
Setelah berkeliling menaiki berbagai wahana Reihan membawa
Mei ke kedai yang sangat di rekomendasikan oleh para pengunjung yang pernah ke
sana.
‘’Ini sangat enak.’’Kata Mei senang sambil memakan
makanannya.
‘’Lalu churros nya juga sangat enak.’’Puji Mei.
‘’Kedengarannya kamu sangat menikmatinya.’’Kata Reyhan seraya
tersenyum senang karna Mei terlihat sangat bahagia,namun kesenangannya harus
berakhir saat suara yang sangat di kenal memanggilnya.
‘’Kakak!.’’Panggil Nagi yang menarik Dimas menghampiri
Reyhan.
‘’Nagi!’’Reyhan terkejut melihat adik dan kakak ada di sini.
‘’Kamu juga,kak Dimas?’’Kata Reyhan.
‘’Kakak!’’Kata Mei yang terkejut juga.
‘’Wah,kebetulan sekali.’’Kata Nagi.
‘’Tak ku sangka kalian di sini juga.’’Lanjutnya sambil
tersenyum manis.
‘’Ku pikir apa? Sampai Nagi terus menerus memaksa ku
membawanya ke sini hari ini.’’Kata Dimas yang mengeluh tentang kelakuan adik
bungsunya.
Bug
Nagi menyikut perut Dimas membuat niatnya ketahuan.
‘’Nagi.’’Tegus Reyhan.
Dia tahu Nagi tidak akan semudah itu mundur dan dia
seharusnya tahu kalau adiknya sedang merencanakan seseuatu.
‘’Hehehe.’’Nagi cengengesan menanggapi teguran Reyhan.
‘’Hallo Nagi,apa kabar.’’Sapa Mei.
‘’Baik.’’Balas Nagi.
‘’Oh kak Daichi kamu sudah boleh pulang sekarang.’’Kata Nagi
menoleh pada Dimas.
‘’Apa?’’Kata Dimas bingung.
‘’Lalu kamu bangaimana kalau kakak pulang.’’Kata Dimas.
‘’Tidak apa apa,di sini kana da kak Rey dan juga Mei juga ada
di sini.’’Kata Nagi.
‘’Hah!’’mereka bertiga terkejut dengan ucapan seenaknya Nagi.
‘’Tidak apa apa kan Mei?’’Tanya Nagi.
‘’hm iya!’’Kata Mei menyetujuinya.
‘’Yata.’’Nagi berhabur ke pelukan Mei.
‘’Harusnya kamu bertanya dulu sebelum menyatakannya.’’Kata
Reyhan sebal,akan tingkat adiknya yang akan mengganggu waktu berdua’annya
dengan Mei.
‘’Baiklah,kalau begitu aku akan pulang.’’Kata Dimas.
‘’Tolong jaga Nagi,yah.’’ Lanjutnya.
‘’Maaf ,yah!’’Dimas melihat Reyhan dan Mei bergantian dia
menyesal karna mengganggu kencan mereka.
‘’Hm.’’Balas Reyhan
‘’Sudah,yah!’’Dimas berbalik pergi sambil melambaikan
tangannya.
‘’Kamu benar benar menyukai Mei.’’Kata Reyhan sinis.
‘’Aku kan sudah bilang ingin bertemu dengan Mei.’’Kata Nagi.
‘’Kan kak sudah bilang-‘’Nagi memotong protesan Reyhan.
‘’Kakak itu pasti tidak bisa membuat Mei bersenang senang
jadi aku ada di sini untuk membuat Mei bersenang senang.’’Kata Nagi.
‘’Sudahlah,lebih baik kita pergi sekarang.’’Kata Mei
menengahi perdebatan kakak beradik itu.
__ADS_1
‘’Dasar…’’Reyhan mengacak acak rambut bagian belakangnya.
‘’Sebenarnya ada yang ingin aku katakan.’’Kata Nagi
‘’Apa?’’Tanya Mei.
‘’Aku sudah punya teman.’’Kata Nagi senang.
‘’Benarkah,bagaimana rasanya?’’Kata Mei.
‘’Sangat menyenangkan.’’Nagi tersenyum ceria.
‘’Ha,aku ingin naik itu.’’Tunjuk Nagi pada wahana
rorolcoster.
‘’Ap-‘’Mei shok
‘’Apa kamu takut?’’Ledek Nagi melihat ekspresi Mei.
‘’Tentu saja tidak!’’Bantah Mei walau sebenarnya dia tidak
mau lagi menaiki wahana itu.
‘’Kalau begitu,ayo ke sana.’’Nagi menarik tangan Mei.
‘’Kakak juga cepat.’’Teriak Nagi,Reyhan hanya tersenyum
melihat dua perempuan yang dia sayangi terlihat sangat dekat dan saling
menyayangi.
Mei yang terus di tarik tersenyum,dia senang karna ada
seseorang yang mau bertemu dengannya,sesuatu yang tak pernah terpikirkan
olehnya dulu.
…….
‘’Lexsa.’’Alisa mengetuk pintu kontrakan milik Alexsa.
Beberapa hari sejak kejadian di tempat karaoke Alexsa tidak
ada kabar bahkan dia tidak ke sekolah mengambil rapornya.
Alisa sangat khawatir ,dia bahkan berulang kali
menghubunginya tapi tidak bisa,jadi dia pergi ke kontrakan milik Alexsa walau
dia tahu kalau dia akan di usir menurutnya itu lebih baik dari pada tidak
melihatnya sama kekali.
