
Setelah terbang jauh Meninggalkan hutan tempat pertarungan Ling bai. Ling feng memutuskan beristirahat di sebuah bukit hutan dengan pemandangan danau yang indah, sebelum memasuki kota hua.
Karena luas danau dan tanah yang lapang, kedua burung besar Yin yi dan jin wu, turun dengan tanpa hambatan
Mereka memilih beristirahat di tepian danau yang indah untuk dipandang.
"Sebenernya apa yang kau buat sehingga menimbulkan pertarungan seperti itu? Tanya Ling feng memulai pembicaraan.
Hehehehe
Itu sebenernya nya aku menyelamatkan harimau kecil ini dari perburuan mereka. Para pendekar itu telah membunuh keluarga dari harimau api ini. Aku hanya tidak tega saja melihat Harimau kecil yang lucu ini dibunuh mereka, maka dari itu aku membawanya pergi
Menjauh dari pertarungan para pendekar berbaju hitam, tetapi Ternyata beberapa dari mereka mengejar. Sehingga terjadi lah keributan. Jawab Ling bai yang sambil cengengesan tertawa tanpa bersalah.
Bukan kah dengan begitu akan menimbulkan musuh, Ingat dunia ini memang kejam lagi pula bukan kah kita dahulu sering berburu saat berada di pulau. Kembali Ling feng menjawab.
Tetapi biarlah yang sudah terjadi biarlah berlalu. Kita akan menjalani bersama seperti dulu kala, tetapi ingat di kemudian hari jangan terlalu infulsif seperti itu hanya karena rasa kasihan. Beristirahatlah, stabilkan keadaan tubuh mu aku akan mencari hewan buruan.
"Ucap ling feng dengan pergi begitu saja.
Ling bai hanya mengangguk dan memejamkan mata nya menghirup dalam dalam nafas nya menstabilkan kondisi tubuh dan pikiran nya. Bai hu dan harimau api kecil juga memejamkan mata didekat Ling bai.
Beberapa saat berlalu,
Ling feng membawa buruan nya seekor babi hutan dan rusa.
Dengan energi api nya ling feng membakar buruan tersebut secara langsung, tetapi bau nya yang semerbak dari aroma darah dan lemak saat dibakar, membuat Ling bai dan yang lain nya membuka mata dan merasa perut mereka yang kelaparan.
Waahh hebat kaka ke 2. Makanan nya terlihat menggugah selera, Sudah sejak lama aku tidak merasakan daging panggang.
Ucap ling bai Tanpa rasa malu mengambil potongan dari paha rusa yang kini telah hangus dan matang.
Harimau kecil dan bai hu juga mengeluarkan lidah tanda mereka menginginkan daging panggang tersebut.
Ambil lah sesuka kalian ucap ling feng pada kedua harimau itu.
Tanpa basa basi para harimau itu langsung saja berebut babi panggang.
Kaka kedua Bagaimana dengan para burung mu itu. Apakah tidak kebagian? Tanya Ling feng
Ahhh Bagaimana mungkin aku membawa banyak hewan buruan dengan kedua tangan ku ini.biarlah mereka mencuri mangsa sendiri Ling feng menjawab nya.
Ah aku masih memiliki 2 ekor serigala, bakar lah untuk mereka
Ling bai mengeluarkan serigala yang saat dihutan di bunuh.
Tidak perlu tuan muda, suara jin wu terdengar dipikiran Ling bai. Sambil mengeluarkan apinya membakar kedua serigala.
Serigala itu dilahap habis oleh kedua burung besar tersebut.
Wah senang nya kaka kedua memiliki tunggangan yang dapat diajak bicara walau hanya dalam pikiran,
Sayang sekali bai hu baru mencapai ranah tingkat 2 mungkin saat nanti mencapai ranah tingkat 3 dia akan berbicara juga.
seperti burung ini. Ucap ling bai membuka suara disela waktu makan nya
Oh iya kakak kedua apakah mereka memiliki nama, tanya Ling bai kembali
Gagak emas ini sebut jin wu
Dan elang perak itu Yin yi,
hanya Jin wu lah yang dapat berbicara melalui pikiran kita. Para binatang buas itu tidak semua yang berada di tingkat 3 dapat memliki kecerdasan sendiri. Ada yang harus mencapai tingkat 4 ada pula yang mencapai tingkat 5, bahkan ada yang harus tingkat yang lebih tinggi lagi.
