
‘’Hah….Apa kau pernah melihat Mei di sekitar sini.’’Tanya
Reyhan langsung dari pada dia gila bila bersama dengan Hendri lebih lama lagi
mending mencari Mei saja.
‘’Entah..’’Hendri mengangkat bahunya.
‘’Rupanya saja aku tidak tahu ,bagaimana aku tahu bila berpapasan
dengannya.’’Lanjutnya.
‘’Em,tingginya segini.’’Reyhan menaruh tangannya di dadanya
memberitahukan tinggi Mei.
‘’Dia memakai kaca mata terus pake topi warna merah dan
rambutnya sebawah bahu.’’Reyhan menerangkan.
‘’Dia memakai kemeja yang tangannya di gulung sampai siku dan
dalamnya memakai kaos putih bergambar mikye mouse lalu celana jins
panjang.’’Lanjutnya.
‘’Dia juga membawa tas punggung warna coklat dan ada stiker
beruangnya di tasnya dan di sepatunya juga.’’Kata Reyhan selesai
menjelaskannya.
‘’Detail amat kau menyebutkan ciri cirinya sampai kau tahu di
sepatunya dan tasnya ada stikernya.’’Kata Hendri.
‘’Jika aku tidak detail menjelaskannya maka akan tambah
panjang dan lama.’’Kata Reyhan pelan.
‘’Jadi apa kau pernah perpapasan dengan orang yang aku
sebutkan ciri cirinya itu.’’Tanya Reyhan.
‘’Emmm,kalau tidak salah tadi aku melihatnya nya berjalan ke
taman.’’Kata Hendri.
‘’Tapi aku tidak tahu itu Mei yang kau cari atau
bukan.’’Tambahnya.
‘’Oke,terima kasih.’’Reyhan menepuk bahunya dan langsung pergi
ke taman sebelum Mei pergi lagi.
Sesampainya di sana Reyhan mengedarkan pandangannya mencari
Mei,bibirnya tersenyum saat melihat seorang gadis sedang duduk di bangku
sendirian dia pun menghampirinya.
‘’Mei!’’Panggil Reyhan lembut,Mei menoleh saat mendengar ada
yang memanggilnya.
‘’Bisa ikut aku sebentar.’’Kata Reyhan lalu menarik tangan
Mei.
Setelah menaiki bis selama 20 menit mereka turun dan sekarang
berada di depan gerbang sebuah bangunan.
‘’Yah gerbangnya ternyata di kunci.’’Kata Reyhan.
‘’Ngapain kita ke sini.’’Tanya Mei melihat bangunan di
depannya atau tepatnya sekolah SMP.
‘’Aku ingin menunjukan pada mu kehidupan saat aku masih di
sekolah ini.’’Kata Reyhan.
‘’Ayo kemari.’’Reyhan membawa Mei ke pagar samping.
‘’Naiklah.’’Kata Reyhan meminta Mei naik ke pohon yang ada di
dekat pagar untuk memanjat dinding.
‘’Hah.’’Mei menatap
Reyhan seolah mengatakan’kau bercanda’.
Reyhan naik duluan lalu menjulurkan tangannya pada Mei
membuat Mei akhirnya mengikuti ke inginan Reyhan.
‘’Apa kamu sering melakukan ini.’’Tanya Mei saat akan turun.
‘’Aku termasuk anak bandel saat SMP.’’Kata Reyhan.
Mereka berjalan memasuki sekolah dan pergi menuju ke belakang
gudang yang sudah tidak terpakai.
‘’Untuk apa kita ke mari.’’Kata Mei sedikit takut terlebih
dia hanya berdua.
‘’Kau tidak sedang merencanakan yang aneh aneh kan.’’Lanjut
__ADS_1
Mei.
‘’Apa di mata mu aku orang yang seperti itu.’’Tanya Reyhan
,dia sedikit terluka dan kecewa saat Mei mengatakan itu.
‘’Aku tidak tahu,aku belum terlalu lama mengenal mu.’’Mei
menundukan kepalanya.
‘’Maka dari itu ,ayo kita saling mengenal lebih dalam satu
sama lain.’’Kata Reyhan dengan tersenyum.
‘’Kau lihat lubang yang ada di sana.’’Kata Reyhan menunjuk
sebuah lubang di pintu yang tak terpakai.
‘’Pernah sekali aku begitu marah dan memukulnya hingga jebol.’’Lanjutnya.
‘’Keluarga ku itu berantakan, papa ku selingkuh dengan
seketarisnya dan tak perduli pada ku ,mama dan adik ku yang saat itu masih
kecil bahkan kakak ku di usir dari rumah.’’Kata Reyhan.
‘’Aku,Indra dan Hendri dulu membentuk geng dan kami suka
berkelahi dan tawuran dengan senior atau pun anak sekolah lain. Aku sengaja
melakukan itu agar papa memarahiku dan mau pulang lagi ke rumah untuk mengawasi
ku.’’Lanjutnya.
‘’Tapi semuanya tak pernah terjadi, papa ku seolah tak
mengangap kami ada hingga saat aku kelas 3 mama ku meninggal.’’Mata Reyhan
memerah menahan tangis.
‘’ Dan yang paling menyakitkan adalah saat terakhir mama papa
tidak bisa mememaninya dia lebih memilih menemani selingkuhannya yang sedang
sakit karna kakinya terkilir.’’
Mei hanya diam mendengarkan cerita Reyhan,mata nya sudah
berkaca kaca.
‘’Bukan hanya itu saja papa ku membawa selingkuhannya ke
rumah kami tepat sehari mama meninggal dan menikahinya ke esokan harinya.’’Air
mata Reyhan sudah mengalir saat mengingat kejadian itu.
