
"Hohoho"
"Sepertinya ada yang mengaku sebagai keponakan dari nyonya. Dan menyebut nya bau tanah? Apakah aku harus memastikan nya dari keturunan yang mana?"
Terdengar suara pria paruh baya memotong ucapan Ling yu dan mengeluarkan aura menindas tetua mu.
"Dan apakah ini keturunan dari nyonya?" kembali terdengar suara yang terdengar oleh Ling yu dan Ling xuan.
Ling yu dan Ling xuan hanya mengangguk melihat kearah pria paruh baya yang sedang melayang diatas mereka.
Pria paruh baya yang sedang melayang adalah pria sepuh yang di selamatkan Ling zia long dalam tahanan perbudakan. Pria paruh baya itu Sedang larut dalam meditasi nya tetapi Setelah merasakan ada nya aura energi pertarungan, dia membuka mata dan juga menajamkam indra pendengaran nya. Dan mendengar jika ada pembicaraan mengenai kota huatao. Dan mendengar ada nya penghinaan dalam pembicaraan itu. Segera dia bangkit dan bergerak menuju ke arah ledakan energi itu.
"Tuan muda bukan nya kau akan membawa bocah arogan itu cepatlah kejar sebelum terlambat. Anjing tua ini biar aku yang mengurus nya"!
Tanpa membalas ucapan apapun Ling xuan melesat dengan langkah angin nya mengejar tuan muda hao. Dan A ling tetap berada di belakang Ling yu, untuk Menjaga nya. Meski pria paruh baya yang melayang di atas itu bersikap sopan pada Tuan muda dan nona muda nya. Tapi tidak tau apakah kawan atau lawan.
Ling xuan tidak begitu lama bertidak, dia telah kembali membawa tuan muda hao yang langkah nya tidak secepat langkah Ling xuan, apalagi dengan keadaan nya yang terluka.
" tetua mu tolong aku"
"Tolong aku tetua" teriak tuan muda hao yang di seret kembali oleh Ling xuan.
"Adik ke 5 apakah kau merasakan aura tetua sepuh ini. Tanya ling yu dengan suara pelan tanpa memperdulikan suara tuan muda hao.
" ya kakak ke 3 ini terasa mirip dengan para sesepuh di pulau. Aku ingat jelas karena saat terbang sesepuh mengeluarkan aura nya seperti ini. Apakah kaka ke 3 tau siapa tetua sepuh itu. Tanya balik Ling xuan dengan suara yang pelan agar hanya mereka yang mendengar nya.
Tetapi mereka tidak mengetahui jika sesepuh yang sedang terbang itu dengan jelas mendengar nya. Dan kembali mengeluarkan suara.
"Tuan muda dan nona muda apa yang akan dilakukan setelah nya."
Ling xuan berlutut lebih dulu menangkupkan tangan nya memberi penghormatan. Dan berucap
" hormat pada sesepuh, mohon petunjuk nya? Bagaimana pun yang muda ini, mengutamakan orang tua dan para sesepuh.
Ling yu dan A ling pun ikut berlutut dan menangkupkan tangan.
"Hormat pada sesepuh"
"Hohohoho"
"Ternyata tradisi masih belum banyak berubah." karena penghinaan yang dilakukannya bagaimana jika menghukum nya dulu agar mereka sadar apa yang dilakukan bocah arogan ini. Ucap sesepuh itu
"Anjing tua pergilah kembali ke kota mu dan beritahukan pada tuan mu itu. Jemputlah anak nya yang tidak tahu diri ini. Atau aku sendiri yang mengantar mayat nya ke kota hao.
Tetua mu melesat pergi, dalam pikiran nya hanya ingin kembali ke kota hao secepat mungkin, jika diminta untuk memilih lebih baik diri nya tidak kembali kekota hao menata kehidupan lain yang lebih baik. Dari pada selalu menerima akibat dari perlakuan tuan muda nya itu.
Tetua sepuh menyelimuti mereka berempat dengan energi, dan membawa nya terbang Kesebuah gua di hutan belakang penginapan Long.
Ling xuan dan Ling yu hanya mengikuti nya saja dengan penuh pertanyaan dalam benak nya untuk apa tetua sepuh itu membawa nya ke gua ini.
Seperti mengetahui apa yang dipikirkan oleh Ling xuan dan Ling yu. Tetua sepuh oun akhir nya mengekuarkan suara saat mereka tiba di dalam gua.
"untuk sementara waktu biarkan bocah arogan ini ditahan disini. Menunggu tebusan dari orang orang kota hao. Agar mereka tahu diatas langit masih ada langit.