Dalam beberapa kasus ada juga yang sejak lahir memiliki kecerdasan nya sendiri seperti para binatang ilahi, tergantung garis darah keturunan nya. Ling feng menjelaskan mengenai binatang buas.
Karena hari menjelang malam apakah saudara ke 4 akan memasuki kota hua untuk menginap ataukah tinggal dihutan? Tanya aling feng kembali
Aku sebenarnya ingin memasuki kota, sejak lama tidak merasakan suasana dalam kota, lagipula aku harus membeli pakaian, karena jubah yang terbuat dari binatang buas ini akan menimbulkan kecurigaan dari pihak lain. hanya saja aku tidak ingin kedua harimau itu menimbulkan masalah nanti nya. Ucap ling bai
Ah iya harimau api kecil bagaimana jika sebutan mu adalah bai huo.
hanya memiliki sedikit perbedaan panggilan belakang saja dari sebutan bai hu. Hehehe
Cocok kan sebutan itu kaka kedua? Ucap ling bai yang kembali ber tingkah pada ling feng.
Terserah kau saja lah. Mari kita memasuki kota mencari penginapan dan pakaian mu, jika tidak diijinkan membawa peliharaan kita kembali saja ke bukit ini untuk bermalam. Bagaimana? Ajak Ling feng
Ya betul itu ide yang bagus, Kakek kedua memang penuh perhatian dari dulu. Ling bai mulai menggoda Ling feng dengan ocehan tak jelas nya
__ADS_1
Yin yi, Jin wu kalian istirahat saja di bukit ini jangan sampai terlihat manusia atau pendekar lain usahakan berada di pohon yang tinggi.
Ucap Ling feng dan melemparkan herbal penyembuhan untuk mengembalikan energi mereka.
Wah kaka kedua sungguh beruntung memiliki banyak herbal. Coba ku lihat isi kantung penyimpanan mu. Ling bak mulai bertingkah kembali
Ah tidak perlu kau juga memiliki kantung penyimpanan sendiri. Ling feng menghindar dengan melesat cepat membawa bai huo
Bai hu ayo kita berjalan di kota. Ling bai menyusul kaka ke dua nya itu
Wussh wusshhh
Bruk
Dengan kecepatan mereka tiba didepan gerbang hanya dalam sekejap saja, walau mereka melewati beberapa desa yang menuju perkotaan.
Ling feng yang sedang mengantri memasuki kota, telah lebih dulu sampai segera menghadap penjaga gerbang.
Sialan kau kaka ke dua kenapa pergi meninggalkanku.
Tanpa memperdulikan antrian Ling bai berlalu begitu saja ke samping Ling feng.
Itu mengejutkan para penjaga gerbang kota,
Aihhh para Bocah bocah ini sungguh mengerikan dari mana mereka berasal, dengan usia yang begitu muda sudah memilki kultivasi yang setara dengan para komandan dan lagi melihat peliharaan nya. Di masa depan akan seperti apa mereka ini. Ucap beberapa penjaga yang mengurus antrian yang memiliki ranah pembentukan Qi *8
Paman Penjaga apakah kami dapat memasuki kota mencari penginapan, karena hari menjelang malam untuk melanjutkan perjalanan dan kami juga akan membeli beberapa keperluan dikota ini. Ucap Long feng dengan ramah.
Maaf para tuan muda untuk masuk kekota sih bisa saja, tetapi untuk para binatang aku harus melaporkan nya dahulu kepada komandan, karena dikota ini belum ada yang memasuki kota dengan membawa peliharaan binatang buas.
Dan bisakah tunjukan token kependudukan kalian.
Ling feng dan Ling bai saling menatap satu sama lain karena tidak pernah mengetahui adanya token kependudukan.
Sepeti nya para bocah nakal ini melarikan diri dari klan karena bosan berlatih. Sehingga tidak memiliki token tanda pengenal. Ucap salah satu penjaga kepada Penjaga lain nya
Ah itu anu sepertinya kami kehilangan tanda pengenal kami dalam perjalanan. Ucap Ling bai tergagap karena tidak mengetahui adanya token kependudukan.
Tunggu sebentar jika seperti itu kami akan melapor pada komandan terlebih dahulu, karena menurut perintah bahwa kota ini tidak dapat dimasuki oleh sembarang orang yang tidak memiliki identitas
Cepat panggil komandan, salah satu penjaga gerbang berlalu begitu saja mendengar perintah rekan nya.
