
"Mas Darren, tolong lepasin aku. Kalau ada yang melihat kita seperti ini pasti akan salah paham, Mas. Cepat lepaskan," ucapku sambil terus berusaha untuk lepas dari pelukannya.
"Kei please .... Mas sangat merindukan kamu. Tolong izinkan Mas sebentar saja memeluk kamu, sebentar ... saja. Selama ini Mas hanya bisa melihat kamu dari jauh. Mas sangat ingin mendekati kamu dan memeluk kamu seperti ini tapi Mas tidak bisa. Sekarang Mas akhirnya punya kesempatan dan Mas tidak akan pernah menyia-nyiakannya."
"Jangan gila, Mas. Aku ini sudah menikah. Jadi Mas Darren jangan berani macam-macam. Suamiku pasti akan sangat marah jika melihat istrinya dipeluk oleh laki-laki lain seperti ini," kataku dengan sedikit emosi.
Mas Darren akhirnya melepaskan pelukannya dan itu membuat aku sangat lega.
"Jadi sekarang kamu sangat menjaga perasaan laki-laki penipu itu?" tanyanya dengan ekspresi yang terlihat marah. Rupanya bukan hanya aku yang emosi, mas Darren juga sama.
"Tentu saja aku harus menjaga perasaannya, Mas, dia adalah suamiku. Dan satu lagi, jangan pernah mengatainya seperti itu, karena suamiku bukanlah penipu," ucapku seraya melangkah mundur berusaha untuk menjaga jarak dari mas Darren. Takut dia tiba-tiba kembali memelukku atau siapa tahu dia akan berbuat nekat tanpa pernah aku sangka-sangka.
"Oh, jadi sekarang kamu sudah sangat menjaga perasaan dia dan kamu tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan Mas, iya?" Makin ke sini mas Darren terlihat semakin marah.
"Kei, apa kamu tahu? Rey itu sudah menipu kamu. Dia hanya pura-pura amnesia agar kamu kasihan padanya. Kalau kamu tidak percaya, mas punya buktinya." Mas Darren berkata seraya merogoh ponsel dari dalam saku celananya, setelah itu dia memutar rekaman suara kak Rey yang mengakui bahwa dirinya memang benar hanya pura-pura amnesia.
__ADS_1
Memangnya kenapa kalau aku cuma pura-pura amnesia? Apa urusannya denganmu?
Mendengar suara kak Rey melalui rekaman audio di ponsel mas Darren, aku yakin, rekaman itu dia ambil saat datang ke apartemen kami waktu itu. Entah waktu itu mas Dareen punya maksud apa datang ke apartemen kami. Entah karena ingin datang menemuiku, menemui kak Rey, atau mungkin keduanya.
"Itu, kamu dengar sendiri 'kan dia bilang apa? Dia hanya berpura-pura amnesia Kei, selama ini dia sudah menipu kamu, menipu banyak orang."
"Cukup, Mas. Percuma Mas Darren menunjukkan bukti itu padaku. Aku sudah tau semuanya Mas. Aku mendengar pembicaraan kalian waktu itu saat Mas Darren pergi ke apartemen kami."
"Apa? Jadi kamu sudah tahu semuanya, dan kamu tidak marah sama sekali?" Mas Darren menatapku dengan tatapan tidak percaya.
"Buat apa aku marah Mas? Suamiku mengalami kecelakaan waktu itu gara-gara aku, gara-gara Mas Darren juga. Itu karena dia sangat marah saat melihat video perselingkuhan kita. Seandainya aku bisa memilih, aku lebih memilih dia benar-benar mengalami amnesia seumur hidup ketimbang harus pura-pura. Karena dengan begitu, dia bisa melupakan segala hal buruk dan menyakitkan yang pernah aku lakukan padanya."
Sejenak Mas Darren terdiam mendengar ucapanku, lalu kemudian dia berkata, "Kei, Mas ingin tanya sama kamu. Mas serius bertanya, jadi kamu juga harus serius menjawab. Apa sekarang, kamu sudah benar-benar melupakan cinta kamu ke Mas. Semua perasaan kamu ke Mas sudah hilang begitu saja, hm?"
