Ajari Aku Untuk Percaya Lagi

Ajari Aku Untuk Percaya Lagi
05


__ADS_3

Mei yang sedang membersihkan meja di


panggil oleh menejer kafe tempat Mei bekerja.


‘’Mei ke sini sebentar.’’Panggil pak menejer.


‘’Iyah.’’Mei menghampiri menejernya.


‘’Ada apa yah,pak?’’Tanya Mei.


‘’Saya tahu ini sudah jam kamu untuk pulang.’’Kata Menejarnya,Mei


mengangguk membenarkan.


‘’Tadi Roni telepon kalau ada satu pesanan yang


ketinggalan.’’Lanjutnya.


‘’Jadi saya minta kamu untuk menggantarkannya sebelum kamu


pulang.’’Kata menejarnya.


‘’Saya pak,memangnya kak Laya dan Deni enggak ada.’’Tanya Mei.


‘’Mereka sedang mengantarkan pesanan juga.’’Kata Menejernya.


‘’Tapi pak saya belum punya SIM.’’Kata Mei.


‘’Tenang saja jam segini sudah tidak ada polisi.’’Kata


Menejernya.


‘’Kalau kamu masih takut di tilang kamu tinggal pergi ke


jalan tikus nanti saya akan beritahu jalannya.’’Tambahnya.


‘’Terus saya mengantarnya pakai apa pak? Motornyakan  sedang di pakai  mengantar pesanan semua.’’Tanya Mei binggung.


‘’Masih ada satu motor lagi di belakang ,kamu bisa


menggunakannya.’’Jawab pak Menejer.


‘’Sekarang kamu antar pesanan ini kita tidak boleh membuat


pelanggan menunggu.’’Perintah pak menejer.


‘’Baik.’’Mei melepaskan epronnya dan mengambil pesanan


pelangan.


Dia pergi ke belakang mengambil motor saat melihat ke adaan


motor tersebut Mei jadi ragu.


‘’Apa motor nya enggak akan mogak kalau di pakai?’’Kata Mei.


‘’Berdo’a sajalah semoga tidak terjadi apa –apa dan aku


selamat sampai tujuan dan bisa kembali ke sini lagi.’’Mei menghidupkan motornya


lalu menjalankan motornya meninggalkan kafe.


Mei menggendarai motornya mengikuti arahan yang menejernya


beritahu dengan perasaan was –was takut motornya mogak di jalan.


Mei menghela nafas nya setelah sampai di alamat yang di tuju


,dia pun turun dan menekan bel.


Tin tong…..tin tong…


Ckrek


Sang pemilik rumah keluar dia berjalan menghampiri Mei yang


ada di balik pagar.


‘’Ada yang bisa saya bantu.’’Tanyanya sopan.


‘’Saya dari kafe wings mengantarkan pesanan .’’Jawab Mei


sopan.


‘’Apa anda yang bernama mbak Kira.’’Tanya Mei untuk


memastikan dia tidak salah orang.


‘’Oh,iyah itu saya.’’Jawabnya.


Setelah mengkompirmasi Mei menyerahkan pesanannya .


‘’Terima kasih.’’Katanya.


‘’Sama –sama.’’Lalu Mei pun pergi  kembali ke kafe.


Di tengah –tengah perjalanan motor yang di tumpangi Mei mogok


di jalan yang cukup sepi dan tak ada yang lewat di tambah sepertinya akan


hujan.


‘’Duh… gimana ini.’’Kata Mei gelisah dia menstater motornya


terus.


‘’Mana sepi lagi.’’Lanjutnya,dia melihat ke depan dan


belakang.


‘’Sebaiknya aku telepon kafe saja.’’Mei mengambil hpnya lalu

__ADS_1


menelepon tapi jaringan nya sedang sibuk.


‘’Kenapa harus sibuk di saat seperti ini sih!’’Kata Mei yang


semakin gelisah.


