5 Pendekar Ling

5 Pendekar Ling
58. Perencanaan Kembali dengan Paviliun baozang


__ADS_3

"Prok...prok...prokkkk"


"Prok...prok.....proookkkkkk"""


Terdengar suara tepuk tangan dari Ling zia long dan juga kelompok nya.


"Hebat Li chen"


"Karena kau telah memenangkan pertarungan ini jadi kau harus mengambil sikap. Nona shui telah meminta maaf dengan tulus jadi itu kembali pada mu. Ucap Ling zia long yang kembali mendekat


Anggota Paviliun baozang juga mendekat kearah nona shui khawatir akan terjadi hal buruk pada nona nya itu. tetapi hanya memperhatikan saja karena belum ada tindakan dari nona nya ini.


" tuan muda aku anggap masa lalu biarlah berlalu semoga dengan ini saudari Li shui dapat mengambil pelajaran dari tindakan nya" ucap li chen yang kembali berlutut dihadapan Ling zia long.


Li shui pun ikut berlutut dihadapan Ling zia long. Dan berucap " tuan muda maafkan aku atas tindakan gegabah ku sebelum nya. Aku berjanji akan memperbaiki perlakuan ku di masa depan".


Para anggota paviliun semakin khawatir karena mendengar seorang anak jendral kekaisaran li saja berlutut di hadapan nya, dan juga nona nya juga ikut berlutut. dalam pikiran mereka apakah tuan muda ini adalah seorang pangeran kekaisaran.


Melihat keadaan yang semakin canggung ling zia long pun akhirnya mempersilahkan mereka untuk kembali berdiri.


"Li chen nona shui bangunlah. Sudah kukatakan sebelum nya itu semua aku kembalikan pada Li chen. Jadi aku tidak ada kewajiban untuk mengambil tindakan". Ucap kembali Ling zia long.


Li chen pun kembali berdiri yang diikuti Nona shui, dan nona shui memeluk li chen dan mengucapkan kata permohonan maaf kembali.


Li chen pun memaafkan dan tidak ada lagi masalah diantara mereka karena bagaimanapun mereka sudah mengenal satu sama lain sedari kecil, hanya saja kejadian masa lalu yang membuat hubungan jadi renggang.


Nona shui pun lega dan akhirnya mereka para saudara pun diundang ke paviliun baozang untuk sekedar berbincang bincang.


Karena tidak ada hal penting yang akan dilakukan Ling zia long pun menuruti saja permintaan mengunjungi Paviliun baozang.


Tiba di paviliun baozang para saudara ini disambut dan di sediakan ruangan khusus

__ADS_1


untuk pertemuan.


Saat didalam ruangan dan menikmati jamuan dari Paviliun baozang bersama nona shui, tiba tiba masuk lah seorang pria paruh baya usia sekitaran 50tahun. Dengan tatapan yang sedih bercampur bahagia.


"Dimana keponakan li chen dimana keponakan li chen". Pria paruh baya itu memanggil manggil nama Li chen.


Pria paruh baya itu adalah pemilik Paviliun baozang cabang kota kerajaan luo ini. Dia adalah ayah dari Li shui yang bernama Li shan memiliki kultivasi ranah bumi awal *4 meski ranah kultivasi nya rendah untuk ukuran petinggi kota kerajaan tetapi karena status nya dan juga hubungan dengan berbagai pihak apalagi dengan keberadaan Paviliun baozang yang mengendalikan perdagangan. Itu membuat nya dapat disetarakan dengan para petinggi kota kerajaan yang memiliki ranah bumi akhir. Pemilik pavilun baozang yang sebelum nya telah sedikit pulih dari racun dingin. Mendengar cerita dari putri nya Li shui itu bahwa dia telah bertemu dengan Li chen Putra jendral Li chi tetapi saat ini dia telah menjadi bawahan seorang tuan muda yang tidak dikenali nya tetapi tuan muda itu dan para saudara nya yang telah menyembuhkan pemilik paviliun baozang dan juga para tabib serta para petinggi kota kerajaan. Lalu mereka pun telah menyusun rencana bersama pangeran Luo untuk memancing para pihak yang memberontak dengan sebuah pelelangan.


Dengan sedikit kekuatan nya itu pemilik paviliun baozang berbicara dan meminta putrinya itu membuat hubungan baik dengan para tuan muda itu dan juga berkat mereka lah Li chen yang dianggap sebagai keponakanya ini dapat ditemukan.


"Li chen putra Li chi menyapa paman Li shan." ucap Li chen yang langsung berlutut di hadapan pemilik Paviliun baozang.


Pemilik paviliun baozang pun mengangkat tubuh li chen dan langsung memeluk nya. Tanpa berkata apapun dia sedikit sedih terharu akan pertemuan itu Karena telah lama tidak bertemu bahkan dirumorkan telah meninggal.


