5 Pendekar Ling

5 Pendekar Ling
74. Pertempuran Dengan bandit Gunung II


__ADS_3

..."Seranggggg......" Teriak Ling zia long...


..."Bommm.... Bomm... Bommmmm......


........"Wushhh".........


Serangan dari para saudara dan juga kelompok di hutan itu seketika hilang begitu saja.


"Hentikan......" terdengar suara pria sepuh yang melayang di udara. Disertai dengan 2 orang sepuh lain nya.


Seluruh anggota di hutan yang bersiap menyerang ling zia long dan saudara nya berlutut, di hadapan pria sepuh yang melayang.


"Hormat kami ketua" teriak anggota secara bersamaan


"Ada apa ini?" bukan kah sudah ku katakan tidak ada yang bertarung di kawasan hutan ini. Ucap kembali pria sepuh yang melayang.


"Maaf ketua mereka lah yang memasuki hutan ini secara terang terangan menantang kami." ucap ketua pasukan yang tadi berbicara


"Ohh jadi kalian tetap menyalahkan kami"! teriak Ling feng yang masih melayang. Ling feng dan saudara ini sebenar nya terkejut akan kedatangan pria sepuh yang melayang itu. Karena mereka tahu dengan pasti bahwa pria sepuh ini pasti lah kultivasi nya tinggi seperti para sesepuh nya.


"Katakan nak apa tujuan kalian memasuki hutan ini" bukan kah pihak kekaisaran sudah membuat perjanjian dengan kami tidak akan mengganggu satu sama lain! Ucapan pria sepuh itu kembali menginterogasi Para saudara ini.


Ling zia long mengeluarkan sayap nya dan menghampiri pria sepuh yang melayang itu. Dengan menangkupkan tangan nya tanda penghormatan ling zia long berkata.


"Maaf tetua, kami memasuki hutan ini karena mengejar perampok yang menghadang dan menyerang kami sebelum nya. Ke dua perampok itu mengenakan pakaian hitam dan menutup wajah nya. Mereka berhasil melarikan diri ke hutan ini, tetapi kami di hadang oleh mereka!." ucap ling zia long sambil menunjuk ke arah ketua pasukan.


" Ji lu apa itu benar? Pria sepuh itu memanggil nama ketua Pasukan


" ketua kami memang menahan nya, tetapi kami tidak mengetahui siapa yang dikejar oleh anak muda ini." ucap Ji lu sebagai ketua pasukan.


Sebenar nya ke dua orang yang dikejar oleh ling zia long itu memasuki gua para sepuh dan mengatakan pada para sepuh itu jika di luar gua ada keributan tetapi ke dua orang ini tetap berada di dalam gua untuk bersembunyi. Saat memasuki pemukiman memang ke dua orang perampok itu telah melepas penutup wajah nya. Tetapi semua gerakan nya itu telah diperhatikan oleh Ling zia long dan juga Ling bai, bahkan kemana tujuan dari kedua orang itu tak luput dari pantauan nya.


"Nak apakah ada diantara mereka yang kalian maksudkan" tanya sesepuh itu.

__ADS_1


"Maaf tetua apakah kami boleh memeriksa lingkungan hutan ini untuk menemukan ke dua orang yang kami kejar" Ling zia long pun mengeluarkan bai hu dari kantung dunia binatang nya.


Setelah melihat binatang buas harimau dikeluarkan Dan juga melihat ke empat anak muda ini melayang meskipun dengan bantuan teknik mereka, pria sepuh itu pun menghela nafas panjang, kemungkinan para anggota nya ini membuat ulah telah menyinggung orang yang salah.


"Baiklah anak muda silahkan saja kalian periksa! siapapun yang terbukti melakukan kesalahan maka kami sendiri yang akan menghukum nya." ucap pria sepuh kembali


Ling zia long pun memerintahkan Ling bai bersama bai hu untuk menelusuri hutan bahkan mereka menemukan gua tempat ke dua perampok itu bersembunyi.


"Ahhhhhhh... Akhhhhh.. "


Suara kesakitan dari dua orang yang keluar dari gua. Kedua orang ini telah terkena luka cakaran bai hu dan juga tebasan belati Ling bai, hanya saja itu tidak membunuh mereka dan hanya membuat sayatan pada tubuh nya saja.


"Ketua tolong kami". Kedua orang itu berteriak, Padahal ranah kultivasi mereka berada pada ranah bumi awal *1 tetapi atas kecepatan gerakan Ling bai mereka dapat dilumpuhkan sebelum mereka menggunakan perisai energi nya. Ling bai pun menarik kedua orang itu ke hadapan pria sepuh yang masih melayang


"sungguh para generasi muda yang genius" gumam pria sepuh dalan pikiran nya, karena melihat Ling bai dan harimau nya ini dapat mengalahkan ranah yang Lebih tinggi dari nya.


"Ji wou, Zu lei Katakan apa yang kalian lakukan di luar sana?" Ucapan pria sepuh itu kembali bertanya pada mereka yang telah di lukai oleh Ling bai.


