
Mei meregangkan otot ototnya yang pegal sehabis kerja,hari
ini pelanggan sangat ramai membuatnya dan pegawai lainnya sibuk bulak balik.
Mei melangkahkan kakinya pergi dari kafe karna Reyhan tidak
bisa mengantarnya pulang jadi dia pulang sendirian.
Reyhan di ajak lebih tepatnya langsung di tarik Hendri
setelah bel pulang berbunyi,Reyhan hanya pasrah sambil melambaikan tangannya
seraya meminta maaf.
‘’Mei!’’Teriak seseorang memanggil nama Mei.
Merasa ada yang memanggil namanya Mei celingukan mencari
siapa yang memanggilnya.
‘’Mei!.’’Panggilnya lagi melihat Mei sedang mencarinya.
Mei menengok ke sebrang jalan dia melihat seorang Remaja
putri tersenyum padanya seraya melambai kan tangannya.
‘’Aku akan kesana. ’’Teriaknya,dia berjalan menyebrang ke
sisi jalan Mei.
‘’Nagi,sedang apa kamu di sini.’’Tanya Mei saat Nagi sudah
berada di sampingnya.
‘’Aku habis kerja kelomok bersama teman ku.’’Jawab Nagi.
‘’Oh,begitu! Mau mampir dulu.’’Tunjuk Mei ke sebuah kafe.
‘’Tidak nanti kak Daichi marah kalau aku pulang telat.’’Kata
Nagi.
‘’kak Daichi! Siapa? pacar mu.’’Tanya Mei karna setahunya
Nagi itu hanya punya 2 orang kakak, Reyhan dan Dimas.
‘’Bukan,dia itu kakak pertama ku.’’Kata Nagi
‘’Tapi Rey bilang kalau kakak pertamanya itu namanya
Dimas,bukan Daichi.’’Kata Mei bingung.
‘’Iya memang namanya itu kak Dimas tapi aku suka memanggilnya
kak Daichi soalnya dia itu agak miring dengan karakter favorit itu jadi aku memanggilnya
begitu.’’Jelas Nagi.
‘’Ah sudah jangan bahas soal kak Daichi lagi.’’Kata Nagi.
‘’Aku mau tanya soal boneka apa sudah jadi.’’Tanya Nagi.
‘’I-itu…..’’Mei menggusap leher belakangnya.
‘’Su-sudah.’’Kata Mei gugup.
Setelah Reyhan pulang dari rumahnya hari itu Mei langsung
menghubungi Nagi dia ingin memberikan hadiah juga untuk Reyhan jadi dia
bertanya pada Nagi dan Nagi menyarankan untuk membuatkannya boneka biar bisa
menemani Reyhan saat tidur.
‘’Terus bagaimana hasilnya,kapan kamu akan memberikannya pada
kak Rey.’’Kata Nagi antusias.
‘’Bonekanya sih sudah jadi,tapi bentuknya masih enggak
jelas,aku malu memberikannya pada Rey.’’Kata Mei kedua pipinya bersemu karna
malu tidak bisa melakukan dengan baik.
‘’Begitu yah,taka pa kamu bisa mencobanya lagi kalau butuh
bantuan beritahu aku.’’Kata Nagi.
‘’Iyah terima kasih.’’Mei tersenyum.
‘’Sudah yah aku harus pulang takut kena ceramah kak Daichi yang panjangnya
ke rel kereta api.’’Kata Nagi.
‘’Dadah.’’Nagi melambaikan tangannya dan naik ojek yang
__ADS_1
suadah dia pesan tadi.
‘’Dadah,hati hati .’’Kata Mei.
Mei melanjutkan kembali jalannya setelah Nagi pergi,saat dia
melewati taman dia melihat seseorang yang duduk menundukan kepalanya.
‘’Kayanya kenal? Tapi siapa?’’Kata Mei yang terus
memperhatikan.
‘’Septian! kenapa murung begitu,apa dia lagi ada
masalah?’’Tanya Mei,dia berjalan menghampiri Septian dia khawatir karna waktu
itu Septian bialng mau membalas orang orang yang pernah menyakitinya.
Mei duduk di samping Septian ,merasa ada yang duduk di
sampingnya Septian mengangkat wajahnya dan menoleh ke samping.
‘’Mei! Sedang apa di sini.’’Kata Septian terkejut.
‘’Kamu sedang ada masalah.’’Tanya Mei.
‘’Enggak.’’Jawab Septian bingung.
‘’Terus kenapa murung.’’Tanya Mei lagi.
‘’Hmm,tadi sore aku ke sekolah orang yang pernah membuli
ku.’’Jelas Septian.
Kilas balik
‘Dia itu tinggi dan menakutkan.’Batin Septian seraya
memperhatikan orang orang yang keluar dari gerbang.
Seminggu sebelum dia masuk SMA GARUDA dia mencari tahu senior
yang membullynya dulu dan sekarang dia berdiri di depan gerbang sekolahannya.
‘Lalu di memiliki jerawat dan juga ada tahi lalat di sebelah
kiri bawah matanya.’ Lanjutnya sambil mencari orang itu.
