5 Pendekar Ling

5 Pendekar Ling
119. Kompetisi Tahap Penyempurnaan


__ADS_3

Keesokan hari Kompetisi beladiri kekaisaran kembali dimulai.


Sebelum matahari terbit kerumunan dan banyak nya penonton memenuhi area alun alun kota untuk menyaksikan kompetisi dan mendukung para jagoan mereka.


kerumunan penonton memenuhi area kompetisi tak lupa para pedagang pun dengan penuh semangat menjajakan barang dagangan nya.


suara suara pedang menyebutkan barang dagangan dengan penuh semangat agar para peserta dan penonton melirik dagangan nya baik itu makanan ringan maupun cemilan.


para peserta satu persatu berdatangan di temani beberapa orang yg mendukung nya baik itu dari pihak kekaisaran dan kerajaan yang dikawal oleh para pasukan, dan sekte sekte terkemuka dan klan teratas di kekaisaran yang di kawal beberapa rekan dan para tetua atau patinggi sekte dan bagi para peserta independen atau kultivator liar hanya beberapa orang saja yang menemani disisi lain nya ada rombongan 4 anak muda yang memasuki tempat peserta dengan diikuti iringan pasukan kota huatao dan juga pasukan bayangan malam ( ying long ) yang baru baru ini menjadi terkenal karena membantu kekaisaran dalam segala hal.


ke 4 anak muda ini tidak lain 4 peserta daling Libg bersaudara yang mengikuti kompetisi tahap penyempurnaan yang diikuti juga 10 peserta dari pasukan bayangan malam yang lolos pada kompetisi babak ke 2 tahap penyempurnaan ini.


dengan suara teriakan pasukan bayangan malam dan juga para bawahan di penginapan long ke 4 saudara ling beserta pasukan bayangan malam nya menjadi semakin bersemangat dalam mengikuti kompetisi ini.


disi lain para peserta semakin waspada dan menguatkan tekad dalam kompetisi karena sebelum nya mereka melihat para saudara ini dan bawahan nya yang bertindak diluar nalar mereka selama memasuki dunia kecil.


tetapi dengan ada nya mereka juga beberapa peserta lain dapat terselamatkan.


sedang asyik nya suara teriakan dukungan dan juga teriakan para pedagang menjajakan dagangan nya terdengar bunyi "goooong" menggema menandakan kompetisi akan segera dimulai.


pria paruh baya yang berasal dari sekte naga biru kembali muncul melayang di ditengah tengah area kompetisi. pria paruh baya tersebut adalah tetua mo shan zhu yang bertindak sebagai juri kembali dalam kompetisi ini, dengan membuka mulut nya dan berkata lembut dan juga disertai energi pada suara nya hingga terdengar di telinga para peserta dan penonton yang memenuhi area alun alun kota.


" kompetisi tahap penyempurnaan ini akan segera dimulai dan aturan nya sama seperti sebelum nya untuk tidak saling membunuh dan melumpuhkan kultivasi lawan. jika salah satu pihak tak mampu melanjutkan pertarungan diharapkan untuk menyerah agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan. maka pihak lain nya dinyatakan memenangkan pertarungan." ucap tetua mo san zhu


"Mari kita mulai kompetisi duel ini dan peserta no urut 1 - 5 bertarung melawan no urut 100 - 95" lanjut ucapan tetua mo san zhu yang dapat di dengar semua orang.

