
Mei yang sedang membersihkan meja di
panggil oleh menejer kafe tempat Mei bekerja.
‘’Mei ke sini sebentar.’’Panggil pak menejer.
‘’Iyah.’’Mei menghampiri menejernya.
‘’Ada apa yah,pak?’’Tanya Mei.
‘’Saya tahu ini sudah jam kamu untuk pulang.’’Kata Menejarnya,Mei
mengangguk membenarkan.
‘’Tadi Roni telepon kalau ada satu pesanan yang
ketinggalan.’’Lanjutnya.
‘’Jadi saya minta kamu untuk menggantarkannya sebelum kamu
pulang.’’Kata menejarnya.
‘’Saya pak,memangnya kak Laya dan Deni enggak ada.’’Tanya Mei.
‘’Mereka sedang mengantarkan pesanan juga.’’Kata Menejernya.
‘’Tapi pak saya belum punya SIM.’’Kata Mei.
‘’Tenang saja jam segini sudah tidak ada polisi.’’Kata
Menejernya.
‘’Kalau kamu masih takut di tilang kamu tinggal pergi ke
jalan tikus nanti saya akan beritahu jalannya.’’Tambahnya.
‘’Terus saya mengantarnya pakai apa pak? Motornyakan sedang di pakai mengantar pesanan semua.’’Tanya Mei binggung.
‘’Masih ada satu motor lagi di belakang ,kamu bisa
menggunakannya.’’Jawab pak Menejer.
‘’Sekarang kamu antar pesanan ini kita tidak boleh membuat
pelanggan menunggu.’’Perintah pak menejer.
‘’Baik.’’Mei melepaskan epronnya dan mengambil pesanan
pelangan.
Dia pergi ke belakang mengambil motor saat melihat ke adaan
motor tersebut Mei jadi ragu.
‘’Apa motor nya enggak akan mogak kalau di pakai?’’Kata Mei.
‘’Berdo’a sajalah semoga tidak terjadi apa –apa dan aku
selamat sampai tujuan dan bisa kembali ke sini lagi.’’Mei menghidupkan motornya
lalu menjalankan motornya meninggalkan kafe.
Mei menggendarai motornya mengikuti arahan yang menejernya
beritahu dengan perasaan was –was takut motornya mogak di jalan.
Mei menghela nafas nya setelah sampai di alamat yang di tuju
,dia pun turun dan menekan bel.
Tin tong…..tin tong…
Ckrek
Sang pemilik rumah keluar dia berjalan menghampiri Mei yang
ada di balik pagar.
‘’Ada yang bisa saya bantu.’’Tanyanya sopan.
‘’Saya dari kafe wings mengantarkan pesanan .’’Jawab Mei
sopan.
‘’Apa anda yang bernama mbak Kira.’’Tanya Mei untuk
memastikan dia tidak salah orang.
‘’Oh,iyah itu saya.’’Jawabnya.
Setelah mengkompirmasi Mei menyerahkan pesanannya .
‘’Terima kasih.’’Katanya.
‘’Sama –sama.’’Lalu Mei pun pergi kembali ke kafe.
Di tengah –tengah perjalanan motor yang di tumpangi Mei mogok
di jalan yang cukup sepi dan tak ada yang lewat di tambah sepertinya akan
hujan.
‘’Duh… gimana ini.’’Kata Mei gelisah dia menstater motornya
terus.
‘’Mana sepi lagi.’’Lanjutnya,dia melihat ke depan dan
belakang.
‘’Sebaiknya aku telepon kafe saja.’’Mei mengambil hpnya lalu
__ADS_1
menelepon tapi jaringan nya sedang sibuk.
‘’Kenapa harus sibuk di saat seperti ini sih!’’Kata Mei yang
semakin gelisah.
‘’Apa aku telepon ibu saja yah.’’Mei pun menelepon ibunya
tapi tidak di angkat angkat.
‘’Ayo ibu angkat……Mei mohon angkat teleponnya.’’Kata Mei yang
sudah ketakutan kala melihat bayangan beberapa orang yang tak kunjung lewat
seperti sedang mengawasi.
‘’Aku harus bagaimana?Ayah ,ibu tolong Mei.’’Mei berjongkok
di samping motornya.
‘’Ah….. iyah!’’Kata Mei yang mengingat sesuatu.
Dia merogah saku roknya mengambil secari kertas yang terdapat
nomor telepon seseorang,dia langsung menekan nomernya berharap orang yang dia
hubungi menjawabnya.
……….
Reyhan ,Sena dan Ayumi serta yang lain sedang berada di salah
satu tempat karaoke ,Ayumi dengan semangatnya bernyanyi setelah selesai dia menyerahkannya
pada Reyhan.
‘’Reyhan sekarang giliran kamu yang bernyanyi.’’Kata Ayumi
dan menyerakan micnya pada Reyhan.
Reyhan mengambilnya dan memilih lagu yang ingin dia
nyanyikan.
‘’Kamu mau nyanyi lagu apa.’’Tanya siswi yang duduk di
samping Reyhan.
‘’Entah aku masih binggung.’’Jawab Reyhan,dia masih memilih
tiba –tiba hp miliknya berdering.
Reyhan mengambilnya dan membukanya terdapat nomer yang tidak
di kenali olehnya.
‘’Dari siapa ?’’Tanya Sena,yang melihat Reyhan tidak segera
Reyhan tidak menjawab pertanyaan yang Sena ajukan dia
mengangkat .
‘’Halo sia………’’Reyhan yang belum selesai mengucapkan
perkataannya menjadi terkejut mendengar suara yang sedang ketakutan di sebrang
telepon.
‘’Tolong……tolong aku!’’Kata Mei dengan suara bergetar.
