
Waaaa
Saat Keluar dari gua secata sontak Ling bai terkaget karena tiba tiba saja muncul Kera besar dua kali lipat ukuran tubuh Ling bai.
kera hanya menggeleng kepala melihat reaksi dari Ling bai.
Kwe kwe kwe kwe
"Ternyata bocah yang hampir mati di sungai itu. Kera itu mengeluarkan suara yang melengking Seperti suara bebek tertahan di tenggorokan nya.
Ling bai menunduk dan menutup mulut menahan tawa, karena mendengar akan suara dari Kera yang berbanding terbalik Dengan tubuhnya yang besar dengan bentuk yang aneh.
Kera itu memliki hidung panjang berwajah putih sedangkan tubuh besar nya berwana merah kecoklatan. Terkesan Lucu seperti (badut)
Dengan menundukan tubuh nya setengah badan menahan tawa,
Ternyata sang Kera yang perkasa ini yang telah menemukan dan menyelamatkan ku. " pujian Ling bai yang sontak membuat Keras itu membusungkan dada nya sombong.
Maaf aku yang belum mengucapkan Teri kasih. Lanjut perkataan ling bai
Ternyata kau pintar juga dalam memuji bocah! Bukan jawaban dari kera tetapi suara Harimau besar yang terdengar nya.
Pergilah bersama Si kera itu, setidaknya dia akan menjaga mu dihutan ini berbahaya
Kwe kwe kwe,
Kenapa harus aku yang menjaga bocah ini, seperti memomong bayi saja.
Tanpa banyak ucap lagi Si kera menarik tangan Ling bai yang sontak terkaget.
Huh hah huh hah hu ha hu ha
Suara nafas terengah engah menandakan Ling bai sudah tak kuat mengikuti gerakan Si kera yang begitu cepat.
Tuan kera Bisakah berikan waktu untuk beristirahat? Sebenar nya aku ke hutan ini mencari buah buahan untuk ku makan. ucap aling bai,
Oh begitu aku kira kau ingin pergi dari hutan ini.
Cepat lah naik ke punggung ku. Gerakan mu lemah dan lambat akan banyak waktu terbuang. Ucap kera melanjutkan
Beberapa saat kemudian waktu menunjukan sore hari kera kembali ke gua dengan tumpukan buah buah segar ditangan nya dan juga Ling bai yang masih menempel dipunggung kera membawa bungkusan dedaunan yang berisi buah.
Dimulut Gua Ling bai asik memakan buah bersama Harimau kecil.
Setelah menghabiskan buah buah itu tak terasa dia tertidur di mulut gua. Seakan tubuh nya sangat lelah.
Malam terlewati dan mentari pun kembali bersinar, Ling bai bangun dari tidurnya dan menemukan Harimau kecil yang tertidur disamping nya semalaman tidur dimukut gua yang hanya beralaskan dedaunan kering.
Ling bai mengelus bulu bulu halus harimau itu seperti hewan peliharaan nya saja, akibat elusan dari Tangan Ling bai Harimau kecil seakan menggeliat dan semakin terlelelap tidur.
Dari dalam gua Harimau besar memperhatikan tingkah Harimau kecil itu. Tetesan air mata keluar mengingat selama ini harimau kecil yang murung setiap harinya.
Bergumam dalam pikiran nya, mungkin ini telah ditakdirkan setelah kehilangan orang tua harimau kecil, kemudian pada sisa umur nya dia menemukan orang yang akan menjaga harimau kecil kelak.
Ling bai pergi meninggalkan harimau kecil menelusuri hutan mencari buah, aneh kenapa di hutan ini tidak ada hewan hewan kecil untuk ku makan, seperti nya keseharian ku menjadi vegetarian nantinya.
hingga siang hari dia kembali ke mulut gua, dan menemukan harimau kecil yang masih tertidur. Ling bai membangunkan nya.
Harimau kecil ayo kita makan jangan tidur terus
Harimau kecil bangun dan langsung melahap buah buah yang berserakan disana.
Harimau besar tersenyum melihat ini.
Kemudian dia menujukan diri dan berkata pada Ling bai, bocah apakah kamu dapat menemani harimau kecil berlatih. Karena selama ini dia selalu menghindar.
Mendengar ucapan haimau besar Ling bai sangat senang, meski terdengar kata menemani, tetap saja dia akan mendapat kan arahan. Karena para tetua di pulau sering mengatakan jika dilatih oleh yang memiliki kekuatan tinggi setidaknya dia akan mendapatkan manfaat dari itu.
Dengan berlutut dan menangkupkan tangan aling bai berkat.
Terima kasih kakek harimau Aku akan melakukan yang terbaik. Ucap Ling bai dan panggilan nya berubah setelah didalam hutan sang kera menjelaskan bahwa kakek Harimau memiliki usia yang lebih dari ratusan ribu tahun tetapi dia terdampar dihutan ini puluhan tahun silam dengan membawa harimau kecil yang masih bayi.
tak usah banyak peradatan aku tidak seperti manusia yang gila akan kehormatan.
