Affair With My Step Brother

Affair With My Step Brother
Chapter 47


__ADS_3

Plak!


Seketika aku terbangun saat tanganku tidak sengaja mengenai sesuatu. Setelah aku membuka mata, astaga, ternyata saat ini tanganku sedang berada di atas pipi kak Rey, dan si pemilik wajah tengah menatapku dengan tajam. Buru-buru aku menarik tanganku saat melihat kak Rey terus menatapku seperti itu. Rupanya tadi, secara tidak sengaja aku menampar pipinya saat aku sedang tertidur.


Saking terkejutnya, aku langsung bangun dan duduk dari posisi berbaringku sambil berkata, "Ma-maaf. Aku nggak sengaja. Maaf maaf."


Dari caranya menatapku, aku yakin, kak Rey pasti sedang kesal padaku. Mungkin dia kesal karena aku sudah tidak sengaja menamparnya dan sudah mengganggu tidurnya.


Meski pun aku sudah meminta maaf, akan tetapi kak Rey terus-terusan saja menatapku dengan tajam. Baru kali ini aku melihat tatapan kak Rey seperti itu, karena sebelum dia mengalami kecelakaan beberapa bulan lalu, dia merupakan sosok pria yang baik, lembut, serta penyayang. Kak Rey yang sekarang ini seperti orang lain, bukan kak Rey yang selama ini aku kenal. Mungkin karena amnesia yang dia alami saat ini, jadi perlakuannya padaku juga sangat berbeda.


"Sepertinya aku salah karena telah mengajakmu untuk tidur di atas kasur bersamaku," ucapnya sambil masih terus menatapku tanpa berkedip sekali pun.


"Maaf ..." ucapku lirih sambil menunduk. Aku benar-benar merasa bersalah meski pun sebenarnya aku tidak sengaja melakukannya.


"Apa kamu ingat, semalam kamu bahkan hampir saja membunuhku?" ucapnya lagi, dan itu sukses membuatku sangat terkejut. Entah apa yang sudah aku lakukan padanya sehingga dia berkata seperti itu, dan mungkin karena itu juga kak Rey terlihat sangat kesal padaku.


"Benarkah? Memangnya ... apa yang sudah aku lakukan padamu sehingga kamu berkata seperti itu?" tanyaku penasaran sambil berkata dengan pelan.


"Baiklah, dengarkan baik-baik. Saat tengah malam, kamu pernah menendangku, sampai-sampai aku hampir saja terjatuh ke lantai. Setelah itu, kamu memelukku dengan sangat erat seolah-olah aku ini adalah guling kesayanganmu. Dan yang terakhir, yang baru saja terjadi, kamu malah menampar wajahku dengan keras. Kamu sebenarnya ingin menjaga dan merawatku atau malah ingin membunuhku sih?"


Hah? Yang benar saja? Apa aku benar-benar melakukan itu semua? Memalukan sekali.


"Maaf ... aku 'kan nggak sengaja. Besok malam, aku nggak akan tidur lagi di sini sama kamu. Lebih baik sekarang, aku pindah tidur di sofa aja."


Aku lekas turun dari tempat tidur sambil membawa bantal dan selimutku. Lalu aku kembali melanjutkan tidurku di sofa karena jam baru menunjuk pukul 4 subuh. Masih terlalu pagi jika aku bangun sekarang.

__ADS_1


.


.


Bruk!


"Auwh ... aduh sakit ...." Aku mengadu kesakitan saat merasakan tubuhku terjatuh dan terbentur di lantai. Untung saja selimut yang aku kenakan saat ini cukup tebal, jadi bisa sedikit melindungiku dan mengurangi rasa sakit yang aku rasakan akibat terjatuh ke lantai.


"Astaga Kei ... kamu tidak apa-apa 'kan Sayang?" Tante Rena tiba-tiba saja berlari menghampiriku. Rupanya tante Rena pagi-pagi sekali sudah berada di kamar ini, bahkan sebelum aku terbangun.