Ijin melapor ada dua orang anak remaja usia belum genap 17 tahun memiliki kultivasi setara komandan, mereka ingin memasuki kota dengan membawa peliharaan binatang buas, dan juga tidak memiliki identitas.
Apa benar ada bocah sepeti itu, dari mana mereka berasal, baik mari kita periksa. Ucap komandan yang memiliki kultivasi pada pembentukan inti *5
Beberapa saat berlalu ling feng dan ling bai di hampiri oleh komandan dan memasuki ruang pemeriksaan.
Kedua bocah ini mengerikan kultivasi nya saja berada diatas ku. Dengan usia yang sangat muda, Apa mereka dari sekte besar di ibukota ataukah dari keluarga bangsawan kekaisaran Komandan pun berfikir dalam benak nya. Tetapi tetap menunjukan kewibawaan sebagai komandan penjaga.
Jelaskan tujuan para tuan muda ini sebenarnya
Ucap komandan
Tuan komandan sebenernya kami hanya ingin mencari penginapan saja, dan membeli beberapa kebutuhan hanya saja kami kehilangan token kependudukan kami, dan juga peliharaan kami ini tidak dipebolehkan memasuki kota. Jawab Ling feng menjelaskan tujuan nya
Apakah kalian tidak kehilangan identitas atau memang sengaja kabur dari rumah tidak membawa identitas. Selidik komandan
Ahhh anuuu itu sepertinya benar tuan komandan. Kami hanya Pergi meninggalkan klan dari kota kekaisaran hanya untuk bersenang senang saja tetapi karena terlalu jauh dan hari menjelang malam jadi terpaksa mencari penginapan.
ling feng membuat alasan asal saja karena mendapat ide dari pembicaraan komandan.
Sungguh anak muda jaman sekarang tak pernah menuruti aturan, jika kalian bersembunyi dikota ini apakah kalian dapat menjamin keluarga kalian tidak akan mencari dan memporak porandakan kota ini. Apakah kalian mengerti akibat dari tindakan kalian.
Kedua saudara Ling hanya terdiam saja mendengar petuah dari sang komandan. Serasa menghormati yang lebih tua dari mereka
Sebenar nya komandan sedang ketakutan dalam dirinya karena bagaimana pun mereka mengakui berasal dari kekaisaran. Dan di lihat dari kultivasi yang tinggi dan juga penampilan Ling feng yang memakai jubah mewah seperti artefak yang tak akan pernah dilihat di kota manapun. Dan satunya lagi meski mengenakan jubah kulit binatang itu tetap hal yang tak pernah ada di kota kota.
Tetapi karena tetap menjaga kewibawaan nya dengan memberikan petuah petuah layaknya seorang tetua dari klan.
Kami mengerti tuan komandan, lalu kami harus bagaimana? Ucap ling feng
Sebenarnya sulit bagi kami membuat keputusan karena ini menyangkut kota ini, Lanjut sang komandan.
jika tidak dapat menginap bagaimana jika memberikan ijin salah satu dari kami membeli beberapa keperluan.
Setelah itu kami akan pergi meninggalkan kota hua ini, jadi tidak akan ada yang direpotkan anggap saja kami hanya melewati kota saja. Dan jika ada yang mencari kami bilang saja hanya sekedar melewati kota. Bagaimana tuan komandan Lanjut Ling bai memberikan ide nya.
Setelah komandan berfikir cukup lama
__ADS_1
Baiklah hanya salah satu dari kalian saja yang dapat memasuki kota membeli keperluan dan satunya menunggu di gerbang kota. Dan dengan jaminan Bagaimana? Tawar komandan
Baik kami setuju, jaminan apa yang komandan ingin kan
Hanya . . . .
Komandan menunjukan kelima jari tangan nya,
Dan langsung saja Ling bai mengeluarkan 5 koin emas. Sehingga membuat komandan tersentak kaget. Karena 5 koin emas itu adalah penghasilan nya selama 1 bulan.
Hahaha maaf para tuan muda maksud nya hanya 5 keping perak saja sebagai jaminan.
Ling feng hanya tersenyum saja melihat komandan yang salah tingkah. Dan menjawab nya singkat.
Tuan komandan sekarang aku boleh masuk kan, kami tidak memiliki koin perak."ling feng bergegas saja Pergi meninggalkan Ling bai.
