5 Pendekar Ling

5 Pendekar Ling
33. Kota Hua tao


__ADS_3

Saat melewati sebuah kota, seorang wanita muda dan wanita paruh baya melaju kencang mengendarai kereta kuda nya. Saat ini mereka berdua tidak singgah di kota tersebut karena tidak ada yang membuat mereka menarik terutama dari wanita paruh baya. Berbeda dengan wanita muda yang sesekali memperhatikan kearah luar kereta kuda. Melihat dan memperhatikan keramaian suasana kota dan juga rumah rumah yang memiliki beberapa lantai, yang didepan nya dipasangi lampion lampion untuk penerangan pada malam hari.


Yu'er kendalikan dirimu saat melihat suasana kota, ini tidak ada apa apa nya dibandingkan dengan kota lain apalagi dengan kekaisaran.


Kita akan beristirahat saat di kota selanjutnya saja disana lebih baik dari kota kota lain, kota itu bernama kota Huatao, disana kota yang cukup indah, setiap jalan yang dilalui ditanami pohon persik dan banyak juga bunga bunga yang tumbuh di tepi jalan. Kota itu terlihat indah saat pohon pohon itu berbunga sebelum berbuah, itu seperti jalan di antara rimbun nya taman bunga.


Banyak pengunjung kota kota lain yang berkunjung kesana hanya untuk menikmati suasana itu. Bahkan wali kota terdahulu sering kali membuat acara di Alun alun kota.


sudah lama nenek tua ini tidak berkunjung kesana.


Baiklah, yu'er akan mengikuti arahan nenek saja. Jawab wanita muda


- - - -


Wanita muda itu adalah Ling yu dan nenek Ling xin shiang, Setelah mengarungi pulau es di laut tak berujung mereka tiba di pinggiran pantai wilayah utara benua timur, yang berada di bawah kekuasaan kerajaan Bing.


Setelah perjalanan dengan berlari Akhirnya di desa sebelum nya mereka membeli Sebuah kereta kuda untuk menempuh perjalanan.


Berhari hari menempuh perjalan itu tidak membuat mereka kelelahan karena dapat beristirahat di dalam kereta kuda,


Hanya untuk kuda nya saja yang diberikan istirahat di pinggiran hutan disaat malam hari.


Saat pagi tiba dan telah cukup beristirahat mereka melanjutkan lagi perjalanan.


Hari berlalu saat ini 2 wanita berbeda usia itu telah tiba di sebuah kota yang bernama kota Huatao. Seperti di kota kota lain didepan gerbang selalu dijaga untuk memeriksa identitas dan keperluan para pengunjung.


Dengan melayang di hadapan penjaga gerbang dan mengeluarkan sedikit aura nya. Tentu saja membuat para penjaga gerbang tidak dapat bergerak dan langsung mempersilahkan masuk.


Itu juga terjadi pada para warga dan pedagang yang dalam antrian mereka semua berlutut menghadap ke bawah.


Tetapi tetap saja dia tidak lanjut berjalan memasuki kota, Hanya berdiam diri saja melayang seperti sedang menunggu sesuatu.


Itu membuat antrian semakin panjang.


Salah satu penjaga mencoba beranjak dan melesat memberitahukan ke walikota mengenai hal ini karena tidak ingin memprovokasi seseorang dengan kultivasi tinggi.


Walikota melesat dengan cepat tidak ingin sesuatu terjadi pada kota nya.


Saat tiba di depan gerbang walikota melihat wanita paruh baya melayang. Dengan memperhatikan dan mengingat wajah dari wanita tersebut, Air mata mengalir.


Dengan berlutut dan bersujud tiga kali.


Maafkan aku yang durhaka ini tidak mengenali dan tidak menyambut leluhur pendiri dengan baik. Hu chang memberi hormat kepada leluhur pendiri


Walikota akhirnya mengingat wajah dari beberapa lukisan yang ada disalah satu aula yang besar dibelakang rumah walikota, walau saat ini wanita paruh baya didepan nya terlihat lebih tua. Memang walikota berfikir itu wajar mengingat usia dari wanita dihadapan nya


Itu adalah wanita pendiri kota ini dan memberikan nya kepada leluhur walikota terdahulu. Setelah lebih dari seratus tahun akhirnya pendiri kota kembali.


