5 Pendekar Ling

5 Pendekar Ling
25. Meninggalkan Gunung Merapi


__ADS_3

Hari hari berlalu Hingga 4 tahun sudah dilewati dengan berlatih tanpa henti.


Boom......


Dhuar........


Boom.........


Terdengar suara pertarungan ling feng yang saat inj telah usia 15 tahun mengeluarkan seluruh kekutan melawan seekor burung Luan feng, saat ini mereka sedang berlatih tanding dengan seluruh kemampuan Ling feng.


Bocah ternyata kau sudah dapat mengimbangi ku, walau hanya ranah pembentukan inti saja.


Dengan serangan angin dan api phoenix mu mu kau dapat melawan 2 tingkat kekuatan diatas mu, bahkan bisa lebih dengan seluruh potensi kekuatanmu. Ucap luan feng disela sela pertarungan


Hahahaha tuan putri terlalu memuji. ini semua berkat tuan putri yang memberikan esensi api phoenix dan juga berkat pelatihan mu. Mana Mungkin bocah lemah ini dapat bertahan hingga saat ini jawab ling feng


Sudah lah hentikan saja Pelatihan nya sudah pasti tuan putri selalu menang. ling feng menghentikan serangan dan menjauh dari Luan feng. Tuan putri ini sudah saatnya aku mencari jalan untuk kembali kerumah.


Terimakasih karena selama ini telah memberikan Pelatihan dan sumberdaya kepadaku. Mungkin suatu saat nanti aku akan membalas semua kebaikan tuan putri. Jika tuan putri berkenan singgah lah ke Pulau tebing hitam kami. Ling feng berfikir Mungkin Luan feng akan berkunjung kepulau saat ini dan ling feng akan memanfaatkan situasi agar menuju pulau dengan cepat.


Hoh hoh hoh, Bocah nakal yang dulu tidak tahu arah sekarang ingin mencari jalan pulang sendirian. Menarik sungguh menarik aku jadi terpikir untuk mencari jalan ke dunia binatang alam nirwana tempat tinggal ku dulu


Bocah apakah kau yakin akan pergi saat ini. Mari ikut kedalam gua. Ucap luan feng


Ling feng hanya mengikuti nya dibelakang. Saat di dalam gua perut gunung merapi, ling feng terkejut dengan melihat isinya ada banyak senjata pedang dan panah, ada juga kristal api, kristal energi lain nya, sumber daya dan buah persik api, Dan juga beberapa inti binatang yang tersisa setelah luan feng memberikan nya untuk diserap.


Bocah karena kau akan pergi Kemungkinan aku juga akan pergi dari dunia ini mencari arah ke alam nirwana.


Bawalah barang barang ini. Aku tidak membutuhkan nya dalam perjalanan ku.


Dan juga ini kantung ruang, dan didalam nya ada beberapa cincin penyimpanan yang tuan putri ini kumpulan dari para kultivator yang memburu ku. Ingat untuk tidak mengeluarkan cincin penyimpanan dan menggunakan nya dengan bijak. Masukan lah semua barang yang kau butuhkan didalam ruang ini kedalam cincin ruang.


Dan juga didalam kantong ruang. Ini ada telur salah satu keturunan dari guru ku. Ini pesan dari guru ku sebelum nya untuk menjaga telur ini. Tapi karena perjalanan ku mungkin membutuhkan waktu yang lama dan berbahaya, jadi tolong jaga telur ini dan alirkan lah energi mu kedalam telur.


Suatu saat jika aku kembali aku akan mengambilnya lagi, ingatlah untuk menjaga nya. Dan untuk yang terakhir karena kau saat ini belum bisa terbang dengan kultivasi yang rendah jadi aku akan mengajarkan mu teknik terbang. Latihlah saat perjalanan ucap luan feng


Cahaya masuk kedalam kening Ling feng.


Untuk menggunakan nya setelah kau berada diranah penyempurnaan kau dapat membuat sayap energi.


# Teknik ini adalah cara mengendalikan dan mengontrol penggunaan energi dan Dengan perubahan energi menjadi sayap dapat membawa seseorang terbang tinggi seperti seekor burung.


