
Seekor burung besar nan cantik itu merubah wujub seperti manusia menampilkan seorang wanita cantik terlihat seperti usia 30an, memakai pakaian berwarna merah dengan motif pinggiran dan bahunya berwarna kekuningan seperti warna emas, menambah keanggunan dari sosok wanita itu
Meskipun Ling feng sempat terpana akan kecantikan nya tetapi dia menepis semua pikiran itu. Karena sadar akan usia nya yang saat ini masih menginjak usia 11 tahun dan diharuskan agar fokus berlatih
Wanita cantik membuka suara membuyarkan ketegangan suasana disana.
Bocah sebenernya nya apa yang kamu lakukan di gunung merapi ini?
Apakah kamu tahu bahaya dari gunung merapi ini?
Ling feng tetap berlutut menangkupkan tangan nya dan menjawab secara asal saja.
Aku sebenernya tidak tahu apa yang akan dilakukan karena saat ini pun aku tidak mengetahui lokasi tempat ini. Karena sebelum nya sesepuh klan membawa ku yang tidak sadarkan diri dan meninggalkan di tempat ini, Hanya saja pesan sesepuh sebelum nya agar aku berlatih dengan keras agar menjadi pendekar kuat nanti nya. Dan juga berlatih bertahan hidup didunia yang berbahaya ini.
Jawaban dari Ling feng tersebut, membuat kesalahan pahaman pikiran wanita itu semakin kuat. Bahwa bocah didepan nya ini ingin berlatih kepada nya. Mungkin ini takdir yang mempertemukan nya karena sejak lama dia tidak berinteraksi dengan siapa pun
Kemudian mengeluarkan suara kembali, apakah benar kamu ingin kuat dan menjadi kultivator bocah?
Ling feng menjawab seadanya nya saja.
Betul senior aku ingin menjadi kuat karena dengan begitu dapat melindungi orang orang dekat ku dan keluarga ku.
Tetapi aku tidak tau cara nya, bahkan saat ini tidak tau arah untuk kembali.
Wanita itu hanya tersenyum mengingat saat saat bahagia tinggal bersama guru nya.
Sebelum dia terdampar didunia ini lebih dari ratusan tahun lalu
Terlintas dipikiran nya sambjl tersenyum, dan terlintas dipikiran nya, Sepertinya ini adalah sebuah takdir, dimana saat itu aku belajar pada guru, dan sekarang keadaan berbalik aku harus mengajar kan menjadi seorang guru.
Wanita itu kembali bersuara.
"Baiklah bocah seperti nya fisik mu itu tidak lemah dan dapat bertahan dari panas nya api gunung merapi ini, walaupun tidak memakai aura apapun bahkan seperti telah terbiasa menahan panas.
Apakah kamu siap untuk berlatih sekarang. Mungkin tuan putri ini akan mengajarkan Beberapa hal kepadamu.
Ling feng cukup kaget mendengar suara itu seperti tidak percaya dengan apa yang didengar nya.
Buru buru dia bersujud seperti penghormatan terhadap guru atau orang tua nya.
Dan berucap.
Ling feng memberi hormat kepada tuan putri
Wanita cantik itu tampak senang dengan tindakan bocah didepan nya itu
Dengan senyum cerah terlihat dibibir nya dia berkata, sekarang isi perut mu itu dengan buah buah ini. Wanita itu memberikan buah buahan yang dibawa nya dari hutan, sebenernya buah itu hanya untuk sekedar mengisi waktu luang nya menikmati suasana santai nya, mengingat indah nya masa lalu. walaupun dia tidak membutuhkan makanan apapun karena dengan menyerap energi alam saja dia dapat bertahan hidup. buah itu hanya buah biasa intuk mengisi perut nya saja.
Dengan lahap Ling feng memakan buah buah itu karena telah beberapa hari dia tidak makan dan minum.
Setelah menghabiskan buah yang menurutnya menyegarkan itu, dia dibawa kedalam gua dekat dengan sumber panas dari magma api yang sebelum nya Ling feng ditahan.
Gua tersebut adalah tempat tinggal dari seekor burung yang ada dihadapan nya ini.
Ling feng berdecak kagum karena melihat didalam gua tersebut ternyata cukup luas bahkan dapat dilihat seperti sebuah aula.
