
Hari minggu adalah hari yang janjikan Mei pada Reyhan untuk
bertemu dengan teman yang di maksud Reyhan.
‘’Ayo Mei masuk.’’Ajak Reyhan saat mereka sampai di kafe
tempat pertemuan.
‘’Hm.’’Kata Mei malas,dia sebenarnya tidak terlalu
tertarik,mereka masuk dan melihat sekeliling mencari Fildan.
‘’Reyhan di sini.’’Teriak Fildan saat melihat Reyhan dan Mei
datang.
‘’Maaf kami terlambat.’’Kata Reyhan lalu duduk di kursi, Mei
duduk di samping Reyhan.
‘’Tidak apa apa,santai saja.’’Kata Fildan lambaikan tangannya
sambil tersenyum.
‘’Kau sudah memesan makanan juga.’’Tanya Reyhan saat melihat
makanan di atas meja.
‘’Iyah supaya kalian bisa langsung makan,silahkan di
nikmati.’’Kata Fildan
‘’Ini aku yang traktir sebagai awal pertemanan kita.’’Tambah
Fildan.
‘’Tidak perlu kami akan bayar.’’Tolak Reyhan,dia tidak suka di
traktir oleh orang yang tidak terlalu dekat dengannya.
‘’Baiklah,tapi biar aku yang membayar makanan Mei,oke.’’Kata
Fildan.
Reyhan melirik Mei yang memakan makanannya tidak perduli
dengan pembicaraan mereka berdua.
‘’Baiklah.’’Jawab Reyhan.
‘’Apa jangan jangan kalau kalian kencan itu selalu bayar
sendiri –sendiri?’’Tanya Fildan tak percaya.
‘’Iyah soalnya Mei selalu menolak.’’Kata Reyhan yang
menggaruk lehernya yang tak gatal.
‘ Tepatnya Mei selalu menolak kalau aku ajak pergi.’Batin
Reyhan.
‘’Harusnya kau biarkan saja cowok yang membayar saat
kencan.’’Kata Fildan pada Mei.
‘’Aku tidak suka berhutang.’’Jawab Mei.
‘’Oh begitu,kau sangat beda yah dengan cewek lain.’’Kata
Fildan dengan sedikit pujian,tapi Mei terlihat biasa saja mendengar pujiannya.
‘’Apa makanannya seenak itu sampai lahap sekali.’’Kata Fildan
melihat Mei yang makan dengan lahap.
‘’Hahaha Mei memang seperti itu,kalau dia lagi gugup dia suka
makan dengan lahap.’’Kata Reyhan menngusap rambut Mei.
Mei menatap Reyhan tajam tak terima dengan perkataan
Reyhan,dia tidak gugup hanya malas jadi dia alihkan pada makanan.
‘’Boleh aku minta nomor telepon mu.’’Tanya Fildan,Mei melirik
pada Reyhan bertanya padanya dan di angguki Reyhan.
Mei mengambil ponselnya di dalam tasnya ,saat Mei akan
memberikan nomor teleponnya ponsel Reyhan berdering.
‘’Maaf.’’Reyhan mengangkat teleponnya.
‘’Hallo,ada apa Nagi.’’Kata Reyhan,dia membari kode untuk
pergi dan di angguki Fildan.
‘’Oke pelan pelan.’’Kata Reyhan sambil beranjak dari sana.
‘’Aku tidak bisa mendengar kalau kau bicara cepat
begitu.’’Kata Reyhan.
‘’Dasar Reyhan, itu pasti telepon dari perempuan.’’Kata
Fildan sambil memakan makanannya.
‘’Apa kamu tidak penasaran?’’Tanya Fildan.
‘’Tidak sama sekali.’’Jawab Mei acuh.
‘’Kata orang wanita yang sedang jatuh cinta bisa berubah
lebih cantik.’’Kata Fildan.
‘’Tadinya aku tidak percaya,tapi setelah melihat mu
Mei.’’Lanjutnya.
‘’Aku percaya kau sangat cantik dan manis sekarang.’’Kata
Fildan sembil tersenyum.
