
"Tuan muda"
Sapa Li shui yang langsung berlutut.
"Maafkan atas kelancangan Sebelum nya tuan muda aku mengaku salah terhadap saudara Li chen.
Ling zia long tidak menggubris ucapan nona Shui dan menghadap ke Li chen,
" jika kau dapat mengalahkan yang kau sebut sampah ini, maka tak ada yang pernah terjadi Sebelum nya. Tapi jika Li chen yang mengalahkan mu, apa yang akan dia dapat?" ucap Ling zia long
"Tuan muda aku tidak berani meminta apapun dari nona shui" ucap Li chen yang juga berlutut di hadapan Ling zIa long.
Sebenar nya Ling zia long sudah beberapa saat lalu mendengarkan pembicaraan mereka, karena telah selsai melakukan kultivasi nya, ia keluar hanya untuk menikmati makanan di restoran saja sambil menunggu para saudara nya selesai pelatihan tertutup nya. Sebelum nya memang Ling zia long memeriksa keadaan para saudara nya tetapi tidak ada masalah dalam kultivasi mereka. Akhirnya memutuskan untuk beranjak ke restoran untuk berbincang dengan para bawahan nya. Kini Ling zia long telah mencapai ranah Penyempurnaan *6 jika melakukan pertarungan dan menggabungkan teknik naga nya antara nafas naga dan juga tubuh naga kemungkinan dia dapat mengalahkan ranah kultivasi bumi awal.
"Tuan muda terima kasih sebelum nya, tetapi jika aku tidak dapat mengalahkan saudara chen apakah tawaran tuan muda masih berlaku juga." tanya nona Li shui
"Itu dapat dipikirkan nanti, sekarang yakin kan saja dulu dirimu untuk dapat mengalahkan Li chen. Ling zia long berkata dan melangkah keluar penginapan.
Nona shui yang melihat Ling zia long masih terlihat tidak memperdulikan nya akhirnya berlalu dari penginapan kembali ke kediaman nya, sedangan kan Li chen dan A ling mengikuti Ling zia long. Meski tak tahu apa yang dilakukan tuan muda nya ini.
Hingga tiba Ling zia long di hutan tempat markas para anggota kelompok pangeran.
" saudara long apakah ada sesuatu yang akan disampaikan pada pangeran sehingga tiba menjelang malam seperti ini." tanya salah satu anggota kelompok yang berjaga di markas.
"Tidak ada hal penting aku hanya ingin memeriksa kondisi para petinggi akademi saja, tak perlu memanggil pangeran. apakah keadaan para petinggi membaik? Dan juga aku akan meregangkan tubuh di tempat pelatihan.
Ucap Ling zia long membalas ucapan anggota kelompok.
"Ah silahkan saudara long tak perlu sungkan!" Ucap anggota kelompok nya
"Li chen aku ingin melihat hasil latihan mu." Kembali ling zia long berkata saat mereka telah tiba di tempat pelatihan para kelompok yang berada di belakang markas.
Li chen pun menyerang Ling zia long dengan kekuatan fisik nya itu, terjadilah adu serangan puluhan kali hingga ratusan kali. Hanya menggunakan fisik nya saja, itu dilakukan ling zia long untuk melihat kekurangan dari gerakan dan serangan Li chen. Dan beberapa kali Ling zia long memberikan arahan dan masukan pada Li chen di sela sela pertarungan nya itu.
Hingga ling zia long meminta Li chen untuk melakukan teknik pernafasan nya untuk menyerap energi alam dan mengalirkan energi pada setiap gerakan, dan juga mengontrol energi dalam tubuh nya pada setiap serangan. Seketika energi alam di sekitar berfluktuasi masuk dalam tubuh Li chen, dengan mengumpulkan energi pada tangan nya itu li chen mengeluarkan Pukulan yang menghasilkan siluet bayangan energi tak berwarna yang menyerang ke arah Ling zia long.
"Boooommmmm"......
Terjadi benturan energi antara energi dari li chen yang mengenai pertahanan energi tubuh ling zia Long. Li chen pun terkejut akan serangan nya itu, yang menurut nya sangat mengerikan.
" tuan mudaaaaaaa? "
Teriak Li chen karena panik akan serangan nya itu.
Tetapi suara terdengar dari dalam kepulan asap.
