5 Pendekar Ling

5 Pendekar Ling
121. Kekalahan Taruhan


__ADS_3

Diluar arena pengejaran terus berlanjut bahkan hingga mereka berlari dan melompat ke area penonton hingga mereka tidak menyadari jika menjadi bahan tertawaan dan lelucon dari semua orang yang melihat.


Ling bai sangat ingin melampiaskan kekesalan akibat kekalahan taruhan nya, sebelum nya dia juga melakukan taruhan dengan kaka ke 2 nya ini atas pertandingan saudara ke 5 nya yang hasil nya juga kekalahan didapat oleh nya.


Beberapa waktu yang lalu saat Ling xuan memasuki arena dengan no urut 98 melawan murid inti sekte lembah bunga dengan no urut 3.


Ling bai melihat lawan dari saudara nya itu adalah murid inti dari sekte lembah bunga yang memiliki tingkat kultivasi di atas ling xuan.


Ling bai dengan mudah nya mengejek dan berkata pada kakak ke dua nya ini.


"Kakak ke dua aku yakin si jelek bau tanah itu akan kalah oleh lawan nya, lihat saja kultivasi nya berada satu tingkat di atas nya."


Ling feng menggelengkan kepala nya dan berkata,


"Menurut ku adalah sebalik nya mungkin jika kau bertarung dengan nya kemungkinan menang hanya 30% saja, bagaimana jika kita bertaruh siapa pemenang nya"? Ucap ling feng


" hahahaha itu lah yang aku suka, aku akan bertaruh 500koin emas untuk kekalahan nya" ucap Ling bai.


Tanpa sadar perkataan nya menjadi perhatian peserta lain karena dengan mudah nya membuat taruhan dengan 500koin emas yang menurut mereka itu adalah nominal yang sangat banyak bagi kalangan sebaya nya.


"Hahahahah"


Aku tidak membutuhkan uangmu, cukup kau turuti saja apa yang aku inginkan bahkan jika harus mengarungi samudra.


"Hahahah" ling feng menerima tantangan itu tetapi dengan hasil pertaruhan lain.


"Ok, kak" jawab ling bai yang telah yakin akan taruhan nya.


*Kembali ke arena pertandingan sedang berlangsung


Ling xuan terus menerus di gempur oleh lawan nya, dan hanya bertahan dari serangan lawan nya.


Karena lawan nya melihat tingkat kultivasi nya di atas ling xuan dia merasa di atas angin dan ingin menyelesaikan pertarungan dengan cepat.


Tetapi ling xuan sendiri memanfaatkan kesempatan ini dengan bertahan saja dan membuat energi lawan terkuras habis.


Dia hanya mengendalikan energi atribut tanah (bumi) nya sebagai pertahanan dan juga berkat bantuan perisai tempurung kura kura yang kini berada di lengan nya untuk menghalau serangan jarak dekat.

__ADS_1


"Hosh..."


"Hossh...."


"Keluarlah dari cangkang mu jangan hanya bersembunyi ayo keluarkan kekuatan mu dan lawan aku" teriakan suara dari lawan Ling xuang yang mulai kelelahan menghabiskan banyak energi untuk menyerang ling xuan.


"Bagaimana aku mengeluarkan kekuatan ku jika kau saja tidak dapat menyentuh atau mengenai ku". Jawab Ling xuan yang mengembalikan provokasi lawan.


Merasa di remehkan murid inti sekte lembah bunga itu kembali menyerang dengan energi angin nya.


" sialan kau menyerahlah dengan serangan ku." ucap lawan Ling xuan yang menebaskan pedang nya ya g menimbulkan siluet bayang pedang angin yang menyerang ling xuan berkali kali


Ling xuan yang menerima serangan tersebut kembali membuat pertahanan tanah untuk menghalau serangan tersebut dan lagi lagi serangan tersebut tak dapat melukai nya bahkan tak dapat menyentuh nya.


"Apakah serangan mu sudah selesai?" tanya ling xuan yang bersiap menyerang karena melihat lawan nya telah kelelahan


Dari tinju nya keluar bola api seukuran kepalan tangan yang semakin membesar hingga berukuran buah kelapa dan serangan itu diarahkan pada lawan Ling xuan.


