5 Pendekar Ling

5 Pendekar Ling
41. Pertarungan diantara kota Luan dan kota Yuan


__ADS_3

Kini ling yu, ling xuan dan A ling telah memacu kereta kuda nya. Menuju luar kota Luan.


"Kakak ke3 kenapa membiarkan mereka begitu saja, biarkan aku mematahkan tangan nya dan juga menyobek mulut nya itu. Bukan kah jika kita kabur maka Akan membuat malu klan kita". Ucap Ling xuan tidak terima karena dibawa pergi begitu saja.


"Adik ke 5 ingat kita tidak boleh gegabah di kota orang lain. Kita menghindar bukan berarti kabur sebagai penakut. Hanya menghindari keributan di kota orang saja. Dan bukan kah nenek buyut pernah mengunjungi mereka. Jadi biarkan saja lah." kembali Ling yu menenangkan adik nya.


"Baiklah Tetapi jika mereka tetap berbuat ulah lagi, kakak jangan halangi ya! Biar ku beri pelajaran tuan muda arogan itu.


Mereka terus berlalu dengan Kecepatan biasa saja karena tidak ingin membuat keributan dikota hingga keluar gerbang kota Luan yang mengarah kekota Yuan.


Saat diperjalanan akan memasuki kota Yuan kereta kuda mereka diberhentikan oleh 3 orang pendekar ranah Pembentukan inti *3 ternyata pengawal tuan muda hao ini mengejar dengan kecepatan mereka.


"Berheeeeenti" teriak seorang pendekar pengawal tuan muda hao itu.


"Bukan kah tuan muda sudah meminta nona dengan cara baik baik". Ucap pengawal kembali bertanya.


"Lalu jika tidak mau, dan tetap memaksa apa itu cara baik?" ling yu balik bertanya.


"Nona jangan memaksa kami untuk bertindak lebih baik ikut kami saja bersama tuan muda hao." ucap Kembali pengawal itu


"Kakak ke 3 sepertinya memang tidak dapat dibiarkan begitu saja." ucap Ling xuan yang menyela kaka nya ingin berbicara.


Hanya kalian pembentukan inti *3 saja berani memaksa kaka ke 3. Apa Kalian belum sadar diri. Hah? Sepertinya harus ku beli pelajaran tuan muda hao itu.


"Panggil dia sekarang juga akan ku patahkan kaki dan tangan nya". Kembali Ling xuan memprovokasi.


Para pengawal yang mendengar Ling xuan menyebutkan ranah kiltivasi nya menjadi sedikit was was, karena mereka tidak dapat melihat kultivasi Ling xuan dan Ling yu yang mereka anggap seperti manusia biasa saja.


"Saudara cu bagaimana ini bukan kah berarti mereka lebih tinggi dari kita kultivasinya? karena kita tidak dapat melihat nya". Ucap pengawal yang dari tadi hanya diam saja. Mengingatkan rekan nya yang di panggil saudara cu itu


Apa yang harus dilakukan kita juga tidak dapat membantah perintah tuan muda. Ucap pengawal yang dipanggil saudara cu, nama nya itu adalah cu lau


"sepertinya kali ini tuan muda telah menyinggung orang yang salah." jika seperti ini Saudara cu cepat laporkan pada tuan muda hao dan juga tetua untuk melindungi nya". Ucap pengawal yang lain


Setelah cu lao pergi kedua pengawal itu memasang kuda kuda siap menyerang dan bertahan.


Saat ling xuan melihat cu lao itu pergi baru lah dia mengeluarkan aura energi nya untuk menindas kedua pengawal sisa nya. Bahkan a ling pun mundur kebelakang Ling yu untuk berlindung dari aura penindasan ling xuan.


Kedua pengawal itu tidak dapat menahan nya sehingga mereka berlutut menahan aura penindasan dari Ling xuan. Ling xuan terus mendekat yang membuat mereka berkeringat seperti melihat dewa kematian mereka.


"Dasar wanita tidak tau diri, sudah untung aku mau berdekatan dengan mu. Diluar sana bahkan orang orang menganggap itu sebuah berkah. Kini kau malah menindas pengawal ku".


"Wanita sialan'"


Teriak tuan muda hao yang mendekat pengawal nya bersama cu lau dan tetua mu chang yang berada pada ranah Penyempurnaan *2.