Tetapi karena suasana panas yang terdapat di gua itu Ling feng kembali mengerutkan kening dan bertanya tanpa berfikir. apakah yang harus dilakukan didalam gua panas ini?
__ADS_1
Wanita itu menggelengkan kepala saja, dan menjelaskan maksud membawa Ling feng kedalam gua kediaman nya itu.
Berawal dari menyebutkan bahwa tuan putri ini adalah ras binatang suci Luan feng keturunan dari binatang ilahi phoenix api, kemudian bercerita tentang dirinya yang terdampar di dunia ini karena melarikan diri dari peperangan antara binatang suci dan dewa dengan para Iblis yang ingin menguasai seluruh dunia bahkan dunia binatang tak luput dari serangan para iblis itu.
Dia terus mencari tempat yang sesuai akan tubuh nya yang dominan akan panas nya api. Barulah dia tiba di gunung merapi ini.
Setelah melarikan diri itu entah apa yang terjadi setelah nya.
Sampai saat ini dia belum mencoba mencari cara bagaimana agar dapat kembali ke tempat asal nya.
Yang dilakukan nya hanya menutup diri dan bersembunyi saja walau ada beberapa kultivator yang mengincar nya selama ini tetapi itu tidak menjadi beban yang terlalu besar.
Ling feng Hanya duduk termenung saja mendengar ocehan dari wanita dihadapan nya.
Seperti Seorang anak yang mendengarkan dongeng sebelum tidur dari ibu nya.
- - - - - - - - - - - -
Setelah cukup lama wanita itu bercerita, dan menyadari kejenuhan dari bocah dihadapan nya barulah dia tersadar akan situasi nya.
Kemudian wanita itu berbicara.
Apakah kamu ingin memahami seni beladiri api dari tuan putri ini. Walaupun teknik ini bukan untuk manusia tetapi dilihat dari tubuh fisik mu yang tahan dengan api. Seperti nya tidak masalah
Tanpa berfikir panjang Ling feng menangkupkan tangan dan langsung berkata
Dengan senang hati apapun yang akan diajarkan oleh tuan putri Ling feng akan melakukan yang terbaik.
Baiklah pertama melatih tubuh fisik mu saat ini.
Sekarang keluar lah dari gua ini, dan carilah tempat yang menurut mu baik untuk ditinggali.
Ling feng undur diri tuan putri. Jawab Ling feng secara cepat
Dia berlari menyusuri arah keluar gua dan pergi agak menjauh dari gunung berapi menuju tempat dia menemukan pohon dan pelepah kayu. Karena disana tempat nya cukup baik untuk ditinggali. dan karena itu kawasan dari gunung berapi milik burung Luan feng itu. Jadi tidak ada binatang buas atau monster yang ada disekitar gunung merapi.
Ling feng menemukan pohon hang besar disana dan naik ke dahan pohon bagian pertama dengan sulur sulur sebagai pegangan nya, kemudian menemukan sebagian badan pohon yang berlubang seperti sebuah gua kecil seukuran tubuh nya dan juga tertutup oleh sulur sulur seperti akar besar yang menutupi lubang itu.
memanfaatkan pelepah kayu pohon tersebut sebagai alas nya agar tertata dengan datar dan menutup rongga rongga sulur yang terbuka dengan pelepah kayu, berfikir jika malam hari tidak ada angin dingin atau suhu panas dari gunung yang masuk seperti saat di rumah.
Setelah membuat tempat itu nyaman dia duduk bermeditasi sambil menstabilkan pernafasan dan tubuh nya. Tanpa terasa waktu berlalu dan Ling feng oun tertidur karena kelelahan.
Pagi hari nya Ling feng terbangun merasakan tubuh nya yang nyaman seperti tidak ada beban apapun. Meski matahari telah berangsur mengeluarkan sinar nya tanda bahwa pagi hampir terlewati.
Ling feng dengan cepat bangkit dengan kaget karena merasa terlambat, dan berlari menuju gua tempat wanita Luan feng berada sesuai ucapan kemarin.
Sesampainya di depan gua, Ling feng melihat bahwa Luan feng itu dengan wujud asli nya sedang berbaring seperti sedang berjemur dibawah sinar matahari dan terlihat sedang bermalas malasan.
Ling feng berfikir burung itu sedang kesal Karena keterlambatan nya. Begitu tiba langsung bersikap berlutut dan berkata
Maaf kan aku membuat tuan putri menunggu.
