
Tubuhku seketika berubah menjadi kaku mendengar pertanyaan kak Rey. Rupanya dia mengajak aku ke sini karena dia ingin melamarku. Dan sepertinya semua ini sudah dia persiapkan dengan sangat matang.
Sekarang aku baru mengerti, kenapa tadi kak Rey terlihat sangat bahagia dan sumringah. Rupanya inilah penyebabnya. Namun sayangnya, tidak lama lagi aku akan meluluhlantakkan kebahagiaannya itu.
Aku menatap wajah bahagia kak Rey yang saat ini tengah berjongkok menunggu jawaban atas pertanyaannya, seketika perasaan tidak tega kembali muncul di dalam hatiku.
Tidak. Aku harus tega, karena kebahagiaanku adalah taruhannya. Kak Rey laki-laki yang sangat baik, aku yakin, suatu saat nanti dia akan menemukan perempuan yang jauh lebih baik dari aku.
Biarlah orang-orang mencapku sebagai perempuan jahat, tidak punya hati, dan tidak punya perasaan. Terutamanya Laras, sahabat terbaikku yang selama ini selalu mendukungku untuk menjalin hubungan dengan kakak sepupunya, yaitu kak Rey. Entah akan seperti apa nanti hubungannku dengan sahabatku itu ketika dia tahu bahwa aku memutuskan secara sepihak dan menolak lamaran kakak sepupunya.
"Sayang, kenapa kamu diam saja? Jawab pertanyaanku, apa kamu mau menikah denganku?" Kak Rey kembali bertanya padaku.
Aku melihat ekspresi wajah kak Rey perlahan mulai berubah. Mungkin karena kak Rey melihatku sudah terdiam cukup lama dan tidak memberikan jawaban atas lamarannya. Atau mungkin juga karena dia sudah memiliki feeling kalau lamarannya akan aku tolak.
"Ma-maaf, aku ... aku nggak bisa," jawabku setelah mengumpulkan keberanian yang cukup untuk menyakiti hati pria yang teramat mencintaiku itu.
Sontak saja kak Rey langsung bangkit dan berdiri dari posisinya sambil bertanya, "Kenapa Sayang?"
Aku kembali terdiam. Jika aku menjawab kalau aku tidak mencintai kak Rey, aku yakin, hatinya pasti akan sangat terluka. Tapi mau bagaimana lagi, memang seperti itu lah kenyataannya. Dari awal kami menjalin hubungan, kak Rey memang tahu betul kalau aku tidak mencintainya. Dan dia sempat berjanji untuk membuatku jatuh cinta padanya. Bukannya membuat perkataannya itu menjadi kenyataan, dia malah melamarku secepat ini.
"Sayang, jawab aku. Apa kamu marah karena aku tidak pernah datang menemuimu beberapa hari ini? Hm." Kak Rey menatapku dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.
Aku menggeleng. "Nggak. Bukan karena itu. Tapi karena ... karena aku nggak cinta sama ka-" Ucapanku seketika terpotong saat kak Rey langsung menempelkan jari telunjuknya pada bibirku.
__ADS_1
"Please, jangan katakan itu, Sayang. Ja ... ngan pernah katakan itu lagi. Karena aku tidak mau mendengarnya," ucap kak Rey menekankan ucapannya. Ku lihat matanya semakin memerah dan berkaca-kaca menatapku.
"Sayang, apa kamu ingin tahu, kenapa aku menghilang selama 3 hari ini dan tidak pernah datang menemui kamu?" Kak Rey berkata sambil terus menatapku.
"Itu karena aku sibuk mempersiapkan semua ini untuk kamu. Aku sendiri yang turun tangan untuk menyiapkan segalanya."
"Andai saja aku tidak ingin repot, bisa saja aku membayar orang untuk menyiapkan semua dekorasi ini untuk melamar kamu."
"Tapi ini demi kamu Sayang, ini semua aku persembahkan untuk kamu, Keisha. Kamu itu orang paling spesial di dalam hatiku. Dan teruntuk orang yang paling spesial, aku ingin mempersembahkan yang terbaik semampu yang aku bisa." Air mata kak Rey mulai menetes membasahi pipinya. Ku lihat, dia berusaha kuat saat dia menjelaskan semuanya padaku.
Aku mengusap air mata kak Rey yang saat ini tengah membasahi pipinya. Aku jadi semakin kasihan dan tidak tega melihat kak Rey menangis karenaku. Tapi mau bagaimana lagi, ini adalah jalan terbaik untuk kebahagiaan kami bersama.
"Please, jangan nangis. Aku jadi semakin ngerasa bersalah kalau kamu seperti ini," ucapku sambil terus mengusap air mata yang berhasil lolos dari pelupuk mata kak Rey.