"Lumayan juga, untuk serangan ini dapat membuat pembentukan Qi *9 terluka. Tetapi Kau harus memaksimalkan pengontrolan energi ini pada saat terjadi pertarungan. Karena lawan tidak akan menunggu mu melakukan pernafasan terlebih dahulu untuk menyerang". Ucap ling zia long yang keluar dari kepulan asap
Tetaplah berlatih pernafasan dalam latihan fisikmu Setelah melawan Li shui! "Sekarang giliran mu A ling". Kembali Ling zia long mengeluarkan suara.
A ling yang senang atas kesempatan itu, dia langsung saja menyerang Ling zia long dengan Kekuatan fisik juga.
Ling zia long cukup terkesan akan pertahanan yang di lakukan A ling, mungkin itu yang dilatih oleh adik ke 5 nya, tetapi sayang dalam hal serangan ternyata A ling tidak cukup mahir. Setelah melakukan ratusan Pukulan pun akhirnya A ling mengeluarkan teknik atribut air nya. A ling melangkah mundur dan melakukan gerakan tangan mengeluarkan energi yang berbentuk semprotan air yang deras dari Pukulan nya. Dan juga mengeluarkan siluet pedang air karena energi A ling masih lah sedikit karena kultivasi nya rendah jadi hanya dapat mengeluarkan satu jenis pedang air saja.
Semua serangan itu di terima ling zia long yang telah melapisi tubuh nya dengan energi.
"Booommmm"......
Kembali suara serangan yang dihasilkan oleh a ling yang di tahan tubuh Ling zia long.
" lebih Banyak lah berlatih serangan dalam fisik mu dan juga pertahanan air mu itu. Untuk serangan air mu itu tak cocok digunakan dalam jarak dekat.
__ADS_1
A ling Gunakan lah tombak atau Pedang panjang dengan atribut air. Dan untuk Li chen karena tak cocok menggunakan senjata jadi tubuh mu lah adalah senjata itu sendiri. Nanti kita akan mecari senjata atau artefak yang cocok kalian gunakan. Ucap Ling zia long yang telah mengakhiri pelatihan mereka.
Kembali ling zia ling mengunjungi para petinggi akademi, tetap karena mereka masih terlarut dalam kultivasi nya jadi Ling zia long membiarkan nya saja dan berlalu kembali ke penginapan.
.**************
Keesokan hari nya ling zia long telah berada didalam restoran bersama A ling dan juga Li chen yang telah bersiap menuju tengah kota dimana panggung beladiri berada.
Saat mereka akan meninggalkan restoran terlihat dua orang yang mendekat kearah mereka dengan pakaian rapi yang satu mengenakan pakaian terusan dengan warna putih berjubah tanpa lengan berwarna biru dan yang satu nya mengenakan pakaian putih dan jubah merah nya . Itu adalah ling yu beserta ling feng yang telah selesai dalam pelatihan tertutup nya. Kini ling feng telah berada pada ranah penyempurnaan *1 dan Ling yu naik 2 tahapan dalam kultivasi nya akibat menyerap energi dari cacing lintah beku sebelum nya. Kini ling yu berada pada ranah pembentukan inti *8
"Kakak pertama kemana kah kalian akan pergi?" ucap Ling yu yang berjalan mendekat kearah mereka.
"Kami akan pergi ke pertarungan Li chen dengan nona shui" jawab ling zia long.
"Kami akan mendukung mu Li chen"
"Ayooo" ucap Ling feng yang bersemangat melihat pertarungan bawahan Saudara nya ini karena sejak awal dia penasaran tidak dapat melihat kekuatan dari li chen.
"Bukan kah kalian akan sarapan terlebih dahulu? Tanya Ling zia long
"Tidak perlu kita bisa sarapan di sana" ucap Ling yu yang juga ingin melihat pertarungan.
"A ling belikan kami beberapa roti isi dan minuman saja di restoran ini" dan susul kami ke sana", Ling yu yang memerintahkan A ling untuk menyiapkan makanan untuk mereka di tempat pertarungan dengan menyerahkan 10 keping emas.
"Baik nona yu" kembali A ling bergegas ke restoran untuk menyiapkan makanan.
Ling zia long beserta lain nya kini berjalan ke pusat kota atau biasa orang di sana menyebut nya dengan alun - alun kota. Dan di sana ada panggung luas dengan pijakan batu yang dikhususkan untuk para penduduk yang melakukan pertarungan baik itu untuk latih tanding ataupun pertarungan penyelesaian masalah.
