
Selang beberapa lama Ling yu A ling dan juga li chen tiba di kedalaman hutan karena hari yang sudah malam mereka meninggalkan orang orang Paviliun baozang di kereta kuda untuk nya beristirahat. dan anggota paviliun. yang bersama Ling zia long telah kembali ke kereta kuda bersama anggota bandit yang di perintahkan pria sepuh.
Ling yu berada di punggung mu qiong untuk menjadi tunggangan nya. Dan A ling juga Li chen tetap berlari dengan teknik meringankan tubuh.
Saat ling yu melewati pemukiman didalam hutan, tampak rasa iba pun muncul di benak nya karena melihat penduduk yang dilewati nya tampak menghawatirkan, penduduk yang menempati hutan ini seperti orang orang yang tidak memiliki tempat tinggal. Bahkan mereka terlihat seperti gelandangan.
Saat tiba di kedalaman hutan dan juga di depan gua ling yu melihat para saudara nya yang sedang asyik bercengkrama dengan 3 orang sesepuh. Setelah melihat situasi hutan seperti sisa kebakaran ling yu tahu pasti saudara nya ini telah melakukan pertempuran.
"Saudara semua bagaimana keadaan kalian?" ucap ling yu yang telah tiba di antara saudara nya.
"Tenang saja saudari ke 3 kami baik baik saja." ucap Ling feng yang membalas perkataan Ling yu.
"Lalu dimana kah perampok yang melarikan diri itu"?. Tanya ling yu kembali.
" ah nona maaf kan yang tua ini. Karena tidak dapat mendidik anggota kami dengan baik. Bisa kah nona menjelaskan permasalahan nya. Ucap tetua sepuh itu kembali.
"Oh jadi kamu Adalah ketua kelompok bandit nya?"
Dengan cepat Ling yu mengeluarkan jurus pedang bayangan beku nya bersiap menyerang. muncul bayangan lingkaran dengan rune kuno di belakang punggung nya. Lalu membuat pedang dengan energi es yang melayang di atas kepala.
Sontak ke tiga sesepuh yang melihat jurus Ling yu pun langsung berlutut menangkupkan tangan di hadapan Ling yu. Tanpa berkata kata tetapi raut kesedihan terpancar di wajah mereka. Karena mereka mengenali siapa pemilik jurus ini Sebelum nya.
Seketika para saudara nya ini terkejut melihat sesepuh berlutut di hadapan Ling yu. Ling yu tidak menyadari ada hal lain, dia hanya menyangka bahwa ketua perampok ini sudah menyerah di tangan para saudara nya.
"Saudari ke 3 cukup, kita sedang membicarakan permasalahan ini. Jadi jaga emosi mu" ling zia long yang berkata di hadapan Ling yu, agar Ling yu menurunkan tangan dan menghilangkan Jurus nya itu.
"Baiklah" ucap ling yu yang menghilangkan jurus nya.
"Katakan lah apa yang terjadi sebelum nya saudari ke 3?" Kembali Ling zia long berbicara.
Tetapi para saudara ini masih terkejut karena ke 3 sesepuh ini belum bangkit dari berlutut nya.
"Bangun lah para tetua, itu berawal dari anggota kalian yang menghadang jalan kami yang akan memasuki ibukota kekaisaran lalu mereka berniat merampok kami, dan juga mereka menginginkan artefak yang membuat para saudara ku ini bisa melayang." Ling yu menjelaskan permasalahan nya.
"Bajingan kaliannnnnnn"
__ADS_1
"Sesepuh yang tadi nya bersikap tenang kali ini mengeluarkan emosi nya dan menarik ke dua orang yang tadi telah dilukai Ling bai, menariknya dengan benang energi sesepuh itu.
"Bugh... Bugh...." suara Pukulan dari sesepuh itu.
"Akkhhhh.. Akkhhhh......"
"Ampun ketua" suara kesakitan kedua orang itu kembali terdengar karena pria sepuh itu memukul bagian bawah perut nya dan pukulan itu menghancurkan dantian dari Ji wou dan zu lei.
"Ji lu urus saudara mu ini dan tinggalkan kami! Kalian semua kembali lah beristirahat. Besok pagi kembali berkumpul dan beritahu seluruh anggota yang lain untuk berkumpul disini esok pagi". Kembali sesepuh itu bersuara dan melemparkan ji wou dan zu lei yang sudah tidak sadarkan diri.
