
Kali ini Ling zia long menelusuri perjalanan nya melalui jalanan yang biasa dilalui orang lain. Meski perjalanan yang lebih membosankan dan juga terasa lama karena harus melewati beberapa pemukiman padat penduduk seperti desa desa dan kota yang dilalui. Tentu nya dia menghabiskan waktu nya diperjalanan saja tidak singgah di desa desa yang dilalui nya, bahkan istirahat pun hanya dia lakukan dengan bermeditasi di hutan bersama mu hua. Ketika pagi hari nya berulah dia akan melewati desa atau kota hanya sekedar mengunjungi restoran untuk makan dan mencari informasi saja.
Saat ini Ling zia long, tiba di pemukiman penduduk atau sebuah desa, dia sedang asyik menikmati perjalanan nya di atas punggung mu hua mengikuti arah para penduduk yang sibuk dalam aktifitas nya membawa berbagai macam hasil pertanian dan herbal pada kereta barang mereka. Kereta barang mereka ada yang ditarik dengan keledai, kerbau, dan yang lebih baik nya ditarik dengan kuda.
Ling zia long yang asyik memperhatikan para penduduk dengan kereta bawaan nya dan dia singgah di sebuah pondokan kayu, di pinggiran jalan, mungkin pondokan kayu itu tempat persinggahan bagi pejalan kaki yang melewati jalanan di desa ini saat membawa barang.
Ling zia long terlihat sedang memperhatikan seorang pemuda yang menarik kereta barang, yang menarik perhatian Ling zia long adalah pemuda itu menarik kereta barang hanya dengan tubuh nya saja. Kereta barang itu seperti sebuah gerobak bagi nya, meski kereta itu diisi penuh dengan barang tetapi hanya rerumputan dan jerami saja yang memenuhi nya, Berbeda dengan orang lain yang membawa hasil pertanian! pemuda ini membawa kereta itu berjalan mendekat ke arah pondokan yang didiami Ling zia long.
Ketika tiba di pondokan pemuda itu melihat pondokan kecil itu telah diisi Ling zia long, yang terlihat seperti tuan muda.
Karena sedang kelelahan pemuda itu hanya duduk di bawah pohon di samping pondokan itu, dengan mengeluarkan sebuah bambu yang terisi air, dan meminumnya untuk menghilangkan rasa haus dan lelah nya. Pemuda itu tidak ingin berdekatan dengan Ling zia long takut akan menganggu, karena yang dia ketahui seorang pemuda yang terlihat seperti tuan muda itu sama sepeti tuan muda lain nya yang akan bersikap arogan apalagi terhadap dirinya yang hanya manusia biasa dan sebagai budak.
Ling zia long berdiri dan menghampiri pemuda itu
"Mengapa duduk di sana bukan kah pondokan ini dapat dihuni beberapa orang." tanya Ling zia long kepada pemuda itu yang terduduk merasa kan kelelahan.
"Hamba tidak berani tuan muda, silahkan lanjutkan saja istirahat nya. Hamba hanya beristirahat sejenak saja tidak membutuh kan waktu lama dan akan melanjutkan kembali perjalanan". Jawab pemuda itu
"Tidak apa apa silahkan saja seperti nya kau merasa kelelahan karena menarik kereta itu" ucap Ling Ia long yang memperhatikan kereta yang cukup bagus dan kokoh seperti sebuah kereta barang bagi para bangsawan Atau saudagar Pedagang.
"Bagaimana bisa kau menarik kereta yang kokoh ini hanya dengan tubuh mu mengapa tidak ditarik oleh kuda atau hewan lain nya. Apakah tuan mu tidak mempunyai gerobak biasa saja yang ukuran nya lebih kecil" tanya Ling zia long kembali.
"Tidak apa tuan aku hanya menjalankan tugas dari tuan ku saja mencari rerumputan dan jerami untuk peternakan kuda kami. Dan juga kereta ini sebenarnya kereta barang yang biasa ditarik oleh kuda Hanya saja tuan ku tidak membolehkan membawa kuda dari peternakan karena itu adalah barang untuk diperjualkan saja.
