
Beberapa saat kemudian A ling dan Li chen kembali melaporkan hasil pengumpulan senjata dan kantung penyimpanan dari kelompok serigala hitam. Mayat mayat dari kelompok serigala hitam dibakar kemudian ling zia long membuat lubang besar dengan atribut bumi nya dan menguburkan sisa sisa tulang dan debu nya.
"Tuan muda aku ingin beristirahat dulu sementara waktu" ucap A ling yang meminta waktu. Kemudian dia kembali ke dekat kereta kuda Ling yu meninggalkan Ling zia long dan li chen.
" Li chen sepertinya kita harus memperbaiki kereta kuda mereka. Ucap Ling zia long
"Itu mudah tuan untung nya kereta kuda mereka hanya bagian atap saja yang rusak. Kita akan membuat nya dari daun kering dan kain saja sementara waktu. Dan untuk badan kereta hanya butuh Beberapa kayu saja untuk memperbaiki nya".
Bagaimana kalo kita satukan saja tuan muda, kereta kuda mereka dibelakang kereta kuda kita, jadi kita tidak akan terpecah dan mu qiong pun masih mampu menarik nya" li chen menjelaskan ide nya.
"Baiklah lakukan saja aku akan kultivasi dulu untuk mengembalikan energi yang terpakai saat pertempuran. Ucap Ling zia long meninggalkan Li chen.
Waktu berlalu hingga pagi, li chen dan A ling yang telah bangun dari istirahat nya mulai memperbaiki kereta kuda dan menggabungkan kedua kereta kuda, ling yu dan Ling xuan menyiapkan makanan membakar kuda yang telah menemani nya karena mati dalam penyerangan semalam, ling zia long masih terlarut dalam kultivasi nya, sedangkan mu hua dan mu qiong masuk kedalam kantung binatang.
Menjelang sore hari, kereta kuda telah selesai diperbaiki mereka pun melanjutkan perjalanan dengan bahagia. Karena telah bertemu kembali dengan salah satu saudara nya. Untuk li chen dan A ling mereka duduk di depan, silih berganti sebagai kusir kuda, dan banyak perbincangan yang mereka lakukan. Saat ini mereka akan menuju kota kerajaan Luo yang tidak jauh dari sana setelah melewati hutan dan desa selanjutnya.
Untuk mengisi waktu istirahat dalam perjalanan kadang juga A ling dan Li Chen melakukan latih tanding yang di bimbing oleh Ling xuan. Dengan keadaan Li chen yang tidak memiliki dantian itu cukup membuat Ling xuan terkejut karena dengan fisik nya saja dapat bertahan melawan A ling yang berada pada ranah pembentukan Qi.
"Kakak pertama bagaimana cara nya melatih Li chen bukan kah dia tidak memiliki dantian, dia terlihat seperti manusia biasa hanya saja memiliki fisik yang kuat." tanya Ling xuan pada ling zia long yang telah selsai berkultivasi dalam perjalanan nya.
"Aku juga tidak tahu hanya memberikan pelatihan biasa saja, dan metode latihan pernafasan. mungkin memang Sebelum nya Li chen telah melatih fisik nya". Ucap Ling zia long yang tidak tahu harua menjelaskan apa?
"Ini penemuan yang bagus kita akan membuat Pasukan di Pulau yang kebanyakan adalah manusia biasa! Mungkin Lin chen dapat memberikan arahan nya, Bagaimana kak?" Tanya kembali Ling xuan
"Seperti nya itu ide yang bagus aku akan mencari cara ke depan nya mengenai metode latihan bagi orang orang yang tidak memiliki dantian atau dantian rusak". Tetapi kalian juga harus tetap berlatih jangan terlalu terlena dengan keadaan saat ini. Ling zia long menjawab dan mencoba berkultivasi kembali memasuki dunia jiwa nya untuk mencari catatan pada kitab 1000 pengetahuan apakah ada metode mengenai pelatihan fisik dan lain nya.
***********
Didalam kota kerajaan tepat nya dipinggiran kota yang terlihat sangat sepi jauh dari keramaian. ada sebuah bangunan berlantai 3 yang terlihat tua, meski bangunan itu tampak tua dan usang seperti tidak terawat. Akan Tetapi didalam bangunan itu ada puluhan orang yang tengah berkumpul mengadakan pertemuan.