"Harusnya memang begitu Mas. Aku harus melupakan perasaan aku ke Mas karena sekarang aku sudah bersuami," jawabku. Mas Darren hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya mendengar jawabanku.
__ADS_1
"Percaya atau tidak, Mas harus menerima kenyataan itu. Apa Mas sadar? Apa Mas pernah berpikir? Dari awal hubungan kita memang nggak didukung oleh semesta, Mas. Selalu saja ada halangan agar kita berdua tidak bisa bersatu. Dan ketika kita sudah bersatu, rintangannya semakin besar lagi. Sepertinya Tuhan memang selalu punya cara untuk memisahkan kita."
"Jika aku mencoba membandingkan dengan hubungan aku dengan kak Rey, itu kebalikannya. Saat aku mencoba untuk lepas dari dia, selalu saja ada hal yang tidak terduga yang mengharuskan aku dan dia untuk kembali bersatu. Selalu saja ada hal yang mengharuskan aku agar aku selalu berada di sisinya."
"Mungkin itu yang dinamakan jodoh. Aku dan Mas memang tidak diciptakan untuk berjodoh. Sementara aku dan kak Rey, kami memang diciptakan untuk berjodoh."
"Coba Mas ingat-ingat lagi, saat aku menyatakan perasaanku pada Mas untuk yang pertama kalinya, Mas Darren menolak aku dengan alasan hanya menganggap aku sebagai adiknya Mas. Sedangkan waktu aku menyatakan cintaku untuk yang kedua kalinya, Mas kembali menolak aku dengan alasan yang berbeda. Mas waktu itu berkata, kalau sebenarnya menolak aku karena Mas sudah mempunyai pacar yang sebentar lagi ingin Mas nikahi. Dan ketika Mas sedang mengurus surat perceraian Mas dengan mbak Feli, Mas sudah mulai menyadari perasaan Mas ke aku, namun sayangnya, waktu itu aku dan kak Rey sudah bersama. Dan ketika aku sudah melepaskan diri dari kak Rey dan akhirnya kita berdua bisa bersama, Tuhan kembali mengirim cara lain agar kita kembali terpisah. Dari situ aku mulai berpikir, bahwa kita berdua sepertinya memang tidak diciptakan untuk bersama. Akan sangat menyakitkan jika kita terlalu memaksakan kehendak."
"Pergilah Mas, dan carilah tulang rusukmu sendiri. Terima kasih karena sudah mengajarkan aku apa itu arti cinta yang sebenarnya. Terima kasih sudah mengajarkan aku makna dari cinta, bahwa cinta tidak selamanya harus memiliki. Dan cinta, bukan satu-satunya alasapn untuk dua insan saling bersatu. Namun, kita juga harus mendapat restu dari Sang Pencipta."
B e r s a m b u n g ...
..._____________________________________...
Guys, biar kalian gak kaget nantinya. Novel ini otw tamat ya, benar-benar akan Author tamatkan, bukan lagi prank seperti kemarin. Tadinya waktu cerita ini masih baru Author tulis, Author berencana untuk menulis cerita season 2 dan 3 nya dari sudut pandang Mas Darren dan Rey, karena mungkin ada beberapa pembaca yang penasaran akan hal itu. Bagaimana perasaan Mas Darren sebenarnya, bagaimana perasaan Rey yang sebenarnya. Apa saja yang mereka alami, dan lain sebagainya. Tapi melihat sedikitnya peminat, Author jadi kurang bersemangat untuk melanjutkan ceritanya. Jadi Author pikir, lebih baik kalau Author menulis karya baru. Siapa tahu dengan karya baru itu, Author bisa mendapat hasil dari kerja keras Author menulis selama ini.
__ADS_1
Oh iya, Author mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada kalian semua yang selama ini selalu setia mendukung. Tanpa kalian semua, cerita ini bukanlah apa-apa.