
Tetua ke 7 dan para awak kapal mulai panik setelah membayangkan bagaimana mereka akan dihukum apabila ini terdengar oleh nenek buyut yang selalu memanjakan anak anak nakal ini.
"baiklah kita hentikan saja perburuan nya kita akan kembali segera mungkin,"
"setidaknya kita akan berburu hewan buas laut yang rendahan saja dan ikan ikan besar lain nya" "setidaknya ada perbekalan untuk kita di pulau. dan ingat perjalanan ini jadikan pelajaran untuk kalian bahwa harus tetap bersikap waspada". kembali Tetua ke 7 memberikan arahan nya
" masih baik kapal kita disusupi orang kita sendiri bila kapal kita disusupi oleh musuh apa yang akan terjadi nanti nya."
"tetap lah bersikap waspada" ucap tetuabke. kembali mengingatkan
"baik tetua"
ucap mereka serempak
"bocah bocah nakal ikuti aku kedalam. tidak perlu sembunyi sembunyi lagi, kapal ini milik klan jadi ini juga adalah tempat kalian." Kembali tetua Ke 7 memanggil para saudara ini.
didalam kapal setelah mengganti pakaian kering dan memulai pembicaraan,
"katakan dengan jujur apa yang kalian lakukan disini?", ucap tetua ke 7 menyelidiki mereka
ling zia long mewakili yang lain,
"kami hanya ingin berpetualang dan ikut dalam perburuan ini paman setidak nya ada pembelajaran seni bela diri yang bisa kami ketahui paman ke 7".
"lalu apakah kalian keluar atas ijin orang tua kalian?" tetua ke 7 kembali berkata
"ling xuan langsung menyela ucapan dari semua saudara nya, kami keluar diam diam paman dan ini ide dari saudara ke 4. dan semua nya setuju melakukan perjalanan ini".
"sudah lah apapun alasan kalian, sekarang waktunya kita kembali dan sepanjang perjalanan ini apabila ingin mengikuti yang lain untuk berburu silahkan saja dan ingatlah selalu berhati hati karena kalian ini masih belum termasuk pendekar.
dan belum memiliki energi untuk bertarung, kalian hanya berburu ikan dan siluman rendah saja".
"dan untuk tempat kalian beristirahat minta saja pada pelayan dan awak kapal lain untuk menyiapkan nya." lanjut tetua ke 7
"terima kasih paman"
ucap mereka serempak dan berlalu pergi dari ruangan meninggalkan tetua ke 7 seorang diri
"aih anak anak nakal ini seperti nya harus secepat nya diberi latihan keras agar mereka menjadi kultivator hebat dimasa depan. dan tidak selalu berbuat onar dikemudian hari.
setelah melalui perjalanan selama 7 hari akhirnya mereka sudah dekat dan melihat dari kejauhan sebuah pulau yang terbentang luas dengan berbagai tebing terjal yang menjulang kelautan di barengi dengan hempasan ombak yang sangat besar menambah keindahan jika terlihat dari kejauhan.
"paman ke7 mengapa kita harus terburu buru kembali kepulau aku dengar dari para senior yang ikut dalam kapal ini biasa nya kita akan berburu hewan buas atau monster laut bisa berbulan bulan
bahkan ada yang hingga satu tahun dilautan". tanya Ling bai
tetua ke7 hanya sebatas menjawab dengan beberapa perkataan nya,
__ADS_1
"mungkin jika nanti sudah saat nya kalian akan mengerti kejam nya lautan dan kejam nya dunia ini".
dan tetua ke 7 pun kembali berkata
"jadi alangkah baiknya sekarang kita kembali dan untuk kalian harus berlatih lebih giat supaya menjadi para pendekar hebat dimasa depan"..
"apakah setelah ini kalian menyadari penting nya seni bela diri, dan ada beberapa yang dapat mengeluarkan energi atribut masing masing". ucap salah satu tetua yang telah menembus ranah langit dan kembali bertanya.
"apakah kalian ingin seperti itu?"
"betul paman kami ingin bisa terbang seperti para pendekar senior itu dan bertarung dengan para monster." jawab dari ling bai secara asal
"lalu mengapa kalian tidak mengikut pembelajaran di aula pengetahuan saja dan berlatih seni beladiri yang kalian ingin kan?" tanya kembali tetua itu
"itu, itu, itu, anuuu paman"
"hahahahah"
ling feng tertawa melihat kegugupan ling bai yang tidak dapat menjawab, dan langsung berkata
"kami sering ke aula pengetahuan paman hanya saja kami merasa bosan dan tidak dapat mengerti apa yang selalu diajarkan".
contoh nya saja saudara ke 4 hampir setiap hari mendapat sangsi karena membolos dan berbuat onar, hahahah"
"ya sudah ya sudah nanti paman bicarakan dengan nenek buyut kalian dan orang tua kalian mengenai hal pembelajaran nya. mungkin para sepuh sepuh yang tinggal di pegunungan akan turun tangan memberikan pelajaran pada kalian". ucap suara tetua ke 7
"sekarang persiapkan barang barang yang kalian dapat kan dilautan tunjukan pada mereka kalian dapat melakukan perburuan dengan baik". Lanjut pendekar senior yang ada dikapal
ucap mereka serempak.