Dengan bersujud, Ling feng kembali memberikan penghormatan dan berkata terima kasih tuan putri atas semua yang kamu berikan selama ini. jika suatu saat nanti aku telah mencapai Kultivasi ranah tertinggi aku akan pergi mencari mu di alam nirwana dunia binatang.walau bagaimana pun aku sudah menganggap tuan putri sebagai orang yang membimbing ku "ucap ling feng


Dan tempat ini akan ku jadikan tempat Pelatihan ku di Kemudian hari


Ling feng pamit undur diri tuan putri

__ADS_1


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_


Ling feng berlari meninggalkan gunung merapi sekalian diperjalanan dia mengambil beberapa pelepah kayu dan batu vulkanik yang sangat keras agar nanti nya akan dia buat sebagai perisai. Dan memasukkan nya kedalam kantung ruang.


Dia berlari sekaligus mencoba berlatih teknik terbang nya.mengendalikam energi nya yang masih rendah hanya seperti bayang api saja walau begitu dia dapat menghasilkan lompatan jauh menyerupai terbang dan membuat langkah nya semakin cepat.


Setelah melewati gunung dan menelusuri lembah Ling feng dapat melihat hamparan kebun yang luas menandakan bahwa Ling feng sebentar lagi akan menemukan sebuah desa.


Ia semakin mempercepat langkah nya. Karena ingin menanyakan tempat lokasi dan arah tujuan


Saat memasuki gerbang perbatasan Ling feng diberhentikan oleh penjaga gerbang masuk


Maaf tuan pendekar bagi orang yang tidak berkepentingan dilarang memasuki desa sembarangan. Ucap penjaga gerbang yang melihat keadaan Ling feng terlihat kusuh dan hanya menggunakan pakaian dari kulit binatang dan membawa panah dipunggung nya. Terlihat seperti manusia gunung yang hendak berburu


Melihat tayapan penjaga yang seperti meremehkan karena tampilan nya.


Ling feng kemudian menjawab.


"Apakah aku tidak boleh memasuki desa


hendak membeli pakaian dan hanya melewati desa saja.


Penjaga yang lain nya menjawab. " tidak bisa tuan pendekar karena akhir akhir ini sering terjadi banyaknya penyerangan hewan buas dan para pendekar tak dikenal pada siang dan malam hari.


Jika ingin memasuki desa ini tuan harus mendaftarkan diri di aula kepala desa dan membantu desa ini dari penyerangan hewan buas dan hanya tinggal beberapa hari saja


Oh benarkah . baiklah antar kan aku mendaftar aku akan tinggal beberapa hari di desa ini walau hanya pelindung sementara saja. Jawab Ling feng


Mari tuan pendekar ikuti saya.


Ling feng dibawa masuk menuju aula kepala desa, di desa itu Ling feng melihat banyak pertokoan dan rumah rumah warga yang tertutup rapat. Dan yang menarik bagi Ling feng adalah desa itu banyak toko toko pembuatan senjata. Desa ini disebut desa api banyak para penempaan tinggal di desa ini. Dan penghasilan dari earga desa ini. Selain menempa senjata banyak juga warga yang menambang batu api dan biji besi dari bagian luar gunung merapi sebagai bahan menempa senjata.


Seperti nya tempat ini cocok untuk ku menempa perisaj. Ucap Ling feng dengan suara pelan nya, Tetapi dapat terdengar oleh penjaga gerbang yang mengantar.


Tuan pendekar jika ingin menempa senjata nanti setelah mendaftarkan diri di kepala desa Aku akan mengantarkan ke tempat penempa terbaik di desa ini. Meski orang nya cukup aneh karena hanya menerima bahan kualitas terbaik tapi dengan bayaran nya cukup besar mungkin dia akan membantu tuan.


Oh terima kasih sebelum tuan penjaga. Ucap ling feng


Beberapa saat kembali berlalu setelah mendaftarkan diri sebagai pasukan pelindung desa. ling feng pergi ke tempat penempaan bersama penjaga gerbang, sebenarnya ia ingin membeli pakaian terlebih dahulu tetapi dikarena kan toko pakaian dan toko lain nya turun ia hanya mengurungkan saja niat nya.


Permisi Pak tua aku membawa orang yang ingin dibuatkan senjata. Penjaga gerbang berteriak didepan pintu sebuah rumah. Rumah itu adalah kediaman menempa yang direkomendasikan penjaga gerbang.


Terdengar suara dari dalan rumah, seorang pria paruh baya. Apakah kau tau aku hanya menerima bahan terbaik saja tidak seperti penempa lain yang hanya menjadi pandai besi saja.