‘’Apa kamu ada di dalam,cepat buka pintunya.’’Kata Alisa yang
terus mengetuk pintu.
‘’kamu ke sini cuman mau mengolok –olok ku saja,bukan?’’Kata
Alexsa.
Alias tertegun mendengar ucapan Alexsa.
‘’Kamu juga hanya berakting sajakan mau berteman dengan ku’’Kata
Alexsa.
‘’Tapi di belakang ku kau mentertawakan ku.’’Lanjutnya.
‘’Tidak.’’Bantah Alisa.
Dia memang tulus mau berteman dengan Alexsa selama ini,itulah
sebabnya dia bilang untuk berhenti mengejar Reyhan sebelum dia tidak mau Alexsa
sakit hati.
‘’Alexsa,aku benar banar bersungguh sungguh mau berteman dengan
mu.’’Lanjunya.
‘’Aku tidak berakting sama sekali.’’Kata Alisa lilih,bohong
kalau dia tidak sakit hati atas ucapan Alexsa yang mengatakan kalau dia cuman
berakting berteman dengannya.
‘’Pergi sana.’’Teriak ALexsa lagi.
‘’Orang orang selalu saling mengkhiati dan memanfaatkan satu
sama lain.’’Kata Alexsa
‘’Itu lah yang aku pikirkan ,apa salah kalau mau menginginkan
seseorang di samping dan menemaniku.’’ Lanjutnya
Alexsa mengubur kepalanya di kedua kakinya,air matanya
kembali mengalir.
Alias menunduk,matanya berkaca kaca,dia mengepal kan
tangannya saat mendengar harapan Alexsa lalu pergi dari kontrakan Alexsa seraya
menutup mulut agar tidak menangis.
……
__ADS_1
‘’Dasar.’’Reyhan menggendong Nagi yang sudah terlelap karna
kelelahan.
‘’Nagi punya cara sendiri untuk bersenang senang.’’Lanjutnya.
‘’Hehe,sudahlah.’’Kata Mei yang membukakan pintu kamar hotel.
Reyhan segera menidurkan Nagi di salah satu kasur dan
menyelimutinya.
Mei tertegun melihat kamar yang akan mereka gunakan,sangat
luas dan juga ada sofa seperti ruang tamu.
‘’Ini pasti mahal kan.’’Tanya Mei.
‘’Tidak,ada yang melakukan pembatalan,jadi pihat hotel
memberi potongan harga.’’Kata Reyhan lalu mendudukkan diri ke sofa.
Mei melangkah ke jengdela untuk mengurangi perasaan gugupnya.
Untuk pertama kalinya dia menginap di luar kota dengan seorang laki laki.
‘Apa yang harus aku lakukan sekarang ,ibu?’Pikir Mei
‘’Mei.’’Panggil Reyhan.
‘’A-ada apa?’’Balas Mei gugup.
‘’Kamu sedang apa?’’Tanya Reyhan
‘’Apa kamu senang? Padahal ini seharusnya waktu untuk kita
berdua berkencan.’’ Lanjutnya.
‘’Maaf yah kamu jadi harus menjaga Nagi.’’Kata Reyhan merasa
tak bersalah.
‘’Kita bahkan tidak bisa melihat pawai karna Nagi tertidur.’’Kata
Reyhan
‘’Ini sudah cukup,aku sangat senang.’’Kata Mai
‘’Aku sudah lama tidak ke taman hiburan,terakhir kali saat
aku masih kecil jaadi tidak terlalu ingat.’’Kata Mei melanhkan dan duduk di
sofa tunggal.
‘’Ini sangat menyenangkan,aku suka.’’Mei melihat Reyhan yang sudah
berbaring di sofa tertidur.
Dia menghapiri Reyhan, membungkuk lalu berisik di telinga
Reyhan.
‘’Terima kasih,telah merencakan semua ini untuk ku.’’Kata Mei
tulus.
‘’Akhh.’’Reyhan menarik pinggang Mei membuatnya ikut
berbaring di sofa bersama Reyhan.
‘’R-Rey ada Nagi nant..’’Kata Mei yang di potong Reyhan.
‘’Dia sudah terlelap jadi dia akan bangun nanti pagi.’’Kata
Reyhan.
‘Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?’Pikir Mei
gelisah.
‘’Rambut mu sudah mulai panjang .’’Reyhan membelai rambut
Mei.
‘’Oh yah,maaf hari ini aku banyak berkeringat.’’Kata Reyhan
saat melihat Mei memejamkan matanya.
‘’Aku yakin badan ku pasti bau.’’Lanjutnya sambil
tersenyum,Mei mendongkakan kepalanya melihat Reyhan.
‘’Kamu tidak bau.’’Bantah Mei lalu menunduk kembali karna
malu.
‘’Tidak apa apa.’’Kata Mei.
‘’Mei…’’Reyhan tersenyum dan mengeratkan pelukannya.
‘’Bisakah kita seperti ini sementara waktu?’’Tanya Reyhan.
‘’Ya.’’Mei menyamankan pelukannya.
‘Aku senang Mei sudah mulai terbuka dengan ku walau meski
sedikit demi sedikit.’Batin Reyhan.
‘Aku akan selalu menjaga mu.’Reyhan mencium dahi Mei yang
__ADS_1
sudah tertidur.