Oalaaahh jadi hua kecil ku yang dulu nya lemah itu sudah memiliki keturunan. Nenek Xin shiang mengeluarkan suara yang dapat didengar oleh seluruh penjuru kota.


Panggilan Hua kecil itu ditujukan pada leluhur walikota sebelum nya, Seratus tahun lebih Yang lalu. Seorang anak yang berasal dari desa dan diangkat sebagai anak asuh dan dilatih menjadi pendekar. Saat itu nenek Xin shiang menemani suami nya untuk membantu peperangan diwilayah timur yang saat ini menjadi benua timur.


Dan Kemudian membangun sebuah desa anak tersebut yang hancur akibat peperangan dengan sekte yang beraliansi dengan iblis.


Hingga kini dan berkembang menjadi sebuah kota Huatao.


"Bangun lah nak, hormat mu aku terima. nenek tua ini hanya ingin berkunjung saja melihat hua kecil ku kini. Lanjut nenek Xin shiang kembali, sambil berjalan menghampiri hu Chang yang tetap berlutut.


"Mari silahkan leluhur aku antar ke aula leluhur. Walikota kembali bangkit langsung menunjukan arah.


Didalam aula leluhur xin shiang sangat terharu karena sebuah rumah yang didirikan bersama suami nya dahulu tetap berdiri kokoh disana. Dan tetap dirawat oleh hua kecil nya itu. Dan juga keturunan nya.


Tetapi nenek xin shiang memahami saat ini hua kecil nya telah tiada karena waktu terus berlalu berbeda dengan dirinya yang terus mengejar kultivasi nya hingga dapat berusia ratusan tahun bahkan bisa lebih. Dengan melihat aula nya saja leluhur seakan mengingat masa muda nya dahulu akan kenangan bersama suami nya.

__ADS_1


Disaat nenek xin Shiang berkeliling dan Terlarut dalam kenangannya, hu chang sebagai walikota dan juga Ling hu hanya menunggu Tanpa bersuara.


Hu chang menyerahkan seluruh pekerjaan nya kepada para bawahan nya. karena saat ini hanya ingin menemani leluhur pendiri, bagai manapun leluhur walikota adalah prajurit pribadi nenek xin shiang bermarga hu yang dinikahkan dengan anak asuh nya yang memiliki nama hua itu. Leluhur terdahulu walikota selalu mengingatkan keturunan nya agar menghormati leluhur pendiri dan keturunan nya yang bermarga Ling seperti menghormati orang tua nya sendiri.


Hingga kini generasi yang ketiga dari keturunan leluhur walikota, hu chang sangat bahagia bertemu langsung dengan leluhur pendiri yang dianggapnya sebagai leluhurnya juga.


Hik hik hik, nenek xin shiang menahan


kesedihan nya, dan kembali dalam kesadaran nya.


" maaf kan nenek tua ini yang terlarut dalam masa lalu.


Chang'er mulai sekarang jangan lagi sebut dengan leluhur pendiri, leluhurmu sudah ku anggap putra dan putri ku juga, jadi sebaiknya kau mengikuti cucu cucu ku yang lain saja dengan sebutan nenek.


Chang'er nenek ini akan tinggal beberapa hari disini kau urus saja seperti biasa urusan kota, jangan pedulikan nenek disini dan juga siapkan ruangan untuk saudari mu itu yu'er, mungkin dia akan senang berkeliling kota ini. Ucap nenek xin shiang membuyarkan suasana canggung disana.


Aku kan menuruti perintah nenek, dan


menyiapkan pelayan untuk membantu kebutuhan nenek disini.


Mari non eh maksudku saudari yu aku tunjukan ruangan mu, ucap hu cang canggung karena bertatapan dengan Ling yu yang terlihat sangat cantik.


Setelah mengantarkan Ling yu dan menyiapkan para pelayan nya. Hu chang kembali ke aula walikota, Dan memanggil para petinggi kota juga para bawahan nya.


Para tetua dan para petinggi semua nya, beritahukan kepada semua para bangsawan dikota ini kita akan mengadakan jamuan penyambutan terhadap leluhur pendiri.