‘’Apa aku telepon ibu saja yah.’’Mei pun menelepon ibunya


tapi tidak di angkat angkat.


‘’Ayo ibu angkat……Mei mohon angkat teleponnya.’’Kata Mei yang


sudah ketakutan kala melihat bayangan beberapa orang yang tak kunjung lewat


seperti sedang mengawasi.


‘’Aku harus bagaimana?Ayah ,ibu tolong Mei.’’Mei berjongkok


di samping motornya.


‘’Ah….. iyah!’’Kata Mei yang mengingat sesuatu.


Dia merogah saku roknya mengambil secari kertas yang terdapat


nomor telepon seseorang,dia langsung menekan nomernya berharap orang yang dia


hubungi menjawabnya.


……….


Reyhan ,Sena dan Ayumi serta yang lain sedang berada di salah


satu tempat karaoke ,Ayumi dengan semangatnya bernyanyi setelah selesai dia menyerahkannya


pada Reyhan.


‘’Reyhan sekarang giliran kamu yang bernyanyi.’’Kata Ayumi


dan menyerakan micnya pada Reyhan.


Reyhan mengambilnya dan memilih lagu yang ingin dia


nyanyikan.


‘’Kamu mau nyanyi lagu apa.’’Tanya siswi yang duduk di


samping Reyhan.


‘’Entah aku masih binggung.’’Jawab Reyhan,dia masih memilih


tiba –tiba hp miliknya berdering.


Reyhan mengambilnya dan membukanya terdapat nomer yang tidak


di kenali olehnya.


‘’Dari siapa ?’’Tanya Sena,yang melihat Reyhan tidak segera


Reyhan tidak menjawab pertanyaan yang Sena ajukan dia


mengangkat .


‘’Halo sia………’’Reyhan yang belum selesai mengucapkan


perkataannya menjadi terkejut mendengar suara yang sedang ketakutan di sebrang


telepon.


‘’Tolong……tolong aku!’’Kata Mei dengan suara bergetar.


‘’Mei!.’’Reyhan langsung berdiri dan berlari keluar saat


mendengar suara yang dia hafal sedang ketakutan.


‘’Ada apa?apa yang terjadi.’’Tanya Reyhan yang cemas.


‘’Tolong aku……motorku mogok dan…..dan di sini sangat


sepi.’’Kata Mei.


‘’Kau dimana sekarang?’’Tanya Reyhan ,dia semakin cemas saat


mendengar Mei ada di mana.


‘’Aku ke sana segera.’’Reyhan menyetop taksi.


‘’Mei jangan kemana sebelum aku datang dan kalau ada orang


yang mencurigakan akan mendekatimu segera hubungi polisi.’’Tambah Reyhan lalu


menutup teleponnya dan menyuruh pak supir untuk mempercepat lajunya.


Mei yang mendengar ucapan Reyhan semakin gelisah dia terus


melirik sekitar di hp sudah menekan nomer polisi jika ada yang mencurigakan dia


bisa langsung menelepon.


Tak berapa lama Mei melihat bayangan beberapa orang  berjalan ke arahnya ,dia mengeratkan


genggamannya dia sudah ketakutan kakinya mulai lemas.


‘’Mei.’’Reyhan segera menghampiri Mei saat dia sudah sampai


dia melihat Mei yang tertegun dengan pandangan kosong.


‘’Mei….hei Mei ,sadar.’’Reyhan memegang bahunya berusaha


memnyadarkan Mei.


Cup….

__ADS_1


Reyhan mencium Mei untuk menyadarkannya dan itu berhasil  ,mata Mei mengkerjap –kerjap lucu karna terkejut.


Reyhan melepas ciumannya setelah Mei tersadar, dia melihat kedua


pipi Mei yang merah dan matanya yang terbuka lebar .


‘’Maaf,aku tidak bermaksud.’’Kata Reyhan.