__ADS_1
Mei hentikan makannya terkejut dengan ucapan Fildan yang
memujinya tapi entah kenapa dia tidak menyukai pujiannya.
‘’Aku tidak tahu secantik apa diriku sekarang, sehingga semua
orang bilang aku telah berubah.’’Kata Mei.
‘’Benarkah kau tidak menyadari perubahan mu.’’Kata Fildan.
‘’Bagaimana kalau, kau tidak hanya berteman dengan Reyhan
tapi dengan ku juga.’’Kata Fildan sambil menyunyah makanannya.
‘’Aku tidak bermaksud merusak atau jadi orang ketiga di
hubungan antara kalian berdua.’’Tambahnya.
‘’Agar kalian tidak jenuh dan bosan saja di hubungan
kalian.’’Kata Fildan.
‘’Aku yakin Reyhan juga pasti senang melihat mu bisa berteman
dengan banyak pria.’’Lanjutnya beranjak ke samping Mei dengan senyum yang menurut
Mei itu senyuman orang mesum.
‘’Dan kau akan bertambah lebih cantik… lagi.’’Fildan berbisik
di telinga mei
Trak
Mei menaruh garpuhnya lalu mengambil sejumlah uang dan
meletakannya di atas meja.
‘’Aku tidak membutuhkan teman seperti itu.’’Kata Mei lalu
berdiri.
‘’Lebih baik kau mencari wanita yang lebih cantik lagi untuk
di ajak berteman.’’Lanjutnya.
Mei mungkin tidak terlalu mengerti soal pacaran tapi dia
cukup peka antara orang yang benar benar mau berteman atau hanya musuh dalam
selimut.
‘’Karna aku tidak cantik sama sekali.’’Mei langsung pergi
begitu saja.
‘’Lho mau kemana?’’Tanya Fildan kelabakan.
‘’Tunggu……’’Melihat Mei yang sudah pergi.
‘’Ada apa dengannya.’’Kata Fildan heran biasanya jika seorang
wanita mendengar di puji cantik oleh pria dia akan memerah dan tersipu.
‘’Mei kemana?’’Tanya Reyhan .
‘’Dia pergi.’’Jawab Fildan.
‘’Pergi.’’Reyhan bingung lalu melihat uang di atas meja,segera
dia berlari keluar mencari Mei.
Reyhan melihat sekeliling Fildan pun ikut keluar juga.
‘’Apa yang kau katakana pada Mei.’’Reyhan mengeratkan
tinjunya.
‘’Tidak ada! aku mengatakan apa pun.’’Fildan mengangkat
bahunya santai.
‘’Hanya bilang untuk tidak berteman dengan mu saja dan
berteman dengan ku juga.’’Kata Fildan
‘’Tapi dia malah langsung pergi,daras perempuan aneh.’’Lanjut
Fildan yang tak menyadari kemarah Reyhan.
‘’Sudahlah lupakan saja dia.’’Tambahnya.
‘’Kau kan popular banyak perempuan yang mau bersama mu,
tinggal cari saja lagi wanita yang lain yang lebih manis darinya.’’Kata Fildan.
Brug
Reyhan memukul wajah Fildan membuat Fildan terjatuh karna
tidak siap memerima pukulan dari Reyhan.
‘’Dengar.’’Reyhan meraih kerah baju Fildan.
‘’Mei itu bukan sekedar wanita lain.’’Kata Reyhan yang marah.
‘’Mei itu….’’Jeda Reyhan.
‘’Dia milik ku.’’Tatapan yang mata Reyhan yang kelam membuat
Fildan terkejut.
‘’Dia bukan perempuan yang dengan mudah jatuh ke pelukanmu dengan
mudah.’’Kata Reyhan.
Reyhan melepaskan genggamannya lalu pergi mencari Mei
untungnya dia sudah memasang gps di ponsel Mei jadi bisa melacak keberadannya.
Karna sudah lebih dari sekali Mei pergi begitu saja jadi dia
sudah menyiapkan antisipasinya,Dia mengambil ponselnya dan menyalakannya
__ADS_1
mencari Mei.