‘’Aku sangat marah dan ingin sekali memukul papa dan wanita
itu tapi ,mama meminta ku berjanji sebelum dia meninggal janji yang tidak bisa
‘’Apa?’’Tanya Mei.
‘’Aku tidak boleh membenci papa ku dan aku harus menjadi anak
yang baik pada siapa pun terutama wanita dan membatu yang membutuhkan serta
selalu tersenyum apa pun yang terjadi.’’Kata Reyhan sambil tersenyum.
‘’Bukan kah itu tidak adil Mei.’’Kata Reyhan.
Mei melangkah dan memeluk Reyhan menenangkannya.
‘’Maaf .’’Entah kenapa Mei ingin mengatakan kata itu.
‘’Hmuntuk apa kamu minta maaf. itu kan bukan salah mu,Mei.’’Reyhan memeluk
tubuh Mei erat.
‘’Bisakah kita seperti ini dulu.’’Tambahnya.
‘’Hm.’’Mei membiarkan Reyhan memeluknya.
‘’Terima kasih.’’Kata Reyhan.
Setelah cukup lama Reyhan melepaskan pelukannya.
‘’Kenapa kau menceritakan semua ini pada ku?’’Tanya Mei saat
Reyhan sudah tenang.
‘’Aku hanya ingin berbagi dengan mu.’’Kata Reyhan.
‘’Berbagi?’’Tanya Mei tak mengerti.
‘’Iyah!entah masalah apa yang kamu hadapi dulu aku hanya
ingin kamu tahu kalau bukan hanya kamu yang pernah mengalami hal menyakitkan
tapi masih ada orang yang mengalami hal yang sama.’’Kata Reyhan.
‘’Aku ingin mengeluarkan mu dari masa lalu dan bisa percaya
lagi pada orang lain.’’Lanjutnya.
‘’Kenapa kau mau repot repot melakukan hal itu pada ku.’’Kata
Mei.
‘’Karna aku perduli pada mu.’’Kata Reyhan.
‘’Aku menyukai mu Mei.’’Tambahnya membuat Mei tersentak.
__ADS_1
‘’Bukannya kau menyukai Alisa dan jangan bilang perduli pada
ku,kau pasti hanya menganggap ku sama seperti yang lainnya hanya kasihan
kan.’’Kata Mei.
‘’Aku beneran perduli pada mu bukan karna hanya
kasihan.’’Reyhan tak terima.
‘’Kalau kau perduli pada ku kau tidak akan memperlakukanku
seperti yang lain.’’Kata Mei.
‘’Kau justru lebih perduli pada Alisa dan menganggapnya
berharga dan perlakuan mu berbeda antara padanya dan yang yang lainnya termasuk
aku.’’Lanjut Mei.
‘’Alisa…Alisa..Alisa kenapa kamu selalu membicarakanya.’’Kata
Reyhan yang sudah tak tahan.
‘’Tidak ada hubungannya dengan dia dan aku tidak memperlakukannya
istimewa.’’Tambahnya.
‘’Sudahlah jangan membodohi diri sendiri dan aku tidak ingin di
kasihani.’’Kata Mei lalu beranjak pergi tapi.
Cup
Reyhan menarik tangan Mei lalu menciumnya.
‘’Lagi?’’Kata Mei marah.
‘’Kau melakukannya lagi?’’Tambahnya.
‘’Kali ini untuk apa?’’Tanya Mei
‘’Apa kau memang selalu melakukan itu dengan gadis lain
juga?’’Lanjutnya,Reyhan terdiam tersentak.
‘’Kau tahu berciuman tanpa bertanya itu bisa melukai seorang
wanita.’’Kata Mei air matanya mengalir di pipinya.
‘’Dan juga berciuman tanpa ada perasaan sama sekali tidak
akan membuat orang lain bahagia.’’Lanjutnya.
‘’Dasar bodoh.’’Teriak Mei.
Reyhan mendekati Mei dan memojokannya sambil memegang bahunya
lalu mencuimnya.
Cup
‘’Tidak.’’Mei berusaha menjauh.
‘’Tadi itu ciuman untuk memberi salam.’’Kata Reyha.
Cup
‘’Dan itu untuk gadis manis.’’Kata Reyhan lagi.
‘Apa?’Pikir Mei.
‘Apa yang dia lakukan?’’Tambahnya bingung.
Cup
‘’Dan itu adalah ciuman untuk gadis yang aku pilih untuk
bersama ku.’’Kata Reyhan,Mei hanya diam menerima semua ciuman yang di berikan
Reyhan.
Cup
‘’Dan itu adalah ciuman untuk gadis yang sudah berhasil
mencuri hati ku.’’Kata Reyhan lagi.
‘’Apa kau merasakan perbedaannya?’’Tanya Reyhan.
‘’Hah.’’Mei masih binggung dan mencerna apa yang terjadi.
‘’Mei apa kau menyukai ku.’’Tanya Reyhan.
‘’Kalau kau tidak memjawab akan aku cium lagi.’’Tambahnya.
Cup
‘’Mei!’’Panggil Reyhan.
‘’Aku tidak tahu apa aku menyukai mu atau tidak?’’Kata Mei.
‘’Tapi dada ku terasa sakit saat kau bersama dengan wanita
lain dan mendengar seberapa dekat kau dengan mereka.’’Mei meremas bajunya.
‘’Itu berarti kau menyukai ku juga.’’Reyhan tersenyum
mendengar penuturan Mei.
Cup
__ADS_1
Kali ini Reyhan menciumnya dengan ciuman yang sesungguhnya
penuh kelembutan dan juga perasaan cinta di dalamnya.