Ajari Aku Untuk Percaya Lagi

Ajari Aku Untuk Percaya Lagi
42


__ADS_3

Mei meregangkan otot ototnya yang pegal sehabis kerja,hari


ini pelanggan sangat ramai membuatnya dan pegawai lainnya sibuk bulak balik.


Mei melangkahkan kakinya pergi dari kafe karna Reyhan tidak


bisa mengantarnya pulang jadi dia pulang sendirian.


Reyhan di ajak lebih tepatnya langsung di tarik Hendri


setelah bel pulang berbunyi,Reyhan hanya pasrah sambil melambaikan tangannya


seraya meminta maaf.


‘’Mei!’’Teriak seseorang memanggil nama Mei.


Merasa ada yang memanggil namanya Mei celingukan mencari


siapa yang memanggilnya.


‘’Mei!.’’Panggilnya lagi melihat Mei sedang mencarinya.


Mei menengok ke sebrang jalan dia melihat seorang Remaja


putri tersenyum padanya seraya melambai kan tangannya.


‘’Aku akan kesana. ’’Teriaknya,dia berjalan menyebrang ke


sisi jalan Mei.


‘’Nagi,sedang apa kamu di sini.’’Tanya Mei saat Nagi sudah


berada di sampingnya.


‘’Aku habis kerja kelomok bersama teman ku.’’Jawab Nagi.


‘’Oh,begitu! Mau mampir dulu.’’Tunjuk Mei ke sebuah kafe.


‘’Tidak nanti kak Daichi marah kalau aku pulang telat.’’Kata


Nagi.


‘’kak Daichi! Siapa? pacar mu.’’Tanya Mei karna setahunya


Nagi itu hanya punya 2 orang kakak, Reyhan dan Dimas.


‘’Bukan,dia itu kakak pertama ku.’’Kata Nagi


‘’Tapi Rey bilang kalau kakak pertamanya itu namanya


Dimas,bukan Daichi.’’Kata Mei bingung.


‘’Iya memang namanya itu kak Dimas tapi aku suka memanggilnya


kak Daichi soalnya dia itu agak miring dengan karakter  favorit itu jadi aku memanggilnya


begitu.’’Jelas Nagi.


‘’Ah sudah jangan bahas soal kak Daichi lagi.’’Kata Nagi.


‘’Aku mau tanya soal boneka apa sudah jadi.’’Tanya Nagi.


‘’I-itu…..’’Mei menggusap leher belakangnya.


‘’Su-sudah.’’Kata Mei gugup.


Setelah Reyhan pulang dari rumahnya hari itu Mei langsung


menghubungi Nagi dia ingin memberikan hadiah juga untuk Reyhan jadi dia


bertanya pada Nagi dan Nagi menyarankan untuk membuatkannya boneka biar bisa


menemani Reyhan saat tidur.


‘’Terus bagaimana hasilnya,kapan kamu akan memberikannya pada


kak Rey.’’Kata Nagi antusias.


‘’Bonekanya sih sudah jadi,tapi bentuknya masih enggak


jelas,aku malu memberikannya pada Rey.’’Kata Mei kedua pipinya bersemu karna


malu tidak bisa melakukan dengan baik.


‘’Begitu yah,taka pa kamu bisa mencobanya lagi kalau butuh


bantuan beritahu aku.’’Kata Nagi.


‘’Iyah terima kasih.’’Mei tersenyum.


‘’Sudah yah aku harus pulang  takut kena ceramah kak Daichi yang panjangnya


ke rel kereta api.’’Kata Nagi.


‘’Dadah.’’Nagi melambaikan tangannya dan naik ojek yang

__ADS_1


suadah dia pesan tadi.


‘’Dadah,hati hati .’’Kata Mei.


Mei melanjutkan kembali jalannya setelah Nagi pergi,saat dia


melewati taman dia melihat seseorang yang duduk menundukan kepalanya.


‘’Kayanya kenal? Tapi siapa?’’Kata Mei yang terus


memperhatikan.


‘’Septian! kenapa murung begitu,apa dia lagi ada


masalah?’’Tanya Mei,dia berjalan menghampiri Septian dia khawatir karna waktu


itu Septian bialng mau membalas orang orang yang pernah menyakitinya.


Mei duduk di samping Septian ,merasa ada yang duduk di


sampingnya Septian mengangkat wajahnya dan menoleh ke samping.


‘’Mei! Sedang apa di sini.’’Kata Septian terkejut.


‘’Kamu sedang ada masalah.’’Tanya Mei.


‘’Enggak.’’Jawab Septian bingung.


‘’Terus kenapa murung.’’Tanya Mei lagi.


‘’Hmm,tadi sore aku ke sekolah orang yang pernah membuli


ku.’’Jelas Septian.


Kilas balik


‘Dia itu tinggi dan menakutkan.’Batin Septian seraya


memperhatikan orang orang yang keluar dari gerbang.


Seminggu sebelum dia masuk SMA GARUDA dia mencari tahu senior


yang membullynya dulu dan sekarang dia berdiri di depan gerbang sekolahannya.


‘Lalu di memiliki jerawat dan juga ada tahi lalat di sebelah


kiri bawah matanya.’ Lanjutnya sambil mencari orang itu.


