
6 hari berlalu mereka ber 4 akhirnya keluar dari hukuman aula tebing terjal.
Aula hukuman tersebut adalah tebing yang menghadap lautan luas yang dibentuk seperti penjara penjara dan ruangan ruangan untuk menghukum atau memberi sangsi bagi para keluarga dan orang orang yang ada di pulau ini hanya pemandangan yang jauh dari kebisingan dan dari masyarakat dan tak dapat mengikuti aktifitas sehari hari, tetapi di aula hukum ini tetap mendapatkan makanan sehari - hari seperti biasa karena maksud dari hukuman tersebut adalah untuk pembelajaran dan dan perenungan atas kesalahan yang dilakukan di pulau tersebut. dan selama ini hanya pelanggaran ringan saja yang terdapat di di aula hukum seperti mencuri berkelahi, berbuat asusila, dan tidak patuh pada aturan klan saja. karena tidak ada yang dapat melakukan sangsi besar karena dilarang ada nya pembunuhan sesama keluarga di pulau ini, sehingga semua orang yang berada di pulau ini merasa kekeluargaan yang sangat baik meskipun berbeda latar belakang dan kehidupan sosial.
Tempat ini lah tempat favorit bagi ke 4 anak anak ini karena keseringan nya mereka berada disini dan mengenal beberapa penjaga yang ada di sana jadi mereka serasa seperti di rumah, dan tanpa ada nya pengawasan dan pembelajaran yang membosankan dari orang tua mereka.
6 hari berlalu mereka keluar menuju tempat penjemputan yang biasa di tujukan untuk menjemput dan mengantar para tahanan karena aula hukum terpisah dari pulau hanya para pendekar yang dapat terbang yang dapat membawa mereka kembali.
tapi kali ini berbeda dari biasa nya mereka dijemput. karena yang menjemput mereka adalah nenek buyut dan 4 sesepuh klan yang selama ini tidak pernah menunjukan diri nya atau lebih berdiam diri di pegunungan wilayah pulau itu
di pulau ini ada 4 pegunungan yang menjulang tinggi seperti menembus awan berfungsi sebagai kamuflase dari pengelihatan dunia luar tepat nya seperti pembatas dunia tetapi itu hanya karangan para orang orang yang berada di kekaisaran. sehingga tidak ada yang berani datang ke pulau ini padahal keempat pegunungan tersebut telah dipasang formasi oleh ke 4 sesepuh itu untuk menjaga pulau tersebut ke 4 gunung tersebut dapat disebut gunung 4 arah mata angin. ( timur, barat, selatan, dan utara) dari pulau. dan di tempati oleh para sepuh klan dari generasi sebelum nya atau lebih tepat nya abdi setia dari kakek buyut mereka
di sana juga terdapat kehidupan dan banyak yang berlatih di masing masing puncak gunung tersebut.
ke 4 sepuh dan nenek buyut mereka berdiri di tempat penjemputan dan tersenyum kepada mereka dan ada gadis yang mereka kenal sebagai saudara ke 3 atau dikenal ling yu karena usia dari gadis itu sebaya dengan mereka sekita 11 tahun. walau mereka tahu bahwa gadis itu tidak ada ikatan darah seperti mereka tapi Tetap menganggap gadis itu sebagai saudara ke 3 dan mereka juga tahu bahwa dari kecil saudara ketiga ini selalu mengikuti apapun perkataan dari saudara ke 2 nya bahkan mereka lebih terlihat seperti pasangan muda yang ditakdirkan bersama sejak dilahirkan.
melihat para sepuh dan nenek buyut tersenyum, tapi bagi mereka itu ada lah senyuman yang akan membawa petaka terhadap mereka ber 4
tapi ling feng tidak terlalu peduli dengan suasana itu dia tetap mendekati ling yu,
"apa kabar saudara ke 3, bagaimana keadaan mu di aula pengetahuan apakah ada perkembangan baik dari mu saat tidak ada kami ber 4", ucap ling feng kepada ling yu.
"hahahaha pastinya saudara ketiga kesepian jika tidak ada kami ber 4 di pulau ini, ya kan?"
celoteh dari ling bay membuat gelak tawa para saudara itu.
akhirnya nenek buyut mendekati mereka dan mengucapkan kata kata pahit.
__ADS_1
"yu'er segeralah mengucapkan salam perpisahan kepada mereka ber 4 karena dalam waktu yang cukup lama kalian tidak akan dipertemukan sampai saat nya tiba.
