
ketua klan
ketua
ketua klan
"mereka tidak ada di pulau
lanjut ucapan para tetua, mereka kembali ke aula pertemuan untuk melaporkan bahwa anak anak nakal itu tidak ada di pulau bahkan sudah mencari ke tebing hukuman dan juga ke penjaga pantai bahkan di kebun para tetua pun mereka tidak menemukannya
"apakah mereka berkunjung ke gunung tempat para sesepuh tinggal?"
"biasa nya apabila mereka lari dari hukuman mereka akan tinggal di gunung". ucap ketua menimpali semua tetua
"tidak ada ketua, sudah saya cari ke sana" ucap tetua ke 3.
"apakah mereka ke lautan untuk mengikuti para pendekar klan yang akan berburu monster laut?
karena hanya para pendekar yang yang mendapat misi ini". lanjut perkataan tetua ke3
"cepat persiapkan kapal lain kita akan menyusul dan mencari mereka." ketua pun berkata terburu buru
"maaf ketua" bantah tetua pertama,
"bukan nya kapal yang satu nya masih dalam keadaan rusak dan sudah lama tidak dipakai".
"hubungi nenek secepat nya, kita akan minta para sesepuh untuk mendapat kan pencerahan mengenai masalah ini" lanjut ketua ling zhong atau ayah Ling zia long
_-_-_-_-_-_-
dilautan lepas kapal akhirnya berhenti dan sedang berjuang memburu gurita raksasa setinggi 5x tinggi manusia dewasa dengan tentakel yang panjang nya sepanjang sekitar 2 kaki, gurita ini telah menjadi binatang buas tingkat 3. perahu - perahu kecil sebanyak 5 buah dikeluarkan mengelilingi gurita itu agar menutup jalur melarikan diri dari gurita tersebut dan untuk para kultivator yang kemampuan tinggi melalui udara melepaskan serangan berupa elemen elemen nya masing masing ada serangan api, serangan angin dan serangan kayu untuk menumbangkan gurita tersebut
lepaskan jaring nya dan tangkap gurita itu ucap pemimpin kelompok yang telah menjadi kultivator tinggi sedangkan para pendekar yang berada di perahu perahu tersebut membuka jaring untuk menangkap gurita tersebut.
namun sayang gurita tersebut termasuk hewan buas yang memiliki kemampuan tingkat 3 dan tak akan menyerah begitu saja
disisi lain ke 4 anak anak memperhatikan pergerakan dari gurita dan serangan dari para pendekar untuk membaca situasi nya. mereka belum pernah melihat hal seperti ini dan semakin takjub akan hal hal yang dilakukan para pendekar dan kultivator itu.
sambil membaca situasi dan melihat perkelahian antara kelompok pendekar dengan gurita tersebut mereka menyiapkan senjata masing masing yang mereka curi dari tempat penyimpanan senjata di kapal, ada pedang panah dan tombak, hanya ling xuan saja yang selalu membawa tameng untuk pertahanan diri nya.
__ADS_1
tapi juga ikut mambawa tombak ikan hasil curian para saudara nya tersebut.
gurita itu terus memberontak dari sergapan para kultivator dan pendekar yang sedang berjuang menangkap nya. dan mengeluarkan serangan dari mulut nya berupa atribut air yang disemburkan sehingga menimbulkan arus deras dari mulut gurita sedangkan tentakel nya yang berjumlah 8 itu dimainkan seperti cambuk yang akan bergerak kemana mana untuk menghindari serangan para kultivator klan.
semakin lama para pendekar yang menyerang dengan energi dan fisik nya semakin kelelahan dan terluka akibat serangan balik dari tentakel gurita itu, dari 30 orang yang melakukan serangan bersama kini hanya tersisa 8 orang saja yang bertahan sisa nya kembali ke kapal dan memulihkan diri.
8 orang ini yang tersisa sudah merasa prustasi bagaimana mengalahkan gurita itu yang semakin ganas 5 orang diantara mereka masih melakukan serangan di udara dan 3 orang masih melakukan serangan di perahu perahu yang mereka naiki sambil membuat pertahanan.