"Baiklah gunakan saja pondokan itu dan ini ada sisa perbekalan ku untuk mengganjal perut mu. Ling zia long memberikan daging kering sisa hasil buruan nya jika singgah di hutan.
Pemuda itu menerima daging pemberian Ling zia long dan memakan nya dengan lahap, Ling zia long kembali memperhatikan kereta itu yang tampak menarik bagi nya. Karena itu lebih cocok dijadikan kereta muatan penumpang.
Kereta itu memiliki pembatas samping yang tidak tinggi dan juga kereta itu memiliki atap yang dapat di buka dan ditutup kembali kebagian belakang nya. Ling zia long berfikir ingin membeli nya dan digunakan sebagai kereta kuda yang ditarik mu hua, itu akan membuat dirinya nyaman saat berkultivasi dalam perjalanan atau untuk membaca kitab dan memahami jurus jurus nya. Kereta itu hanya butuh beberapa perbaikan saja untuk dijadikan tempat duduk.
" kereta yang cukup bagus dan kokoh apakah aku dapat mem. . . .
Perkataan nya terhenti saat Ling zia long melihat ke arah pemuda itu yang sedang terlelap di pondokan.
Beberapa saat berlalu dan hari semakin larut, saat menjelang malam pemuda itu terbangun dari tidur nya.
"Ahhhh aku melakukan kesalahan karena tertidur seperti ini" pemuda itu terkejut karena hari semakin larut. Dan melihat di depan nya Ling zia long masih menunggu nya.
"Maaf tuan muda" aku harus melanjutkan perjalanan. Mungkin tuan ku akan sangat marah". Pemuda itu bergegas menarik kembali kereta nya dengan terburu buru.
__ADS_1
Ling zia long hanya mengikuti nya saja di belakang pemuda itu.
Hingga saat malam hari, tiba lah pemuda itu di sebuah bangunan besar nan luas. Dan bergegas memasuki nya.
"Dasar budak tidak tau diri, berlama lama diluaran sana bukan nya mengurus para kuda"
Terdengar teriakan pria dari dalam bangunan yang pemuda itu masuki.makin lama suara itu semakin kencang.
Ling zia long hanya mendengarkan sumpah serapah dari luar halaman gedung itu.
"Ekhem"
Ling zia long memasuki area depan bangunan rumah itu dan berbatuk seperti memberikan kode bahwa ada dirinya disana.
"Bisakah saya membeli kereta kuda disini, dari yang aku dengar dari pemuda itu. Disini tempat menjual beberapa kuda.
Pria didalam bangunan yang menyadari nya langsung mendekat Ling zia long dan membiarkan pemuda yang menarik kereta pergi begitu saja.
"Ah tuan muda tepat sekali kami menyiapkan kuda berikut juga dengan kereta nya. Jika yang tua ini boleh tau kuda seperti apa yang tuan muda inginkan. Kami memiliki kuda terbaik dari berbagai jenis kuda.
Ling zia long mengangguk dan melempar 50 koin emas.
Pria tua itu senang dengan mendapatkan koin emas ditangan nya setidaknya itu mereda kan amarah nya.
"Mari tuan muda" ucap orang tua itu.
Ling zia long mengikuti nya ke belakang bangunan yang terdapat kandang kuda, disana ling zia long melihat jika si pemuda Sebelum nya sedang memberikan makan para kuda. Ling zia long melihat ada seekor kuda yang menarik perhatian nya di. Kuda itu memiliki warna putih tetapi sangat lemah, hanya terduduk saja dan juga ada benjolan di dahi nya.
"Tuan apakah kuda putih itu Sedang sakit" tanya Ling zia long
"Ah tuan muda memiliki penglihatan yang baik, sebenernya kuda ini adalah ras kuda "andalucia" yang merupakan kuda terbaik. Hanya saja perawatan nya sangat sulit dan juga sangat mahal dalam biaya perawatan nya.
