5 Pendekar Ling

5 Pendekar Ling
12. Terdampar Di Gunung Merapi


__ADS_3

di kedalaman hutan yang jauh dari pemukiman penduduk terdapat gunung berapi yang konon katanya setiap tahun nya akan mengeluarkan lahar api yang ganas yang akan membakar gunung dan sungai yang dileWatinya. Tetapi tidak diketahui ternyata didalam gunung berapi ada kehidupan yang tinggal di kedalam gunung berapi tersebut dan ada sebuah gua sebagai tempat tinggal seseorang yang tidak diketahui.


Seorang anak sedang menderita karena dikurung dalam kurungan besi diatas lapisan magma yang sangat panas, jika tidak dapat bertahan dari suhu panas itu maka tubuh akan terbakar mungkin besar kemungkinan akan meleleh. Tetapi seorang anak ini sedang menjalankan hukuman dari Seorang wanita yang sangat cantik terlihat seperti usia 30an walau sebenar nya usia aslinya tidak diketahui, karena wanita itu paling sensitif mengenai usia.


Anak itu dikurung karena tidak sengaja memasuki kawasan gunung merapi. Padahal sebenernya dia hanya mengambil buah buahan disekitar gunung saja dan tidak masuk terlalu dalam karena siapapun pasti takut akan panas nya gunung merapi.


Anak itu dibawa karena tak dapat lari atau pun melawan karena keadaan yang tidak memungkin kan


Dalam kurungan yang ganas itu dia tetap bertahan sambil mengingat hal apa yang membuat nya menderita seperti ini.


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _


Awalnya dia sadar dari pingsan nya tidak mengetahui dimanakah posisinya saat itu dan terbangun hanya dengan beberapa pakaian yang diberikan sesepuh klan dalam sebuah kantong kain kecil Dengan tulisan pesan "dalam lima tahun kedepan kembalilah ke bagian perbatasan area luar hutan siluman dan hutan kematian menghadap kelaut tak berujung, disana lah titik penjemputan kembali ke pulau.


Karena merasa lapar dan haus anak itu berkeliling mencari hal hal yang dapat dimakan nya setidaknya menemukan Air sekitar hutan.


Hingga pada saat itu dia melihat sebuah pohon yang sangat unik karena tumbuh nya itu di danau magma api yang dikelilingi batu vulkanik, dan buah itu sangat berkilau berwarna merah kekuningan dan anehnya buah itu seperti tahan terhadap panas sekitarnya.


Dengan kecerdikan nya dan rasa penasaran yang tinggi dia kembali kedalam hutan mengambil beberapa sulur sulur kayu dan membuat lilitan sehingga terbentuk tali yang panjang.


Kemudian mencari beberapa pelepah kayu untuk melindungi kaki dan tangan dan juga punggung nya yang.


Pelepah lain nya di gunakan sebagai perisai ditangan kirinya nya untuk menghalau dari cipratan magma api yang akan mengenai nya.


Tanpa ia sadari bahwa pelepah pohon itu adalah pohon yang berusia jutaan tahun dan karena terkena magma api yang kadang mengalir di gunung sekitar gunung berapi mengakibat kan pohon itu tumbuh dengan kekerasan menyerupai batu vulkanik, dan tahan terhadap api.


Anak itu berjalan menyusuri jalan setapak menuju danau magma yang ditumbuhi buah merah tersebut.


Dia melakukan lemparan beberapa kali agar terkena buah itu tanpa harus mendekati nya.


Setelah beberapa buah terjatuh dari pohon nya


Dia kembali membuat lemparan tujuan menarik buah itu mengalir pada magma, dan mendekati nya. dengan perisai kayu yang di tangan nya dia mengambil buah itu dan mendapat kan dua buah


Setelah mendapatkan nya aneh nya buah itu todak menimbulkan panas bahkan terlihat sangat nikmat


Tanpa berfikir panjang menjauh dari sekitar magma dan mengambil batu, lalu membelah nya menggunakan batu sehingga buah itu terbelah tak beraturan .


Dengan senang hati dia memakan 2 buah itu yang rasanya sangat manis Setelah menghabis kan buah tersebut aliran darah tubuh nya seperti menujukan rasa panas yang menyakitkan seperti terbakar api,


Dengan berfokus pada pernafasan nya dia bertahan dari rasa sakit panas yang begitu menyiksa, karena tubuh nya memang lah sebatas manusia biasa.


Ahhhhhhh

__ADS_1


Aaahhhhhhhh


Aaaaaaahhhhhhhhhh


Aura panas itu semakin besar dan semakin menyiksa tetapi anak itu tetap bertahan dari rasa sakit dan tetap mempertahan kan kesadaran nya.


teriakan demi teriakan yang sangat kencang. Menggema di sekitar danau magma itu.


Beberapa saat kemudian munculah seekor burung yang sangat cantik berwarna merah kehitaman dengan sayap berwarna merah kekuningan menambah keanggunan butung tersebut.


Burung itu mendekati seorang anak yang sedang menjerit kesakitan.


Semakin burung itu mendekat muncul rasa takut yang sangat dalam pada anak itu. Setelah memperhatikan burung itu mendekat yang besar nya seukuran rumah bertingkat 2.


Anak itu langsung tidak sadarkan diri karena takut dan tidak kuat menahan sakit yang menyiksa.