Sepertinya mau tidak mau aku akan benar-benar membuat kak Rey sakit hati terlalu dalam. Mungkin kejadian hari ini juga akan menjadi sebuah sejarah atau kenangan pahit di sepanjang perjalanan hidupnya. Ditambah lagi hubungan kami berakhir saat dia melamarku.
Melihat wajah menyedihkan kak Rey, aku juga ikutan sedih. Tapi aku harus kuat dan tidak boleh ikut menangis di hadapannya. Karena bisa saja kak Rey berpikir kalau aku hanya terpaksa menolak lamarannya. Padahal kenyataannya tidak seperti itu.
"Maaf. Aku benar-benar nggak bisa. Dan aku berharap, semoga kamu juga bisa menerima kenyataan bahwa hubungan kita, harus berakhir sampai di sini saja."
"Tidak! Tidak Keisha!" Tiba-tiba saja nada suara kak Rey meninggi membuatku jadi terkejut.
"Sayang, dengarkan aku. Kalau kamu mau menolak lamaran aku, tidak apa-apa. Aku bisa mengerti karena aku memang melamar kamu begitu mendadak. Mungkin kamu hanya belum siap. Tapi aku mohon, tolong jangan akhiri hubungan kita. Aku sangat mencintai kamu Keisha, dan aku tidak bisa membayangkan bagaimana hari-hari aku ke depannya tanpa kamu," pinta kak Rey.
__ADS_1
Kak Rey berusaha memelukku tapi aku malah mendorongnya hingga dia mundur beberapa langkah. Setelah meminta maaf berkali-kali karena harus mengakhiri hubungan kami dengan cara seperti ini, aku pun berlari keluar meninggalkan kak Rey sendirian di sana.
Aku tahu, sangat berat bagi kak Rey untuk menerima kenyataan ini. Tapi mau bagaimana lagi? Mungkin kisah kami memang ditakdirkan hanya sampai di sini saja.
...****************...
...⚠️WARNING⚠️...
Halo para Readers kesayangan😁 Sampai Chapter ini cerita ini menurut kalian bagaimana? Apa sudah mulai terasa hambar dan membosankan?🤔🤧 Atau ceritanya berjalan tidak sesuai dengan yang kalian harapkan. Berikan pendapat kalian dong lewat kolom komentar😉😁 Atau yang mau lebih dekat lagi dengan penulis cerita ini bisa follow akun Author (Ita Yulfiana) kemudian bergabung dengan Grup Ita Yulfiana yang baru saja dibuat oleh Author kemarin sore. Di sana kita bisa sharing-sharing bareng mengenai kapan cerita ini update dan lain sebagainya. Kalian juga bisa menyemangati Authornya agar bisa ngebut update seperti para penulis hebat kebanyakan😅 Serta memberikan saran cerita yang menurut kalian menarik kepada Author🤭
Yang mau bergabung dengan Grup Ita Yulfiana milik Author, syaratnya kalian wajib ikuti Authornya terlebih dahulu ya😉 Kemudian klik 'Grup Ita Yulfiana' atau 'AYO CHAT!' yang warna oranye itu. Kalau sudah kalian klik dan sudah meminta untuk bergabung dengan Grup, kalian hanya perlu menunggu Author memverifikasi permintaan kalian untuk bergabung.
Sampai di sini kalian sudah paham 'kan? Kalau kalian sudah paham, Author mau pamit dulu🤭 Soalnya basa-basinya sudah kepanjangan, takut ada yang demo😅 Oh iya, sebelum Author menutup bab ini, Author ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada para pembaca setia sekalian, baik yang terlihat mau pun yang tidak terlihat😅 Karena tanpa kalian semua, novel yang sepi ini jadi makin sepi.😅 Teruntuk kalian semua, Author sayang kalian banyak-banyak😘🥰🥰❤
Note : Pembaca yang terlihat dalam artian pembaca yang memberi dukungan berupa like, komentar, gift, atau pun vote setelah membaca cerita ini. Sedangkan pembaca yang tidak terlihat artinya pembaca yang hanya membaca saja tanpa memberikan like, komentar, gift, dan vote.
...****************...
...Info Tambahan :...
__ADS_1
Di Grup, Author baru saja membuka voting. Kalian mau Kei sama Mas Darren ataukah bersama Rey? Pilihan kalian menentukan alur cerita ini ke depannya ya. Dan untuk sementara kubu Rey memimpin. Hayooo yang mau Kei sama Mas Darren buruan vote. Jangan sampai kubu Rey mengalahkan kubu kalian.🤣🤭