Kakak kedua jangan lupa makanan ringan untuk ku teriak Ling bai yang melihat ling feng telah bergegas pergi.
Darimana mereka ini berasal usia yang begitu muda mengeluarkan koin emas seperti mengeluarkan permen saja.
Jangan sampai mereka membuat keributan. Gumam sang komandan dalam pikiran nya sendiri
Ling bai pun berlalu keluar dan menunggu di depan gerbang masuk. Untuk menunggu kakak kedua nya kembali.
Untuk mengisi waktu nya beberapa pedagang jajanan yang akan kembali ke desa desa di berhentikan
Ada bakso tusuk, manisan buah, asinan, jagung bakar, dan lain nya.
Sehingga gerbang masuk di penuhi para pedagang yang merasa senang karena sisa jualan nya ada yang membeli di depan gerbang masuk kota.
Sedangkan yang memakan nya adalah anak remaja dan dua binatang peliharaan. Terkadang juga dibagikan kepada para penjaga gerbang
Para Penjaga pun kembali melaporkan kejadian Ini kepada komandan.
Komandan salah satu anak yang tadi komandan periksa sedang memberhentikan setiap para pedagang di gerbang masuk. Dan juga membagikan nya kepada para prajurit jaga.
Apakah kita akan mengusir nya?
Komandan hanya geleng geleng kepala saja, biarkanlah mereka memang anak anak yang melarikan diri dari klan ibukota, mungkin mereka merasa bosan dengan Pelatihan keras yang diterapkan.
Jawab komandan menimpali laporan pasukan Penjaga.
Penjaga gerbang pun kaget mendengar nya, apa benar mereka dari ibukota komandan. Tanya pasukan kembali.
Lalu apa kalian pikir dengan kultivasi yang diatas ku, dan juga pakaian mereka yang seperti artefak pertahanan, dan juga mengeluarkan koin emas layak nya mengeluarkan permen saja. Apa mereka termasuk dari keluarga biasa saja yang hidup didesa.
Apa!?!? Prajurit penjaga sontak dibuat kaget kembali mendengar ucapan dari komandan.
Waktu kembali berlalu, Ling bai yang sudah bosan menunggu hanya bermain main saja Dengan para harimau kecil yang menemani nya. Seperti sedang di taman bermain saja padahal banyak penjaga dan warga yang keluar masuk ibukota tapi seakan akan tak ada yang melihat nya.
Saat yang ditunggu telah kembali, Ling bai tersenyum saja dan langsung membuka tangan didepan dada tanda meminta sesuatu.
Ling feng hanya tersenyum mengeluarkan barang barang seperti beberapa pakaian dan jajanan serta daging kering untuk para harimau, itu kembali membuat para penjaga kaget, dan seketika juga barang yang tadi dikeluarkan hilang kembali.
Memang anak anak dari ibukota, remaja seumuran mereka saja sudah diberikan kantung penyimpanan. Duhhh iri nya aku sebagai prajurit seperti ini saja tidak mempunyai kantung penyimpanan seperti mereka,
"Di benua timur ini masih sangat jarang orang yang memiliki kantung penyimpanan, karena harga nya hang terbilang mahal, apalagi dengan cincin penyimpanan, hanya beberapa petinggi istana saja yang memiliki nya".
Swiiiittt wwwwiiit.
Ling feng bersiul layaknya suara pluit
Seketika dari kejauhan terlihat dua burung raksasa terbang rendah diatas gerbang.
Sontak para penjaga gerbang dan komandan yang sedari tadi berada didalam ruangan seketika keluar. Karena melihat 2 burung raksasa yang mendekat. Tetapi saat lebih dekat burung itu hanya terbang rendah dan berdiam diatas gerbang.
Saat Ling feng melihat komandan dan para penjaga melihat kearah nya Ling feng melambaikan tangan.
Selamat tinggal tuan komandan kami pergi dulu
Ling feng dan Ling bai melompat ke masing masing burung yang terbang rendah diatas mereka dengan tangan memegang masing masing harimau peliharaan nya.
Kembali komandan dibuat tercengang. Melihat para anak remaja ini, dan menghela nafas
Huhhhh.... untung saja tidak ada yang membuat ke dua tuan muda itu tersinggung atau marah.
Dengan burung tunggangan nya saja itu dapat membuat kota ini porak poranda.
Suara komandan dengan suara pelan yang hanya terdengar oleh sekitar nya saja
__ADS_1