"Kei nggak apa-apa kok, Tante," jawabku seraya memperbaiki posisiku.


"Apa ada yang luka atau berdarah?" tanya tante Rena seraya membantuku untuk bangkit dan duduk di sofa.


"Nggak ada kok Tante, Kei baik-baik aja," jawabku.


Aku tidak tahu bagaimana penilaian kak Rey saat ini tentang aku. Yang jelas, aku bisa menebak bahwa kesan pertamanya saat tidur bersamaku pasti sangat buruk sekali. Karena memang, aku separah itu ketika punya teman tidur.


"Kalau begitu, Tante keluar dulu, ya? Tante ke sini cuma mau pamit sama Rey sama kamu kalau Tante mau siap-siap ke luar kota. Ada acara pernikahan anak sepupu Tante di sana."


"Oh. Tapi kapan Tante pulang?" tanyaku.


"Paling lambat besok sore. Oh iya, Tante titip anak Tante ya, tolong jaga Rey baik-baik. Tadinya Tante sudah mau pamit sama kamu, tapi kamunya masih tidur."


Tidak lama kemudian, tante Rena pun lalu keluar dari kamar ini.

__ADS_1


"Aku mau sarapan, tolong suapi aku." Suara meminta tolongnya terdengar sangat dingin, benar-benar bukan kak Rey yang selama ini mencintaiku. Atau mungkin dia masih marah karena kejadian semalam? Bisa jadi.


"Aku baru aja bangun, tangan aku juga sakit. Bisakah kamu menyuapi dirimu sendiri atau meminta bantuan bi Asih atau pun pelayan lainnya?" jawabku.


"Tidak mau. Aku maunya kamu yang menyuapiku."


"Ck, kamu ini. Amnesia, cuma lupa sama aku, tapi apa-apa maunya aku semua yang kerjakan buat kamu. Aku nggak boleh kemana-mana lah, nggak boleh begini lah, nggak boleh begitu lah, apa-apa semuanya di kerjakan dalam kamar, aku harus selalu ada dalam pengawasan kamu. Cuma ganti popok kamu aja bukan aku yang mengerjakan."Β 


Biar aku perjelas, saat ini kak Rey memang menggunakan popok dewasa, itu agar dia atau pun kami yang menjaga dan merawatnya tidak perlu repot-repot keluar masuk kamar mandi. Ditambah lagi saat ini kak Rey masih belum bisa melakukan apa pun tanpa bantuan orang lain. Aku juga tidak mungkin mau jika harus menemaninya buang air di dalam kamar mandi. Bisa-bisa, aku melihat sesuatu yang tidak seharusnya aku lihat.


"Kalau kamu tidak keberatan menggantikan popokku juga tidak apa-apa. Aku sama sekali tidak keberatan kalau kamu yang menggantinya." Dia berkata tanpa ekspresi sama sekali. Entah apa maksud dibalik ucapannya itu.


"Enak aja," protesku.


Kalau aku yang menggantikan popok kak Rey, itu sama saja dengan aku melihat kak Rey yang asli. Aku tidak mau ah. Aku malu.


B e r s a m b u n g ...


..._________________________________...


Guys, 1 bab dulu ya. Author sedang kurang fit jadi gak bisa begadang lama-lama buat ngetik. Oh iya, makasih banyak ya buat kalian semua yang sudah mampir, membaca dan mendukung cerita ini. Maaf belum bisa balas komentar kalian satu satu. Tapi percayalah, setiap like dan komentar kalian merupakan mood booster tersendiri buat Author.


Sun sayang online buat kalian semuaπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜…πŸ€­ Love you allπŸ’žπŸ’žπŸ’ž Kalian semua adalah penyemangat buat akuπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° Sekali lagi makasih ya😁 Bye bye, see you next chapter...


^^^Salam,^^^

__ADS_1


^^^Author^^^


__ADS_2