beberapa saat kemudian mereka telah tiba di pesisir pantai dan bersiap berlabuh untuk menurun kan perahu perahu yang akan membawa mereka ke pesisir
dengan membawa hewan hewan laut hasil buruan mereka masing masing pada setiap satu perahu mereka ingin menunjukan pada ayah mereka mengenai tangkapan mereka.
tapi ternyata pemikiran mereka dipatahkan dengan teriakan seorang nenek paruh baya
"dasar anak anak nakal dari mana saja kalian selama ini, hampir saja membuat nenek tua ini jantungan dan seketika mati karena terlalu capek memikirkan dan mencari kalian terbang kesana kesini di hamparan lautan luas".
tanpa menunggu lama nenek tua itu terbang dan membawa ke4 anak anak itu tanpa peduli orang orang disekitar lebih tepat nya ayah dari ke 4 anak itu. dan tidak memperdulikan alasan dari ke 4 anak anak tersebut.
seperti biasa mereka dikirim ke aula hukuman penjara tebing terjal selama beberapa hari
*******
di aula pertemuan telah berkumpul para tetua dan ketua ling zhong membahas kelakuan anak anak mereka yang pergi tanpa memberi kabar membuat kekhawatiran seluruh warga di pulau
termasuk nenek mereka yang bernama xin siang, lebih dikenal dengan sebutan nenek ling xin siang. karena kakek mereka yang bermarga ling
__ADS_1
ketua ling zhong mulai pembicaraan "apa yang akan nenek lakukan terhadap anak anak, mereka masih anak anak apakah akan melalukan pelatihan terhadap mereka". ingatlah nek usia mereka masih muda jadi wajar mereka masih bermain main".
ling zia long usia 12 tahun
ling feng 11 tahun
ling bai dan ling xuan masih lah 10 tahun
"apakah mereka akan mulai pelatihan berat dengan para sesepuh?" kembali ketua Ling zhong bertanya.
"kemana cicit perempuan ku, apakah dia tetap rajin dalam pelatihan di aula ingat walaupun dia bukan ikatan darah kalian tapi kalian harus menganggap dia sebagai penerus klan juga karena aku yang merawat dan membesarkan nya sejak kecil."
sang nenek bukan nya menjawab malah memberikan pertanyaan lain kepada mereka,
tetua pertama pun menjawab "
"ya kami selalu memperlakukan nya dengan baik bahkan memperlakukan seperti anak kami sendiri dan dia sangat giat berlatih dan belajar bahkan lebih baik dari mereka ber 4
sang nenek menjawab kembali.
"lalu apa yang kalian lakukan selama ini apa ini yang nama nya memberikan pelajaran terhadap mereka, mereka bahkan belum mencapai tahap pendekar kalian masih saja memanjakan mereka. jika kakek kalian dan orang tua kalian masih ada mungkin mereka akan lebih keras mendidik nya sedini mungkin agar masa depan klan lebih baik dari generasi sebelum nya".
"walaupun kita terus menerus bersembunyi tetapi ada masa disaat bahaya akan kembali muncul, apakah kalian sudah siap menerima itu semua bahkan kalian sampai terlena dengan keadaan saat ini".
"nenek tua ini sudah semakin tua dan ambisi dari kakek kalian dan orang tua kalian akan tetap berlanjut dan saat ini lah klan kita akan muncul kembali kepermukaan". penjelasan dari nenek xin shiang
"mulai saat ini biar kan nenek tua ini dan para sepuh yang akan mengambil kendali atas pembelajaran mereka".
"dan kalian sebagai orang tua cukup bersabar dan kembali meningkatkan kekuatan klan yang semakin lemah ini."
pada usia long'er genap 17 tahun, dan yang lain nya tetap mengikuti perayaan tradisi pendewasaan klan pada saat itu lah kalian bertemu mereka kembali." ucap nenek xin shiang kepada para tetua klan
"jadi bersabar lah dan lihat mereka akan membuat kejayaan klan kita kembali".
"dan untuk cicit perempuan ku ling yu biar aku sendiri yang akan membimbing nya hingga pendewasaan nanti".
"dan kalian semua tingkatkan kembali kekuatan kalian dan kekuatan klan. dan berusaha lah yang terbaik."
"apa kalian semua mengerti?"
kembali suara nenek xin shiang terdengar di aula
"mengerti nek"
jawab semua yang ada di ruangan
"wusshhhh......."
__ADS_1
nenek tua itu langsung menghilang meninggalkan mereka yang ada di aula melanjutkan pembicaraan mengenai strategi melakukan pelatihan mencari sumber daya bagi klan dan memberikan pembelajaran terhadap para generasi muda klan.
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-