‘’itu dia.’’Gumamnya saat menemukan orang yang dia cari.
Orang itu berjalan kea rah Septian sambil menunduk dengan
‘Aku akan melakukan apa yang dulu kau lakukan pada ku.’Batin
Septian,tangannya mengepal erat siap melepaskan semua amarah yang dulu tidak
bisa dia keluarkan tapi dia tidak menyadari raut wajah lawannya.
‘’Cepat angkat wajah mu,agar aku bisa memukul mu.’’Kata
Septian pelan.
Septian menambarakan bahunya pada.
‘’woi!.’’Septian mentap tajam orang itu.
‘’Maafkan aku.’’Kata ketakutan dan berlari pergi.
‘’Hei! Tunggu ,hei..’’Septian memanggilnya dia bingung dan
heran dengan sikap orang yang membulinya dulu.
‘’Hei aku Septian ,apa kau lupa.’’Kata Septian tapi dia terus
berlari tak mengiraukan panggilan Septian.
‘Dia melupakan aku?’Batin Septian.
‘Dia bahkan tak melihat wajah ku.’Lanjutnya.
‘Apa dia benar benar lupa kalau dia dulu sering membully ku….’Septian
memandangnya kesal.
‘Kenapa dia ketakutan begitu?’Tanyanya.
‘Kemana perginya keberanian saat dia membully ku dulu?’
Septian pergi dengan kesal tapi tak bisa di pungkiri kalau
dia masih heran dengan sikap yang di tunjukannya.
Kilas balik selesai
‘’Terus apa yang akan kau lakukan sekarang?’’Tanya Mei
__ADS_1
setelah Septian selesai bercerita.
‘’Entahlah aku bingung.’’Kata Septian.
‘’Dia sepertinya benar benar melupakan ku dan itu membuat ku
kesal.’’Kata Septian.
‘’Tapi melihat tampangnya yang ketakutan aku hati ku jadi tak
tega.’’Lanjutnya,dia benar benar bingung.
‘’Mungkin dia sudah dapat karma dari perbuatannya dulu.’’Kata
Mei.
‘’Jadi dari pada kau terus menyimpan dendam dan resah sendiri
lebih baik lupain masa lalu.’’Lanjutnya.
‘’Enggak segampang itu yang aku rasain itu bukan hanya
kekerasan fisik dan tapi mental juga.’’Kata Septian.
‘’Bisa kalau kau mencoba seperti aku yang mencoba lagi untuk
mempercayai seseorang lagi.’’Kata Mei.
‘’Kau bisa mencoba menggunakan kekuatan mu untuk memnolong
orang orang yang benar benar di bully.’’Lanjutnya.
‘’Oke akan aku coba.’’Kata Septian ,dia merasa apa yang di
katakana Mei ada benarnya juga.
‘’Terima kasih.’’Kata Septian sambil tersenyum .
‘’Tak perlu.’’Mei bangkit dari duduknya.
‘’Mungkin kau bisa mencoba menyukai seorang gadis ,kata orang
cinta adalah obat segala hal.’’Lalu dia pergi meninggalkan Septian.
‘’Menyukai seseorang.’’Kata Septian menatap kepergian Mei
dengan pandangan yang sulit diartikan.
‘’Kurasa aku udah merasakan rasa yang sehausnya tidak aku
miliki.’’Lanjutnya ,lalu di pergi dati taman.
Septian berjalan menyerusuri jalan tangannya di masukan ke
dalam saku matanya melihat ke sekeliling sesekali dia tertawa saat melihat ada yang lucu,matanya tak sengaja melihat
Reyhan yang keluar dari sebuah toko dia berjalan menghampiri Reyhan.
‘’Hai,Reyhan.’’Sapa Septian.
‘’Hai.’’Balas Reyhan sedikit terkejut.
‘’Kau beneran pacaran dengan Mei.’’Tanya Septian.
‘’Iyah.’’Jawab Reyhan.
‘’Aku….aku mungkin menyukai Mei.’’Kata Septian.
‘’Apa!’’Kata Reyhan matanya melotot mendengar pernyataan
Septian.
‘’Tenang saja aku tidak akan merebutnya darimu.’’Kata Septian
menenangkan Reyhan.
‘’Lalu maksud mu apa bilang begitu pada ku.’’Kata Reyhan.
‘’Aku hanya ingin mengungkapkan perasaan yang ku rasakan
saja.’’Kata Septian.
‘’Aku tidak mau nantinya kalian mikir aku ‘musuh dalam
selimut’ atau ‘pagar makan tanaman’ tenang saja selama kau masih bersetatus
pacarnya Mei aku tidak akan mengganggu kalian.’’ Lanjutnya.
‘’Tapi jika kau menyakiti Mei aku tidak akan tinggal
diam.’’Septian menepuk bahu Reyhan dan pergi.
Reyhan mengusap wajahnya kasar,bisa dia lihat Septian benar
benar menyukai Mei. Dia bingung dia merasa bersalah atas apa yang terjadi pada
__ADS_1
Septian di SMP tapi dia tidak dan ingin menebusnya tapi dia tidak bisa kalau dia harus
menyerahkan Mei.