"Kau sudah tumbuh menjadi seorang pria gagah nak, wajahmu bahkan mirip dengan mendiang ayahmu itu. Tapi sayang orang tua mu tak dapat menyaksikan pertumbuhan mu dimasa depan. Semoga kelak kau akan mewarisi ambisinya dimasa lalu. Beliau selalu berambisi dalam menumpas kejahatan dan juga berambisi dalam mencapai kekuatan agar dapat melindungi keluarga dan juga tanah kelahiran nya.


"Sudah lah paman saat ini semua baik baik saja, Apakah keadaan paman shan sudah lebih baik?" tanya Li chen


Perkataan itu sontak menyadarkan nya karena diruangan itu tidak hanya ada li chen dan dirinya saja.


Ucap pemilik paviliun baozang yang berkali kali meminta maaf pada Ling zia long dan juga berlutut sebagai penghormatan.


"Tuan shan tak perlu sungkan seperti itu" ucap Ling zia long yang membantu nya bangkit dan memapah nya ke tempat duduk bersama para saudara nya.


"Perkenalkan nama ku zia long, dan ini para saudara ku, saudari yu dan juga saudara feng, dan ini A ling.


"Sebenarnya kami hanya berkunjung saja kesini tidak ingin menggangu tuan shan yang sedang memulihkan diri." ucap Ling zia long dengan ramah.


Keramahan ling zia long itu ternyata membuat nona shui berfikir bahwa memang benar akan pembicaraan ayah nya jika mereka harus diperlakukan dengan baik. Karena mereka akan lebih baik ketika disambut dengan kebaikan dan akan membalas tindakan yang mengecewakan mereka apalagi menghina mereka bahkan para bawahan saja diperlakukan seperti para saudara bagi mereka.


Tidak tidak tuan muda. Justru aku lah yang seharusnya menyambut dan mendatangi para tuan muda ini untuk berterima kasih karena telah menyelamatkan nyawa ku dan juga para rekan ku di kerajaan ini.

__ADS_1


Katakan saja jika butuh bantuan apapun, meski mempertaruhkan nyawa sekalipun aku siap membantu para tuan dan nona muda. Apa lagi tuan muda juga sebagai penyelamat keponakan ku ini.


"Ah baiklah jika begitu maka kami akan merepotkan tuan shan".


"Tapi sebelum itu, lebih baik menunggu kedatangan pangeran terlebih dahulu. Tuan shan bisa berbicara dahulu dengan Li chen".


Ling zia long pun memerintahkan A ling untuk menghubungi pangeran.


setelah beberapa saat menunggu pangeran pun tiba bersama dekan Gu dari akademi kerajaan.


"Salam tuan shan, salam semua nya"


Ucapan pangeran bersama dekan Gu yang bergabung dalam ruangan itu. Li chen dan A ling pun berjaga diluar ruangan karena mereka tahu bahwa pembicaraan ini sangat penting.


Akhirnya pembicaranya pun berlangsung yang melibatkan pangeran dekan Gu dan pemilik paviliun baozang, Ling zia long menjelaskan rencana nya yang akan mengadakan lelang bersama paviliun baozang kembali.


Menurut kabar dari pusat Paviliun baozang beberapa barang yang dikirim akan tiba 3 hari kedepan. Tetapi paviliun baozang pusat khawatir barang tidak akan sampai tepat waktu karena melihat keadaan kerajaan luo ini.


Kemudian jika perkiraan waktu sesuai rencana pelelangan akan diadakan 7 hari ke depan.


Akhirnya ling zia long pun kembali beralasan bahwa Kemungkinan barang barang nya juga akan tiba dalam kurun waktu 5 hari jadi jika pelelangan akan diadakan 7 hari kedepan itu akan sesuai dengan rencana. Dan jika barang yang dikirim tiba Ling zia long meminta tetap merahasiakan identitas nya.


Rencana untuk menjemput barang dari Paviliun pusat diserahkan pada pangeran dan dekan Gu agar mengerahkan komandan pasukan.


Untuk kemanan kota kelompok pangeran tetap berjaga, baik didalam maupun diluar kota, dan para petinggi yang terkena racun tetap bersembunyi di tempat masing masing. Jika saat nya nanti ada pertarungan besar barulah mereka menunjukan diri. Dan Untuk penawar racun akan merepotkan tuan shan sebagai percontohan saat lelang seolah olah racun itu sangat ampuh.


Pangeran pun mengemukakan hasil penelusuran nya jika di luar kota telah banyak terdapat sekelompok orang tidak dikenal Kemungkinan itu adalah pasukan dari serigala hitam yang akan mengacaukan pelelangan nanti.


Setelah Ling zia long mengungkapkan rencana nya mereka meninggalkan paviliun baozang secara bertahap agar tidak terlihat mencurigakan.


Ling zia long pun meminta Ling feng untuk mengajak gagak emas menjemput Sesepuh yang ada di penginapan long. Ling yu juga ingin ikut bersama dengan alasan ling feng pasti tidak mengenalnya dan pasti tidak tau dimana penginapan Long.

__ADS_1


Ling zia long mengijinkan saja asalkan tidak berbuat hal yang membahayakan selama perjalanan, Dan tetap berhati hati.


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


__ADS_2