‘’Mei!.’’Reyhan langsung berdiri dan berlari keluar saat
mendengar suara yang dia hafal sedang ketakutan.
‘’Ada apa?apa yang terjadi.’’Tanya Reyhan yang cemas.
‘’Tolong aku……motorku mogok dan…..dan di sini sangat
sepi.’’Kata Mei.
‘’Kau dimana sekarang?’’Tanya Reyhan ,dia semakin cemas saat
mendengar Mei ada di mana.
‘’Aku ke sana segera.’’Reyhan menyetop taksi.
‘’Mei jangan kemana sebelum aku datang dan kalau ada orang
yang mencurigakan akan mendekatimu segera hubungi polisi.’’Tambah Reyhan lalu
menutup teleponnya dan menyuruh pak supir untuk mempercepat lajunya.
Mei yang mendengar ucapan Reyhan semakin gelisah dia terus
melirik sekitar di hp sudah menekan nomer polisi jika ada yang mencurigakan dia
bisa langsung menelepon.
Tak berapa lama Mei melihat bayangan beberapa orang berjalan ke arahnya ,dia mengeratkan
genggamannya dia sudah ketakutan kakinya mulai lemas.
‘’Mei.’’Reyhan segera menghampiri Mei saat dia sudah sampai
dia melihat Mei yang tertegun dengan pandangan kosong.
‘’Mei….hei Mei ,sadar.’’Reyhan memegang bahunya berusaha
memnyadarkan Mei.
Cup….
__ADS_1
Reyhan mencium Mei untuk menyadarkannya dan itu berhasil ,mata Mei mengkerjap –kerjap lucu karna terkejut.
Reyhan melepas ciumannya setelah Mei tersadar, dia melihat kedua
pipi Mei yang merah dan matanya yang terbuka lebar .
‘’Maaf,aku tidak bermaksud.’’Kata Reyhan.
‘’Aku hanya ingin menyadarkan mu yang ketakutan.’’Lanjutnya.
‘’Eh ti-tidak apa –a-apa.’’Kata Mei yang tersadar dia menoleh
menghindari tatapan Reyhan.
‘’Jangan –jangan itu ciuman pertama mu.’’Kata Reyhan yang
merasa aneh dengan tingkah Mei.
Mendengar ucapan Reyhan yang tepat membuat wajah Mei merah
seperti keeping rebus.
‘’Maaf aku tidak tahu.’’Kata Reyhan menyesal dan juga senang
karna dia yang mendapatkan ciuman pertama Mei .
‘’Ti-tidak apa –apa ?’’Kata Mei yang menunduk malu.
‘’Aku akan melihat motor mu.’’Kata Reyhan mengalihkan
perhatian dari kecanggungan.
Dia tahu Mei itu saat ini sedang malu dan canggung,harus
Reyhan akui dia suka melihat sisi Mei yang seperti ini dan ingin lebih
menggodanya tapi dia urungkan karna dia tadi melihat Mei gemetar dia tidak mau
membuat Mei semakin menjauh.
‘’Sepertinya ,motornya harus di bawa ke bengkel.’’Kata Reyhan
setelah mengecek motornya.
‘’Apa ini motor mu.’’Reyhan berbalik bertanya pada Mei.
‘’Bukan, itu motor milik kafe tempat aku bekerja.’’Mei
menggeleng.
‘’Terus gimana ,apa tidak bisa di perbaiki .’’Tambahnya.
‘’Hm,aku akan menelepon bengkel ,barangkali masih bisa di utak atik.’’Reyhan menelepon
bengkel.
‘’Aku sudah menelepon bengkel dan mereka akan segera ke mari.’’Kata Reyhan dan
menghampiri Mei yang duduk di pinggir jalan.
‘’Mau di sini dan menunggu montir memperbaiki motornya atau
ikut dengan ku.’’Tanya Reyhan yang juga duduk di samping Mei.
‘’Di sini aja.’’Jawab Mei.
‘’Kau yakin!apa menejer mu tidak akan marah kamu belum
kembali.’’Tanya Reyhan.
‘’Tidak ,sebenarnya jam kerja ku sudah selesai tapi karna ada
satu pesanan yang ketinggalan jadi pak menejer meminta ku untuk
mengantarkannya.’’Jelas Mei.
‘Eh….ngapain juga aku menjelaskannya pada nya.’Batin Mei
heran.
‘’Kau sudah mengabari menejer mu soal ini.’’Tanya Reyhan .
‘’Sudah.’’Kata Mei.
Setelahnya hening tidak ada lagi pembicaraan hingga seorang montir
datang,Reyhan langsung menyuruhnya mengeceknya.
‘’Ini memang bisa di akali tapi agak cukup lama dan seperti
harus di bawa ke bengkel.’’Ucap montir tersebut.
‘’Baiklah bawa saja,nanti kalau sudah selesai telepon saja
saya.’’Kata Reyhan.
‘’Tunggu…..kenapa harus menghubungi kau.’’Kata Mei.
‘’Tenang aku yang akan mengurusnya.’’Kata Reyhan sambil tersenyum
manis.
Motor Mei di naikkan ke mobil untuk di bawa ke bengkel,Reyhan
memarik tangan Mei saat Mei akan ikut ke bengkal.
Dengan terpaksa Mei ikut dengan Reyhan walau dia jengkel pada
Reyhan itu lebih baik dari pada dia harus menunggu ojek lewat dan juga di
ganggu preman.
__ADS_1
MAAF BARU BISA UPDET SEKARANG SOALNYA SAYA SIBUK HABIS SYUKURN DAN KUOTA SAYA JUGA HABIS JADI MAAF YAH!SELAMAT MEMBACA TERIMA KASIH.