
Setelah beberapa saat menstabilkan keadaan tubuh dan pikiran nya terlintas pemikiran ragu antara meneruskan tangga selanjut nya ataukah menyerah pada titik ini.
Setelah memantapkan pikiran nya dan menepis keraguan dalam hati nya, ling zia long membuka mata dan secara spontan berdiri dan berteriak
"Ayo lanjutkan penderitaan ini aku bukan orang yang menyerah begitu saja."
Ling zia long berteriak untuk menyemangati dirinya sendiri.
Kembali Ling zia long menaiki anak tangga ke 502, 503, 504, 505, dan seterusnya kali ini dia merasakan tubuhnya seperti ditenggelamkan dalam lumpur pasir yang menyerap kedalam, kemudian lumpur itu melahap dirinya hingga seluruh tubuh masuk kedalam lumpur tapi ling zia long tetap berjalan hingga merasa keluar dari lumpur tersebut kemudian di lanjutkan dengan badai pasir yang menimpa dirinya, sehingga dia berjalan dengan mata tertutup seperti ada pasir yang akan memasuki mata nya dan melukai tubuh nya, tanpa perduli dengan rasa sakit yang diderita nya dia tetap berjalan terus menerus. Kemudian ada tanah yang mengeras seperti bebatuan yang menghantam tubuh nya bertubi tubi dan tanpa sadar menjerit kesakitan tapi tetap melanjutkan perjalanan menghiraukan rasa sakit pada tubuhnya.
Saat langkah selanjut setelah melewati badai pasir dan bebatuan dia merasakan seperti gempa bumi yang membuat dunia seakan bergetar menggoyangkan langkah nya agar terhenti .
Tetapi dengan tekad nya Ling zia long melewati gempa bumi dahsyat tersebut dia melihat berbagai gumpalan tanah bebatuan dan badai pasir yang menerpa bahkan ada lumpur pasir nya menyerapnya sehingga langkah terhenti.
Menghiraukan fenomena aneh tersebut dia tetap melanjutkan perjalanan sehingga langkah nya ketitik pada anak tangga ke 600 dengan rasa rakit yang diderita akibat lumpur pasir, bebatuan, dan badai pasir yang menerpa.
Pada langkah anak tangga ke 601, ling zia long kembali merasakan lega, karena beban nya telah berakhir. Dan seperti biasa menstabilkan pernafasan dan tubuh nya dengan duduk bersila mengepalkan tangan dibatas lutut nya, kemudian mengatur nafas.
Beberapa saat kemudian dia membuka mata nya, dan berkata dalam pikiran nya!
"Sebenar nya tangga apa kah ini kenapa sangat berat untuk melewati nya, jangan kan menuju puncak bahkan saat ini saja penderitaan seperi tiada akhir nya".
Beberapa saat beristirahat Ling zia long melanjutkan perjalannya ke tangga 602, dengan terbata bata dia melangkah tetapi aneh nya dia tidak merasakan fenomena aneh seperti sebelum nya dia seperti seluruh langkah nya di tanami pohon pohon yang menarik, tetapi langkah selanjut 615, 616, 617
Dia merasakan pohon - pohon yang terlihat menari menutupi jalan nya dan bergerak kearah nya dengan mengibaskan sulur sulur dan akar akar pohon tersebut seakan akan mencambuk tubuh nya.
Dengan tubuh nya dia berlari menghindari setiap tebasan cambuk itu, dengan Langkah cepat nya dia menghindar dan menahan dengan tangan nya setiap sulur yang mengenai tubuh nya semakin jauh berlari melangkah ke tangga selanjut nya seakan sulur sulur pohon membentuk jaring menghambat langkah nya seperti membuat sebuah kurungan.
Dengan kedua tangan nya dia memukul sulur sulur pohon yang membentuk jaring itu agar terbuka dan dapat melewati sulur tersebut. Semakin berjalan jauh semakin besar sulur sulur yang menghalangi jalan nya bahkan beberapa kali terjebak dalam kurungan sulur yang menyelimuti tubuh nya. Dengan bergerak cepat mengatur pernafasan dan memukul sulur tersebut hingga membukakan jalannya.
Tak terhitung jumlah kesakitan tubuh nya yang sangat fatal akibat memukul dan menahan sulur yang melilit tubuh nya bahkan beberapa kali mengakibatkan tulang tulang nya berasa patah tetapi tetap melanjutkan perjalanan menaiki anak tangga selanjut nya. Hingga beberapa saat melangkah, terjadi gempa bumi yang sangat hebat. Terlihat bahwa pohon pohon itu bergerak kearah nya dengan akar - akar keluar dari tanah sebagai pijakan kaki nya dengan sulur dan dahan pohon sebagai tangan nya.
Mereka semua menghantamkan tinju menuju Ling Zia Long.
Dengan insting yang kuat dia dapat menghindar setiap pukulan pohon dan tebasan sulur sulur itu tanpa memberikan perlawanan, karena sadar diri dia tidak dapat mengalahkan setiap pohon hidup yang menyerang nya dia terus berlari menyusuri anak tangga selanjut nya.