Tanpa memperdulikan suara tuan muda hao itu Ling xuan semakin dekat dengan pengawal dan mengeluarkan pedang dari kantung penyimpanan.


#sret #sret


Suara tebasan pedang Ling xuan yang membuat tangan kanan kedua pengawal itu terpotong.


"Bukan kah tangan ini yang ingin menyobek wajah cantik kakak ke 3 ku?" Teriak Ling xuan sebagai ancaman.


"Hentikan bocah" kalian sudah melewati batas. Teriak tetua mu chang.


"Tuan muda tetua mu tolong kami," teriak kedua pengawal yang tangan kanan nya telah terpotong


"Hahahaha hentikan?"


"Lalu jika itu terjadi pada kaka ke 3 ku yang akan disobek mulut nya oleh tuan muda mu yang lemah dan sembrono itu. apa kau akan menghentikan nya. Pak tua?"


"Bahkan dari tadi kau Hanya diam saja saat tuan muda mu itu berbicara kasar".


"Hei wanita ****** dari mana kalian berasal aku akan hancurkan keluarga mu?" Kembali tuan muda hao meneriaki Ling yu.

__ADS_1


"Tuan muda tolong"


Akhhhhh akkhhhhh


Ling xuan tanpa berkata lagi dia menebas leher kedua pengawal tuan muda hao dan mati seketika.


Dasar bocah tak tau diri


*Pukulan angin


Tetua mu mengeluarkan jurusnya


Wussshhhhhhh


Wussshhh


"Kakak ke3 kebelakang ku"


*Tembok bumi


Ling xuan menyebutkan jurus nya


Booommmm Booommmm


Ledakan terjadi akibat Pukulan angin dan pertahanan tembok bumi ling xuan.


Hebat juga kamu bocah dapat menahan serangan angin ku.


* Pukulan kura kura api


kembali ling xuan mengeluarkan jurus nya menimbulkan siluet bayangan kura kura menyemburkan api hitam


*pukulan angin


Booommm


"Cukup hentikan"


Teriak Ling yu yang membuat ling xuan berhenti menyerang dan hanya Membuat tembok pertahanan dari aura energi saja yang terlihat seperti kaca hitam


"Pak tua, apa tuan muda hao ini tidak tau siapa kami? Bukan kah beberapa bulan lalu nenek ku mendatangi kota kalian? Apa perlu aku panggil nenek keluar dari kota hua tao lagi berkunjung kesana. Memberikan arahan pada tuan muda hao yang tidak tahu diri ini".


Ling yu mengungkit kembali beberapa bulan lalu nenek Xin Shiang mengunjungi beberapa kota di sekitaran kota Huatao. Dan itu menggemparkan kerajaan bing. Termasuk kota kota lain nya. Karena dari kabar yang di dengar dari walikota masing masing, nenek xin Shiang tidak segan untuk menghancurkan satu kota sekalipun jika membuat nya tersinggung atau marah. Karena mereka mengira hanya kaisar lah yang menyamai ranah kultivasi nenek xin shiang.


"Apakah itu berarti kalian dari kota hua tao?"


Tetua mu kembali melunak setelah mendengar. Ucapan ling yu. Dasar tuan muda tidak tahu diri ingin menjerumuskan satu kota. Menyinggung orang yang salah. Gumam tetua mu dalam pikiran nya yang kini kesal akan tingkah tuan muda nya yang sering Membuat onar.


Pak tua bau tanah Ayo lanjutkan bertarung nya tenang saja nenek belum keluar. Jika dia keluar


Aku takut Nanti dijewer. Cepat lah! Ling xuan kembali memprovokasi.


"Jika kalian adalah cucu dari leluhur pendiri kota huatao berarti aku jadi keponakan nya saja". Hahahahahaha


"Apa kalian pikir dapat membodohi kami hanya dengan ancaman nenek sepuh bau tanah itu". Kembali tuan muda hao memprovokasi Ling yu.


Ling yu dan ling xuan yang mendengar kembali emosi. Tanpa memperdulikan tetua mu. Kembali melakukan serangan membabi buta.