__ADS_1


"prok prok prok"


"wooowwww"


"yeaaahhhhh"


seketika suasana menjadi ribut kembali karena teriakan dan tepuk tangan para penonton yang mendukung jagoan nya masing - masing.


didalam arena para peserta kembali bertarung untuk saling menjatuhkan pihak lawan masing masing.


ke 4 saudara ling beserta para bawahan nya dari pasukan bayangan malam memperhatikan dengan seksama mengenai para peserta lain yang bertarung.


selang beberapa saat dan waktu pun berlalu matahari semakin tinggi, sudah ada beberapa duel yang berlalu dengan cepat.


satu persatu pasukan bayangan malam nya memasuki arena duel dan ada yang dapat memenangkan pertarungan ada juga yang mengalami kekalahan dalam duel tersebut. meski mengalami kekalahan mereka menerima dengan lapang dada dan tuan muda mereka tidak mempermasalahkan kekalahan ini.


kini tiba waktu no peserta 26 - 30 memasuki arena dan itu adalah waktu nya Ling feng memasuki arena dan menunjukan kemampuan nya, sedangkan disisi lain lawan nya dengan no urut 75 - 71 didalam nya terdapat Ling bai uang berada di sisi arena lain dengan no urut 73 melawan no urut 23 pada arena ke 3. ling feng swndiri berada pada arena no 5 yang berarti lawan nya adalah peserta dengan no urut 71.


melihat saudara ke dua nya berada di arena berbeda ling bai berteriak untuk menambah suasana agar tidak bosan. " kakak ke 2 karena kita bertarung di waktu yang sama bagaimana jika kita taruhan siapa yang paling cepat memenangkan pertarungan ini. lalu yang kalah harus menuruti keinginan pemenang, bagaimana kak?" teriak ling bai


jelas ling bai percaya diri karena lawan nya kali ini berada pada ranah pembentukan inti *1 dan berada dibawah nya dan juga dari pakaian nya yang tidak menunjukan lambang sekte sudah jelas ling bai dapat menebak jika lawan nya adalah kultivator individu yang tidak tergabung dalam sekte atau klan atau mungkin tidak masuk dalam organisasi manapun.


disi lain nya ling feng hanya menggelengkan kepala karena saudara ke 4 nya ini yang terlalu percaya diri. walaupun situasi saat ini ling feng melihat jika lawan nya adalah salah satu murid sebuah sekte besar yaitu sekte pedang langit. dan memiliki ranah kultivasi pada penyempurnaan *3 atau setara dengan Ling feng sendiri.


tetapi ling feng tetap menerima taruhan dari adik ke 4 nya itu.

__ADS_1


"baiklah adik ke 4 apakah kau sudah siap untuk memenuhi permintaan ku nanti" teriak ling feng membalas ucapan Ling bai.


setelah menyelesaikan kata kata nya Ling feng bergegas menyerang lawan duel nya.


peserta dari sekte pedang langit pun tidak tinggal diam dan mengeluarkan pedang nya untuk maju menerima serangan ling feng.


"Booommmm......."


"bugh bugh bugh...."


Tidak mau ketinggalan Ling bai menjadi semangat untuk menjatuhkan lawan nya setelah melihat kakak ke 2 nya telah memulai serangan.


dengan belati kembar nya ling bai menyerang lawan nya dan dari pihak berlawanan peserta lain telah siap dengan tombak nya untuk menerima serangan ling bai, dan adu serangan pun terjadi tak hanya dari arena yg di tempati ke 2 saudara ini, arena lain pun melakukan pertarungan untum mengalahkan satu sama lain.


"wooohhhh"


"wwoooowww"


"ayoo serang"


"ayoo kalahkan"


teriakan teriakan para penonton yang semakin bersemangat menonton pertarungan peserta, apalagi dengan suara pertaruhan dari arena no 3 kepada saudara nya di arena no 5.


ling zia long yang menyaksikan ini hanya menggeleng kepala melihat kelakuan adik ke 4 nya ini memang seperti biasa selalu membuat keributan.

__ADS_1


di arena pertarungan ling feng dan ling bai melakukan duel tidak dengan seluruh kekuatan mereka. mereka seakan akan hanya mengimbangi lawan nya dan untuk sesegera mungkin menjatuhkan lawan tanpa harus mengeluarkan seluruh kekuatan dan energi mereka.


__ADS_2