"Maaf nona atas kelancangan anggota kami, kehilangan kultivasi adalah hukuman bagi mereka yang telah melanggar aturan. Mohon nona tidak mengungkit Kembali masalah ini." Ucap sesepuh itu kembali
tapi para saudara ini tampak terkejut karena hukuman yang diberikan sama saja dengan membuat nya bunuh diri karena jika seseorang kehilangan kekuatan nya itu sama saja dengan seorang manusia biasa yang tidak berguna.
Saat keadaan Kembali sunyi salah satu dari ke tiga sepuh itu bertanya
"nona jika boleh tau dari mana kah nona mendapat kan jurus itu?"
"Untuk apa kalian menanyakan hal itu?" kali ini Ling zia long yang kembali bersuara dan bersiap melakukan serangan.
"Kami Hanya penasaran saja, dan berjanji tidak akan membocorkan hal penting ini." ucap sesepuh yang tadi menghukum ji wou dan zu lei.
Salah satu sesepuh yang dari tadi diam menghadap ke 5 saudara ini Dan bersujud sambil berkata.
"aku xin zhou bersumpah atas nama langit dan bumi tidak akan membocorkan rahasia ini.
Mendengan ucapan salah satu sesepuh itu, sesepuh lain pun berkata dengan sumpah nya.
"Aku xin zai bersumpah atas nama langit dan bumi akan merahasiakan nya."
"Aku xin wang bersumpah atas nama langit dan bumi akan merahasiakan nya". Ucap kembali sesepuh yang menghukum zu lei dan Ji wou.
Melihat ke tiga sesepuh ini telah bersumpah Ling yu pun memberikan isyarat kepada para saudara nya untuk menurunkan senjata. Dan kembali berkata: "hubungan apa kalian dengan master xin shiang?" ling yu sementara merahasiakan identitas nenek buyut takut nya sesepuh ini benar adalah musuh keluarga nya.
"Hormat kami nona muda, nyonya Ling xin shiang adalah nyonya kami, kami dari klan cabang xin yang terus mencari keberadaan nyonya xin cukup lama. Ucap sesepuh xin wang.
__ADS_1
Apakah yang membuktikan bahwa kalian dari klan cabang? Tanya Ling yu, karena memang sebelum nya di kota hua tao melihat token emas dengan tulisan xin. Dan token emas dengan tulisan Ling Sebagai identitas nenek buyut. Lalu di buatkan juga token platinum Dengan tulisan Huatao yang menandakan kekuasaan tertinggi di kota huatao, jadi otomatis para pengikut nya memiliki token tersebut.
Maaf nona muda, tolong periksa token identitas kami? Ucap sesepuh xin zhou menyerahkan ke 3 token berwarna putih dengan tulisan xin yang menandakan mereka adalah petinggi klan cabang xin. Atau setara dengan para pemimpin pasukan klan utama.
Token yang dikeluarkan oleh klan sebagai identitas biasa nya terdiri dari
* Emas - keluarga utama
* Perak - para tetua dan bawahan setia
* Putih - petinggi pasukan
* Hitam - pasukan inti
* abu abu - prajurit
* kuning - sebagai penduduk atau pekerja dan pelayan
Ling xuan pun mengambil token para sesepuh dan memberikan nya pada Ling yu.
Setelah memeriksa nya Ling yu pun melihat para saudara nya yang masih memperhatikan. Dan ling yu menganggukkan kepala pertanda memang benar sesepuh ini termasuk keluarga nya.
Ling yu dan ling zia long mendekat dan mengangkat tubuh ke 3 sesepuh xin.
"Maaf sesepuh seharusnya kami yang yang muda yang memberikan penghormatan". Ucap Ling yu.
" Ling zia long menyapa dan memberi hormat pada sesepuh.
" Ling feng memberi Hormat pada sesepuh.
" Ling yu memberi Hormat pada sesepuh.
" Ling bai memberi Hormat pada sesepuh.
" Ling xuan memberi hormat pada sesepuh.
__ADS_1
Ke 5 saudara ini bergantian memberikan penghormatan.
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-