
Saat ling zia long melangkah lebih jauh ke kedalaman gua. Dia merasakan tekanan yang sebelum nya telah hilang berganti dengan sensasi aneh yang dirasakan dalam tubuh nya.
"Perasaan apakah ini. Apakah tekanan yang sebelum nya telah membuat ku merasakan takut dan khawatir seperti saat ujian pelatihan dari naga leluhur?" ling zia long bergumam sendiri dalam pikiran nya.
Tanpa terasa Ling zia long telah tiba pada ujung lorong gua yang dikelilingi oleh dinding batu yang basah dan lembab seperti sudah sangat lama tidak ada yang memasuki gua ini.
Disudut gua terdapat sebuah batu yang di permukaan nya ada sebuah pegangan pedang yang terlihat lusuh dan rusak dimakan usia.
Dengan rasa penasaran nya ling zia long mendekati batu tersebut. Dan dari batu itu lah tekanan sebelum nya berasal dan juga perasaan aneh yang dirasakan ling zia long. Ling zia long memaksakan diri memegang pegangan pedang tersebut dan juga menarik nya sekuat tenaga. Tetapi sayang nya seberat apapun usaha yang dikeluarkan Ling zia long pedang tersebut masih menancap pada batu yang sangat keras itu. Berbagai cara dilakukan dari mulai menarik nya dengan bantuan energi. Hingga ingin menghancurkan batu tersebut. Tetapi tetap saja batu tersebut tak tergerak sama sekali bahkan tergores pun tidak.
Hingga akhirnya ling zia long mengingat cara memurnikan sebuah artefak atau senjata, yang mana dirinya harus meneteskan darah dan juga mengalirkan energi agar senjata atau artefak dapat mengenali nya. Dengan segera ia melukai tangan nya dan meneteskan darah pada pegangan pedang tersebut. Ling zia long duduk di atas batu menghadap pegangan pedang tersebut dan mengalirkan energi nya pada pegangan pedang.
Pedang tersebut menarik energi yang dialirkan oleh ling zia long sangat deras seperti tak ada puasnya melahap energi tersebut.
Semakin lama energi Ling zia long terserap habis dan tubuh nya seakan melemah dan tak berdaya.
"Aaahhhkkkk....."
Teriakan kesakitan ling zia long menggema didalam gua tersebut. Ling zia long tetap berusaha agar dirinya tetap tersadar sampai harus menggigit lidah nya perasaan nya kini tak karuan dan tubuh nya terasa kebas tak dapat merasakan apapun. Siksaan ini mengingatkan nya akan pelatihan ling zia long saat di dunia kecil yang kini telah menjadi milik nya. Ling zia long berusaha melepaskan tangan nya dari Pedang yang menancap pada batu dihadapan nya tetapi tindakan nya itu sia sia saja karena tangan nya tak bisa melepas pegangan pedang dihadapan nya itu.
Energi pada tubuh ling zia long terserap habis, hingga tak terasa dirinya tidak sadarkan diri.
Kini ling zia long berada disebuah ruangan gelap gulita dan hanya kegelapan saja yang mengelilingi tubuh nya.
__ADS_1
Terlihat sebuah mata merah sedang menatap nya dan mengeluarkan suara yang menggema didalam ruangan itu.
"Rrrrrrrrrr"
"Ternyata anak manusia yang nekat mencabut pedang itu"
"Bocah apakah kau tau apa yang kau lakukan dan mengapa darah yang mengalir di tubuhmu terasa familiar. Dimana kau bertemu dengan nya?" perkataan dan pertanyaan yang bertubi tubi itu membuat Ling zia long berfikir keras "apa yang dimaksud suara tersebut". Pikir ling zia long.
"Maaf senior jika boleh tau dimanakah saat ini aku berada. Dan mengapa ruangan ini terasa gelap?." tanya ling zia long pada suara tersebut.
"Bocah sebaiknya kau jawab pertanyaan ku dulu sebelum bertanya kembali" ucap suara tersebut yang mengeluarkan tekanan yang cukup besar membuat ling zia long tak bisa bergerak.