" ketua gawat 2 kelompok kita telah di hancurkan, 1 kelompok di hutan binatang siluman yang bertugas mencari para budak di desa desa sekitar dan yang 1 lagi pasukan yang berjaga di hutan perbatasan kota Luo ini.
Ucap seorang petinggi kelompok membuat Laporan.
"Dari pasukan mana atau dari sekte mana mereka ini sebenar nya. Bahkan kerajaan dan akademi kerajaan pun tak pernah berani untuk mengusik kelompok kita." ucap ketua kelompok
"Dari laporan anggota kita yang berhasil melarikan diri, mereka terdiri dari sekelompok para remaja saja. Yang Pertama 2 orang dengan tunggangan nya burung binatang buas. Dan kelompok ke dua mereka terdiri dari 3 orang remaja dengan mengendarai kereta kuda siluman" ucap kembali petinggi lain nya yang menjelaskan keadaan.
"Bagaimana bisa terjadi, apakah memang kebetulan beberapa orang yang tak sengaja di singgung oleh kelompok kita, atau memang mereka adalah satu kelompok yang dikirim untuk mencegah rencana kita?"
"Jika tidak sengaja tidak mungkin mereka menghabisi semua anggota kelompok kita, jika mereka memang satu kelompok untuk menghambat rencana. Tetapi dari mana mereka ini berasal?
Ketua kelompok itu membicarakan asumsi yang terjadi
"Menurut mata mata kita di kerajaan ini semua pihak sudah menyerah, untuk mengurus tentang pergerakan kelompok kita. Bahkan tim penyelidik dari kerajaan pun sudah kita bereskan. Ucap petinggi yang awal memberi laporan
"Justru itu lah sekarang kerajaan ini sedang gencar merekrut Pasukan besar besaran. Entah mereka mendapat informasi pergerakan kita atau memang di anggota kelompok kita ada penyusup yang membocorkan mengenai penyerangan yang akan kita lakukan". Ucap ketua kelompok kembali menjelaskan
__ADS_1
"Lalu apa yang akan kita lakukan ketua? rencana kita sebentar lagi akan tercapai. Dengan menundukkan kerajaan ini, kota ini akan menjadi markas pusat pergerakan kita."
Ucap kembali petinggi.
"Tetap awasi pergerakan kerajaan dan juga perkembangan kelompok kita. Tarik kembali pasukan ke markas ini". Ucap kembali ketua kelompok.
Kelompok ini adalah para petinggi dari kelompok serigala hitam yang menduduki peran penting dalam menggulingkan kerajaan Luo, karena mereka berfikir kerajaan ini tidak memiliki pendekar atau kultivator yang memiliki kemampuan tinggi. Sebenar nya kelompok serigala hitam ini adalah gabungan dari sekte aliran hitam dan juga kelompok bandit dan perampok yang ada di kerajaan Luo. Bahkan Sebagian dari kelompok ini adalah orang orang istana kerajaan dan juga akademi kerajaan.
Sebenar nya kali ini kelompok serigala hitam akan melakukan kudeta langsung pada kerajaan Luo, karena raja dan kultivator tertinggi telah menderita terkena racun yang diberikan oleh anggota serigala hitam yang disusupkan kedalam istana dan juga akademi kerajaan sebagai pelayan. hanya saja setelah mendengar berita hancur nya 2 kelompok mereka. Rencana harus terhenti, Dan memikirkan rencana lain nya.
************
Disebuah hutan kembali terlihat 2 orang anak remaja bersama tunggangan nya, setelah menghancurkan kelompok serigala hitam dan menelusuri perjalanan dengan menunggangi burung binatang buas nya kini mereka telah dekat dengan hutan pinggiran kota kerajaan. Mereka berniat untuk tinggal di kota kerajaan untuk beberapa hari mengisi kebosanan yang melanda selama perjalanan. Karena selama perjalanan itu mereka hanya menelusuri hutan - hutan dan pegunungan, tanpa singgah di kota atau desa - desa yang dilalui nya.
"Kakak ke 2 kota kerajaan sudah dekat apa kita akan tinggal di sana sementara waktu. Aku sudah bosan hanya melakukan perjalanan saja". Ucap Ling bai
"Memang nya aku tidak bosan juga, hanya saja aku memikirkan mereka". Ling feng yang melihat kedua harimau yaitu bai hu dan bai huo.