Pak tua ijinkan tuan pendekar ini masuk saja dulu memberitahukan niat nya setelah itu terserah kau saja pak tua. Soal harga tenang saja.


Saat didalam rumah penempa Ling feng mengeluarkan pelepah kayu, dan batu vulkanik.

__ADS_1


Apakah pak tua dapat membantu ku membuat perisai, aku dengar desa ink sedang mengalami bencana serangan beberapa binatang buas.ucap ling feng


Penempa tua itu memperhatikan dengan teliti pelepah kayu dan bergumam dalam pikiran nya. kayu yang sangat keras, juga batu vulkanik yang tahan api, Bahan yang sangat unik


Jika pendekar muda ini ingin membuat perisai setidaknya harus membawa biji besi juga untuk membuat nya.


Jadi pak tua dapat membuat nya, tapi sayang nya saat ini aku tidak memiliki biji besi dan pertokoan juga seperti nya sedang tutup.


Apakah pak tua ada solusi? Tanya Ling feng.


Ah itu sebenernya nya aku punya beberapa biji besi jika pendekar muda dapat membeli nya juga dengan senang hati aku akan membuat perisai untuk pendekar muda.


Baiklah Lakukan saja yang terbaik pak tua aku akan menunggu hasil nya esok hari aku kembali.


Berapa yang harus aku bayar pak tua?


Hanya 3 keping emas saja berikut biji besi nya, pendekar muda mungkin ditempat lain lebih murah hanya dengan Beberapa perak saja tetapi mereka tidak akan dapat membuat senjata dengan bahan sekeras ini. Ucap penempa menambahkan.


Dan juga jika menambahkan inti binatang buas atau siluman tipe pertahanan. Akan sangat baik hasilnya nanti.


Aku memiliki inti binatang buas, Mungkin pak tua dapat melihat nya, ucap Ling feng mengeluarkan beberapa inti binatang buas tingkat 4 dan 5, dan juga mengekuarkan 5 keping emas sebagai pembayaran


Wow, ternyata memang para generasi muda selalu antusias jika mengenai hal hal yang terbaik.


Baiklah aku mengambil 1 saja inti binatang buas, sepertinya ini badak api cocok menambahkan elemen api pada perisai saat digunakan. Aku akan membuat nya saat ini kembali lah esok hari pendekar muda. Ucap pak tua penempa


Terima kasih pak tua sampai bertemu esok hari


Keesokan hari nya saat sore hari menjelang malam keadaan desa menjadi gaduh karena berbagai suara panggilan darurat. Ada yang memukul lonceng, ada yang memukul pentungan kayu, tanda semua warga bersiap ada penyerangan.


Ling feng bergegas menuju aula kepala desa. Disana sudah berdiri puluhan pendekar dengan memegang pedang masing masing termasuk penjaga yang sebelum nya membawa Ling feng.


Segera bersiap kita akan berjaga di gerbang masuk desa ini. Persiapkan senjata kalian dan saat nya kita bertempur melawan Binatang buas teriak seorang prajurit desa sebagai pimpinan. Jika dilihat kekuatan nya hanya Pembentukan Qi*8. jauh di bawah Ling feng.karena Ling feng bukan penduduk desa disana jadi dia hanya mengikuti arahan saja.


Saat semua berlari ke gerbang desa, Ling feng berlari kearah iain itu untuk mengambil perisai.


Tiba di tempat penempan, Ling feng berteriak Pak tua cepat berikan perisai nya. Keadaan desa sedang gawat.


Dengan membawa perisai ditangan dan panahan dipunggungnya Ling feng terlihat gagah bagai prajurit pergi kemedan perang. Ling feng berlari menuju gerbang desa.


Banyak pasang mata yang memperhatikan karena penampilan Ling feng yang mencolok, tapi Long feng mengacuhkan dan tetap fokus pada pemandangan di depan gerbang desa.


Terlihat dua ekor burung terbang menghampiri gerbang masuk desa, itu adalah binatang buas tingkat 3 yang setara dengan ranah pembentukan inti, burung itu gagak emas dan elang perak yang Menyemburkan api dan badai angin terhadap ladang kebun desa dan juga kepada penduduk desa yang berjaga.


Boooommmmmmn


duuuuuuarrrrrr

__ADS_1


__ADS_2