"Ma..maaf senior aku tidak mengerti apa yang di sebutkan senior"! Jawab Ling zia long
"Apakah kau melakukan latihan dengan nya"?kembali mata merah itu mengeluarkan suara.
" a..apakah maksud senior adalah na..naga leluhur" jawab ling zia long
"Hahahahahahah"
"Ternyata benar."
"Pantas saja energi yang kau berikan dapat membangunkan ku. bagaimana keadaan naga tua itu? Apakah dia sudah mati? Apakah mayat nya masih utuh? Apakah kehidupan nya sangat nyaman? Hahahahahaha". Kembali pertanyaan bertubi tubi pun dilontarkan mata merah tersebut.
__ADS_1
" maaf senior jika kau ingin bertemu dengan nya itu tak akan mungkin terjadi, karena yang kutemui hanya pecahan jiwa nya saja. Ucap Ling zia long yang mengingat kembali masa masa latihan nya bersama naga leluhur hingga tanpa sadar dia meneteskan air mata.
Mata merah yang mendengar itu dan melihat ekspresi ling zia long, kini hanya terdiam menatap kesedihan dihadapan nya.
"Hmmmmm"
"Sayang sekali aku tak bisa memukul kepala naga tua itu. Lebih baik kita berbicara diluar saja bocah. Kau akan mengetahui nya kita berada dimana!".
Kembali ling zia long membuka mata nya dan saat kesadaran nya kembali dia telah duduk di atas batu tempat nya memegang sebuah pedang. Meski lelah nya itu masih terasa tapi saat ini pedang tersebut dengan mudah di tarik nya.
Saat pedang tersebut telah berada ditangan nya tampak cahaya merah yang menyilaukan keluar dari pedang tersebut, cahaya itu terbang ke ketinggian dan membentuk sebuah bayangan naga bersayap yang berwarna merah kehitaman. Ling zia long terkejut saat memandang bayangan naga yang meliuk - liuk di atas kepala nya itu.
" bocah tak perlu terkejut seperti itu, aku hanya sisa jiwa dari naga iblis yang disegel pada pedang yang kau pegang." ucap jiwa naga iblis yang masih berada di udara.
"Tak ada yang perlu ditakutkan, Kekuatan ku saat ini tidak lah sebanding sejak masa kejayaan ku, karena perbuatan naga tua itu yang mengalahkan ku dan jiwa ku disegel didalam sebuah pedang, karena dia tak rela sepenuh nya untuk membunuh salah satu keturunan nya. Semenjak disegel itu lah kekuatan ku menurun dan tak akan bisa kembali ke wujud asli ku. Tetapi dengan berada didalam pedang tersebut lah aku merenungkan semua kesalahan yang telah ku buat selama ini." jiwa naga iblis kembali menjelaskan keadaan nya.
"Lalu apakah aku bisa menggunakan pedang ini?" tanya Ling zia long
"Siapapun yang telah diakui oleh ku dan pedang itu maka pemilik pedang dapat menggunakan kekuatan dari pedang tersebut". Tetapi asal kau tau saja pedang ini dapat berkembang selama kultivasi mu meningkat bocah, dan juga dengan melahap jiwa dari korban pedang tersebut kekuatan ku semakin meningkat. Apakah kau menginginkan pedang seperti itu bocah?" tanya jiwa naga iblis.
"Mohon petunjuk nya senior, meski kau telah menjadi naga iblis, apakah kau akan bertindak semena - mena kembali? Tanya Ling zia long yang tetap merasa khawatir setelah mendengar kekuatan dari pedang yang ada di genggaman nya.
" bukan kah sudah kukatakan selama berada didalam pedang tersebut aku telah merenungkan kesalahan ku, dan berkat naga tua itu yang menyegel jiwa ku aku bisa mendapatkan kesempatan ke dua kembali." jawab jiwa naga iblis.
__ADS_1
"Baiklah aku percaya pada mu naga iblis! Tapi jika suatu saat kau berbuat semena - mena kembali aku tak akan segan membunuh mu secara langsung." ling zia long pun mengingatkan