Ajari Aku Untuk Percaya Lagi

Ajari Aku Untuk Percaya Lagi
19


__ADS_3

Hari minggu adalah hari yang janjikan Mei pada Reyhan untuk


bertemu dengan teman yang di maksud Reyhan.


‘’Ayo Mei masuk.’’Ajak Reyhan saat mereka sampai di kafe


tempat pertemuan.


‘’Hm.’’Kata Mei malas,dia sebenarnya tidak terlalu


tertarik,mereka masuk dan melihat sekeliling mencari Fildan.


‘’Reyhan di sini.’’Teriak Fildan saat melihat Reyhan dan Mei


datang.


‘’Maaf kami terlambat.’’Kata Reyhan lalu duduk di kursi, Mei


duduk di samping Reyhan.


‘’Tidak apa apa,santai saja.’’Kata Fildan lambaikan tangannya


sambil tersenyum.


‘’Kau sudah memesan makanan juga.’’Tanya Reyhan saat melihat


makanan di atas meja.


‘’Iyah supaya kalian bisa langsung makan,silahkan di


nikmati.’’Kata Fildan


‘’Ini aku yang traktir sebagai awal pertemanan kita.’’Tambah


Fildan.


‘’Tidak perlu kami akan bayar.’’Tolak Reyhan,dia tidak suka di


traktir oleh orang yang tidak terlalu dekat dengannya.


‘’Baiklah,tapi biar aku yang membayar makanan Mei,oke.’’Kata


Fildan.


Reyhan melirik Mei yang memakan makanannya tidak perduli


dengan pembicaraan mereka berdua.


‘’Baiklah.’’Jawab Reyhan.


‘’Apa jangan jangan kalau kalian kencan itu selalu bayar


sendiri –sendiri?’’Tanya Fildan tak percaya.


‘’Iyah soalnya Mei selalu menolak.’’Kata Reyhan yang


menggaruk lehernya yang tak gatal.


‘ Tepatnya Mei selalu menolak kalau aku ajak pergi.’Batin


Reyhan.


‘’Harusnya kau biarkan saja cowok yang membayar saat


kencan.’’Kata Fildan pada Mei.


‘’Aku tidak suka berhutang.’’Jawab Mei.


‘’Oh begitu,kau sangat beda yah dengan cewek lain.’’Kata


Fildan dengan sedikit pujian,tapi Mei terlihat biasa saja mendengar pujiannya.


‘’Apa makanannya seenak itu sampai lahap sekali.’’Kata Fildan


melihat Mei yang makan dengan lahap.


‘’Hahaha Mei memang seperti itu,kalau dia lagi gugup dia suka


makan dengan lahap.’’Kata Reyhan menngusap rambut Mei.


Mei menatap Reyhan tajam tak terima dengan perkataan


Reyhan,dia tidak gugup hanya malas jadi dia alihkan pada makanan.


‘’Boleh aku minta nomor telepon mu.’’Tanya Fildan,Mei melirik


pada Reyhan bertanya padanya dan di angguki Reyhan.


Mei mengambil ponselnya di dalam tasnya ,saat Mei akan


memberikan nomor teleponnya ponsel Reyhan berdering.


‘’Maaf.’’Reyhan mengangkat teleponnya.


‘’Hallo,ada apa Nagi.’’Kata Reyhan,dia membari kode untuk


pergi dan di angguki Fildan.


‘’Oke pelan pelan.’’Kata Reyhan sambil beranjak dari sana.


‘’Aku tidak bisa mendengar kalau kau bicara cepat


begitu.’’Kata Reyhan.


‘’Dasar Reyhan, itu pasti telepon dari perempuan.’’Kata


Fildan sambil memakan makanannya.


‘’Apa kamu tidak penasaran?’’Tanya Fildan.


‘’Tidak sama sekali.’’Jawab Mei acuh.


‘’Kata orang wanita yang sedang jatuh cinta bisa berubah


lebih cantik.’’Kata Fildan.


‘’Tadinya aku tidak percaya,tapi setelah melihat mu


Mei.’’Lanjutnya.