Mulai saat ini berlatih lah dengan kera karena si kera itu sedari dulu sering kulatih.
Tiba tiba kera menunjukan diri nya membawa dua buah batu seukuran kepala dewasa.
Mari mulai berlatih bawalah kedua batu ini dengan kedua tangan jangan sampai terlepas kita akan mengelilingi hutan ini.
Hari hari berlalu dengan berlatih fisik dengan berlari membawa batu mengelilingi hutan jika ling bai kelah dia akan beristirahat tidur sejenak dan kembali melanjutkan perjalanan bersama harimau yang mengikuti nya dibelakang.
__ADS_1
10 hari telah terlewati kini beban nya bertambah dengan membawa dua batu yang sama diikat kedua kaki nya.walaupun terasa berat siring berjalan nya waktu itu terasa berlari tanpa beban.
30 hari terlewati kini kembali ke mulut gua.tiba tiba saja kera menangkap dan mengikat nya dengan tali.
Ling bai digantung didalam gua. Dengan tangan kaki nya terikat.
Apa yang akan kau Lakukan kakek kera mengapa jadi seperti ini. Ucap Ling bai panik.
Tenang saja bocah ini untuk kebaikan mu. Jawab singkat kakek kera
Tanpa berlama lama Kakek kera mengeluarkan kan tali energi dan mulai memukul mukul tubuh Ling bai.
Aaahhhhh.
Aaaaahhhhhhhhb
Aaaaaahhhhhhhhh
Terdengar jerit kesakitan didalam gua.
Tetap pertahan kan kesadaran mu bocah. Dan serap rasa sakit dari energi itu.
Ucap kakek Harimau.
Setelah puluhan kali pukulan bersarang ditubuhnya, ling bai ingin menangis menahan sakit. Tapi dia tetap bertahan dan mengatur nafas nya dalam dalam, terbesit dipikiran nya, sebenarnya apa salah ku Mengapa jadi seperti ini.
Setelah melihat keadaan Ling bai tenang mengatur nafas nya. Harimau kembali mendekat dan memasukan Beberapa herbal kedalam mulut nya.
Serap lah daun itu alirkan energi nya ke tubuh mu. Lakukan meditasi walau keadaan tubuh seperti sekarang.
Long bai melakukan apa yang dikatakan
Tetapi beberapa saat kemudian
Aaaaahhhhhhhhh
Aaaaaaahhhhhh
Huh hah huh hah, suara nafas terengah engah menahan rasa sakit dari dalam tubuh nya, seperti tulang nya di patahkan dan disambukan kembali, rasa nya itu seperti kejadian terulang ulang.ternyata dsun herbal itu adalah daun huah naga yang memiliki efek memperkuat susunan tubuh dan tulang.
"Serap lah semua khasiatnya. Kakek harimau menjelaskan.
Itu baik untuk tubuh mu dan ingat sebelum memasuki kultivasi alangkah baiknya menempa tubuh terlebih dulu.
Penempaan tubuh (rendah, menengah, tinggi)
Pemurnian darah dan tulang ( rendah, menengah, tinggi )
Penempaan jiwa (rendah, menengah, tinggi)
Dengan semua daun herbal yang kau serap dan dengan bantuan energi yang dipukulkan, itu akan menempa tubuh mu menjadi tahap tinggi sehingga sakit nya berkali lipat. Dan untuk jiwa mu seraplah energi dari inti hewan buas yang masih memiliki kesadaran jiwa.
Inti hewan buas itu adalah inti hewan buas macan angin yang didapat sejak lama oleh kakek harimau.
Kakek harimau menjelaskan sambil tetap memukul tubuh Long bai dengan tali energi nya.
Setelah menyerap energi dan menerima siksaan itu dia tetap fokus pada meditasi nya. Meski menahan sakit dari dalam tubuh bagian dalam dan luarnya.
7 hari terlewati menjalankan siksaan dsri kakek harimau Long bai tetap bertahan pada meditasi nya dan
Dugghhh
Suara keluar didalam tubuh nya menandakan bahwa ia telah menerobos Kultivasi pemula *1.
Setelah Harimau merasakan aura penerobosan Long bai.
Akhirnya ia melepaskan tali yang mengikat dan, mendudukkan nya di lantai gua.
Ling bai yang merasakan itu hanya pasrah dan tetap larut dalam meditasi nya.
Setelah beberapa saat dia membuka mata. Dan merasakan bahwa sakit yang selama ini menyiksa telah hilang perlahan.
Bagus lah bocah kau dapat bertahan, sebenar nya ini dilakukan untuk tubuhmu karena kualitas tubuh manusia dengan binatang Seperti kami memiliki perbedaan. Dengan ini lah kualitas tulang dan jiwa mu meningkat.