Mulai saat ini kita akan terbebas dari para ancaman klan kuat dari penguasa kota lain. Yang ingin menguasai kota ini.


Kota Huatao akan bangkit kembali jaya seperti dahulu kala.


# sudah sejak 5 tahun belakangan ini sebenar nya kota Huatao ini selalu saja ada yang menyerang nya dan memberikan tekanan pada kota Huatao. Ini selain karena keadaan kota yang ramai dan juga asri banyak para petinggi klan berkuasa di kota sekitar yang ingin menguasai nya. Berkat pendapatan dari kota Huatao tersebut yang dapat menghasilkan 2 kali lipat pemasukan kota tetangga #


Keesokan hari nya nenek xin shiang bersama Ling yu di jemput beberapa pelayan untuk menuju Aula. Tiba disana Ling xin shiang bingung dengan banyak nya para petinggi kota dan juga petinggi klan disana. Ada juga beberapa bangsawan dan saudagar yang membuka usaha nya dikota Huatao.


Fiuhhhh apa yang dilakukan hu chang ini?


Ah aku lupa memberitahu nya kemarin untuk tidak membuat perayaan. Huhhhh sudahlah


Saat nenek xin shiang memasuki Aula teriakan penjaga terdengar, "leluhur pendiri memasuki Aula.


Bruk bruk bruk seperti ada komando saja,


Semua yang berada di Aula belutut seketika serempak mengucap kan. Selamat datang Kembali Leluhur pendiri.


Ling xin shiang berjalanan Tanpa menghiraukan penghormatan semua orang, terus berjala kearah sebuah kursi yang terbesar di ujung ruangan. Ini hanya sebuah Kursi dadakan saja yang disiapkan dan diberikan sedikit undakan agar posisinya lebih tinggi dari yang lain. Layak nya seorang permaisuri memasuki ruang istana.


Aku terima hormat kalian duduklah kembali.


Ucap nenek setelah duduk pada kursi nya.


Ling yu yang terkejut melihat suasana ini pun hanya menahan diri saja. Karena situasi ini berbeda dengan keadaan dipulau yang hanya biasa saja jika nenek buyut ini memasuki ruangan.


Hu chang sebagai walikota berlutut dihadapan nenek xin shiang.


Maafkan aku yang lancang tidak meminta ijin sebelum nya atas jamuan penyambutan ini nenek. Ini kami lakukan karena bahagia dapat bertemu kembali dengan nenek. Hu chang mengeluarkan suara.


Sudah sudah, kembalilah chang'er. Nenek senang atas apa yang kalian lakukan.


Mari mulai saja penjamuan nya. silahkan para hadirin semua untuk menikmati nya. Lanjut nenek xin shiang.


Kembali suara hu chang terdengar, berikan sedikit petuah nenek bagi kami. Seperti leluhur dan orang tua ku sebelum nya. Sebelum melanjutkan jamuan makan ini.


Kalian ini terlalu banyak peradatan rupanya.

__ADS_1


Baiklah baiklah, semua nya maafkan nenek tua ini karena baru kali ini sempat mengunjungi kota ini yang telah kudirikan, tetapi kedepan nya kita akan kembali membangun kota ini sebaik mungkin. Apabila ada kendala dikemudian hari kita akan saling membantu satu sama lain. Dan aku ingatkan kepada semua nya seperti yang telah aku ajarkan pada hua kecilku dulu, bahwa kalian semua yang dikota ini satu keluarga tidak perduli dari klan mana kalian sebelum nya baik klan besar, kecil ataupun warga biasa. Dikota ini kita bersama sama membangun dan menjaga kota ini. Petuah dari nenek xin shiang terdengar sampai ke depan gerbang aula


mulai esok hari aku akan meninjau kembali kota ini bersama Chang'er, dan juga kedepan nya ada beberapa perubahan yang akan dilakukan. Harap semua pihak dapat bekerja sama dengan baik. Semua nya silahkan jangan sungkan menikmati acara ini.


Terima Kasih Lanjut nenek xin shiang.


Beberapa saat kemudian acara makan dan hiburan pun terdengar ramai.


