Affair With My Step Brother

Affair With My Step Brother
Chapter 39


__ADS_3

Mas Darren tertawa dan menangis sekaligus. Mungkin dia tidak percaya karena aku akhirnya mengucapkan kalimat perpisahan itu sambil menatap kedua bola matanya dengan lekat.


Mas Darren terlihat sangat marah. Dia terus-terusan memukul setir kemudinya, dan sesekali dia membenturkan kepalanya di sana.


"Hentikan, Mas. Jangan melukai diri sendiri." Aku berkata seraya menarik pergelangan tangan kiri mas Darren.


Andai saja saat ini kami tidak sedang berada di dalam mobil, mungkin mas Darren sudah menghancurkan segala apa yang ada di sekitar kami. Aku tidak pernah menyangka, orang seperti mas Darren kalau marah ternyata sangat mengerikan.


Puas mengamuk, mas Darren tiba-tiba saja menyalakan mesin mobilnya. Aku yang panik karena tidak mau dibawa pergi oleh mas Darren seketika berusaha membuka pintu mobil agar bisa keluar, tapi sayangnya mas Darren sudah terlanjur menguncinya. Dan sepertinya dia memang sengaja ingin membawa aku pergi ikut serta dengannya. Gawat.


"Mas, buka kuncinya. Aku mau keluar." Kali ini aku berbicara tidak menyebut namaku lagi (Kei), tapi aku menggantinya menggunakan kata aku.


Mas Darren tidak menghiraukan ucapanku. Dia malah melajukan mobilnya dengan cepat meninggalkan lokasi rumah sakit.


"Mas, apa yang Mas lakukan?! Turunkan aku!" Aku berbicara pada mas Darren dengan nada setengah berteriak.


Aku takut mas Darren berbuat nekat, membawaku pergi jauh meninggalkan rumah sakit. Saat ini yang ada di pikiranku hanya kak Rey seorang. Bagaimana nasibnya jika seandainya mas Darren membawa aku pergi jauh dan tidak pulang selama berjam-jam. Atau bahkan yang lebih parahnya lagi tidak pulang selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan lebih lama lagi.


Kejadian beberapa waktu lalu masih membuatku takut jika kembali mengingatnya. Dimana kak Rey hampir saja kehilangan nyawa saat aku tinggal selama 2 jam lamanya.


"Mas, turunkan aku!" Aku kembali berteriak pada mas Darren, tapi tetap saja dia tidak menghiraukan ucapanku.


Disaat seperti ini, aku harus bisa memutar otak. Aku harus meminta bantuan. Tapi pada siapa? Aku terus memikirkan siapa kira-kira yang bisa menolongku disaat genting seperti sekarang ini.

__ADS_1


Aku mengeluarkan ponselku dari dalam saku celana jeans yang aku kenakan. Tanganku yang gemetaran karena takut mulai menyusuri kontak yang ada di ponselku. Tiba-tiba nama 'Andra' muncul di sana, muncul dibarisan teratas.


Oh iya, aku bisa meminta bantuan pada kak Andra. Tanpa berpikir panjang, aku langsung mengetik sebuah pesan singkat yang aku tujukan pada kakaknya Laras tersebut.


Help me. Begitulah isi pesan yang aku kirim pada kak Andra. Hanya berselang beberapa detik saja, kak Andra langsung menghubungiku balik. Dia menelponku dan langsung saja aku jawab.


"Kei ada apa?" Suara kak Andra terdengar sangat panik.


"Tolong aku Kak-" Baru saja aku ingin meminta bantuan pada kak Andra, tapi tiba-tiba saja mas Darren merampas ponsel dari tanganku lalu melemparnya ke jok paling belakang.


"Apa yang Mas Darren lakukan?! Mas sudah gila?!" teriakku sambil mulai menangis. Aku merasa sedang menghadapi orang lain, bukan mas Darren yang selama ini aku kenal.