Reyhan segera pergi ke tempat Mei saat dia sudah tahu
keberadannya.
Mei duduk di pinggir danau buatan sambil memasukan kakinya ke
dalam air.
Tempat biasa ayahnya mengajaknya pergi piknik saat ayahnya
pulang kerumah.
‘’Mei .’’Reyhan menghampirinya lalu melepaskan sepatunya dan
memasukannya kedalam air seperti yang dilakukan Mei.
‘’Maaf.’’Kata Reyhan, dia merasa bersalah karna sudah
mengenalkan Mei pada Fildan.
‘’Untuk apa?’’Tanya Mei menoleh pada Reyhan.
‘’Karna sudah mengenalkan Fildan pada mu.’’Reyhan menundukan
kepalanya.
‘’Seharusnya aku dengarkan ucapan Sena.’’Lanjutnya.
‘’Tapi kamu tenang saja.’’Reyhan mengangkat wajahnya sambil
tersenyum.
‘’Aku sudah memukulnya ,jadi dia tidak akan berani macam macam.’’Kata
Reyhan dengan mengacungkan tinjunya di depan mukannya..
‘’Apa sakit?’’Tanya Mei saat melihat tangan Reyhan yang merah.
‘Sebarapa keras dia memukulnya hingga merah begini.’Pikir
Mei.
‘’Ini tdak sakit sama sekali.’’Kata Reyhan.
‘’Yang lebih sakit saat kita tak bisa melindungi teman
kita.’’Lanjutnya sedikit sedih.
‘’Ini tidak seberapa dibandingkan dulu.’’Kata Reyhan.
‘’Dulu kau juga pernah melakukan hal ini juga.’’Tanya Mei
sambil membalut tangan Reyhan dengan sapu tangan.
‘’Hm dulu aku punya teman dekat sama seperti Sena,Indra dan
Hendri.’’Kata Reyhan.
‘’Tapi tanpa aku ketahui dia itu sering di bulli belakang ku,jika
ku tanya dia selalu bilang terjatuh.’’Lanjutnya.
‘’Aku baru tahu kalau dia itu di bully setelah dia pindah
sekolah.’’Tambahnya.
‘’Dia bahkan tidak bilang kalau dia mau pindah dia hanya
bilang ‘terima kasih karna sudah mau berteman dengan ku’di saat pemakaman
mama.’’Kata Reyhan sedih mengingat hari dimana dia di tinggalkan dua orang
terdekatnya.
‘’Kau ingat dengan lubang yang aku perlihatkan waktu
itu?’’Tanya Reyhan.
‘’Hm,kenapa emangnya.’’Kata Mei.
‘’Aku memukulnya pada saat tahu kalau dia itu sering di bully
dan memutuskan pindah,aku sangat marah pada diri ku sendiri karna tidak bisa menjaga
orang terdekat ku untuk kedua kalinya.’’Kata Reyhan.
‘’Saking marahnya pada diri ku sendiri yang tak menyadari
penderitaan mereka yang selalu tertawa saat berada dengan ku.’’Tambahnya.
Cup
Mei mencium tangan Reyhan yang di balut sapu tangan.
‘’Terima kasih karna sudah mau membela ku dan memukulnya
untuk ku.’’Kata Mei sambil tersenyum manis membuat pipi Reyhan merona.
‘’Em Mei,apa boleh aku mencium mu.’’Tanya Reyhan malu malu
sambil menggaruk pipinya.
‘’Emm.’’Mei menganggukan kepalanya.
Melihat Mei menyetujui permintaannya Reyhan menarik tengkuk
leher Mei.
Cup
Reyhan mencium Mei lama meresapi kelembutan bibir manis Mei
dan sedikit **********,dia tidak mau terlalu agresip karna dia masih dalam
tahap untuk mengdapatkan hati Mei.
‘Manis….Bagaimana bibirnya bisa semanis ini.’Batin Reyhan.
‘Apa tadi dia habis memakan gula yah,ini sungguh membuat ku
ketagihan dan ingin selalu mengesap bibirnya terus.’Lanjutnya.
__ADS_1