5 Pendekar Ling

5 Pendekar Ling
116. Kompetisi Bela Diri Kembali Dimulai


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu dan hari kompetisi babak kedua kembali dilanjutkan.


Alun alun kota yang dijadikan sebagai tempat diadakan kompetisi beladiri kini telah ramai para penduduk dan penonton yang menyaksikan jalan nya kompetisi bahkan para pedagang pun tak kalah ketinggalan dalam menjajakan dagangan nya.


Kegaduhan pun terdengar dari berbagai tempat di alun alun pusat kota kekaisaran Li para penonton dan juga sebagian anggota klan dan sekte menyuarakan jagoan mereka masing masing.


Keramaian tersebut terhenti pada saat seorang juri naik keatas panggung. Dan dengan suara yang dialirkan energi terdengar suara yang sangat lantang bagi semua penonton dan peserta.


"Mohon perhatian"


"Kompetisi babak kedua akan segera dilaksanakan, untuk jalan nya kompetisi ini saya sebagai perwakilan dari sekte naga biru yang akan bertindak sebagai juri utama".


" dalam babak kedua ini ke seratus peserta baik dari ranah pembentukan inti dan juga ranah penyempurnaan akan bertarung satu lawan satu sesuai no urut yang telah disiapkan oleh penyelenggara. Pemenang akan mengikuti pertandingan selanjutnya hingga ke babak 12 besar.


" silahkan kepada kaisar Li untuk kembali membuka acara" ucap mo san zhu salah satu tetua dari sekte naga biru, yang melihat ke tempat khusus bagi kaisar Li hongli dan pimpinan sekte berada.


"Untuk mempersingkat waktu. kompetisi kembali dibuka, Dan para peserta dilarang saling membunuh dan juga menggunakan racun." ucap kaisar Li hong li yang menyertakan energi dalam suara nya hingga terdengar oleh seluruh penonton dan peserta.


Tetua Mo san zhu melemparkan plat kayu dengan tulisan nomor itu ke atas udara tepat di atas kepala para peserta. Dengan cepat para peserta tersebut melompat mengambil plat kayu tersebut. No urut 1 hingga 100 telah ditentukan pada plat kayu yang telah didapat oleh para peserta.


Ling yu mendapat no urut 50, a ling mendapat no urut 34 dan Li chen mendapat no urut 78. Mereka bersama dengan pasukan nya berada pada peserta ranah pembentukan inti. Sedangkan ling feng mendapat urutan 30, ling bai dalam urutan 73 dan Ling xuan berada pada urutan 98 sedangkan untuk Ling zia long tidak mengikuti kompetisi dan akan menunggu pada babak 12 besar.


Kembali tetua mo san zhu mengambil alih jalan nya kompetisi dan dengan bantuan beberapa tetua sekte besar di kekaisaran Li ini. Mereka membentuk 5 panggung arena sebagai tempat pertandingan satu lawan satu.


"Baiklah untuk mempersingkat waktu para peserta silahkan keatas arena pertarungan sesuai no urut yang didapat.


Peserta no 1 melawan peserta no 100 pada arena pertama,


Peserta no 2 melawan peserta no 99 pada arena ke dua.


Peserta no 3 melawan peserta no 98 pada arena ke tiga.


Peserta no 4 melawan peserta no 97 pada arena ke empat.


Peserta no 5 melawan peserta no 96 pada arena ke lima." suara tetua mo shan zhu terdengar dengan suara gemuruh dari para penonton.

__ADS_1


"Prok prok prok prok"


"Woooooaaahhhh"


"Wwwuuuuwwww"


"Horeeeeee" teriakan dan tepuk tangan para penonton terdengar gaduh menyuarakan semangat pada peserta yang bertanding.


Setelah menyebutkan beberapa no untuk pertandingan ranah pembentukan inti pertandingan pun di mulai.


Beradu jurus dan teknik dari para peserta dikeluarkan bersamaan dengan suara gemuruh dari para penonton pun terdengar menghiasi suasana keramaian jalan nya kompetisi.


Ling yu bersama li chen dan A ling masih duduk memperhatikan jalan nya pertandingan. Untuk ke 4 saudara lain nya hanya menutup mata mengistirahatkan tubuh nya serta menenangkan diri. Karena pertandingan ranah penyempurnaan akan di lakukan esok hari, mereka datang hanya untuk menyaksikan saudara nya bertanding yaitu Ling yu bersama bawahan dan pasukan nya.


Beberapa waktu berlalu pertandingan pun usai dan telah menentukan pemenang untuk dapat melanjutkan pada babak selanjut nya yaitu no urut 1,2,4,96 dan 98


Selanjutnya tetua mo shan zhu memangil kembali no peserta 6 hingga 10 melawan no peserta 95 hingga no 91.