*Tebasan pedang beku


* Pukulan kura kura api


Duar duar Booommmmm


*Pukulan angin

__ADS_1


*tebasan angin


Wussshhh wussshhh Boom


Serangan serangan dan pertahanan kembali dilakukan tanpa memperdulikan keadaan sekitar jembatan yang hampir saja porak poranda bahkan akibat nya berdampak pada hutan sekitar area jembatan penghubung.


*Tembok bumi.


* meteor api


Ling xuan menggabungkan teknik bertahan dan menyerang. Dari atas langit tepat diatas kepala Ling xuan tiba tiba muncul Bayangan kura kura yang menyemburkan meteor api dari mulut dan ekor nya.


* pedang bayangan es


Setelah serangan api ling xuan kembali Ling yu ikut menyerang. Ling yu berdiri diatas tembok bumi pertahanan dan mengeluarkan bayangan bundar dibelakang Tubuh Ling yu dengan Tulisan kuno yang mengeluarkan beberapa pedang es.


Seketika jalur serangan Ling xuan dan Ling yu seperti tanah yang mengalami dua musim antara panas api dan dingin nya es.


"Bertahaaannnn"


teriak Tetua mu yang akan terkena serangan.


Booommmm bommmmm dhuaaarrr


"Ahhhh aaahhhhh" Teriak kesakitan dari para pengawal tuan muda hao.


Ukhuk ukhuk


Pertahanan dari tetua mu dan tuan muda hao dapat dihancurkan dan mereka terkena serangan, mereka mengeluarkan seteguk darah dari mulut nya.


Untung nya tetua mu dan tuan muda hao dapat selamat dari serangan gabungan Ling yu dan Ling xuan. Berbeda dengan para pengawal nya Termasuk Cu lau. Mereka mati mengenaskan ada yang tertusuk Pedang hingga beku, Dan ada yang terkena meteor api Hingga terbakar.


Ling xuan kembali melesat untuk memberi serangan lanjutan dengan pedang nya karena dia ingin menghajar tuan muda hao secara langsung.


"Trang"


Serangan ling xuan ditahan oleh tetua mu.


"Trang trang trang"


Kembali terjadi adu serangan bertubi tubi dalam beradu pedang.


Tetapi karena Ling xuan lebih rendah ranah kiltivasi nya dia sempat terpojok dan berhasil selamat memanfaatkan armor tubuh nya.


"Tuan muda hao mundur" segera tinggalkan tempat ini, kembalilah secepat mungkin ke kota hao. Ucap tetua mu


"Adik ke lima mundur, kultivasi nya lebih tinggi dari kita. Kita harus bertahan bersama". Ling yu berhasil mendapat kan momentum untuk menarik Ling xuan kembali mundur.


"Seperti nya mereka akan melakukan serangan gabungan lagi, aku harus mengulur waktu agar tuan muda dapat melarikan diri" gumam Tetua mu dalam pikiran nya.


"Tuan muda nona muda bisakah kita membahas masalah ini dengan baik. bukan kah ini agak keterlaluan karena tuan muda hanya berkenalan saja dengan nona". Ucap tetua mu yang mencoba berbicara dengan tulus.


"Hahahaha pak tua, apakah kamu sadar ucapan mu, tadi kan tuan muda kalian ingin membawa kakak ke 3 ku. Bagaimana jika aku yang membawa tuan muda kalian mungkin kita bisa berkenalan. Dan juga kakak ke 3 ku ini baik hati pasti dia akan mempelakukan nya dengan baik. Bagaimana pak tua? jawab ling xuan


Bukan kah itu lancang nama nya tuan muda jika hanya membawa tuan muda hao saja. Tetua mu kembali berucap dengan hati hati.


Jika seperti itu kenapa tidak kau ucapkan kata Lancang mu itu pada tuan muda kalian atas tindakan nya. Ling xuan tetap memprovokasi .


"Nona muda mengapa kita tidak lupakan saja masalah ini dan menghentikan pertarungan." Ucap kembali tetua mu. yang beralih berbicara dengan Ling yu karena jika terus di provokasi Ling xuan dia tidak dapat menahan emosi nya.


Ling yu langsung melirik Ling xuan, tetapi hanya dibalas dengan senyuman masam dari Ling xuan. Pertanda tidak terima.


"Baiklah pak tua aku akan . . . . . .


. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

__ADS_1


__ADS_2