"Iya! Mas memang sudah gila! Kamu yang membuat Mas gila seperti ini! Seenaknya saja kamu mempermainkan perasaan Mas! Kamu pikir Mas tidak punya hati, tidak punya perasaan?! Mas ini sangat mencintai kamu dan Mas sangat menyayangi kamu! Tapi kenapa kamu malah mempermainkan perasaan Mas seperti ini?!" Mas Darren berkata sambil berteriak-teriak padaku. Aku yang melihat kemarahan Mas Darren lagi lagi hanya bisa menangis dan menyesali semuanya.


Seandainya aku bisa memilih, aku tidak ingin menyakiti siapa pun. Aku tidak ingin ada yang terluka, dan aku tidak ingin ada yang tersakiti. Tapi apalah daya, aku tidak bisa berbuat apa-apa


"Jangan harap. Gara-gara laki-laki itu, kamu tega menyakiti perasaan Mas. Kamu tega menyakiti hati Mas. Dan sekarang, kamu mau meninggalkan Mas begitu saja demi dia. Mas tidak rela Kei, MAS TIDAK RELA!" teriak Mas Darren.


"Mas! Bukannya sama saja?! Apa Mas Darren sudah lupa, Mas juga pernah melakukan hal yang sama pada kak Rey?! Mas merebut aku dari dia! Mas harus ingat itu!" Aku harap mas Darren tidak lupa akan hal itu.


"Mas tidak pernah merebut kamu dari siapa pun. Bukankah dari dulu kamu memang sudah mencintai Mas."


"Iya, memang. Tapi Mas Darren pernah menolakku mentah-mentah sebanyak 2 kali." Mungkin karena sudah tersulut emosi, aku jadi membahas mengenai masa lalu pada perdebatan kami.

__ADS_1


"Sudah, jangan membahas masalah itu lagi. Yang jelas, sekarang kita berdua sudah saling mencintai. Dari dulu sampai sekarang, kamu hanya mencintai Mas, dan kamu sama sekali tidak pernah mencintai si Rey itu."


"Berhenti membahas soal cinta, Mas. Cinta atau pun tidak aku pada kak Rey, aku akan tetap bertanggung jawab pada dia dan keluarganya. Gara-gara aku, dia jadi kecelakaan dan tidak sadarkan diri sampai sekarang."


"Berhenti menyalahkan diri kamu sendiri, Kei. Kamu tidak bersalah apa-apa. Jadi kamu tidak perlu bertanggung jawab pada orang itu, apalagi pada keluarganya. Bukan kamu 'kan yang menyetir mobil itu sampai dia mengalami kecelakaan. Iya, 'kan?"


Hah? Aku tidak percaya mendengar mas Darren bisa berkata seperti itu. Kenapa sekarang dia berubah menjadi seperti orang yang tidak punya hati. Apa karena rasa bencinya pada kak Rey sudah teramat besar.


"Mas please ... jangan egois. Memang benar bukan aku yang menyetir mobilnya. Tapi gara-gara aku menolak lamaran kak Rey dan memutuskan dia secara tiba-tiba waktu itu, pikirannya jadi kacau dan mengakibatkan dia jadi nggak fokus saat menyetir, hingga mengakibatkan dia mengalami kecelakaan yang tragis," jelasku. Aku menjeda ucapanku lalu kemudian lanjut mengucapkan kalimat yang menohok di hati mas Darren.


"Dan ... Mas juga bersalah pada kak Rey. Mas yang sudah menyuruh aku untuk meninggalkan kak Rey demi mas Darren."


...B e r s a m b u n g ......


___________________________________________


Hai guys! Maaf ya kalau ceritanya membosankan. Author memang masih penulis pemula yang masih amatiran. Oh iya, sembari menunggu cerita ini update bab baru, mampir juga yuk pada karya Author yang sudah tamat di bawah iniπŸ‘‡


πŸ“Œ PAPA SAMBUNG IDAMAN



πŸ“Œ PURA-PURA PASUTRI

__ADS_1



Dijamin ceritanya gak kalah seruπŸ˜… Author tunggu yah ... See you ...πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹ He he he ....


__ADS_2