Pertandingan pun kembali berlanjut dengan antusiasme dari para penonton.


Dalam beberapa waktu kemudian kemenangan peserta telah terpilih yaitu no peserta 7,9, 91, 93, dan no peserta 95.


Setelah lama menunggu akhirnya tiba saat nya Li chen maju lebih dulu bertanding melawan peserta dengan no urut 23 pada arena ke 3.


Li chen pun bergegas menaiki arena dengan berjalan saja. Lawan Li chen adalah salah satu anggota klan Li yang merasa pernah mengenal Li chen dia bernama Li gonk yang berada pada ranah pembentukan inti *2, karena merasa kesal menunggu di arena pertandingan li gonk mulai mengeluarkan makian,


"Cepatlah sampah, bagaimana bisa kau berjalan seperti bebek yang sangat lambat, dasar sampah"! Ucap Li gonk memprovokasi yang tidak melihat aura energi pada Li chen.


Li chen tidak menanggapi perkataan Li gonk dan tetap berjalan menaiki arena dan memasuki nya.


Setelah wasit memperingati ke dua nya dan langsung memulai pertandingan.


"Sampah seperti mu tidak seharus nya mengikuti kompetisi ini".kembali Li gonk memprovokasi Li chen.


Li chen dengan tenang menjawab nya.

__ADS_1


"Setelah tidak bertemu selama 10 tahun ternyata mulut mu masih saja tidak berubah Li gonk, apakah kekuatan mu hanya di mulut saja?" ucap Li chen membalas dengan tenang.


"Apakah kau adalah si sampah Li chen yang tidak dapat berkultivasi?"


"Hahahahahah"


"Sebaiknya kau menyerah saja sampah"


"Sampah seperti mu memalukan klan Li, dan tidak cocok dalam kompetisi ini". Kembali kata kata provokasi dari Li gonk di keluarkan.


Li chen hanya menahan kekesalan nya dan juga kemarahan nya.


Dengan cepat Li chen melesat menggunakan teknik langkah nya hanya beberapa kedipan mata saja li chen telah tiba di hadapan Li gonk.


Li gonk yang tidak siap menerima serangan Li chen cukup terkejut dengan gerakan cepat nya dan menyilangkan tangan di depan wajah nya untuk menahan pukulan Li chen.


"Buuuggghhhh"


Pukulan Li chen dapat terhenti oleh tangan Li gonk hanya saja li chen kembali menyerang dengan kaki nya yang mengenai pinggang Li gonk. Dan Li gonk pun terdorong mundur beberapa langkah ke belakang.


"Sialan kau sampah menyerang saat aku belum siap." kembali Li gonk bersuara.


Dengan amarah nya Li gonk mengalirkan energi pada tangan nya untuk melakukan serangan pada Li chen. Dengan cepat Li gonk menyerang dengan pukulan nya yang di baluti energi api.


Tidak ingin ketinggalan Li chen pun mengalirkan tenaga dalam nya pada tangan dan kaki nya, li chen belum melakukan teknik pernafasan naga nya karena belum mengetahui sejauh mana kekuatan lawan nya. Dan juga li chen yakin hanya dengan fisik dan tenaga dalam nya saja dapat bertarung melawan Li gonk.


"Bugh.. bugh.... bammmmm....."


Suara beradu pukulan dan serangan dari Li gonk dapat ditahan oleh Li chen, kali ini Li gonk mengeluarkan kemampuan nya karena li gonk menyadari lawan nya melatih kekuatan fisik yang ekstrim.


Beberapa kali mereka beradu pukulan dan tendangan, pertahanan fisik dan gerakan cepat dari Li chen dapat mengimbangi Li gonk yang berada para ranah pembentukan inti.


Dari jauh para petinggi sekte dan juga petinggi kekaisaran termasuk kaisar Li hong li memperhatikan pertarungan Li chen, mereka tidak menyangka jika ada seseorang yang melatih kekuatan fisik hingga mengimbangi seorang kultivator ranah pembentukan inti. Mereka tidak menyadari jika Li chen sebenar nya dapat mengendalikan energi dari tenaga dalam yang telah diolah dari hasil pelatihan fisik nya.


Pertarungan tersebut pun tak lepas dari perhatian kelima saudara yang tetap memperhatikan Li chen, terutama Ling zia long yang ingin tahu hasil seperti apa yang akan didapat Li chen setelah melakukan pelatihan nya selama ini.

__ADS_1


Diarena pertandingan Li gonk cukup kelelahan karena selain bertarung dia juga menggunakan energi nya sehingga lama kelamaan energi tersebut terkuras habis.


"Sampah sialan teknik apa yang kau gunakan hingga dapat mengimbangi kekuatan ku?" teriak Li gonk yang putus asa sekaligus kesal.


__ADS_2