
Hari berganti bulan, bulan berganti tahun.
Tahun ke 2 ke 3 dan ke 4.
4 tahun berlalu di pulau Kura kura, saat ini Ling xuan dibantu oleh Tetua kura kura dan pasukan kura kura nya sedang membuat sebuah perahu dengan kapasitas kecil, yang hanya dapat memuat 4 orang saja didalam nya. Dengan atap perahu yang terbuat dari kayu dan dedaunan kering sebagai pelindung dari panas nya sinar matahari
Perahu ini terbuat dari kayu pohon berusia ribuan tahun dengan kualitas kayu yang sangat keras yang dapat menahan serangan dari binatang buas laut kualitas tinggi, tetapi juga begitu ringan saat mengambang dilautan luas. Dengan memanfaatkan layar yang terbuat dari kulit ular dan salamander yang dikeringkan sebagai stabilitas perahu dari terpaan angin dan penentu arah.
Dibelakang perahu ada sebuah baling baling terbuat dari tulang Salamander yang keras. Untuk menggerakan nya dapat dengan dikayuh dengan pedal atau juga dapat menggunakan energi angin atau pun air.
Dan disamping kanan kirinya sebuah batang pohon kelapa yang sangat keras sebagai penopang perahu agar tidak mudah terbalik, batang pohon ini juga dapat ditumpangi masing masing satu orang saja untuk membuat persiapan jika kelebihan muatan dapat digunakan sebagai penambah tenaga dengan masing-masing menggunakan dayung mengayuh perahu.
Pembuatan ini didasari dari pengalaman kura kura yang telah mengarungi berbagai lautan dan samudra dalam masa transmigrasi sebelum bermutasi menjadi kura kura siluman ataupun menjadi binatang buas tingkat tinggi.
Tetua kura kura terima kasih banyak atas bantuan nya selama ini, akj tidak dapat mebalas nya saat ini, dan jika ada lain kesempatan berkunjung lah ke pulau tebing hitam kami. Ucap Ling xuan
Baik lah nak jika ada kesempatan pasti kita akan bertemu kembali. Dan jika kau ada waktu singgah lah ke Pulau kura kura ini. Anggap saja ini sebagai rumah ke dua mu nak.jawab tetua kura kura.
Ling xuan berlutut sebagai penghormatan kepada tetua kura kura.
Ling xuan memberi hormat kepada tetua kura kura. Dan sampai jumpa kembali.
Ling xuan melangkah Pergi ke dalam perahu bersama Kura kura batu tempurung gerigi.
Dan untuk Tempurung perisai nya tetap berada dipunggung nya. Karena di pulau kura kira tidak kantung penyimpanan.
Selamat tinggal pulau kura kura sampai bertemu kembali.
Saat nya berpetualang
Teriakan Ling xuan menggema di pulau kura kura yang mengantarkan kesedihan bagi pulau kura kura.
Waktu berlalu hari berganti di lautan lepas. Untuk mengisi kejenuhan nya dalam berperahu terkadang Ling xuan mengambil ikan dan membakar nya dengan energi atribut api.
Mengarungi lautan luas berbagai macam binatang buas laut sering dijumpai nya bahkan telah melewati beberapa pulau tak berpenghuni, Yang hanya diisi oleh Binatang dan siluman saja. Dan juga melewati berbagai fenomena lautan, seperti badai angin, terpaan badai hujan, dan juga gelombang ombak besar
Ling xuan hanya ditemani oleh seekor kura kura batu. Terkadang dia berbicara dengan kura-kura sepertk hanya berbicara sendiri saja karena kura itu belum memiliki kecerdasan nya sendiri.
Saat ini Ling xuan memanggil kura kura batu itu dengan sebutan Gui yan
Dengan melompat tinggi ke langit Ling xuan dapat melihat sebuah pulau sekitar 2km jauh nya.
"Sepertinya lebih baik beristirahat dipulau itu,
Bosan juga terus menerus dilautan. Yang hanya makan tidur saja karena berkultivasi pun tidak begitu terasa karena atribut bumi dan api yang bertentangan dengan lautan luas ini.