Beberapa saat mereka dalam perjalanan dan tiba di panggung bela diri. Di sana terlihat sangat ramai dan juga terlihat berkumpul nya para pelayan dan juga anggota paviliun baozang, tetapi mereka tidak melihat keberadaan nona shui.
Li chen yang tidak ingin terlihat gugup oleh para tuan muda nya ini dia pergi ke tengah tengah panggung bela diri dan duduk bersila memejamkan mata sambil menunggu kedatangan nona shui. A ling pun yang terburu buru dengan gerakan langkah nya kini tiba di kerumunan dan menghampiri kelompok Ling zia long, Beruntung nya pertandingan belum juga dimulai.
Beberapa saat kemudian nona shui melompat dari arah kerumunan dan mendarat tepat 10 langkah didepan Li chen yang sedang memejamkan mata itu.
"Nona shui sangat cantik"
"Nona shui aku mendukung mu"
keributan pun terjadi akan kedatangan nona shui, yang ternyata para penonton ini sengaja berdatangan karena sebelumnya mereka melihat para pelayan dan anggota paviliun baozang tiba dengan berkelompok membuat para warga saling berdatangan dan bertanya tanya akan hal yang terjadi setelah mendengar bahwa akan ada pertarungan yang akan dilakukan nona shui, Walaupun tidak mengetahui lawan nya, tetap para warga menyebarkan berita dengan cepat dan keramaian pun terbentuk di sisi arena panggung beladiri.
Li chen yang menyadari nona shui telah tiba dia membuka mata, dan berkata.
" apakah sudah dapat dimulai?" li chen bertanya dan mendapat jawaban dengan gerakan tangan nona shui yang menghadap kedepan dan bergerak gerak kedalam. Pertanda "silahkan maju".
Li chen pun bersiap siap dengan kuda kuda nya. Begitu pun dengan nona shui. Dan saat mereka akan mulai menyerang....
" Tunggu"
Ling zia long melesat diantara kedua nya dan berkata.
" Apakah nona shui telah setuju akan perjanjian sebelum nya? Apakah nona shui telah menyiapkan hal apa yang akan didapat Li chen"?
"Heeemmm" nona shui pun hanya menjawab singkat dan kembali bersiap. Seolah olah dia gadis dingin dan tegas yang tak pernah berkata kata pada orang lain. Berbeda dengan sikap sebelum nya yang dilakukan pada Li chen dan para saudara ini. Itu memang sering dilakukannya, terhadap orang orang yang mendekati nya, dan juga akan berakhir dengan Pukulan dari nona shui. Apalagi saat ini dia sedang dalam kondisi fokus untuk pertarungan. Meski ini hanya pertarungan latih tanding tetapi tetap saja itu menggunakan kekuatan nya dan akan menimbulkan luka.
"Baiklah jika kalian sudah siap maka pertandingan....
"- dimulai-"
Ucap Ling zia long yang seolah olah sebagai wasit. Padahal memang Ling zia long bersiap di atas panggung untuk mengawasi mereka, khawatir salah satu nya lepas kendali saat pertarungan dan menyebabkan hal yang fatal.
"Bam.... "Bammmm..."Baaaammmmm....
__ADS_1
Suara pukulan yang dihasilkan dari pertarungan beradu pukulan tendangan dan juga pertahanan mereka.
Puluhan hingga ratusan serangan dikerahkan nona shui dan li chen. Saat ini Li chen tetap bertahan untuk melihat sejauh mana kekuatan nona shui.
"Ayolah saudara chen mengapa bertahan terus?apakah tidak ada perlawanan?" Ucap nona shui yang terdengar hanya mereka berdua saja.
Setelah cukup lama bertahan pun Li chen mempercepat gerakan nya dan melakukan serangan.
"Bam...."Bammmm....." Boooommmmmm"
"Aaahhhhh"
Kali ini Li chen yang menyerang dan langsung mengenai perut nona shui, dan terlempar beberapa langkah kebelakang kemudian jatuh.
"Huuuuhhhhhhhhhhh"
Teriak suara penonton yang mengejek Li chen karena nona shui nya terjatuh. Bahkan ada beberapa orang yang berbisik bisik membicarakan siapa sebenarnya yang bertarung dengan nona shui dan ada juga yang mencibir menghina li chen karena tidak dapat merasakan aura nya.
Nona shui bangkit dan kali ini dia mengeluarkan sebuah tongkat kayu yang ternyata adalah senjata tingkat Qi. Dari kantung penyimpanan nya
"Keluarkan senjata mu saudara chen" teriak nona shui dan terdengar oleh penonton, membuat penonton bingung karena baru kali ini mendengar nona shui berbicara saat bertarung dan aneh nya memanggil nya dengan sebutan saudara.
