
POV.
Nama ku Mei Tachibana meski namaku terdengar seperti nama orang Jepang tapi sebenarnya aku tidak ada sedikit pun darah Jepang. Itu karna sewaktu ibuku hamil dia suka menonton pertandingan
sepak bola dari yang nyata sampai yang anime dan ibu ku sangat suka dengan karakter Tachibana bersaudara di anime Tsubasa dan ibu ingin nanti saat anaknya lahir ada nama Tachibananya.
Sekarang aku kelas 11 di SMA
GARUDA dan selama ini aku tidak memiliki teman satu pun karna bagi ku yang namanya teman itu hanya bisa saling memanfaatkan dan menyakiti.
Kenapa aku bilang begitu?karna
saat aku sekolah dasar aku mengalami sebuah pengkhianatan dari seorang teman baik ku, hanya karna dia tidak mau di salahkan dan di marahi oleh guru dia melimpahkan semua kesalahannya pada ku.
Membuat teman teman yang lain memojokankan ku dan menyalahkan ku atas apa yang tidak aku lakukan,setiap hari mereka suka
mengejek dan meledek ku.
Ironis bukan!yang tidak bersalah malah di ejek dan di hujat tapi yang bersalah malah di sanjung dan puji-puji.
Dan itu membuat ku menyadari satu
hal mereka akan baik pada kita saat ada yang bisa di manfaatkan dan saat mereka tersudut mereka akan mengorbankan seseorang yang dekat dengannya yang sudah
tidak bisa di manfaatkan lagi.
POV.END!
Mei terbangun membuka matanya dia
bangun dan berjalan ke kamar mandi menggosok giginya lalu mandi.
‘Hah,Kenapa aku mengingat hal itu
lagi.’Batin Mei,dia mengguyur kepalanya dengan sower untuk menghilangkan ingatan itu.
‘’Mei…..kalau sudah memcuci
rambutnya sowernya di matikan.’’Teriak mamahnya Mei Sarah di dapur.
Mei mematikan sowernya dan
menyelesaikan mandinya lalu dia segera mengenakan seragam SMA GARUDA.
‘’Mei sarapannya sudah siap, ayo
kita sarapan.’’Kata mamah Sarah.
‘’Iyah ibu.’’Jawab Mei dan
menghampiri ibunya.
‘’Sepertinya akan hujan.’’Kata
Sarah.
‘’Bukannya agak terlambat
yah.’’Kata Mei duduk di kursi makan.
‘’Tidak ada kata terlambat
terlebih jaman sekarang yang tak bisa di prediksi dengan tepat.’’Kata Sarah.
‘’Terserah ibu sajalah.’’Mei
melanjutkan sarapanya.
Mereka berdua sarapan bersama
dengan hikdmat,Ayahnya Mei bekerja sebagai nahkoda kapal jadi jarang pulang dan berkumpul bersama.
‘’Aku berangkat.’’Kata Mei setelah
dia salim pada ibunya.
‘’Hati –hati,yah.’’kata Sarah
mengantar putrinya dengan senyum.
Mei berjalan menuju halte bis ,sesampainya di sana Mei melihat beberapa siswa yang mengenakan seragam sama seperti dirinya sedang bercanda.
‘’Hei lihat ada si suram.’’Kata
salah satu dari mereka pada Mei.
‘’Hahahaha.’’Teman temannya
metertawakannya.
Mei mengabaikan mereka dia
mengambil earphone yang ada di sakunya dan memasangnya di telinga dia memilih mendengarkan musik dari pada mendengarkan hal yang tak berguna sambil menunggu
ke datangan bis.
………….
‘’Hei Mei sudah berapa lama kamu
menjomblo.’’Tanya seorang siswi dengan nada mengejek pada Mei saat berjalan menuju ke kelasnya.
Mei terus saja berjalan tanpa
memperdulikan mereka yang sedang mengejeknya.
‘’Loh, aku di abaikan.’’Kata siswi
tadi
‘’Tidak sopan lho mengabaikan
orang lain.’’Kata siswi yang lain
‘’Benar –benar.’’Kata yang
satunya,mereka terus cekikikan mengejek Mei.
‘Pacar….yah di usia ku yang sudah
enam belas aku memang belum mempunyai pacar.’Pikir Mei
‘Jangankan pacar, aku juga tidak
__ADS_1
punya teman,’
‘Dan aku akan mempertahankannya.’
‘Dulu aku juga punya yang namanya
‘teman’tapi jika apa yang di sebut teman itu adalah saling memanfaatkan dan
menyakiti,’
‘Maka aku tidak membutuhkannya di
hidup ku, lebih baik aku sendirian.’
Mei menaruh tasnya di meja setelah
menarik kursi dia duduk dan membaringkan kepalanya di meja.
Reyhan dan Sena sedang berjalan ke
kelas mereka dengan Sena yang menggerutu kesal.
‘’Hah menyebalkan.’’Keluh Sena.
‘’Ah Reyhan…..tahu tidak.’’Kata
Sena yang bersemangat.
‘’Katanya cewek –cewek di SMA
HARAPAN itu cantik –cantik dan seksi.’’Kata Sena dengan wajah mesumnya.
‘’Benarkah?’’Kata Reyhan.
‘’Jangan pura –pura tidak tahu ,aku
dengar kemarin kau pergi ke kraoke bersama mereka kan.’’Tanya Sena.
‘’Iyah.’’Jawab Reyhan.
‘’Bangaimana penampilan
mereka?terus –terus apa tubuh mereka terlihat seksi lalu apa dada mereka besar?’’Tanya Sena penuh semangat.
‘’Emm,entahlah menurut ku mereka
biasa saja.’’Kata Reyhan biasa saja.
