
Pertandingan melawan Li gonk ini tidak terlalu menguras tenaga Li chen karena memang terbiasa melatih kekuatan fisik yang ekstim, jadi Li chen hanya bertarung menggunakan fisik saja agar dapat mengimbangi kekuatan Li gonk.
Li gonk terus saja mengeluarkan energi pada serangan pukulan dan tendangan nya. Tetapi itu dapat diimbangi oleh Li chen karena bertarung jarak dekat adalah keahlian nya selain kekuatan fisik Li chen juga memang menggunakan armor pelindung tubuh yang di berikan Ling zia long.
"Sialan kekuatan fisik nya saja sudah seperti ini seperti nya sampah ini melatih kekuatan fisik. Aku harus mengakhiri ini dengan sekali serangan karena kekuatan ku semakin terkuras." gumam Li gonk dalam pikiran nya
Dengan cepat li gonk mengambil jarak dan mengeluarkan sisa energi nya pada tangan dan membentuk sebuah pedang energi, serangan ini adalah serangan terakhir yang akan dikeluarkan oleh Li gonk, berharap lawan nya akan kalah dalam sekali serang.
Di sisi lain Li chen yang melihat li gonk mengeluarkan sisa kekuatan nya pada serangan terakhir, li chen pun akhirnya melakukan teknik pernafasan naga dan menarik energi disekitar nya dan mengalirkan energi alam yang ditarik dan juga memusatkan tenaga dalam pada pukulan nya.
"Berakhirlah kau sampah" teriak Li gonk yang menyerang Li chen
"Hiyaaaaa"
Li chen pun tidak ketinggalan maju menyerang energi yang dikeluarkan Li gonk.
"Boooooommmmmmm"
Ledakan beradu energi pun terdengar
Tetapi li chen masih melesat setelah ledakan itu dan pukulan li chen mengenai dada Li gonk yang tercengang karena Li chen masih dapat keluar dari benturan energi tersebut.
"Booommmm"
Ledakan kembali terdengar saat Li gonk keluar arena dan melesat menghantam tanah di luar arena.
Pemenang pun di umumkan bahwa li chen melaju pada babak selanjut nya.
"Li chen"
"Li chen"
__ADS_1
"Li chen"
Suara dukungan bagi Li chen pun bergemuruh, dukungan itu berasal dari Ling zia long dan para saudaranya beserta bawahan di penginapan Long dan juga pasukan bayangan malam bersama pasukan kota huatao.
Mendengar nama Li chen bergemuruh sontak membuat kaisar li hong li bersama pangeran Li zhou yi menjadi bertanya tanya, "apakah ia Li chen putra jendral Li chi yang dikabarkan telah tewas?" itulah pikiran kaisar li hong li.
Begitu pun dengan beberapa petinggi klan Li yang bertanya tanya dalam pikiran masing masing.
Dari tempat khusus penonton lainnya seorang wanita tersenyum cerah melihat hasil pertandingan dan juga keberhasilan Li chen. Sebelum nya wanita ini ingin sekali mengikuti kompetisi hanya saja ranah kultivasi nya masih lah rendah belum mencapai pembentukan inti, jadi ia hanya dapat menjadi penonton saja dalam kompetisi kali ini. Meski pun tidak dapat mengikuti kompetisi tetapi kabar kemenangan Li chen membuat nya cukup bahagia.
Kembali wasit mengumumkan hasil pertandingan lain nya dan yang melaju pada babak selanjut nya ada dua orang pasukan kota huatao dan juga termasuk Li chen di dalam nya bersama 2 orang peserta lain.
Tetua mo shan zhu kembali memanggil peserta selanjut nya untuk bertanding. Kali ini dua orang pasukan bayangan malam dan 1 orang pasukan kota huatao memasuki arena. Pertandingan pun kembali terjadi dan berlangsung sengit antar peserta, kedua belah pihak yang bertanding menunjukan kekuatan dan kelebihan masing masing, pukulan dan tendangan pun tak terhindarkan bahkan beberapa kali serangan energi jarak jauh dilakukan, jatuh bangun para peserta pun terjadi, dan dengan suara teriakan para penonton semakin menambah ramai nya kompetisi.
Hingga beberapa waktu kemudian terpilih kembali 5 orang yang melaju pada babak selanjut nya. Sayang nya kali ini tak ada dari pasukan bayangan malam dan juga pasukan kota huatao yang memenangkan pertarungan.
