
Ke esokan harinya Alexsa pergi ke agensi untuk meminta maaf
atas tindakannya yang sudah mengacaukan beberapa jadwal pemotretan.
‘’Saya benar benar sangat menyesal,maaf kan saya.’’Kata
Alexsa seraya menundukan kepalanya sedikit.
Setelah beberapa nasehat dan teguran dari kepala redaksi
Alexsa keluar dan pergi dari agensi.
‘’Lexsa.’’Panggil Alisa,Alexsa cukup terkejut melihat Alisa
berdiri di depan gedung agensinya.
‘’Kamubaik baik saja.’’Tanya Alisa khawatir.
‘’iya,sekarang aku merasa lega.’’Jawab Alexsa tersenyum tipis
‘’Begitukah,syukur lah!oh yah.’’Alisa mengambil sebuat surat
dari dalam tasnya.
‘’Ini.’’Alexsa memandang yang tertulis dari ibunya.
‘Apakah aku bisa menerima diri ku sendiri?’Pikir Alexsa.
‘Apakah ada yang akan berubah?’masih ada keraguan di dalam
hatinya.
‘Hati adalah yang paling rapuh dan mudah tersakiti dalam diri manusia dan
sangat sulit untuk mengobatinya.’Batin Alexsa.
‘Apakah aku benar benar bisa melakukannya?’Tanya Alexsa pada
dirinya sendiri.
‘’Lexsa,kenapa? Apa kamu sakit?’’Tanya Alisa karna dari tadi ALexsa diam saja.
‘’Tidak apa apa,ayo.’’Kata Alexsa dan mengambil surat yang di
pengang Alisa dan pulang bersama sama.
……..
Saat Alexsa membuka lokernya untuk mengambil buku ,lokernya
penuh dengan kertas kecil sampai beberapa berjatuhan,dia mengambil salah satu
kertas itu dan menbacanya.
Kau hanya model amatir
berhenti bertingkah kalau kau itu special.
‘Apa cuma ini yang ku dapat dari semua hal dari yang aku
lakukan sampai sekarang?’Pikir Alexsa yang kecewa.
Dia membuang semua kertas yang ada di dalam lokernya setelah
bersih dan memasukan buku yang dia butuhkan dia naik ke lantai dua pergi ke
kelasnya.
Ayumi yang heran melihat ada meja di tangga dan semakin tidak
mengerti saat tahu kalau meja itu milik Alexsa tanpa basa basi Ayumi membawa
meja nya ke kelas Alexsa.
‘’Kalian tolong hentikan,jangan lakukan itu lagi.’’Kata Alisa
pada dua orang siswi pelaku yang memindahkan meja Alexsa.
‘’Apa? Alias dia itu sudah menyakiti mu dan membuat mu
sedih.’’Kata teman sekelasnya.
‘’Benar,kami melakukan ini itu untuk mu.’’Kata yang satunya.
‘’Dia tidak melakukan apa pun pada ku.’’Kata Alisa.
‘’Kami hanya membalas apa yang sudah dia lakukan saja itu
hanya sedikit.’’ Katanya enteng seolah olah apa yang di perbuat hanya tindakan
sepele.
‘’Itu bukan sedikit tapi kaliansekongkol membully
__ADS_1
Alexsa.’’Bentak Alisa.
‘’Apa kata mu? Yang kami lakukan ini …’’saat akan
mencengkaram kerah baju Alisa teman satunya menghentikannya.
‘’Cukup,sudahlah ayo pergi.’’Katanya lalu pergi meninggalkan
Alisa.
‘’Cih dasar bodoh.’’Katanya pada Alisa lalu mengikuti
temannya.
‘Kenapa orang bisa senang dengan menyakiti orang lain?’Batin
Alisa menatap punggung mereka dengan nanar.
‘’Apa yang kau lakukan?’’Tanya Alexsa saat melihat Ayumi
membawa meja yang di eprkirakan miliknya di depan pintu kelas.
‘’S-selamat pagi.’’Sapa Ayumi gugup.
‘’Apa yang kau lakukan dengan meja ku?’’Kata Alexsa marah.
‘’Maafkan aku.’’Kata Ayumi
‘’Padahal dia hanya ingin mengembalikannya,tapi malah di
marahi.’’Komentar siswi yang lewat.
‘’Benar.’’Balas temannya.
‘’Mengembalikannya?’’Gumam Alexsa.
‘’Aku cuman ingin….mengembalikannya ke kelas.’’Kata Ayumi.
‘’Kenapa kau melakukannya? ‘’Tanya Alexsa tak habis pikir,di
saat semua murid mencemoohnya dia malah sebaliknya.
‘’Karna aku tidak bisa berdiam diri dan menonton saja,aku
tahu kalau Alexsa itu orang yang baik.’’Jawab Ayumi
‘’Aku tidak bisa melihat mereka melakukan ini pada
mu.’’Lanjutnya.