Tanpa menunggu jawaban nona shui kembali menyerang.
*Kayu penghancur bumi
Seketika tongkat kayu itu pun Memanjang dan menyerang li chen kembali.
"Boommmm "Boommmm........
Suara benturan energi dari kedua serangan nona shui mengeluarkan energi atribut kayu nya untuk menyerang tetapi sayang sekali li chen menahan dengan tubuh nya saja. Meski sebenar nya li chen mengalirkan energi tubuh nya pada kedua tangannya untuk menahan tongkat kayu itu.
Serangan serangan pun terjadi kembali meski sulit bagi li chen untuk menyerang nona shui karena Tongkat nya yang dapat memanjang dan kembali memendek sesuai keinginan nona shui. Itu cukup merepotkan Li chen karena tidak dapat mendekati lawan. Tetapi Setelah menerima serangan serangan itu Li chen berkeyakinan dapat mengalahkan nona shui
Nona shui pun yang menyerang terus menerus merasa diatas angin karena li chen tidak dapat menyerang nya jika dalam jarak jauh.
Tetapi kecerobohan itulah yang akan menyebabkan kekalahan nya. Saat nona shui memukul dengan Tongkat kayu nya yang memanjang dan hanya fokus pada energi yang dialirkan pada tongkat kayu tersebut Tanpa mengalirkan energi bertahan.
Li chen menangkap tongkat kayu yang mengenai nya itu dan menarik sekuat tenaga. Hingga nona shui pun tertarik dan hampir mendekati Li chen. saat sudah dekat dihadapan nona shui Li chen pun melompat kemudian mengumpulkan energi dengan teknik pernafasan nya dan mengumpulkan energi pada Pukulan nya itu.
Nona shui yang merasakan bahaya tetapi sudah terlambat itu hanya melepas tongkat kayu dan menyilangkan tangan dengan diselimuti sedikit energi saja. Dan
........ "Boooommmmmm".........
Suara ledakan energi yang menghasilkan Asap tebal dari ledakan itu.
Semua orang tercengang yang melihat serangan yang begitu menyeramkan, jika itu mereka yang terkena serangan sudah pasti akan terluka parah, bahkan kehilangan nyawa bisa terjadi. Tetapi yang menjadi pertanyaan mereka energi apa kah yang menghasilkan serangan besar itu karena mereka tidak dapat melihat energi yang dikeluarkan hanya fluktuasi energi nya saja yang mereka rasakan.
Nona shui yang yang telah terjatuh sambil menutup mata dengan tangan yang masih bersilang didepan kepalanya itu, tanpa sadar dia telah dipegang lehernya oleh tangan kiri Li chen. Nona shui pun akhirnya perlahan membuka mata dan terkejut karena dia hanya terjatuh saja tidak terluka parah akibat energi yang menakutkan sebelum nya. Saat ia membuka mata sempurna dan menolah kesamping kiri dia melihat tangan kanan Li chen yang berada di atas pundak nya itu memukul lantai batu panggung pertarungan dan alangkah terkejut nya bahwa lantai itu memiliki lubang besar hasil pukulan Li chen.
A_a ku menyeraah
Teriak nona shui yang membuyarkan keterkejutan para penonton yang melihat panggung pertarungan masih diselimuti asap tipis hasil pertarungan.
Li chen pun akhirnya melepaskan nona shui dan kembali mundur beberapa langkah.
Nona shui yang telah sadar dari rasa terkejut nya terduduk. Dan Tanpa pikir panjang pun dia berkata.
"Saudara Li chen kau memang layak sebagai Putra jendral Li chi, kekuatan mu sekarang membuktikan bahwa klan Li akan menyesal tidak memperhatikan mu dengan baik. Aku Li shui meminta maaf dengan sepenuh hati atas penghinaan ku yang telah membuat mu menderita dari dulu.
Para penonton yang tadinya meneriakkan kata kata mencemooh itu menutup mulut setelah keterkejutan dari serangan Li chen, sekarang mereka mendengar Bahwa ternyata yang bertarung dengan nona shui adalah putra jendral kekaisaran dan juga saudara satu klan nya nona shui. Dan dengan perlahan meninggalkan sisi panggung takut mereka akan terkena imbas.
__ADS_1
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-