
A ling terus menerus mendesak dan menyerang mou yin tanpa memberi celah untuk melakukan serangan jarak jauh. Meski begitu mou yin tetap menahan serangan dari A ling meski pun telah terpojok tetapi luka yang diderita oleh mou yin tidak terlalu parah karena tubuh nya terus menerus di lapisi dengan energi angin.
"Sialan ternyata orang ini cukup pandai dalam menghindar dan bergerak cepat." ucap mou yin yang tidak tahu harus bagaimana lagi dalam melakukan serangan terhadap A ling.
Melihat situasi pergerakan A ling yang semakin melambat, mou yin memutuskan untuk mengeluarkan serangan pamungkas nya, karena yakin saat ini lawan nya telah kehabisan energi. Dengan mengambil langkah mundur dengan jarak yang cukup jauh dari A ling, mou yin mengeluarkan energi angin pada pedang nya dan juga mengeluarkan seluruh energi yang tersisa.
Disaat Mou yin sedang mengalirkan energi bersiap untuk menyerang, A ling mengeluarkan energi air nya membentuk dinding air dan mendorong nya ke arah Mou yin.
Mou yin pun yang menyadari dinding air itu mendekat dengan energi yang kuat segera melepaskan serangan terakhir nya.
"Booommmmm... Dhuaaarr......."
Ledakan beradu serangan pun terjadi.
Mou yin tampak kelelahan setelah serangan tersebut, dan tersenyum melihat percikan air hasil dari serangan terhadap dinding air A ling, menyangka jika A ling tidak sempat menghindar dan pasti nya terkena serangan energi angin tersebut, karena keberadaan a ling tidak terlihat lagi dihadapan nya.
"Sekarang pemenang nya sudah dipastikan".
Ucap mou yin yang berbalik arah kehadapan wasit.
" sepertinya nona mou yin terburu buru ingin keluar arena. Aku pasti akan membantu nya".
Seketika suara terdengar di belakang mou yin
"Bughhhhhh" suara pukulan pun tepat mengenai punggung mou yin dan menghempaskan nya keluar arena pertandingan. Sebelum nya saat A ling mendorong dinding air nya yang akan beradu dengan energi angin buatan mou yin a ling langsung bergegas dengan langkah cepat nya ke sisi lain dan melangkah kembali ke hadapan mou yin tanpa mengeluarkan energi atau hanya dengan kekuatan fisik nya saja, tanpa mou yin sadari jika A ling telah dekat dan berada dibelakang nya yang kembali menyerang punggung nya.
Melihat keadaan nya yang saat ini diluar arena menandakan jika dirinya kalah mou yin pun menahan kekesalan dan kesakitan di punggung nya lalu berlalu pergi begitu saja. Wasit kembali mengumumkan hasil pertandingan dan A ling berhasil lolos sebagai pemenang nya.
"Wwwoooaaahhhhhh"
"A ling"
__ADS_1
"A ling"
"A ling"
Kembali suara gemuruh terdengar menyuarakan kemenangan A ling, yang berasal dari Ling zia long bersama saudara dan juga pasukan dan bawahan nya.
Diarena yang lain nya telah keluar juga nama nama pemenang lain nya dan ada za noe komandan pasukan kota huatao yang melaju pada babak selanjut nya.
Pertandingan dan pertandingan pun terus berlanjut beberapa pasukan bayangan malam dan juga pasukan kota huatao telah melakukan pertandingan nya begitu juga dengan perwakilan kerajaan luo dan pangeran luo zhi terpilih kedalam barisan peserta yang memasuki babak selanjut nya.
Hari pun semakin larut dan tanpa terasa sudah saat nya Ling yu memasuki arena pertandingan melawan peserta lain dengan no urut peserta 51.
Kali ini lawan ling yu adalah seorang pria yang berasal dari kerajaan Qin, yaitu bernama Qin zhue ne.
Meski Qin zhue ne terlihat angkuh yang terlihat mendominasi karena memiliki kultivasi berada pada ranah pembentukan inti*4, itu memang cukup bagi orang lain menyombongkan diri karena merasa genius pada generasi muda. Apalagi saat ini Qin zhue ne tidak dapat melihat aura energi atau ranah dari lawan nya yaitu Ling yu. Berbeda dari sisi lain jika bagi Ling yu melakukan pertarungan ini adalah hal yang sangat mudah dan tidak akan membutuhkan banyak energi untuk melawan lawan nya.