‘’Aku percaya kau sangat cantik dan manis sekarang.’’Kata


Fildan sembil tersenyum.

__ADS_1


Mei hentikan makannya terkejut dengan ucapan Fildan yang


memujinya tapi entah kenapa dia tidak menyukai pujiannya.


‘’Aku tidak tahu secantik apa diriku sekarang, sehingga semua


orang bilang aku telah berubah.’’Kata Mei.


‘’Benarkah kau tidak menyadari perubahan mu.’’Kata Fildan.


‘’Bagaimana kalau, kau tidak hanya berteman dengan Reyhan


tapi dengan ku juga.’’Kata Fildan sambil menyunyah makanannya.


‘’Aku tidak bermaksud merusak atau jadi orang ketiga di


hubungan antara kalian berdua.’’Tambahnya.


‘’Agar kalian tidak jenuh dan bosan saja di hubungan


kalian.’’Kata Fildan.


‘’Aku yakin Reyhan juga pasti senang melihat mu bisa berteman


dengan banyak pria.’’Lanjutnya beranjak ke samping Mei dengan senyum yang menurut


Mei itu senyuman orang mesum.


‘’Dan kau akan bertambah lebih cantik… lagi.’’Fildan berbisik


di telinga mei


Trak


Mei menaruh garpuhnya lalu mengambil sejumlah uang dan


meletakannya di atas meja.


‘’Aku tidak membutuhkan teman seperti itu.’’Kata Mei lalu


berdiri.


‘’Lebih baik kau mencari wanita yang lebih cantik lagi untuk


di ajak berteman.’’Lanjutnya.


Mei mungkin tidak terlalu mengerti soal pacaran tapi dia


cukup peka antara orang yang benar benar mau berteman atau hanya musuh dalam


selimut.


‘’Karna aku tidak cantik sama sekali.’’Mei langsung pergi


begitu saja.


‘’Lho mau kemana?’’Tanya Fildan kelabakan.


‘’Tunggu……’’Melihat Mei yang sudah pergi.


‘’Ada apa dengannya.’’Kata Fildan heran biasanya jika seorang


wanita mendengar di puji cantik oleh pria dia akan memerah dan tersipu.


‘’Mei kemana?’’Tanya Reyhan .


‘’Dia pergi.’’Jawab Fildan.


‘’Pergi.’’Reyhan bingung lalu melihat uang di atas meja,segera


dia berlari keluar mencari Mei.


Reyhan melihat sekeliling Fildan pun ikut keluar juga.


‘’Apa yang kau katakana pada Mei.’’Reyhan mengeratkan


tinjunya.


‘’Tidak ada! aku mengatakan apa pun.’’Fildan mengangkat


bahunya santai.


‘’Hanya bilang untuk tidak berteman dengan mu saja dan


berteman dengan ku juga.’’Kata Fildan


‘’Tapi dia malah langsung pergi,daras perempuan aneh.’’Lanjut


Fildan yang tak menyadari kemarah Reyhan.


‘’Sudahlah lupakan saja dia.’’Tambahnya.


‘’Kau kan popular banyak perempuan yang mau bersama mu,


tinggal cari saja lagi wanita yang lain yang lebih manis darinya.’’Kata Fildan.


Brug


Reyhan memukul wajah Fildan membuat Fildan terjatuh karna


tidak siap memerima pukulan dari Reyhan.


‘’Dengar.’’Reyhan meraih kerah baju Fildan.


‘’Mei itu bukan sekedar wanita lain.’’Kata Reyhan yang marah.


‘’Mei itu….’’Jeda Reyhan.


‘’Dia milik ku.’’Tatapan yang mata Reyhan yang kelam membuat


Fildan terkejut.


‘’Dia bukan perempuan  yang dengan mudah jatuh ke pelukanmu dengan


mudah.’’Kata Reyhan.


Reyhan melepaskan genggamannya lalu pergi mencari Mei


untungnya dia sudah memasang gps di ponsel Mei jadi bisa melacak keberadannya.


Karna sudah lebih dari sekali Mei pergi begitu saja jadi dia


sudah menyiapkan antisipasinya,Dia mengambil ponselnya dan menyalakannya

__ADS_1


mencari Mei.