Murid sekte lembah bunga pun terkejut karena serangan api hitam yang mengarah pada nya dan bersiap dengan mengeluarkan energi qi nya sebagai pertahanan. "Sialan ternyata dia memiliki elemen ganda api bumi dan tanah."ucap murid tersebut dalam benak nya


" Booommmmm....."


Serangan api hitam ling xuan berbenturan dengan energi pertahanan yang menyelimuti lawan nya.


Bagi murid sekte lembah bunga yang terkena serangan merasakan sakit dan juga panas menyengat kulit nya akibat ledakan dari serangan ling xuan dan disaat yang sama dia tidak menyadari jika ada bebatuan tanah yang berbentuk undakan undakan mendorong nya terus menerus hingga satu langkah keluar dari arena. Murid tersebut tidak menyadari jika telah keluar dari arena karena sebelum menerima serangan dari ling xuan dia merasakan tanah pijakan nya bergetar, dia hanya berpikir itu akibat benturan serangan dari ling xuan dan tanpa menyadari jika guncangan tersebut adalah gundukan tanah yang mendorong nya mundur hingga keluar arena.


Tepat setelah wasit mengumumkan kemenangan ling xuan baru lah murid sekte lembah bunga menyadari jika posisi nya saat ini satu langkah berada di luar arena.


Dengan kesal dia berteriak.


"Sialan kau kenapa melakukan cara licik untuk mengeluarkan ku dari sisi arena?".


Ling xuan yang tidak peduli itu membiarkan nya berteriak teriak dan berjalan menuju tempat para peserta setelah kemenangan nya.


Kemenangan pun di terima dengan suka cita oleh ling feng atas taruhan nya dengan ling bai, yang artinya ling bai harus menuruti permintaan apapun dari kaka ke dua nya ini.


"Horeee"

__ADS_1


"Kau hebat saudara ke 5 dapat mengalahkan satu tingkat di atas mu".


"Horeee...."


"Saudra ke 4 bersiaplah menuruti semua permintaan ku.


"Hahahahahaha"


Suka cita dikeluarkan Ling feng karena akan menjahili adik ke 4 nya itu.


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _


Kembali ke ling bai yang masih terus mengejar kakak ke 2 nya ini karena harus 2 kali menerima kekalahan dan 2 kali pula harus menuruti permintaan kakak nya.


Dengan begini ling bai sadar kakak ke dua nya ini akan mengerjai dia habis habisan dan pasti permintaan nya itu diluar nalar.


Disisi lain kebahagiaan dan suara gemuruh suka cita keluar dari para bawahan saudara ini dan juga para pekerja di penginapan long serta pasukan kota huatao. Mereka merasa bangga dan ikut bahagia karena para tuan muda nya berturut turut memenangkan pertarungan bahkan ada dari pasukan bayangan malam dan pasukan kota huatao yang bergoyang goyang sambil berteriak menyebutkan mereka


"Hidup tuan muda ku"


"Hidup kebanggan ku"


"Hidup tuan mudaku"


"Horeeee"


Ling zia yang melihat suasana suka cita dan tingkah para saudara nya ini terus tersenyum dan menggeleng gelengkan kepala saja.


Disisi lain ada beberapa penonton yang mengeluarkan hawa membunuh pada rombongan kelompok 5 saudara ini. Mereka adalah kelompok aliran hitam yang aksi nya terus menerus digagalkan pergerakan nya.


Tapi hawa membunuh itu dapat di netralisir oleh beberapa penonton paruh baya yang tanpa disadari sedang berbaur dan menyamar dengan memakai pakaian sederhana bahkan terlihat usang.


Kekaisaran dan pihak sekte tidak memperdulikan adanya hawa membunuh itu karena mereka berfikir wajar bagi beberapa kelompok yang telah kalah memendam kemarahan sesaat.


Pertandingan demi pertandingan terus berlanjut hingga hari mulai gelap dan kompetisi pun terlah berakhir untuk hari ini.dan akan kembali dilanjutkan esok hari.


Ke 5 saudara ling kembali ke penginapan dengan suka cita menaiki kereta kuda yang berjalan lambat, bahkan ada beberapa kereta kuda lain yang mengiringi membawa sebagian para pekerja dan penghuni penginapan long, dan juga diiringi barisan rombongan pasukan kota huatao dan juga pasukan bayangan malam.

__ADS_1


__ADS_2