Saat wasit pertandingan menyuarakan tanda untuk memulai pertarungan ling yu tetap terdiam memperhatikan bagaimana pergerakan lawan nya. Untuk Qin zhue ne sendiri dengan angkuh nya berbicara.
"Sayang sekali gadis cantik sepertimu akan babak belur terkena serangan ku, sebaiknya kau menyerah saja dan tunduk pada tuan muda jenius ini!" ucap qin zhue ne
Mengetahui lawan nya hanya terdiam saja qin zhue ne memulai dengan pukulan nya yang menghasilkan energi api menyerang Ling yu dalam jarak sepuluh langkah.
Dengan lambaian tangan ling yu serangan api tersebut padam tak tersisa.
Melihat serangan pukulan api tersebut lenyap begitu saja Qin zhue ne kembali menyerang secara langsung dan mengeluarkan pedang nya. Kali ini dia mengeluarkan kekuatan penuh dan juga menyelimuti pedang nya dengan energi api untuk mengalahkan lawan.
Dengan gerakan tangan ling yu yang diselimuti energi terbentuklah sebuah dinding perisai putih transparan menghalangi serangan dan pergerakan dari qin zhue ne.
"Bughhh... Bughhh..... Bughhh."
Qin zhue ne mengeluarkan energi dan memukul - mukul perisai tersebut hingga membuatnya frustasi.
__ADS_1
"Wanita ****** keluar dari cangkang mu, dan hadapi aku!" teriak kesal qin zhue ne dan bergerak mundur untuk mengambil jarak.
"Apakah hanya mulut mu saja yang kuat berbicara, sedangkan otak dan kemampuan mu sangat dangkal" ucap Ling yu yang membalas ucapan qin zhue ne.
Merasa kesal dengan perkataan Ling yu kembali Qin zhue ne mengeluarkan serangan dengan pedang yang diselimuti energi api, dari hasil kekuatan penuh qin zhue ne.
"Rasakan ini berengsek" teriak qin zhue ne
"Booommm......."
Serangan tersebut hanya mengenai dinding perisai yang menghalangi ling yu.
"Apakah sudah selesai pergerakan mu?" waktunya mengakhiri pertandingan." ucap ling yu"
"Hembusan angin dingin" teriak ling yu mengeluarkan teknik ber pedang nya yang menghasilkan tekanan angin dingin disertai salju dan mendorong mundur qin zhue ne hingga keluar arena, tak berhenti disitu saja angin salju yang mengenai tubuh qin zhu ne membuat nya kedinginan yang tak akan hilang dalam waktu dekat, Sehingga tubuh qin zhue ne seperti membeku dan merasakan siksaan dari rasa sakit dan dingin yang menimpa nya.
Wasit pun kembali mengumumkan kemenangan peserta no urut 50 yaitu Ling yu.
"Wwwoooooowwwwww"
"Horeeeeeeee"
"Hidup putri yu"
"Hidup nona muda yu"
Teriakan teriakan kembali di suarakan oleh para pasukan kota huatao bersama pasukan bayangan malam nya, begitu juga dengan bawahan pekerja di penginapan long.
Suara suara teriakan tak hanya terdengar dari bawahan dan pasukan ling yu penonton pun tak kalah sengit menyuarakan dukungan bagi ling yu sebagai kandidat calon pemenang kompetisi.
Suara gemuruh penonton dan peserta pun menandakan akhir dari Pertandingan sesi pertama bagi ranah pembentukan inti, dengan menyisakan peserta dengan jumlah 50 orang dan akan kembali bertanding pada hari kedua setelah kompetisi ranah penyempurnaan dilakukan.
__ADS_1
dan kompetisi ranah penyempurnaan akan dilanjutkan keesokan hari nya.
Ling yu bersama para saudara nya bergegas kembali ke penginapan long dengan menunggangi kereta kuda. Dibelakang nya terdapat barisan pasukan bayangan malam dan juga pasukan kota huatao bersama para bawahan di penginapan long, bahkan beberapa penonton yang juga mendiami penginapan long mengikuti iringan kereta kuda dibelakang nya. Barisan ini terlihat sangat megah dan mendominasi jalanan, selain sorakan para pendukung ling yu dan saudara nya terlihat juga penonton yang beriringan memenuhi jalan sepanjang perjalanan kembali ke penginapan long.