Chang'er mari ikuti nenek ke depan gerbang sana. Kamu harus ingat walaupun mereka warga biasa tetapi tetap saja mereka adalah penduduk kota ini. Nenek xin shiang berlalu meninggalkan aula.


Didepan gerbang semua orang yang melihat kearah wanita sepuh yang melayang itu dengan sigap semua berlutut dan suara menggema di kota,


"Hormat kami leluhur Pendiri


"Hormat kami leluhur pendiri


"Hormat kami leluhur pendiri


Kalian semua bangkitlah, semua penduduk kota dan wilayah sekitar, mulai saat ini bekerja sama lah dengan baik membangun kota ini. Jadi kan kota ini yang terbaik dikemudian hari.


Terima kasih semua nya ucap nenek xin shiang yang turun menghampiri hu chang.


Chang er sambut lah mereka dan juga berikan juga penjamuan untuk para warga jangan membedakan status orang lain. Mengerti?


Mengerti nek, jawab hu chang yang menghampiri para warga, dan bersuara lantang. Warga ku semua nya kita lanjutkan penjamuan penyambutan sesaat lagi di alun alun kota ajak lah keluarga kalian juga.


Penjaga segera tutup gerbang masuk kota kita akan adakan pesta penyambutan di alun alun


Horeeeee


huuuuh


Huuuhhhhh


Teriakan para warga sangat senang dan bersemangat karena ternyata Leluhur pendiri sangat baik dan memperhatikan mereka.


-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_


Satu minggu Sudah terlewati dari acara pesta penyambutan. Kota ini dilakukan perubahan besar besaran oleh nenek Xin Shiang. Kota ini menutup diri selama satu bulan kedepan untuk


Taman taman indah yang terabaikan ini difungsikan kembali, para warga yang tidak memiliki tempat tinggal (tuna wisma) mereka di satu kan disebuah kawasan pinggiran kota, dan dipekerjakan sebagai penjaga taman dan kebersihan kota.


Para anak anak terlantar disana juga disatukan dalam sebuah bangunan yang memiliki fasilitas pengetahuan dan lain sebagai nya.


Pejabat petinggi kota yang terlibat indikasi kecurangan, korupsi, dan lainnya di tindak tegas dengan mengambil kembali hak mereka dan menjalani hukuman


Ada beberapa petinggi yang tidak terima mengenai hukuman dan memilih bergabung kembali dengan klan nya di kota kota tetangga yang memiliki tujuan mengambil alih kota Huatao.


Begitu juga dengan Ling yu, dia sering kali dibuat sibuk dengan mengatur para pedagang dan juga para anak anak terlantar disana bahkan sempat Beberapa kali memberikan arahan dan pengetahuan terhadap anak anak terlantar yang dibantu beberapa pelayan nya dari kediaman walikota.


Waktu berlalu 1 bulan sudah dilewati.


Ling yu melihat banyak sekali pengunjung dari berbagai kota, karena selama satu bulan ini Kota Huatao tertutup, Bahkan para saudagar dan pedagang dari Luar kota pun tak dapat memasuki nya. ini membuat penasaran bagi pengunjung kota yang telah menunggu kota Huatao dibuka kembali.


Hiruk pikuk pengunjung dan pedagang terdengar dimana mana toko toko dan penginapan kembali ramai.


Para pengunjung yang datang ketempat ini sangat terpukau dengan perubahan kota Huatao, pedagang pedagang tertata rapi taman taman yang terlihat semakin baik dan sangat indah.


Saat ini Ling yu memeriksa keadaan di gerbang masuk kota ada keributan yang terjadi didepan sana. Seorang tuan muda, beberapa tetua dan pasukan klan besar dari kota Sun sedang bertarung melawan 2 orang.


Ada apa ini kenapa ada keributan di gerbang kota? Tanya Ling yu kepada pasukan jaga


Maaf nona yu, dari berita yang kami dapat bahwa tuan muda bernama sun dho itu dan pasukan nya mencoba masuk ke kota ini dengan paksa bahkan telah melukai beberapa penjaga.

__ADS_1


Dan 2 orang pendekar muda itu menahan tuan muda sun dho, tetapi ada beberapa tetua klan nya dan pihak lain yang telah tiba dikota ini sebelum nya, mereka membantu tuan Muda sun dho.


__ADS_2