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _


Setelah bangun dari pingsan nya seorang anak terkaget karena posisi nya kini tidak lebih baik dari sebelum nya dia berada di sebuah kandang yang terbuat dari besi digantung didalam gunung berapi itu, seperti seorang tahanan dan dibawah kandang itu ada aliran magma dan api yang berkobar. Sehingga dia berfikir seperti berada di neraka.


Dalam kepanikan itu dia berkata,


Apakah saat ini aku berada di neraka. Apakah sebelum nya aku telah mati?


"Terkutuk kau bocah nakal, berani - berani nya memasuki wilayah ku dan mengambil buah persik api yang telah ku jaga selama ribuan tahun itu, tanpa memperhatikan akibat nya apa kamu sudah siap untuk menemui kematian.


" maafkan aku bu, bibi, atau apalah itu.


Aku tidak sengaja karena merasa kelaparan dan menemukan buah itu dan juga aku tidak tau berada dimana saat ini.


Kau panggil apa aku bocah?


Apakah aku terlihat seorang ibu atau bibi bibi yang tua itu. Hehh


Maafkan aku senior, ucap anak itu dengan bersedih" tapi aku tidak dapat melihat apapun dengan jelas saat ini.


Aku juga tidak ingin mengambil buah yang menyiksa itu jika tidak merasa lapar.


Maafkan aku senior karena tidak mengetahui apa apa.


Apakah aku masih dapat diberikan keringanan atas konsekuensi ini. Aku akan melakukan apapun agar tetap bertahan hidup.


Suara itu kembali mengeluarkan suara,

__ADS_1


Seperti nya tekad mu sungguh kuat. Apakah kamu yakin dapat bertahan hidup.


Aku akan membiarkan mu tetap hidup bila kamu dapat bertahan dari suhu panas ini beberapa hari kedepan.


"Lakukan lah sebaik mungkin. Suara itu tiba tiba menghilang begitu saja


- - - - - - - - - - - - - - -


Anak itu tetap bertahan dari rasa panas dari udara sekitar, dia duduk bermeditasi menenangkan pikiran dan mengatur pernafasan nya. Karena itu yang dapat dilakukan nya karena belum mengetahui caranya berkultivasi.


Anak itu adalah Ling feng atau saudara ke2 dari klan Ling di Pulau tebing Hitam. Dia ditinggalkan oleh sesepuh yang membawanya karena bertujuan untuk melatih dan mencoba bertahan hidup didunia yang berbahaya.


Dengan tekad yang kuat dia bertahan pada suasana panas didalam gunung merapi itu. Yang terlintas dipikiran nya hanya dapat bertahan hidup dan dapat kembali ke klan dan keluarga nya. Bagaimana pun rasa sakit yang dirasakan nya tapi tekad kuat itu menyemangati dirinya.


Lima hari berlalu begitu saja tanpa bergerak dan tetap terduduk di posisi nya menahan rasa lapar dan haus yang menyiksa, bahkan terlintas dalam pikiran nya lebih baik mati dari pada menderita seperti ini.


Setelah 5 hari itu kembali terdengar suara lembut tapi terdengar menakutkan.


"Hebat juga kamu bocah selama 5 hari ini dapat bertahan, seperti nya buah yang kau curi itu memperbaiki susunan tubuh dan fisik mu.


Ling feng mencoba menahan rasa takut nya dan membuka mata, Kemudian berkata. " maafkan aku senior itu semua karena ketidak sengaja an dan atas kebodohan ku. Sekali lagi Maaf kan aku senior


Suara itu kembali terdengar.


Baiklah sesuai janjiku sebelum nya jika kamu dapat bertahan maka akan aku biarkan kamj hidup.


Tanpa jawaban dari Ling feng


Tiba tiba kandang itu seperti bergerak dan keluar dari dalam perut gunung merapi itu,


Ling feng membuka mata tapi masih terlihat gelap, dan tidak dapat melihat karena tertutup sebuah bayang besar yang membawa nya.


Ketika situasi membaik dan sudah tidak merasakan rasa panas itu, tiba tiba jeruji besi itu seperti terbuka. Dengan menahan rasa takut nya dia bergerak keluar dan dia berucap dengan gemetar, terima kasih senior.


Tapi begitu mengejutkan nya bahwa yang ada dihadapan nya adalah seekor burung yang saat itu dilihat nya.


Dengan rasa ketakutan Ling feng berlutut dan menangkupkan tangan nya dan berkata, Ling feng memberi hormat senior dan terimakasih atas kebaikan nya.


Burung itu melihat Ling feng yang sedang berlutut seperti mengingatkan saat dirinya sedang berlutut terhadap guru nya.


Dalam pikiran muncul kesalahan pahaman yang terlintas, " apakah dia ingin menjadi murid ku. Seekor burung itu berfikir karena sejak dia tumbuh tidak pernah bersosialisasi dengan dunia luar yang ada hanya pertarungan yang diakibatkan dari beberapa kultivator yang ingin menjinakkan nya atau ingin membunuh nya.


Sehingga timbullah kesalah pahaman dari sikap sopan nya seorang Bocah yang tak lain adalah Ling feng

__ADS_1


Ling feng tetap berdiam di posisinya karena tidak mendengar jawaban apapun dari burung tersebut.


Dia tau bahwa binatang buas atau siluman yang telah bermutasi atau binatang suci yang kekuatannya sangat tinggi dapat berbicara dan memiliki akal sehat layaknya seorang manusia. Tapi dia tidak menyadari atas tindakan sopan nya itu menyebabkan kesalahan pahaman bagi burung tersebut.


__ADS_2