‘’itu dia.’’Gumamnya saat menemukan orang  yang dia cari.


Orang itu berjalan kea rah Septian sambil menunduk dengan


‘Aku akan melakukan apa yang dulu kau lakukan pada ku.’Batin


Septian,tangannya mengepal erat siap melepaskan semua amarah yang dulu tidak


bisa dia keluarkan tapi dia tidak menyadari raut wajah lawannya.


‘’Cepat angkat wajah mu,agar aku bisa memukul mu.’’Kata


Septian pelan.


Septian menambarakan bahunya pada.


‘’woi!.’’Septian mentap tajam orang itu.


‘’Maafkan aku.’’Kata ketakutan dan berlari pergi.


‘’Hei! Tunggu ,hei..’’Septian memanggilnya dia bingung dan


heran dengan sikap orang yang membulinya dulu.


‘’Hei aku Septian ,apa kau lupa.’’Kata Septian tapi dia terus


berlari tak mengiraukan panggilan Septian.


‘Dia melupakan aku?’Batin Septian.


‘Dia bahkan tak melihat wajah ku.’Lanjutnya.


‘Apa dia benar benar lupa kalau dia dulu sering membully ku….’Septian


memandangnya kesal.


‘Kenapa dia ketakutan begitu?’Tanyanya.


‘Kemana perginya keberanian saat dia membully ku dulu?’


Septian pergi dengan kesal tapi tak bisa di pungkiri kalau


dia masih heran dengan sikap yang di tunjukannya.


Kilas balik selesai


‘’Terus apa yang akan kau lakukan sekarang?’’Tanya Mei

__ADS_1


setelah Septian selesai bercerita.


‘’Entahlah aku bingung.’’Kata Septian.


‘’Dia sepertinya benar benar melupakan ku dan itu membuat ku


kesal.’’Kata Septian.


‘’Tapi melihat tampangnya yang ketakutan aku hati ku jadi tak


tega.’’Lanjutnya,dia benar benar bingung.


‘’Mungkin dia sudah dapat karma dari perbuatannya dulu.’’Kata


Mei.


‘’Jadi dari pada kau terus menyimpan dendam dan resah sendiri


lebih baik lupain masa lalu.’’Lanjutnya.


‘’Enggak segampang itu yang aku rasain itu bukan hanya


kekerasan fisik dan tapi mental juga.’’Kata Septian.


‘’Bisa kalau kau mencoba seperti aku yang mencoba lagi untuk


mempercayai seseorang lagi.’’Kata Mei.


‘’Kau bisa mencoba menggunakan kekuatan mu untuk memnolong


orang orang yang benar benar di bully.’’Lanjutnya.


‘’Oke akan aku coba.’’Kata Septian ,dia merasa apa yang di


katakana Mei ada benarnya juga.


‘’Terima kasih.’’Kata Septian sambil tersenyum .


‘’Tak perlu.’’Mei bangkit dari duduknya.


‘’Mungkin kau bisa mencoba menyukai seorang gadis ,kata orang


cinta adalah obat segala hal.’’Lalu dia pergi meninggalkan Septian.


‘’Menyukai seseorang.’’Kata Septian menatap kepergian Mei


dengan pandangan yang sulit diartikan.


‘’Kurasa aku udah merasakan rasa yang sehausnya tidak aku


miliki.’’Lanjutnya ,lalu di pergi dati taman.


Septian berjalan menyerusuri jalan tangannya di masukan ke


dalam saku matanya melihat ke sekeliling sesekali dia tertawa saat melihat  ada yang lucu,matanya tak sengaja melihat


Reyhan yang keluar dari sebuah toko dia berjalan menghampiri Reyhan.


‘’Hai,Reyhan.’’Sapa Septian.


‘’Hai.’’Balas Reyhan sedikit terkejut.


‘’Kau beneran pacaran dengan Mei.’’Tanya Septian.


‘’Iyah.’’Jawab Reyhan.


‘’Aku….aku mungkin menyukai Mei.’’Kata Septian.


‘’Apa!’’Kata Reyhan matanya melotot mendengar pernyataan


Septian.


‘’Tenang saja aku tidak akan merebutnya darimu.’’Kata Septian


menenangkan Reyhan.


‘’Lalu maksud mu apa bilang begitu pada ku.’’Kata Reyhan.


‘’Aku hanya ingin mengungkapkan perasaan yang ku rasakan


saja.’’Kata Septian.


‘’Aku tidak mau nantinya kalian mikir aku ‘musuh dalam


selimut’ atau ‘pagar makan tanaman’ tenang saja selama kau masih bersetatus


pacarnya Mei aku tidak akan mengganggu kalian.’’ Lanjutnya.


‘’Tapi jika kau menyakiti Mei aku tidak akan tinggal


diam.’’Septian menepuk bahu Reyhan dan pergi.


Reyhan mengusap wajahnya kasar,bisa dia lihat Septian benar


benar menyukai Mei. Dia bingung dia merasa bersalah atas apa yang terjadi pada

__ADS_1


Septian di SMP tapi dia tidak dan ingin menebusnya  tapi dia tidak bisa kalau dia harus


menyerahkan Mei.


__ADS_2