Tetapi langkah nya terhenti pada saat melihat berbagai macam pohon tumbang dan menggelinding menuju ke arah nya dengan sigap dia melompat dan berlari melewati setiap pohon tersebut.
Pohon pohon tumbang itu seperti tiada habis nya menyerang Ling zia long walaupun telah banyak pohon yang dilompati dan dihindari tetapi tetap saja seperti tiada habis nya.
Dan pada langkah langkah terakhir dia melihat pusat dari penyerangan kayu - kayu tersebut dia melangkah lebih cepat agar menyelesaikan bencana ini.
Pada titik itu dia terdiam dan merasa aneh karena tidak ada penyerangan selanjut nya tetapi tanpa sadar dia terkena hantaman batang kayu bertubi tubi. Tetapi tidak memundurkan langkah nya dia terus berjalan hingga pada anak tangga ke 700,
Hantaman selanjut nya berkali kali lebih sakit dari sebelum nya sehingga langkah nya terhenti sejenak.
Hingga dia tersadar dari rasa sakit itu dan melanjutkan langkan pada anak tangga ke 701.
__ADS_1
Semua kembali seperti semula seperti tidak ada kejadian apa apa, dan rasa sakit pun mereda seiring berjalan nya waktu. Lambat laun dia dapat menstabilkan tubuh nya dengan menenangkan pikiran dan mengatur nafas dalam dalam.
Dikarenakan telah sesering mungkin merasakan rasa sakit pada tubuh nya sehingga tidak perlu membutuh kan waktu lama untuk kembali melanjut kan perjalanan,
Ling zia long melangkah pada anak tangga selanjut nya
702, 703, 704 pada langkah ini dia merasakan semilir angin yang menerpa tubuh nya menyejukkan pikiran nya dari beban yang dialami sebelum nya, dia terus melangkah hingga anak tangga berikut nya, pada langkah berikut nya angin yang terasa mendamaikan hari hari nya kembali membuat teror selanjut nya angin angin itu lama kelamaan menjadi semakin besar, semakin jauh melangkah semakin besar daya dorong dari angi tersebut, bahkan ada beberapa angin yang seperti pisau menyayat melukai tubuh nya, ( bayangkan jika tubuh kita terkena sayatan pisau berkali kali).
Semakin jauh melangkah semakin besar angin yang menerpa hingga pada saat ini badai angin seperti angin topan yang memporak poranda kan area sekitar. Tetapi Ling zia long tetap bertahan melawan terpaan angin badai yang seperti topan dan bergelombang membuat pusaran angin menghantam tubuh nya berkali kali.
Ling zia long melanjutkan perjalanan dengan langkah ter engah - engah karena badai yang menerpa yang mengakibat kan langkah nya mundur kebelakang, tapi beberapa waktu kemudian kembali melanjutkan langkah menaiki anak tangga yang semakin berat akibat terpaan badai dan sayatan pisau angin tersebut.
Langkah demi langkah dilewati, dan semakin menuju langkah ke 800 semakin berat beban dan kesakitan yang diderita.
Hingga sampai pada anak tangga ke 801 angin badai tersebut menghilang bagai ditelan bumi. Keadaan kembali seperti semula tanpa terasa angin sedikit pun. Dan beban berat kembali terangkat.
Tanpa menunggu lama Ling zia long melanjutkan perjalanan dengan menaiki anak tangga selanjut nya
802, 803, 804, 805
Terasa seperti percikan air hujan mengenai tubuh nya, tanpa sadar dia menengadahkan kepala keatas langit sambil membuka mulut agar air itu dapat dijadikan air minum menghilangkan haus sementara waktu.
Lama kelamaan air hujan semakin deras seiring bertambahnya langkah kaki berlaju.
Mulut yang terbuka kini tertutup kembali fokus pada langkah yang harus dilalui air semakin deras menimbulkan aliran deras bagai air bah yang menghujam tubuh, badai air menerpa tubuh dan pusaran air menyedot tubuh nya berkali kali.
Tampa memperdulikan air tersebut langkah semakin maju tetapi tiba tiba terhenti seperti air deras itu lama kelamaan menutup tubuh nya hingga tenggelam. Ya tadi nya berjalan dan berlari kini hal yang dilakukan dengan cara berenang untuk melewati air tersebut.
Kini setelah melewati aliran air dia terhenti dikejutkan dengan keadaan suhu air yang semakin dingin dengan berenang secara perlahan melanjutkan perjalanan suhu air semakin lama semakin dingin menusuk hingga ketulang.
Beberapa saat berenang dia tersadar akan bahaya yang menimpa karena air lama kelamaan membentuk bongkahan es.
Dengan memanfaatkan keadaan sekitarnya, justru Ling zia long dapat memanfaatkan setiap bongkahan es tersebut sebagai pijakan tanpa menghiraukan rasa dingin yang menusuk tulang.