‘’Hmm,cowok yang ganteng
sesekolahan dan popurel serta baik pada semua orang memang beda.’’Kata Sena dengan nada mengejek.
‘’ Kau sedang meledek ku.’’Kata Reyhan.
‘’Tidak!’’Kata Sena.
‘’Lalu apa kau memndapatkan nomer telepon mereka.’’Tanya Sena.
‘’Tidak .’’Jawab Reyhan.
‘’Kok?’’Kata Sena
‘’Bagaimana bisa?!’’Tambahnya
‘’Kenapa?’’Tanya Reyhan tak mengerti
dengan respon berlebihan Sena.
‘’Kau tanya kenapa?’’Kata Sena
mendramatisir.
‘’Kau menghilangkan kesempatan
yang bagus kawan.’’Sena berteriak sedikit.
‘’Maaf deh.’’Reyhan tersenyum.
‘’Karna merututku mereka tak seistimewa itu.’’Reyhan
mengangkat bahunya.
‘’Yah untuk cowok popular yang
mendapat julukan ‘’pria termanis se SMA GARUDA’’ mah beda.’’Kata Sena.
‘’Bagi mu mungkin mereka itu biasa saja dan tak berarti apa –apa,karna kamu selalu di kelilingi cewek - cewek cantik dan seksi.’’Lanjutnya.
‘’Kau terlalu melebih –lebihkan
.’’Kata Reyhan.
‘’Jangan meremehkan insting
seorang Sena Maulana.’’Kata Sena dengan gaya keren.
‘’Reyhannn.’’Teriak Ayumi berlari
menghampiri Reyhan dan Sena.
‘’Ayumiii.’’Sena melangkah ingin
memeluk Ayumi tapi Ayumi menghindar dan berdiri di depan Reyhan.
‘’Selamat pagi.’’Sapa Ayumi manis
menghiraukan Sena yang berdiri kaku dengan kedua tangannya terangkat siap memeluk.
‘’Pagi.’’Reyhan membalasnya dengan
senyuman.
‘’Kemarin aku melihat mu pergi
dengan anak SMA lain.’’Kata Ayumi sebal.
‘’Kenapa kau tidak mengajak ku
juga.’’Tambahnya.
‘’Maaf,lain kali aku akan
mengajakmu .’’Kata Reyhan ramah.
__ADS_1
‘’Benarkah!.’’Kata Ayumi senang.
‘’Hm.’’Reyhan mengangguk membuat
Ayumi tersenyum.
‘’Kalau gitu dah,sampai nanti
Reyhan.’’Ayumi pergi.
‘’Sena sedang apa kau?’’Tanya
Reyhan pada Sena yang belum berubah dari posenya.
‘’Hey Reyhan.’’Sena menurunkan
tangannya lalu berbalik menghadap Reyhan.
‘’Kau tidak mengincar Ayumi ku
kan.’’Teriak Sena.
‘’Hah?’’Kata Reyhan binggung.
‘’Ayumi itu adalah……bidadari ku
yang paling cantik.’’Kata Sena dengan mata berbinar.
‘’Terutama bagian depannya…hehe.’’Kata Sena dengan wajah mesum.
‘’Jadi kau hanya tertarik pada
dadanya saja.’’Kata Reyhan.
‘’Tentu saja tidak.’’Bantah Sena
‘’Ayumi itu…….’’Sena mundur ke
belakang .
Brug
Sena menabrak Mei yang akan pergi
ke lapangan Mei menatap tajam Sena dan Reyhan membuat Reyhan terpesona saat melihat matanya.
‘’Maaf…..aku tidak sengaja.’’Kata
Sena.
Mei berdiri dan langsung pergi
tanpa mengucapkan apa –apa.
‘’Ish, dia itu memang aneh.’’Kata
Sena mengelengkan kepala.
‘’Siapa…itu?’’Tanya Reyhan yang
matanya masih melihat tertuju pada Mei.
‘’Kau tidak mengenalnya.’’Kata
Sena heran.
‘’Dia itu teman sekelas
kita.’’Lanjutnya.
‘’Teman sekelas!tapi kenapa aku
merasa tidak pernah melihatnya.’’Tanya Reyhan binggung.
‘’Dia itu duduknya di belakang
paling pojok dan dia juga tidak pernah mengobrol atau pun berbicara dengan
siapa pun.’’Jelas Sena.
‘’Bahkan belum ada siapa pun yang
mendengar suara.’’Lanjut Sena.
‘’Siapa namanya.’’Tanya Reyhan.
‘’Mei Tachibana.’’Jawab Sena.
‘’Dia keturunan Jepang.’’Tanya
Reyhan.
‘’Mana aku tahu,tanyakan saja
padanya langsung.’’Kata Sena .
‘’Woi kalian berdua…… kenapa masih
di sini cepat ke lapangan.’’Teriak Bayu ketua kelas 11 B.
‘’Ah iya aku lupa,hari ini kan
upacara.’’Sena segera masuk kelas dan menaruh tasnya.
‘’Mei Tachibana….. menarik.’’Gumam
Reyhan dengan senyum tulus dan menaruh tasnya di meja.
‘’Reyhan cepat nanti si Bayu marah
–marah lagi.’’Kata Sena.
‘’Belum lagi nanti bisa kena hukum
bu Isti.’’Lanjutnya.
Mereka sampai di lapangan dan
hampir semua murid sudah berbaris semua,mereka berjalan menuju barisan kelas 11 B Reyhan yang melihat Mei berbaris di bagian belakang tersenyum lalu berjalan
menghampiri Mei dan ikut berbaris di samping Mei.
‘’Hah,kenapa Reyhan berdiri di sana.’’Kata Sena heran dengan tidakkan teman baiknya itu.
__ADS_1