelombang kejut dari serangan serangan peserta kompetisi.


"kali ini kompetisi terlihat mengagumkan"


beberapa penonton menyuarakan komentar nya dan beberapa lain nya mengiyakan ucapan tersebut.


dari keempat cakar harimau tersebut dua telah hilang berbenturan dengan siluet tombak lawan dan dua cakar lagi terus menerjang lawan dan mendorong nya ke sisi arena tapi beruntung nya lawan ling bai menancapkan tombak nya sehingga tidak sampai keluar dari arena meski dengan beberapa bagian tubuh terluka dan mengeluarkan seteguk darah akibat terkena serangan Ling bai.


"sedikit lagi aku akan menang" teriak ling bai dan tersenyum senang memikirkan dirinya memenangkan taruhan dengan kakak ke 2 nya.


tapi senyuman itu seketika hilang saat mendengar teriakkan menyerah dari arena no lima dan juri menyatakan Ling feng sebagai pemenang.


"bagaimana bisa ?" ucap Ling bai melihat ke arena lain


sebelum nya saat murid sekte pedang langit mengeluarkan kemampuan nya dan berniat mengalahkan ling feng dengan serangan terkuat nya dia tidak menyangka bahwa ling feng melakukan serangan balasan dan bahkan menghancurkan serangan terkuat nya itu, masih dalam keterkejutan dan kelelahan nya itu dimanfaatkan oleh ling feng melanjutkan serangan nya dan dengan langkah angin ling feng telah mendekat lawan nya dan menempelkan pedang nya pada leher murid sekte pedang langit tersebut.


"aku menyerah"

__ADS_1


teriak murid sekte pedang langit yang menjadi lawan ling feng.


sesaat kemudian akhir nya juri menyatakan Ling feng sebagai pemenang.


disisi arena ke tiga Lawan dari ling bai masih tetap bertahan dengan tombak nya yang tertanam di arena.


"hahaha kau sudah kalah taruhan dari saudara mu? apakah pertarungan ini akan berlanjut?" ucap pemuda tersebut sebagai lawan Ling bai.


dengan menahan kekesalan ling bai melangkah maju dan berkata


"apakah kau tidak akan menyerah atau harus ku pukul hingga babak belur melampiaskan kekesalan ku?"


bukan nya mengatakan menyerah lawan dari ling bai kembali mengejek nya.


"bukan kah itu sama saja kau tetap kalah dari taruhan saudara mu itu tuan muda?".


dengan langkah kilat nya Ling bai kembali melangkah ke depan untuk melampiaskan kekesalan nya. tapi saat melihat lawan hanya diam saja dan dengan kuat menggenggam tongkat nya sambil menutup mata. kini ling bai membatalkan serangan nya dan hanya merebut tombak dari lawan dan menendang nya tanpa energi hingga keluar arena.


" bugh"


terdengar lawan dari ling bai terjatuh masih menutup mata nya dan terkapar di luar arena.


sebenar nya lawan dari ling bai telah terluka akibat serangan cakar harimau dari Ling bai, tapi meski terluka dia tetap bertahan tidak menyerah walaupun kekalahan sudah pasti didapatkan nya. tapi dengan begitu Ling bai yang terkesan sombong ini dapat menerima kekalahan dari kesombongan nya meski pertaruhan itu sesama saudara saja.


melihat lawan nya sudah terkapar diluar arena juri pun mengumumkan kemenangan ling bai. meski telah memenangkan pertarungan tetap saja kekesalan masih terlintas di benak nya.


belum tuntas melampiaskan kekesalan nya terdengar suara yang familiar dari luar arena.


"adik ke 4 bersiaplah menuruti apa yg menjadi perintah ku meskipun kau harus telanjang bulat mengitari area alun alun ini.


"hahahahaha"


suara Ling feng terdengar lantang dan membuat para penonton tertawa.


setelah mengucapkan itu Ling feng berlari keluar area kompetisi yang dikejar langsung oleh Ling bai untuk melampiaskan kekesalan nya


"awas kau kakak ke 2 sialan"

__ADS_1


"aku hajar kau"


teriak Ling bai yang bergegas mengejar kakak ke 2 nya itu. dan tanpa sadar tingkah mereka menjadi bahan tertawaan semua penonton yang menyaksikan.


__ADS_2