4 orang anak mulai bergerak perlahan menaiki perahu perahu yang kembali ke kapal membawa pendekar yang terluka, tanpa memperdulikan situasi sekitar, 2 perahu digunakan dari sisi berbeda 1 sisi adalah ling feng dan ling bai sisi lain adalah ling zia long dan ling xuan
memanfaatkan serangan dari para kultivator dan pendekar itu mereka dapat mendekat ke arah gurita dan memanfaatkan situasi dari kelengahan gurita tersebut karena tidak merasakan aura dari ke 4 anak itu.
ling zia long dan ling feng membuat pergerakan dengan busur masing masing
"arah kan pada kedua mata nya", ling zia long memberi aba aba pada ling feng
sedangkan untuk ling bai dan ling xuan tetap mendayung dan menstabilkan pergerakan perahu
"syutttt..."
"swuuussshhhh.."
kedua anak panah dilesatkan dari sisi ling zia long dan ling feng, mereka melakukan serangan berkali kali
"syuuuttt".....
sehingga ada beberapa tertancap tepat pada kedua mata dari gurita tersebut dan ada juga yang menancap pada pelipis dan bibir dari gurita.
"groaaarrrrr" suara kemarahan dari gurita
gurita tetap bertahan dengan luka dimuka dan mata nya tapi pergerakan nya semakin brutal, karena rasa kesakitan pada kedua mata nya, gurita memilih masuk kedalam air sehingga para kultivator yang beratribut air memanfaatkan kelengahan mengikuti gurita kedalam air dan ada beberapa yang dapat memotong tentakel dari gurita,
ke 4 anak itu tidak membiarkan gurita masuk kedalam air mereka menyiapkan tombak dan pedang menyusul para kultivator yang terjun ke air sedangkan para pendekar yang kelelahan masih terdiam di perahu sebagai pijakan beristirahat, mereka tidak menyadari bahwa anak anak itu bukan termasuk dari tim mereka atau bisa disebut sebagai penyusup di kapal mereka.
dan mereka pun tidak menyadari bahwa mereka masih lah anak anak.
di kedalaman air masih terjadi penyerangan yang dilakukan kultivator air dan ke 4 anak tersebut, ke 4 anak ini bergantian keluar masuk air untuk mengatur pernapasan dan karena belum terbiasa berlama lama dalam air
tapi pergerakan mereka sangat cepat melakukan serangan dengan lemparan tombak dan dan tebasan pedang nya jika 2 orang keluar permukaan air maka 2 orang melakukan serangan didalam air
__ADS_1
setelah beberapa pendekar dan kultivator lain yang telah istirahat sejenak menyusul melakukan serangan akhirnya gurita tersebut dapat dilumpuhkan dan tewas.
beberapa orang mengangkat jaring membawa gurita tersebut dan ke 4 anak ini ikut kembali ke kapal
setelah mereka naik dan berkumpul di kapal sambil beristirahat mereka baru menyadari bahwa ada anak anak di kapal mereka,
"nak, boleh kah yang tua ini tau siapa kalian dan dari mana asal kalian", ucap pria sepuh yang ternyata adalah tetua ke 7 dari klan sebagai ketua yang mengawasi perburuan ini.
mereka kaget ternyata ada yang memperhatikan mereka disudut kapal tempat mereka bersembunyi
"hormat paman ke7, ling zia long menyapa paman semoga paman sehat selalu",
"ling feng memberi hormat paman ke 7"
"ling bai memberi hormat paman ke7"
"ling xuan memberi hormat paman ke7"
ke 4 anak itu memberi salam dan menangkupkan tangan dan berlutut sesuai ajaran klan untuk menghormati terhadap keluarga yang lebih tua.
"dasar bocah nakal",
tetua ketujuh berteriak kencang yang mengakibatkan tatapan semua orang tertuju ke 4 anak tersebut.
"aihhh bagaimana kalian bisa naik kapal ini tanpa sepengetahuan orang tua kalian, apakah kalian tau akibat ulah kalian nenek buyut akan bertindak bagaimana?" ucap tetua ke 7 pada pendekar yang dibawa nya.
Pendekar senior lain mendekati tetua ke 7 dan berkata,
"maaf tetua ke 7 apakah mereka putra putra dari ketua dan para tetua".
tetua ke 7 hanya menghela nafas berat dengan menjawab nya.
"ya mereka adalah keponakan ku yang nakal itu".
"mengapa kalian tidak menyadari keberadaan mereka selama ini apa kalian hanya tidur dan makan saja di kapal tanpa waspada".
semua para pendekar panik dan berkata
"maaf tetua ini kesalahan kami tidak menyadari mereka disini, karena tidak ada jejak aura yg keluar dari mereka jadi tidak menyadari pergerakan mereka".
__ADS_1
"maafkan kami tetua"
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_