Dan juga kondisinya saat ini sedang tidak baik. Ucap pedagang tua itu yang memberikan alasan dengan jiwa Pedagang nya.
"Jika tuan menginginkan kuda terbaik lain nya kami akan mencarikan nya tuan muda" lanjut si Pedagang kuda itu.
"Ah tidak perlu aku menginginkan nya. Berapa biaya yang harus ku keluarkan untuk mendapatkan nya. Tanya Ling zia long menginginkan kuda tersebut.
" walaupun keadaan nya sedang tidak baik tapi tetap saja ras kuda andalucia memang yang terbaik dan mahal. Bagaimana jika 100 keping emas tuan muda. pedagang itu menyebutkan harga.
__ADS_1
"Apa"
"Tuan biasa nya kita hanya menjual kuda seharga 10 keping emas". Suara teriakan dari pemuda yang bersama ling zia long Sebelum nya.
"Memang benar harga kuda yang lain seharga 10 keping emas tapi berbeda dengan kuda andalucia ini tuan. Pedagang itu memberi alasan. Karena Ling zia long telah mendengar harga sebenar nya kuda kuda yang dijual.
"Apa kau mencoba menipu ku tuan" ucap Ling zia long yang sedikit mengeluarkan aura nya.
Pedagang kuda yang terkena aura Ling zia long sedikit tertekan taoi tepa saja membuat alasan.
"Ti_tidak tuan, itu memang harga sesungguh nya. sebelum nya, memang tidak pernah ada yang menawar kuda ini jadi tidak pernah ada yang tau harga sebenarnya tuan muda"
"Baiklah, tapi bisa kah kau berikan juga budak mu yang berisik itu dan juga kereta kuda nya sebagai tambahan. Ucap Ling zia long yang mengeluarkan kantung penyimpanan berisi koin emas.
" apakah tuan yakin ingin membeli budak ridak berguna itu. Dan juga kereta barang nya?
"Jika tidak aku ambil kembali saja koin emas nya bagaimana? Ucapan Ling zia long yang sedikit mengancam.
Pedagang kuda yang tidak ingin kehilangan 100 koin emas nya itu enggan berbicara kembali. Karena 100 koin emas itu susah didapatkan hanya dalam kurun waktu singkat. Biasa nya orang lain akan membeli kuda nya hanya dengan 10 koin emas saja. Tapi tuan muda didepan nya ini dapat membeli kuda yang sakit dan juga budak dan kereta kuda yang bobrok menurut nya. Dia merasa tidak terlalu merugi jika memberikan nua. Jadi dia tidak ingin berlama lama melepas kesempatan ini. Dan langsung saja menyetujui
" deal "
Baiklah "deal" ling zia long menyerahkan koin emas nya dan menunggu di halaman depan kembali bersama mu hua.
Beberapa saat menunggu tibalah Pedagang kuda dan juga pemuda yang menarik kereta barang sebelum nya.
" tuan muda seperti nya memiliki tunggangan yang unik unik, seperti keledai yang cantik ini".
Apakah tuan muda akan membawa nya saat ini juga. Bukan kah hari sudah malam tidak kah tuan muda istirahat dulu hingga esok hari." Ucap pedagang tua sedikit membuka suara.
"Tidak apa apa pak tua kami lanjutkan perjalanan saja. Dan siapa nama bidak ini?" tanya Ling zia long.
"Ah maafkan hamba yang lancang tuan muda. Nama hamba chen"
"Mari kita lanjutkan perjalanan chen, pak tua kami undur diri. Ucap Ling zia long berpamitan.
Ling zia long pergi bersama chen dan juga kuda putih nya, kuda putih itu tampak sangat lemah dan juga ukuran tunggi nya seperti mu hua atau seukuran keledai saja.
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_
__ADS_1