Setelah mendengar ucapan itu luan feng berubah wujud wanita nya langsung berkata,
Sebagai hukuman kamu ambil persik api di danau magma sekarang dengan cepat.
__ADS_1
Mendengar itu Ling feng panik, memikirkan bagaimana mengambil buah itu dengan cepat?
Sambil berlari Ling feng memikirkan cara mengambil nya. Kemudian timbul ide dengan menggunakan pelepah kayu yang lebih lebar sebagai tumpuan nya.
Tanpa menunggu lama Ling feng mengambil pelepah kayu dan melemparkan kedanau magma. Kemudian dia duduk di pelepah kayu itu terlihat seperti menaiki sebuah perahu kecil.dengan pelepah kecil lain digunakan sebagai dayung mengayuh sebuah perahu.
Beberapa saat kemudian dia sampai di depan pohon persik api dan mengambil nya tanpa banyak berfikir karena keterbatasan waktu yang diberikan. Aneh nya di pohon tersebut tidak terasa panas sama sekali seperti pohon itu terlindungi oleh pelindung api.
Sekitar 6 buah diambil nya dan dimasukan kedalam baju nya kemudian mengayuh kembali pelepah kayu tersebut
Dari jauh Luan feng itu memperhatikan.
Dan berkata dalam pikiran nya, "sungguh bocah yang cerdik pantas saja saat itu dia mendapatkan buah itu tanpa mengeluarkan energi pelindung panas.
Tanpa menunggu lama Ling feng kembali kehadapan Luan feng dengan nafas ter engah engah karena kelelahan berlari mempersingkat waktu dan menahan suhu panas dari magma api tersebut.
Setelah didepan Luan feng tersebut Ling feng mengeluarkan persik api yang berjumlah 6 buah itu
Maaf ruan putri aku hanya mengambil beberapa buah saja karena waktunya yang terlalu singkat. Ucapan Ling feng bersungguh sungguh.
Hmmmmm
Luan feng itu bergumam pelan dan mengangguk.
Kemudian berkata
"Makan lah buah itu seberapa banyak dapat kau makan dan bertahan.
Ling feng kaget dengan ucapan Luan feng itu karena berfikir sebelum nya saja Setelah memakan buah ini dia hampir kehilangan nyawa menahan rasa panas dari buah itu.
Luan feng hanya berkata sedikit,
" ingat hukuman mu belum berakhir.
Dengan cepat Ling feng memakan buah itu disertai dengan mengatur nafas nya agar tetap tenang jika nanti merasakan sakit.
Membayangkan hukuman yang akan didapat seperti waktu itu di penjarakan dalam jeruji besi diatas magma api yang panas.
Ling feng menghabiskan 5 buah persik api sambil menutup mata nya. Menahan rasa sakit dari panas dalam tubuh nya serta mengatur nafas dalam dalam bahkan dia tidak sadar sebenar nya wanita Luan feng itu membawa nya ke danau magma api tempat sebelum nya dia dihukum, dan ditempat kan di atas batu vulkanik yang besar dengan sekeliling nya magma api dan kobaran api besar.
Tetapi Luan feng itu tidak meninggalkan nya dia tetap duduk kebelakang Ling feng dengan menyentuhkan tangan nya dipunggung Ling feng menyalurkan energi agar panas didalam tubuh dan diluar tubuh nya dapat terkendali.
Sebelum nya dia telah menembakan energi dari jari nya ke kepala Ling feng bagian belakang.
Sehingga beberapa metode kultivasi menyerap api dicerna oleh Ling feng dalam alam bawah sadar nya.
Metode kultivasi itu tidak bedanya dengan bermeditasi hanya saja menyerap energi panas dari dalam maupun diluar tubuh nya dan menyalurkan nya pada pembuluh darah melalu titik meridian nya menuju arah dantian nya.
Setelah melihat Ling feng dapat mengendalikan rasa panas di sekujur tubuh nya Wanita Luan feng akhir nya bangkit dan kembali ke gua nya, membiarkan Ling feng menyerap energi ganas tersebut.
Ling feng tetap berusaha bertahan dari rasa panas walau beberapa kali hilang konsentrasi nya tetapi dia tetap bertahan lama. Hingga hari berlalu terlewati begitu saja.
Terhitung Setelah 5 hari dia bertahan
dan.
Dhummmmm..
__ADS_1