Saat ini ukuran bai hu telah tumbuh setinggi mereka berdua dan juga bai huo yang telah sebesar harimau dewasa pada umum nya. Tentu nya itu akan membuat gempar satu kota jika mereka melakukan Perjalanan beriringan dengan kedua harimau itu. Ini lah yang menjadi kendala mereka enggan memasuki kota - kota dan desa - desa sekitar.
Mereka kembali turun dari atas punggung jin mu dan yin yi di hutan pinggiran kota, karena tidak ingin terlihat mencolok. Dan melakukan perjalanan dengan berjalan kaki.
"Jin mu, yin yi kalian tetap bersembunyi lah agar menghindar dari penglihatan orang lain. Mungkin kami akan tinggal di kota agak lama jadi kalian beristirahat saja di hutan ini". Ucap ling feng pada kedua burung binatang buas itu.
Saat di depan gerbang kota kembali mereka mengikuti antrian pemeriksaan yang begitu padat. Banyak sekali orang dan para pendekar yang memperhatikan mereka karena terlihat akrab dengan binatang buas Walaupun terlihat jinak, tetapi tetap saja nama nya binatang buas bagi kebanyakan orang itu sangat berbahaya.
Penjaga gerbang yang melihat kedatangan dua orang remaja yang menjadi pusat perhatian langsung saja mendekati mereka dan memeriksa lebih dulu karena untuk menghindari adanya keributan dari para warga yang tengah mengantri.
"Tuan muda bisakah tunjukan identitas kalian". Penjaga gerbang yang memiliki ranah pembentukan inti *1 menghampiri mereka dan berbicara dengan sopan karena kedua remaja ini tidak terlihat ranah kultivasi nya dan merasakan aura nya lebih kuat itu berarti kedua remaja ini memiliki ranah di atas nya. Atau setara dengan para komandan mereka.
"Tuan penjaga kami tidak memiliki identitas karena terjatuh saat diperjalanan dan juga kami pun memasuki kota hanya untuk singgah beberapa hari saja dan membeli kebutuhan perjalanan kami". Ucap Ling feng yang menjelaskan tujuan nya.
"Tetapi tuan muda karena kota ini sedang dalam keadaan darurat jadi kami menutup akses dari para pendatang. Apalagi tuan memiliki tunggangan yang sangat berbahaya". Ucap kembali penjaga gerbang kota.
"Tetapi peliharaan ku ini tidak berbahaya dan juga mereka jinak dan dapat menuruti perintahku" ucap Ling bai yang akhirnya mengeluarkan suara.
"Bagaimana jika kakak ku saja yang memasuki kota aku akan tunggu diluar kota saja. Bersama peliharan ku ini." ling bai melanjutkan perkataan nya.
"Tetap tidak bisa tuan karena siapapun harus memiliki identitas. Penjaga gerbang Tetap menahan mereka.
"Baiklah jika begitu kami akan lanjutkan perjalanan kami saja". Ucap Ling feng yang tidak ingin menghabiskan waktu untuk berdebat.
"Tuan muda Tunggu sebentar". Teriak penjaga lain nya
"Bukan kah kita harus tetap menarik para pendekar yang masuk ke kota ini" ucap nya melanjutkan pada penjaga yang sebelum nya berbicara dengan Ling feng
"Tuan muda maafkan kami karena keadaan darurat ini. sebenar nya kami dapat mengijinkan para tuan muda memasuki kota hanya saja kami harus melaporkan dulu keadaan nya kepada komandan. "Ucap Penjaga yang tadi memanggil kedua remaja itu.
__ADS_1
"Ah benarkah" cepat cepat laporkan pada komandan jika perlu pada raja sekalipun kami akan menunggu nya. Ucap Ling bai yang senang karena dapat memasuki kota kerajaan.
Penjaga gerbang melesat kedalam pos penjaga Memberikan laporan pada komandan jaga. Didalam ruangan ada seorang komandan yang sedang bercengkrama dengan pria paruh baya.
"Hormat tetua dekan" "hormat komandan" ucap penjaga yang telah memasuki pos penjaga dengan menangkupkan tangan dan berlutut memberi penghormatan.
"ijin melapor komandan. Ada dua orang pendekar muda yang tidak memiliki identitas hanya saja mereka terlihat memilliki ranah kultivasi yang tinggi. Hamba saja tidak dapat melihat ranah kultivasi nya. Mereka bertujuan memasuki kota bersama dengan tunggangannya.