‘’Yang selama ini kau lihat bukanlah diriku yang
sebenarnya.’’Kata Alexsa.
‘’Aku hanya pura pura bersikap baik pada mu selama
ini.’’Lanjutnya.
‘’Kamu salah.’’Bantah Ayumi.
‘’Kamu selalu memperlakukan ku dengan baik,kamu juga mengajak
ku bersenang senang dan meneraktir ku.’’Kata Ayumi, Alexsa sedikit tertegun
dengan ucapan Ayumi.
‘’Walau kamu bilang kalau semua itu hanya pura pura tapi kamu
telah membuat ku sangat bahagia.’’Lanjutnya
‘’Aku tidak membenci mu sama sekali.’’Kata Ayumi tulus.
Alexsa tersentak lalu tersenyum tipis dengan tulus. Dia
senang masih ada yang yang mau memperdulikannya.
Alexsa menghampiri dan mengambil alih mejanya dari Ayumi.
‘’Aku baik baik saja,aku sudah terbiasa kok di jahili,tidak
perlu khawatir.’’Kata Alexsa.
‘’Maaf aku sudah berteriak pada mu tadi.’’Kata Alexsa dengan
tulus.
‘’Terima kasih.’’Lanjutnya.
‘’Tidak masalah.’’Ayumi menangis haru karna ucapan Alexsa.
‘Aku tidak akan bertindak seperti dulu lagi,aku sudah sadar
kalau kebohongan yang ku buat bukan hanya menyakiti orang laijn tapi diri ku
__ADS_1
sendiri.’
‘Aku tidak akan membaca ekspresi orang lain lagi dan tidak
akan perduli lagi dengan pendapat orang lain karna ini adalah hidup ku akan aku
lakukan sesuka ku.’Kata Alexsa di dalam hati.
‘Aku juga tidak akan membuat persahabatan yang lemah
lagi.’Lanjutnya.
……..
Seperti yang di kata Alexsa dia akan melakukan apa yang dia
ingin kan tanpa mendengar ucapan orang lain.
Dia sekarang akan merubah image nya dan memperlihatkan Alexsa
yang sebenarnya,dia akan melepaskan topeng yang selama ini dia pakai bahkan dia
memotong rambutnya.
‘’Selamat siang.’’Sapa Kanaya.
‘’Ah,Alexsa kamu memotong rambut mu yah?’’Tanya Kanaya lalu
duduk di samping Alexsa.
‘’Ya.’’Jawab Alexsa singkat.
‘’Kelihatan bagus,aku kesulitan sekali merubah gaya potong
rambut ku.’’Keluh Kanaya.
‘’Aku tidak ingin orang orang mengatakan hal aneh di
internet.’’Lanjutnya.
‘’Siapa yang peduli?’’Alexsa menaruh ponselnya setelah dia
menghapus beberapa nomer di ponselnya.
‘’Apa?’’Tanya Kanaya tak mengerti.
‘’Jika kau terus mendengarkan kata mereka ,itu tidak akan
pernah selesai selesai.’’Kata Alexsa.
‘’Kau juga tidak akan bisa melakukan apa yang kau ingin
kan.’’Lanjutnya.
‘’Aku tidak perduli yang orang katakana di belakan ku,aku
ingin hidup secara terbuka dan jujur.’’Kata Alexsa tegas dan serius.
Septian tersenyum saat melihat majalah dengan cover yang
menampilkan Alexsa dengan gaya yang telah berubah yang terlihat enerjik dan
Anggun di saat bersamaan.
……..
‘’Ibu dengar akan ada festival di alun alun kota.’’Kata Sarah
yang sedang menyantap es krim.
‘’Benarkah?’’Kata Mei tak minat .
‘’Kamu tidak pergi kencan?’’ Tanya Sarah heran.
‘’Apa maksud ibu?’’Tanya Mei yang mematikan kran air dia
telah selesai mencuci piringnya lalu mengelap tangannya.
‘’Apa kau tidak mau mengajaknya berkenca?’’Tanya Sarah.
‘’Kenapa harus?’’Kata Mei terlihat rona merah di pipinya.
‘’Kok Kenapa? Ayolah kau itu punya pacar yang tampan dan juga
keren,sayang sekali kan kalau tidak di pamerkan.’’Balas Sarah.
‘’Tau ah terserah ibu.’’Kata Mei lalu pergi ke kamarnya
sambil menyembunyikan wajahnya yang sudah semerah kepiting rebus.
‘’Lo malah pergi sih.’’Kata Sarah.
‘’Mungkin dia malu,hihihi.’’Lanjutnya.
__ADS_1
Dia tertawa melihat tingkah anaknya yang selalu mengelak kalau membahas soal kekasihnya.