"Se_ sebenar nya kami sedang berjaga di area luar hutan perbatasan.


Tetapi anggota kami yang lain menghadang seorang nona muda, nah para tuan muda ini datang membantu nona muda itu yang ternyata adalah saudara nya. Aku sudah mengingatkan mereka untuk tidak bertindak terlalu jauh, tetapi mereka keras kepala, karena merasa jumlah kami mendominasi. Dan pertarungan pun terjadi 8 anggota kami telah terbunuh oleh mereka. Ucap ji wou


"Lalu dimana nona muda dan juga mayat anggota kalian?" Kembali pria sepuh itu bersuara.


"Kami meninggalkan nya di hutan perbatasan ketua". Ucap kembali Ji wou.


"Jemput nona muda itu dan bawa kembali mayat anggota mu". Pria sepuh Kembali bersuara.


Mendengar bahwa Ling yu akan dibawa Ling feng kembali bersuara.


"Tetua, apa yang kau lakukan pada saudari kami?" jika terjadi apa apa pada saudari ku itu jangan salahkan aku membakar hutan ini beserta isi nya.


"Anak muda memang penuh dengan kesombongan" tapi yang tua ini suka akan keberanian kalian. Bagaimana cara nya menghancurkan hutan ini, jika hanya kalian saja? Ucap pria sepuh itu tidak menghiraukan Ucapan Ling feng.

__ADS_1


Perkataan itu sontak membuat Ling feng geram dan meminta mengeluarkan Jin mu dan yin yi, agar membakar hutan ini dari udara.


"Baiklah jika kalian ingin aku membakar hutan ini." Ling feng terbang semakin jauh keatas


"Swiiiiwiiitttt" ling feng bersiul kencang seolah olah memanggil.


Ling zia long mengeluarkan Jin mu dan yin yi, tampak kedua burung raksasa terbang tinggi di langit.


Ling zia long membawa anggota paviliun baozang dan melayang dengan pedang nya, ling bai dan Ling xuan pun ikut melayang lebih tinggi menyusul Ling feng.


"Serang......" teriak Ling feng yang mengekuarkan energi api dari tangan nya.


"Booommm... Bommm... Bommm..."


Jin mu dan yin yi pun mengeluarkan energi nya yang menimbulkan badai api yang berkobar untuk membakar hutan itu. Ling xuan dengan meteor api nya juga membantu saudara ke 2 nya itu membakar hutan.


"Cukuppppp" pria sepuh itu kembali berteriak setelah melihat setengah dari hutan itu terbakar. Tetapi untung nya itu hanya dikisaran markas dan gua tempat sesepuh saja, api itu tidak menjalar ke pemukiman.


Pria sepuh itu mendekat melayang ke arah para saudara ini.


"Bukankah sudah ku katakan sebelum nya jika macam macam dengan saudari ku, aku akan membakar hutan ini". Kembali Ling feng yang bersuara dan di kanan dan kiri nya ada jin mu dan Yin yi


"Generasi muda memang mudah emosi, baiklah yang tua ini menjamin saudari mu akan baik baik saja saat tiba disini.


"Dan juga kami hanya meminta penjelasan saja apa yang terjadi sebelum nya. Tidak akan mempersulit masalah ini" pria sepuh itu kembali bersuara.


Pria sepuh itu pun kembali memerintahkan ji wou dan ji lu membawa mayat anggota nya. Dan berpesan u tuju tidak memprovokasi saudari dari keempat anak muda didepan nya ini.


Mereka menunggu kedatangan Ling yu dan juga yang lain nya di depan gua para sesepuh dan untuk anggota lain nya pria sepuh memerintahkan untuk memadamkan api di hutan.


Dari pembicaraan ini akhirnya Ling zia long mengetahui bahwa para sesepuh ini hanya lah kultivator bebas yang tidak terikat akan sekte atau kerajaan manapun, maka dari itu mereka membentuk perkumpulan di hutan ini, tetapi karena kekaisaran memperbolehkan menempati hutan ini jadi secara tidak langsung mereka juga membantu kekaisaran untuk menjaga hutan perbatasan dari berbagai bentuk kejahatan. Tetapi para sesepuh ini tidak mengetahui jika anggota nya yang memang sebelum nya adalah para merampok dan juga bandit yang menempati hutan ini terkadang membuat teror terhadap warga sekitar kekaisaran. Karena tidak ada nya korban jiwa terhadap korban perampokan nya jadi kekaisaran pun tidak dapat mengusut masalah ini. Sebelum nya para sesepuh ini merekrut mereka karena mereka berjanji tidak akan melakukan kejahatan dan juga akan patuh pada para sesepuh untuk mempelajari bela diri. Tetapi sejak kedatangan Ling zia long dan lara saudara nya akhirnya sesepuh ini membuka mata atas tindakan anggota nya itu.


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

__ADS_1


__ADS_2