"Pendekar muda? kultivasi tinggi?"
Kali ini pria paruh baya yang berdiri dan bertanya pada komandan. Pria paruh baya itu adalah dekan akademi kerajaan yang memiliki ranah bumi awal *1
Dalam pikiran tetua dekan itu jika memang masih muda dan dapat memasuki akademi kerajaan itu akan membantu nya mendapatkan poin. Karena dekan itu membantu menjaga gerbang kota adalah untuk menilai para pendekar yang mengikuti pendaftaran prajurit dan juga mencari generasi muda berbakat.
Melihat tetua dekan yang sedikit tertarik. Komandan meminta prajurit nya untuk memanggil kedua pendekar muda itu.
"Cepat panggil mereka" biar aku yang memeriksa nya.
Ling feng dan Ling bai akhirnya memasuki pos penjaga bertemu dengan komandan dan tetua dekan itu. Tetua dekan terkejut melihat kedua remaja ini terlihat sangat akrab dengan peliharaan nya karena harimau itu memiliki ranah tingkat 2 dan tingkat 1. Dari kebanyakan para pendekar bahwa binatang buas akan menjadi buruan para manusia untuk mendapatkan inti binatang buas nya dan juga sebalik nya manusia akan menjadi makanan para binatang buas yang berbahaya itu.
"Usia masih sangat muda sudah mencapai ranah Pembentukan inti *9 dan *8,siapa mereka ini. Gumam tetua dekan dalam oikiran nya.
Melihat tetua dekan yang terkejut komandan langsung mengutarakan keinginan nya. Dengan bantuan dua remaja ini dan juga peliharaan nya itu dapat membantu pasukan nya.
"Tuan muda apakah akan tinggal di kota ini? Dari yang dilaporkan para penjaga kalian akan memasuki kota kerajaan ini". Tanya komandan yang ingin segera merekrut nya
"Bagaimana jika tinggal di akademi kerajaan saja. Di sana kebutuhan dan fasilitas latihan dapat terjamin" ucap tetua dekan yang tidak ingin terdahului komandan untuk merekrut kedua remaja ini.
"Maaf tuan komandan dan tetua kami hanya singgah saja di kota ini. Dan juga kami hanya beberapa saat saja untuk membeli kebutuhan untuk perjalanan kembali". Ucap aling feng menjelaskan tujuan nya
"Sebenarnya keadaan kota ini sedang dalam masa darurat dan tidak dapat dimasuki pihak luar tuan muda, hanya saja jika kalian dapat membantu menjadi prajurit elit yang menjaga kota ini. Kemungkinan kalian dapat tinggal di kota dan mecari kebutuhan sesuai keinginan kalian. Jika keadaan kota telah kembali dalam keadaan aman dan normal para tuan muda ini dapat kembali melanjutkan perjalanan. Bagai mana?"
"Bagaimana jika tinggal di akademi kerajaan saja di sana juga dapat membantu menjaga situasi di kota ini. Lagipula di sana banyak murid murid yang sebaya dengan tuan muda, kemungkinan di sana kalian akan mendapat kan teman baru." ucap tetua dekan yang tidak mau kalah dari komandan.
"Maaf tetua dan komandan sebelum nya kami hanya ingin memasuki kota saja dan membeli kebutuhan perjalan. Tidak ingin bertahan lama di kota ini. Tapi mengenai bahaya yang menimpa kota, boleh kah kami tau bahaya yang seperti apa yang mendatangi kota ini". Ucap Ling feng yang penasaran akan bahaya yang menimpa kota karena setiap orang tahu, bahwa kerajaan memiliki kekuatan ranah tahap bumi.
"Ah tuan muda itu sebenarnya rahasia bagi kota ini, yang tua ini akan memberitahukan tapi tidak di tempat ini bagaimana jika para tuan muda mengikuti ku ke akademi kerajaan untuk membicarakannya". Ucap tetua dekan
"Ah itu"...
Baik tunjukan jalan nya asalkan peliharaan ku dapat ikut juga masuk ke kota ini. Lanjut Long bai yang memotong perkataan Ling feng.
Ling feng hanya menghela nafas berat karena mengetahui adik nya ini tidak sabar memasuki kota, dan selalu gegabah terhadap hal hal yang belum tahu bahaya apa yang akan di hadapi nya.
Akhirnya Mereka mengikuti tetua dekan mengunjungi akademi kerajaan.
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
__ADS_1