Istirahat lah sejenak esok hari akan dilakukan pelatihan kembali. Lanjut perkataan kakek harimau.
Esok hari Ling bai keluar dari gua menemukan Si kera dan anak harimau di mulut gua.
Si kera langsung berkata bagaimana tubuh mu? kita akan lanjut latihan seperti biasa berlari dihutan.
Yo sapa takut, jawab Ling bai penuh semangat
__ADS_1
Langsung saja dia melompat berlari mendahului si kera dan harimau kecil.
Tanpa sadar ternyata tubuh nya lebih ringan bahkan larinya saja seperti melayang diudara si kera menyusul sambil berkata.
Nah sekarang mungkin kita dapat seimbang berlari seperti ini.
3 hari berlalu mereka tetap berlari seperti kejar kejaran. Padahal level kultivasi yang jauh berbeda.
Si kera kembali berkata, lakukan gerakan pukulan dan tendangan gabungkan dengan lari mu, gunakan sedikit energi.
Hal itu terus dilakukan padahal hanya gerakan dasar saja melakukan pukulan dan tendangan, tetapi hasilnya sangat mengejutkan bagi Ling bai, setiap pukulan nya dan tendangan nya keluar bayangan siluet angin transparan yang menghancurkan arah serangan.
Selama 10 hari mereka terus berlari dan kini kembali ke dalam gua untuk beristirahat.
Didalam kakek harimau menunjukan senyuman nya. Tidak kusangka bocah ternyata perkembangan mu cukup baik.
Ambil lah didalam gua ini apa saja yang kau ingin kan untuk kultivasi mu. Ling bai baru menyadari bahwa ada sebuah ruangan lain didalam gua itu, dia tercengang melihat tumpukan koin emas dan juga inti siluman tertata diatas meja batu, serta banyak herbal yang tertanam dilantai.
Apakah aku tidak mimpi kakek harimau.
Khe khe khe Kakek harimau terkekeh mendengar nya.
Terserah kau mimpi atau tidak serap lah herbal yang kau ingin tetapi tetap memilih yang cocok untuk atribut mu. Jika tidak salah sepertinya kau cocok dengan atribut angin. Sama dengan ku.
Tanpa menjawab ling bai memilih beberapa herbal untuk menaikan kultivasi tetapi tetap memilih atas arahan dari kakek harimau.
Beberapa hari berlalu Setelah menyerap herbal kini Ling bai memliki kultivasi pemula *3.
Ling bai keluar dari gua mengajak si kera berlari kembali berlatih seperti biasa.
Tetapi sebelum berlari dia mendengar kakek harimau memanggil nya Dan menembakan energi ke kening Ling bai. Pelajari lah teknik itu ucap Kakek harimau.
Ling bai terduduk dan fokus pada pahaman nya dia dapat melihat Beberapa teknik
Tangan kosong
Diantaranya adalah
Teknik langkah angin
*Jurus pertama langkah seribu. berlari dengan menggunakan energi yang berpusat pada kaki sehingga langkah nya semakin cepat seperti angin.
* Jurus kedua lompatan angin. Menitik beratkan energi di kaki dan melakukan lompat setinggi dan sejauh mungkin.
* Jurus ketiga hembusan angin. Memanfaatkan energi pada tubuh dan energi sekitarnya Dengan melakukan gerakan melompat lompat diudara Seperti memanfaatkan angin sebagai media pijakan nya terlihat seperi terbang terbawa hembusan angin.
Teknik ke 2 serangan Harimau.
* Jurus pertama, suara harimau memusatkan energi pada pita suara dan mulut nya menimbulkan sura seperti harimau mengaum.
Ini berfokus menggertak lawan dengan menyerang jiwa dan pendengaran.
* jurus kedua cakar harimau. Melakukan gerakan tangan dan kaki menimbulkan siluet 4 tangan harimau yang tertuju pada target serangan.
* jurus ketiga tornado angin, dengan gerakan tangan dan melompat lompat menimbulkan siluet Harimau besar membuka mulut nya dan mengeluarkan tornado angin yang berputar putar.
* jurus ke empat. Seperti nama teknik nya serangan harimau. Dengan berlari dan menggerakan tangan meninju Sehingga menimbulkan siluet Harimau yang menyerang target nya.
Setelah terdiam dalam oemahaman nya dia membuka mata. Dan berkata
Ayo paman kera kita akan berlatih melakukan tanding.
Dengan cepat menyerang si kera dan berlari melarikan diri agar menjauh dah gua.
Dhuaaaarrr
Dhuar
Booommmm
__ADS_1
suara ledakan demi ledakan terjadi jauh dari gua akibat latih tanding si kera melawan Ling bai yang di bantu harimau kecil.
Harimau kecil walau belum dapat berkultivasi tetapi dengan fisik nya saja itu merepotkan si kera.