‘’Aku hanya ingin menyadarkan mu yang ketakutan.’’Lanjutnya.


‘’Eh ti-tidak apa –a-apa.’’Kata Mei yang tersadar dia menoleh


menghindari tatapan Reyhan.


‘’Jangan –jangan itu ciuman pertama mu.’’Kata Reyhan yang


merasa aneh dengan tingkah Mei.


Mendengar ucapan Reyhan yang tepat membuat wajah Mei merah


seperti keeping rebus.


‘’Maaf aku tidak tahu.’’Kata Reyhan menyesal dan juga senang


karna dia yang mendapatkan ciuman pertama Mei .


‘’Ti-tidak apa –apa ?’’Kata Mei yang menunduk malu.


‘’Aku akan melihat motor mu.’’Kata Reyhan mengalihkan


perhatian dari kecanggungan.


Dia tahu Mei itu saat ini sedang malu dan canggung,harus


Reyhan akui dia suka melihat sisi Mei yang seperti ini dan ingin lebih


menggodanya tapi dia urungkan karna dia tadi melihat Mei gemetar dia tidak mau


membuat Mei semakin menjauh.


‘’Sepertinya ,motornya harus di bawa ke bengkel.’’Kata Reyhan


setelah mengecek motornya.


‘’Apa ini motor mu.’’Reyhan berbalik bertanya pada Mei.


‘’Bukan, itu motor milik kafe tempat aku bekerja.’’Mei


menggeleng.


‘’Terus gimana ,apa tidak bisa di perbaiki .’’Tambahnya.


‘’Hm,aku akan menelepon bengkel ,barangkali  masih bisa di utak atik.’’Reyhan menelepon


bengkel.


‘’Aku sudah menelepon bengkel dan mereka  akan segera ke mari.’’Kata Reyhan dan


menghampiri Mei yang duduk di pinggir jalan.


‘’Mau di sini dan menunggu montir memperbaiki motornya atau


ikut dengan ku.’’Tanya Reyhan yang juga duduk di samping Mei.


‘’Di sini aja.’’Jawab Mei.


‘’Kau yakin!apa menejer mu tidak akan marah kamu belum


kembali.’’Tanya Reyhan.


‘’Tidak ,sebenarnya jam kerja ku sudah selesai tapi karna ada


satu pesanan yang ketinggalan jadi pak menejer meminta ku untuk


mengantarkannya.’’Jelas Mei.


‘Eh….ngapain juga aku menjelaskannya pada nya.’Batin Mei


heran.


‘’Kau sudah mengabari menejer mu soal ini.’’Tanya Reyhan .


‘’Sudah.’’Kata Mei.


Setelahnya hening tidak ada lagi pembicaraan hingga seorang montir


datang,Reyhan langsung menyuruhnya mengeceknya.


‘’Ini memang bisa di akali tapi agak cukup lama dan seperti


harus di bawa ke bengkel.’’Ucap montir tersebut.


‘’Baiklah bawa saja,nanti kalau sudah selesai telepon saja


saya.’’Kata Reyhan.


‘’Tunggu…..kenapa harus menghubungi kau.’’Kata Mei.


‘’Tenang aku yang akan mengurusnya.’’Kata Reyhan sambil tersenyum


manis.


Motor Mei di naikkan ke mobil untuk di bawa ke bengkel,Reyhan


memarik tangan Mei saat Mei akan ikut ke bengkal.


Dengan terpaksa Mei ikut dengan Reyhan walau dia jengkel pada


Reyhan itu lebih baik dari pada dia harus menunggu ojek lewat dan juga di


ganggu preman.

__ADS_1


MAAF BARU BISA UPDET SEKARANG SOALNYA SAYA SIBUK HABIS SYUKURN DAN KUOTA SAYA JUGA HABIS JADI MAAF YAH!SELAMAT MEMBACA TERIMA KASIH.


__ADS_2