Ling xuan mengarahkan kapal kecilnya itu ke arah pulau. Dan mengedarkan energi nya memeriksa apakah ada binatang buas atau penghuni lain yang memiliki kekuatan lebih tinggi.
Pulau ini cukup besar tapi Mengapa tidak ada penghuni nya? Bahkan tidak ada tanda tanda kehidupan Setelah sekian lama. Sudah lah tak perlu dipikirkan aku hanya ingin beristirahat saja disini
Semakin dalam Ling xuan memasuki wilayah pulau semakin heran dibuat nya. Karena dari energi bumi yang dia rasakan itu berbeda dari pulau pulau lain, Seperti ada kejanggalan.
__ADS_1
Ling xuan terus menelusuri Pulau yang menurut nya aneh, bahkan tak ada tumbuhan yang hidup dipulau ini, semua kehidupan yang ada dipulau layu seperti terhisap esensinya.
Uwak, uwak ,uwak
Kura kura batu nya Gui yan bersuara pelan meronta ronta pada genggaman Ling xuan, seakan memberitahukan tanda bahaya
Ling xuan melepas nya sehingga Gui yan berlalu Pergi dengan langkah kecilnya kembali ke perahu.
Ling xuan semakin penasaran dibuat nya dan mengalirkan energi untuk memeriksa.
Tetapi aneh nya energi itu seperti terhisap kedalam tanah Secara perlahan tetapi seperto tak pernah puas.
Kembali Ling xuan menarik energi nya, dan memeriksa lebih dalam hanya dengan mata dan fisiknya saja.
Waktu terus berlalu semakin larut hingga saat ini Ling xuan telah berada di ujung pulau berlawanan arah dengan tempat Ling xuan tiba. Karena saat memeriksa ada sebuah perahu kecil seperti rakit Terdampar dipantai.
Saat Melihat lebih dekat ada seseorang yang
tergeletak di pasir pantai dengan kepala menghadap ke bawah.
Dengan cepat Ling xuan menghampiri dan memeriksa keadaan nya.
Untung nya dia masih hidup. Jika dibiarkan disini kehidupan nya semakin lama akan terhisap.
Ling xuan membawa nya kembali kekapal. Untuk memeriksa lebih lanjut dan hari pun menjelang malam.
Saat tiba di perahu Ling Xuan mengalirkan energi kehidupan kedalam tubuh seseorang itu, dan memberikan herbal penyembuhan, Ling xuan menghancurkan herbal dan memasukan dengan paksa ke mulut.
Ling xuan keluar ruangan dan berdiri didepan perahu pandangan nya menghadap kepulau memperhatikan apa yang terjadi sebenar nya, Dan kemanakah energi ini terserap.
Memikirkan nya saja sudah rumit, Ling xuan duduk bermeditasi menenangkan pikiran dan tubuh nya, dalam meditasi nya dia memeriksa ke kedalaman air dan melihat arah energi yang terserap.
Mentari kembali bersinar, Ling xuan membuka mata dan telah memahami apa yang terjadi.
Byurrr ....
Ling xuan masuk kedalam air laut memeriksa kembali keadaan Pulau dari dasar laut dia mengikuti arah energi yang terserap, menahan nafas dan mengalirkan energi, ling xuan masuk kedalam sebuah gua dasar laut.
Semakin kedalam semakin terasa menakutkan, karena energi itu terkumpul disana,
Dengan memeriksa Keadaan gua sekitar, Ling
xuan menemukan sebuah batu bulat seperti telur, sama seperti telur yang ada dalam Tempurung nya. Hanya saja telur yang dilihat nya saat ini seperti batu yang sangat keras.
"Apakah ini telur dari binatang lain? Apakah dimasa depan aku akan membuat peternakan binatang buas, semakin banyak binatang Binatang yang ditakdirkan ku temukan. Gumam Ling xuan dalam pikiran nya.