Reyhan segera pergi ke tempat Mei saat dia sudah tahu


keberadannya.


Mei duduk di pinggir danau buatan sambil memasukan kakinya ke


dalam air.


Tempat biasa ayahnya mengajaknya pergi piknik saat ayahnya


pulang kerumah.


‘’Mei .’’Reyhan menghampirinya lalu melepaskan sepatunya dan


memasukannya kedalam air seperti yang dilakukan Mei.


‘’Maaf.’’Kata Reyhan, dia merasa bersalah karna sudah


mengenalkan Mei pada Fildan.


‘’Untuk apa?’’Tanya Mei menoleh pada Reyhan.


‘’Karna sudah mengenalkan Fildan pada mu.’’Reyhan menundukan


kepalanya.


‘’Seharusnya aku dengarkan ucapan Sena.’’Lanjutnya.


‘’Tapi kamu tenang saja.’’Reyhan mengangkat wajahnya sambil


tersenyum.


‘’Aku sudah memukulnya ,jadi dia tidak akan berani macam macam.’’Kata


Reyhan dengan mengacungkan tinjunya di depan mukannya..


‘’Apa sakit?’’Tanya Mei saat melihat tangan Reyhan yang merah.


‘Sebarapa keras dia memukulnya hingga merah begini.’Pikir


Mei.


‘’Ini tdak sakit sama sekali.’’Kata Reyhan.


‘’Yang lebih sakit saat kita tak bisa melindungi teman


kita.’’Lanjutnya sedikit sedih.


‘’Ini tidak seberapa dibandingkan dulu.’’Kata Reyhan.


‘’Dulu kau juga pernah melakukan hal ini juga.’’Tanya Mei


sambil membalut tangan Reyhan dengan sapu tangan.


‘’Hm dulu aku punya teman dekat sama seperti Sena,Indra dan


Hendri.’’Kata Reyhan.


‘’Tapi tanpa aku ketahui dia itu sering di bulli belakang ku,jika


ku tanya dia selalu bilang terjatuh.’’Lanjutnya.


‘’Aku baru tahu kalau dia itu di bully setelah dia pindah


sekolah.’’Tambahnya.


‘’Dia bahkan tidak bilang kalau dia mau pindah dia hanya


bilang ‘terima kasih karna sudah mau berteman dengan ku’di saat pemakaman


mama.’’Kata Reyhan sedih mengingat hari dimana dia di tinggalkan dua orang


terdekatnya.


‘’Kau ingat dengan lubang yang aku perlihatkan waktu


itu?’’Tanya Reyhan.


‘’Hm,kenapa emangnya.’’Kata Mei.


‘’Aku memukulnya pada saat tahu kalau dia itu sering di bully


dan memutuskan pindah,aku sangat marah pada diri ku sendiri karna tidak bisa menjaga


orang terdekat ku untuk kedua kalinya.’’Kata Reyhan.


‘’Saking marahnya pada diri ku sendiri yang tak menyadari


penderitaan mereka yang selalu tertawa saat berada dengan ku.’’Tambahnya.


Cup


Mei mencium tangan Reyhan yang di balut sapu tangan.


‘’Terima kasih karna sudah mau membela ku dan memukulnya


untuk ku.’’Kata Mei sambil tersenyum manis membuat pipi Reyhan merona.


‘’Em Mei,apa boleh aku mencium mu.’’Tanya Reyhan malu malu


sambil menggaruk pipinya.


‘’Emm.’’Mei menganggukan kepalanya.


Melihat Mei menyetujui permintaannya Reyhan menarik tengkuk


leher Mei.


Cup


Reyhan mencium Mei lama meresapi kelembutan bibir manis Mei


dan sedikit **********,dia tidak mau terlalu agresip karna dia masih dalam


tahap untuk mengdapatkan hati Mei.


‘Manis….Bagaimana bibirnya bisa semanis ini.’Batin Reyhan.


‘Apa tadi dia habis memakan gula yah,ini sungguh membuat ku


ketagihan dan ingin selalu mengesap bibirnya terus.’Lanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2