Selanjut nya pertarungan tiba pada giliran A ling yang di panggil memasuki arena pertarungan dengan no urut peserta 34, melawan no urut peserta 67. Lawan A ling adalah seorang wanita yang berasal dari sekte lembah bunga yang memiliki kultivasi ranah pembentukan inti *3 dan lebih unggul satu * dibandingkan ranah kultivasi A ling yang berada pada ranah pembentukan inti *2. Meski a ling baru - baru ini melakukan penerobosan itu tidak membuat nya gentar untuk melawan ranah kultivasi diatas nya. Bahkan ini adalah momen baik untuk menyeimbangkan pondasi nya karena baru baru ini melakukan terobosan setelah mendapat sumberdaya dari tuan muda nya dari hasil perburuan di dunia kecil.
Meskipun A ling tidak dapat melihat serangan tersebut tetapi insting nya dapat mengetahui ada nya serangan karena sering nya berlatih bersama Li chen yang menggunakan tenaga dalam dan juga teknik pernafasan nya.
"Booommmm"
A ling yang baru saja mengeluarkan perisai air nya langsung saja terkena serangan energi angin dari wanita tersebut.
"Seperti nya nona sudah tidak sabar dalam pertarungan"? Ucap A ling setelah menerima serangan tersebut.
"Sepertinya insting mu cukup hebat dapat mengetahui serangan angin ku, tetapi itu belun seberapa, karena pemenang nya sudah dipastikan dengan kekuatan kita yang berbeda.!" ucap wanita tersebut.
"Silahkan saja jika nona memang memiliki kemampuan, tetapi boleh kah aku mengetahui siapa nona yang akan mengalahkan ku ini" ucap A ling kembali sambil mengeluarkan energi membentuk dinding air dan juga tongkat nya.
"Baik, ingatlah nama yang akan mengalahkan mu ini adalah mou yin dari sekte lembah bunga. Ucap mou yin sebagai lawan A ling sambil mengeluarkan pedang yang diselimuti energi angin dan melesat ke arah A ling.
__ADS_1
Melihat lawan nya mendekat A ling pun tak ketinggalan menahan serangan dengan dinding air nya dan juga mengeluarkan serangan dengan tongkat nya.
" Trang... Trang.... Trang
"Bomm... Bommm"
Ledakan energi dan suara benturan pedang dan tongkat kembali terdengar menghiasi jalan nya kompetisi.
Setelah beradu serangan tersebut kembali ke dua nya mundur beberapa langkah terhempas akibat ledakan energi mereka.
Dengan langkah cepatnya a ling kembali menyerang menggunakan tongkat nya.
"Trang.. Trang.... Bommm..."
Kini giliran mou yin yang bertahan dari serangan a ling. Dengan perisai angin nya yang tak kasat mata dan juga membalas serangan dengan pedang nya.
Meski dapat menahan serangan tersebut mou yin tetap terdorong mundur akibat gerakan cepat A ling dan juga dorongan tongkat nya yang dialiri energi air.
Setelah mengambil jarak mou yin kembali melakukan serangan jarak jauh dengan membentuk beberapa pisau enegi angin yang dilepaskan menyerang a ling.
A ling cukup kesulitan menahan beberapa serangan pisau angin tersebut dan sempat beberapa kali terkena tebasan yang mengenai tubuh nya, bahkan kini a ling terlihat mendapat luka di beberapa bagian.
Tidak menghiraukan rasa sakit A ling kembali menyerang dengan menyelimuti diri nya dengan perisai air dan juga melakukan gerakan dengan tongkat nya.
"Trang.. Trang.... Trang..."
Kembali mereka beradu serangan dan beberapa kali bertukar jurus, hingga kaduanya sama sama terpukul mundur akibat serangan masing masing.
"Kau cukup hebat dapat bertahan dari serangan angin ku hingga saat ini, meski memiliki ranah kultivasi dibawah ku" ucap mou yin yang telah sedikit frustasi menghadapi gerakan cepat a ling.
Mou yin memang mengetahui jika serangan jarak dekat A ling cukup berbahaya dan juga tidak memberikan celah agar mou yin mengambil langkah untuk melakukan serangan jarak jauh. Tentu itu lah yang telah dipikirkan oleh A ling karena melawan seseorang yang memiliki energi atribut angin adalah dengan mempersempit jarak agar tidak sempat melakukan serangan jarak jauh. dan beruntung nya lawan a ling tidak pandai dalam melatih serangan jarak dekat seperti para tuan muda nya yang pandai dalam serangan jarak dekat dengan bantuan energi angin pergerakan nya semakin cepat dan jika dalam serangan jarak jauh sudah pasti keunggulan energi angin yang dapat menambah kecepatan serangan dan juga memberikan serangan yang tak terlihat bagai angin.
__ADS_1