**********
Tetua Mu melesat kembali ke kota hao Tanpa memperdulikan rasa lelah dan energi dalam tubuh nya. Dia ingin kembali secepat mungkin untuk memberitahukan apa yang terjadi kepada tuan muda nya itu.
Siang dan malam dilalui nya tanpa beristirahat, kini tetua mu telah tiba di kota hao.
" selamat datang Kembali tetua hao" ucap para penjaga gerbang kota.
__ADS_1
Tetapi Tetua hao tidak memperdulikan nya. Dan secepat nya bergegas ke Aula walikota. Tempat dimana walikota biasa ditemui nya atau tempat nya walikota melakukan pertemuan.
"Berhenti Tetua mu, katakan apa yang ingin dilaporkan pada walikota sehingga membuat Tetua mu terburu - buru" ucap penjaga didepan pintu walikota.
"Huh hah huh"
"Ini gawat"
"Ini gawat"
"Huh hah huh"
"Tuan muda sedang ditahan. Aku harus melaporkan nya Sesegera mungkin". Ucap tetua mu yang kembali meninggalkan penjaga itu yang masih dalam keaadaan bingung.
" bruk"
Suara pintu yang didorong dengan keras,
"Tuan gawat tuan"
"Huh hah huh"
"Ga_gawat tu_tuan"
Suara tetua mu yang tampak tersendat menarik nafas nya
Walikota yang berada didalam ruangan dan para petinggi kaget mendengar suara pintu dibuka dan suara teriakan dari tetua mu.
"Ada apa ini"
"Apa tetua tidak dapat melihat keadaan dengan baik".
"Ini aula walikota bukan sembarang tempat yang dapat dimasuki sesuka hati" walikota langsung marah dengan perlakuan dari tetua mu.
"Huh hah huh"
"Huh hah huh"
"Ini gawat dan mendesak tuan, "Tu_tuan muda Sedang di_di_ditahan" kembali tetua mu menjelaskan Ternyata bata.
"Apa" "bagaimana bisa", "Apa ya kamu lakukan selama ini", "mengapa kamu tidak melindungi nya?
"Para petinggi semua pertemuan ini kita tunda dahulu, semua nya siapkan pasukan. Kita akan menyelamatkan putra ku." sekalian kita hancurkan kota nya. Kembali tuan walikota membuka suara.
"Tunggu tuan." ucap tetua mu yang sudah lebih tenang! "Tuan muda ditahan karena menyinggung cucu dari pendiri kota huatao."
"Apa" jika berhadapan dengan pendiri kota huatao biarkan saja dia mati dari pada seluruh kota ini yang dihancurkan. Toh yang menjadi penerus masih ada putra ku yang lain!
Ucap kembali walikota.
" justru jika kita membiarkan nya, dia akan membawa mayat nya kekota ini tuan! Jika tiba disini apa tuan tidak lebih khawatir apa yang akan dilakukan nya?"
"Huhhhh" bocah kurang ajar itu apa yang dilakukan nya di kota huatao, bukan nya sudah diberi peringatan siapapun tidak boleh kesana?
"Huhhhh" walikota sudah pasrah karena tidak tahu harus berbuat bagaimana.
"Tuan sebenar nya kami pergi ke kota Luan untuk menyiapkan kebutuhan kita kedepan nya, tetapi tuan muda menyinggung cucu perempuan nya hanya untuk bersenang senang. Kita harus menebus nya di kota Luan tuan, karena disana lah tuan muda ditahan. Kembali tetua mu menjelaskan kejadian tuan muda nya.
" Baiklah mu chang, persiapkan apa saja yang akan kita berikan untuk menebus putra ku, ambil semua harta apa saja yang dapat digunakan. Dari pada kota ini taruhan nya. Kita pergi saat ini juga.
************
__ADS_1
Kembali ke tempat Ling xuan dan Ling yu Mereka saat ini sedang menahan tuan muda hao yang di ikat didalam gua, oleh tetua sepuh.
" kalian dapat kembali berisitirahat, biarkan yang tua ini menjaga nya sementara waktu. Kalian dapat beristirahat di penginapan "Long" saudara kalian memiliki ruangan disana. Tunjukan saja token identitas kalian, jika tidak dengan aura kalian, mungkin penjaga disana akan memahami nya. Ucap tetua sepuh
"Terima kasih sesepuh, tapi bagaimana kami harus memanggil sesepuh?" tanya Ling yu yang menyadari jika sesepuh ini tidak pernah terlihat sebelum nya saat di Pulau.