"apa"
para saudara itu berteriak bersamaan
ling yu pun berkata dengan sedih
" selamat tinggal para saudara semua nya kelak kita akan bertemu lagi dan akan menjadi pendekar terkuat di masa depan".
tanpa menunggu jawaban nenek buyut telah membawa ling yu terbang menjauh dari mereka
kemudian tanpa menunggu kata kata ke 4 sesepuh klan membawa masing masing mereka dibawa terbang pelan menjauh dari pulau masing masing berbeda arah ada yang ke timur, barat, selatan, dan utara
ling zia long yang pertama kali berteriak.
" kita akan bertemu lagi dan akan menjadi yang terkuat di dunia ini
***********
mereka dibawa terbang setelah tidak terlihat bayangan masing masing. para sepuh itu membawa terbang dengan kecepatan tinggi sehingga membuat mereka tidak sadarkan diri menahan angin yang menerpa dengan kencang pada mereka.
setelah sekian lama mereka terbang dan entah berapa lama mereka pingsan.
masing masing dari mereka tersadar dengan merasakan sakit kepala dan kebingungan karena sekarang mereka ditempat yang tidak diketahui.
dan masing masing dari mereka hanya ditinggalkan beberapa pakaian dan barang yang diberikan oleh klan
__ADS_1
dengan sepucuk surat masing masing dari mereka.
yang isi nya secara singkat mengatakan
"nak lima tahun dari sekarang kembali lah ketitik penjemputan di hutan perbatasan bagian luar hutan siluman dan hutan kematian, yang mengarah ke laut tak berujung.
berlatih lah dengan keras jangan kecewakan kami.
*************
di hutan berkabut bagian barat dari benua timur melangkah seorang anak usia 12 tahun berlari kesana kesini mencari tempat persinggahan atau desa desa yang dapat menunjukan arah dimana saat ini dia berada tapi semakin jauh berlari semakin dalam dia didalam hutan berkabut itu setelah beberapa hari dia hanya berjalan berlari tanpa arah dan tujuan bahkan sering kali menghindar dari beberapa hewan buas tingkat 3 dan 4 jika hewan buas tingkat 1 dan 2 dia dapat bertahan dan mengalahkan walau hanya dari pertarungan fisik saja dan hanya mengandalkan alat seadanya dari ranting kayu dan bebatuan sebagai senjata nya.
tinggal di hutan membuat insting nya lebih tajam berhadapan dengan para hewan buas dan siluman.
"huhhh haahhh huihh"
"sudah beberapa hari ini aku hanya berlari dan berjalan tanpa arah semakin berjalan bahkan semakin kedalam dan semakin lebat hutan ini, apakah hutan ini tak pernah ada orang yang memasuki nya". ucap anak itu
dia sudah kesal karena beberapa hari ini hanya tinggal di hutan sendirian dan memakan buah buahan didalam hutan dan berburu binatang entah binatang buas atau binatang hutan biasa. padahal sewaktu di pulau dia hanya mempelajari gerakan dasar dari bela diri seperti pukulan tendangan dan
melempar pisau bahkan memegang pedang pun belum ada dasar pengetahuan nya. tetapi keadaan sekarang dia harus bertahan hidup didalam hutan yang entah sudah beberapa hari dia tidak dapat menemukan orang lain atau desa sekitar.
semakin penasaran dia semakin kedalam bahkan cahaya matahari disiang hari pun tak dapat menyinari gelap nya hutan berkabut karena tertutup pohon besar yang menjulang tinggi.
setiap malam dan jika kelelahan dia hanya tidur di atas pohon untuk menghindari bahaya dari para hewan buas dengan diikat beberapa ranting pohon agar menjaga posisi agar tidak terjatuh kebawah pohon dan untuk memakan hasil buruan terkadang membuat api dengan bebatuan yang ditimpa satu sama lain sehingga menimbulkan percikan api yang diarahkan ke ranting ranting kering dan menimbulkan api besar walaupun proses nya agak lama tapi tetap bertahan walau memakan daging dan dedaunan yang tidak memiliki rasa.
sehari hari hanya berburu dan mencari tempat bersinggah tanpa memperdulikan arah mana yang akan dituju asalkan dapat bertahan di hutan berkabut itu.
__ADS_1
seorang anak berusia 12 tahun terus mencari dan berlari tanpa arah dia adalah Ling zia long yang ditinggalkan oleh sesepuh untuk memulai pelatihan di dunia luar dan bertahan hidup dari kejam nya dunia mulai saat ini.
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-