Dengan cepat Ling xuan mengambil telur itu dan membawa kembali ke perahu.
Saat tiba di perahu Ling xuan melihat Gui yan yang ketakutan dengan melihat telur itu.
Dan kembali memeriksa ternyata energi kehidupan yang tadi terkumpul di dalam gua mengikuti nya ke arah perahu.
__ADS_1
Ling xuan memasukkan gui yan kedalam ruang Tempurung nya, Ternyata didalam ruang Tempurung itu seperti tidak terpengaruhi energi, dia mengalirkan energi ke dalam telur kura kura dalam Tempurung pun dan semua terlihat normal, menyadari akan hal itu Ling xuan membiarkan Gui yan berada di dalam ruang tempurung.
Gui yan yang berada didalam ruangan merasa senang terhindar dari bahaya, dan juga dia melihat ada telur dari ras kura kura, sehingga Gui yan cukup bahagia seperti seorang kaka yang menantikan adik nya.
Kembali Ling xuan keluar dari Tempurung dan melihat telur yang tergeletak masih menyerap energi.
Melihat energi yang melimpah ini dengan pernafasan nya dia merasa dapat ikut menyerap energi itu juga. Memanfaatkan situasi dia ikut menyerap energi yang terkumpul di perahu nya.
Dengan senang Ling xuan kembali membuka mata merakan energi tubuh nya melimpah, seolah olah dia menemukan kristal energi yang dapat diisi ulang.
Seketika dia bangkit berdiri dengan kaget karena baru mengingat ada seorang manusia didalam perahu nya.
Melihat energi kehidupan nya yang ikut terserap Ling xuan kembali panik.
"Bagaimana ini dia akan mati jika terus seperti ini karena manusia biasa tidak dapat menyerap energi. Malahan dia akan terkikis energi kehidupan nya. Ucap Ling xuan yang panik
Dia berfikir cukup keras, beberapa waktu kemudian mendapatkan ide
Ling xuan mengambil inti siluman dari tempurung nya, itu didapat dari pemberian tetua kura kura, dan menyimpan nya, karena Ling xuan tidak cocok dengan inti monster atribut air.
Aku coba saja bereksperimen, nama nya juga usaha menyelamatkan manusia. jika takdir berkehendak lain. Ya ma'affff
Ucap kembali Ling xuan Dalam pikiran nya.
Ling xuan menghancurkan inti siluman itu dan memasukan ke mulut nya dengan bantuan air.
Seketika Ling xuan melihat tubuh orang itu penuh dengan energi yang meluap, seakan orang itu akan meledak.
Dengan cepat ling xuan mendudukkan nya, dan mengalirkan energi, membantu mengontrol energi yang mengamuk didalam tubuh orang tersebut.
Karena rasa sakit yang menyiksa orang itu tersadar dari pingsan nya, dan melihat seorang remaja membantu menstabilkan rasa sakit dalam tubuh.
Te..te..terima kasih, ucap orang itu terbata bata.
" Alirkan energi ke seluruh tubuh mu, Tetap pertahankan kesadaran mu, atur pernafasan mu. "Cepat lah!
Tanpa membuka mata dan tetap membantu mengatur energi nya ling xuan mengeluarkan suara.
Dengan cepat Mengikuti apa yang dikatakan oleh remaja yang ada dihadapan nya, berfikir mungkin remaja ini telah kehabisan energi karena menyelamatkan nya.
Beberapa saat melewati gejolak energi dalam tubuh nya
Dugghhh
kini orang tersebut dapat menerobos ranah pemula*1.
Melihat energi orang itu telah stabil Ling xuan keluar dari ruangan. Duduk bersemedi dihadapan telur batu. Untuk ikut menyerap energi yang terkumpul.
Hari terlewati Ling xuan tetap berada di luar ruangan kapal, Berhadapan dengan telur batu.
Saat membuka mata dan menoleh kebelakang Ling xuan melihat seseorang sedang bersujud cukup lama menunggu dia membuka mata.
__ADS_1