"Kalian tidak perlu memikirkan nya. Jika nyonya belum memberi tahu kalian, Berarti yang tua ini tidak dapat menjelaskan nya saat ini. Ucap kembali tetua sepuh itu
"Baiklah tetua kami pamit dahulu."
Ucap ling yu dan ling xuan menangkupkan tangan sebagai penghormatan.
Mereka bertiga kembali ke tempat perbatasan kota luan dan kota yuan untuk mengambil kereta kuda mereka dan melanjutkan perjalanan kembali Mencari penginapan Long.
Mereka dapat memasuki kota Yuan dengan mudah karena para penjaga sebelum nya, melihat pertarungan mereka, yang membuat mereka sadar bahwa dua diantara ketiga orang ini, tidak seharusnya mereka singgung.
"Tuan penjaga apakah ada diantara kalian yang dapat membantu Membersihkan kekacauan di jembatan penghubung kota." Terdengar suara Ling yu yang melemparkan sekantung koin emas pada penjaga gerbang kota.
Ba_baik nona muda dan tuan muda kami akan melakukan nya. Ucap salah satu penjaga yang membukakan gerbang untuk kereta kuda Ling yu.
Ling yu dan ling xuan melanjutkan perjalanan menuju penginapan Long. Disana telsh ramai para pengunjung pedagang, sama sepeerti di kota Luan, Dan disambut seperti biasa saja oleh pelayan disana.
"Selamat datang tuan muda dan nona muda,/di penginapan Long, saat ini restoran kami sedang penuh dapat kah menungggu sesaat lagi tuan muda dan nona muda". Ucap pelayan restoran penginapan Long.
" dapatkah kami memakai ruangan saudara Long? Tanya Ling yu langsung ke inti nya.
Pelayan restoran itu kaget mendengar ada pelanggan yang menyebut tuan muda nya.
"Mohon Tunggu sebentar tuan dan nona muda, pelayan itu segera berlari memanggil ji an dan setan bayangan kembar untuk memastikan kedua pelanggan ini.
Beberapa saat kemudian ji an dan zu ao tiba, maaf tuan dan nona muda,
"Apakah benar kalian dari . . . .
Sebelum selesai mengucapkan nya kata - katanya, ji an dan zu ao di tekan oleh aura milik Ling xuan.
"Aduh aduh aduh sakit" Kakak ke3 hentikan.
Suara kesakitan ling xuan yang telah di jewer kuping nya oleh Ling yu. Dan menghilangkan aura penindasan itu.
"Sudah ku kukatakan jangan sembrono masih saja ingin berbuat ulah."
"Maaf semua nya" apakah dengan ini kalian dapat memastikan lambang keluarga kami?" Suara Ling yu terdengar sambil menunjukan token identitas yang berlambang naga melingkar di kedua sisi, mirip dengan lambang penginapan Long itu.
Seketika ji an, zu ao dan semua pekerja disana berlutut dan memberi penghormatan.
"Maafkan kami tuan dan nona muda, kami bersikap lancang sebelum nya". Terdengar suara Ji an yang mewakili semua pelayan disana.
Zu yi yang telah tiba di sana pun langsung menghampiri ling yu, Karena ia tau kemungkinan para saudara nya yang sebagai pelayanan ini pasti merasa canggung.
"Nona dan tuan muda mari saya antar keruangan, ruangan tersebut ada di lantai 3".
Ah maaf aku hampir lupa, zu yi memberi salam hormat pada nona dan tuan muda". dengan tenang zu yi mengucapkan salam dengan menangkupkan tangan di depan Ling yu dan Ling xuan.
"Ah nona zu yi tak pelu banyak peradatan seperti itu, panggil saja aku yu, dan ini saudara ku xuan, kakak pertama biasa memanggil kami saudari ke tiga dan saudara kelima". Ucap ling yu ramah diikuti senyuman Ling xuan
"Nona zu yi sebelum itu sediakan ruangan juga untuk pengikut kami, nama nya A ling. Lanjut ling yu memperkenalkan A ling juga.
Ah nona untuk saudara A ling biar aku saja zu ao yang mengatur nya, Walaupun dikediaman kami tidak begitu besar tapi pasti saudara A ling akan merasa nyaman tinggal disana. Kembali zu ao mengucapkan suara
"Salam kenal nona zu yi dan tuan zu ao, juga semua nya."ucap A ling yang berada di belakang Ling xuan.
__ADS_1
"Mari siapkan jamuan, Nanti kita akan menyambut nona ke 3 dan tuan muda ke 5, ucap Ji an kepada semua pekerja di sana.
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-