Dia melompat lompat melewati bongkahan es sambil memilih arah pijakan yang sesuai, bahkan sempat beberapa kali dia harus terjatuh pada bongkahan es yang ternyata hanya mengambang pada air tak kuat menahan beban tubuh nya.
Kembali naik pada bongkahan menahan rasa dingin dia terus melompat lompat, sehingga beberapa saat kemudian dikagetkan dengan serpihan es yang seperti terlempar kearah nya semakin melangkah kedepan semakin banyak serpihan - serpihan es tersebut, jika serpihan es itu mengenai tubuh nya, tubuh akan luka dan beku sesaat.
Akhir nya dengan langkah hati hari dan melompat keberbagai arah untuk menghindari serpihan es terssemua"
Kembali dikejutkan dengan ada nya serpihan es yang lebih besar seukuran pisau pada umum nya yang saling beterbangan kearah nya tanpa tau sudah berapa banyak jumlah yang beterbangan kearah nya, tetap saya Ling zia long semakin cepat melangkah untuk menghindar dari serangan pisau es tersebut.
Langkah demi langkah dilewati hingga dia terdiam ada nya badai es seperti longsoran es turun dari pegunungan yang akan menerpa dirinya.
Tanpa pikir panjang dia berlari dan melompat semakin cepat sambil menghindar pisau es dan terpaan badai es yang menghantam
Pada saat langkah hampir tiba di titik anak tangga ke 900 badai semakin besar dan mengenai tubuh nya sehingga membuat tubuh dan sendi sendi nya tak dapat bergerak.
__ADS_1
Tetapi semakin lama terdiam suhu tubuh nya semakin menurun dan menjadi beku,
Dengan menstabilkan pernafasan menahan rasa beku pada tubuh nya dia merangkak menggunakan tangan nya untuk bergerak secara perlahan menuju titik 901 tempat dimana semua penderitaan akan berakhir.
Dengan usaha yang keras dan langkah yang lambat akhir nya Ling zia long tiba pada anak tangga ke 901.
Seperti keadaan sebelum nya semua rasa yang dialami kembali menghilang dan rubuh nya merasa semakin ringan hasil dari penempaan dari derita yang diterima sebelum nya.
Kali ini Ling zia long tidak buru buru untuk melangkah dia mempersiapkan diri untuk bencana selanjut nya yang pasti nya akan lebih dahsyat dari hal sebelum nya.
Sambil mengatur nafas nya dan menstabilkan kondisi tubuh nya dia melakukan persiapan.
Setelah istirahat cukup dan siap melanjutkan langkah nya dia berdiri dan berteriak agar semangat nya kembali membara.
"Ayo lewati penderitaan selanjutnya aku harus melewati ini semua"
Dari jauh leluhur naga memperhatikan dengan senyuman melihat antusias dari Ling zia long yang menyemangati diri sendiri.
Dengan tekad yang membara Ling zia long melanjutkan langkah nya karena dalam benak nya hanya terlintas keinginan untuk kembali ke tubuh fisik nya tidak peduli seberapa menyakitkan langkah yang harus dihadapi.
902,903,904,905
Langkah demi langkah dia lewati terpaan. Angin panas dan tanah semakin lama semakin berwarna merah kekuningan dan suhu tanah yang dipijak semakin naik dan semakin panas Semakin maju melangkah suhu semakin panas seperti menginjak tanah berupa bara api.
Kali ini Ling zia long telah siap dan waspada atas apa yang akan terjadi nanti.
Langkah terus melaju dan semakin lama tanah yang dipijak berubah menjadi lumpur api seperti lahar panas.
Langkah terus melaju menahan rasa sakit karena kulit nya melepuh, api keluar dari lumpur lumpur api menyembur kearah jalan yang dilalui nya semakin jauh melangkah api semakin membesar, sehingga terlihat seperti dia berjalan pada kobaran api.
Mempercepat langkah nya berfikir agar tidak terjebak dalam situasi ini.
Langkah kaki terus berlalu semakin cepat dengan menahan rasa sakit akibat melewati kobaran api yang semakin jauh semakin membesar api pun semakin ganas.
Rasa sakit, rasa panas seperti meleleh, rasa kulit yang terbakar api semua yang dialami semakin terasa berat api berkobar semakin ganas menerpa tubuh.
Menggerakkan gigi nya menahan rasa sakit akibat panas dan menggigit lidah nya agar kesadaran nya tetap terjaga.
Tekad yang kuat membawa Ling zia long pada langkah anak tangga ke seribu nya. Dengan menahan rasa panas yang semakin ganas pada tubuh nya terus melangkah kan kaki nya.
Hingga akhirnya tiba melewati Langkah ke seribu.
Dan mencapai puncak dari bukit dunia kecil
#bruuuuukkkkk
Suara tubuh terjatuh
__ADS_1
Dan kembali Ling zia long tidak sadarkan diri.
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-