Ajari Aku Untuk Percaya Lagi

Ajari Aku Untuk Percaya Lagi
27


__ADS_3

Ckrek


Ckrek


Ckrek


‘’Bagus.’’


‘’Sekali lagi.’’


‘’Hebat.’’


Sang fotograper melihat hasil fotonya dia sangat puas dengan


hasilnya dan menganggukan kepalanya.


‘’Sangat hebat seperti biasanya. ’’Puji fotograper.


‘’Terima kasih.’’Kata Alexsa dengan senyum yang menawan


membuat yang melihatnya meleleh.


Alexsa Celina Putri adalah seorang model yang sedang naik


daun dan di gemari oleh para remaja saat ini. Tubuhnya yang tinggi dan seksi


serta wajahnya yang cantik seperti Barbie dengan bola mata yang bulat di hiasi


bulu mata yang lentih.


‘’Karna pemotretannya sudah selesai kamu boleh


istirahat.’’Katanya


‘’Kalau begitu saya permisi.’’ Pamitnya dengan sopan.Alexsa


pergi ke ruang ganti.


‘’Semuanya terima kasih untuk kerja kerasnya hari.’’Kata


Alexsa pada semua stap sebelum pergi.


‘’Sudah ku duga dia benar benar seorang model yang


bagus.’’Kata fotograper yang melihat foto Alexsa.


‘’Dia itu model terbaik kami.’’ Kata menejer Alexsa.


‘’Apakah kalian bisa mencari model pria yang cocok untuk di


pasangkan dengan Alexsa. ’’Tanya fotograper.


‘’Sepertinya itu permintaan yang sulit.’’Jawab menejer.


‘’Begitu?!’’Kata fotograper.


‘’Kami akan mengusahakannya untuk mencarinya.’’Kata


menejernya.


‘’Baiklah,akan saya tunggu.’’ Balas fotograper.


‘’Karna pemotretannya sudah selesai saya permisi,tuan


Exsel.’’Kata menejernya pada Exsel yang tak lain fotograper yang memotret


Alexsa tadi.


‘’Baiklah ,silahkan! senang bisa berkerja sama dengan


kalian.’’Exsel mengulurkan tangan dan menejer membalasnya uluran tangannya.


Menejernya pergi ke ruangan tunggu menemui Alexsa karna


pekerjaan mereka sudah selesi.


‘’hah.’’ Seorang gadis yang duduk di depan cermin seorang


diri tengah memainkan ponselnya membalas  semau komentar fansnya di media social


miliknya.


‘’Alexasa,kamu sudah selesai.’’ Menejernya membuka pintu


untuk menjemput Alexsa.


‘’Sudah dari tadi kok.’’Kata Alexsa ramah sambil tersenyum


manis.


‘’Baiklah ayo kita pulang,masih ada dua pemotretan


lagi.’’Kata Menejernya.


‘’Baik kak Miranda.’’Balas Alexsa lalu mengambil tasnya dan


pergi mengikuti Miranda menejernya.


……..


‘’Reyhan apa kau sudah mengerjakan pr dari buk Susi.’’Tanya


Sena saat Reyhan baru sampai dan menuju kursinya.


‘’Sudah, kenapa?’’Tanya Reyhan.


‘’Hehe…pinjam dong.’’Kata Sena sambil cengengesan.


‘’Kau itu lupa mengerjakannya atau tidak mau


mengerjakannya.’’Sindir Reyhan tapi tetap membuka resreting tasnya untuk


mengambil buku.


Karna ini bukan pertama kalinya Sena menyontek pada Reyhan


kalau di beri pr oleh buk Susi.

__ADS_1


‘’Hah.’’Reyhan terkejut melihat sesuatu di dalam tasnya.


Mei yang dari tadi membaca novel di samping Reyhan, menyeritkan


dahi heran melihat Reyhan yang terkejut.


‘’Kamu membawa putih ke sekolah?’’Tanya Mei yang menghampirinya


dan melihat seekor anak anjing.


‘’Enggak,aku juga enggak tahu kenapa putih bisa ada di dalam


tas.’’ Kata Reyhan bingung.


‘’Sebaiknya kita sembunyikan dia,sebelum guru tahu.’’Kata Mei


pelan.


Karna di sekolah mereka ada peraturan tidak boleh membawa


hewan masuk ke kawasan sekolah baik periharaan atau liar.


Wuukg wukg wukg[anggap aja suara anjing saya tidak tahu cara


nulisnya]


Putih yang senang mengonggong saat melihat Reyhan dan Mei.


‘’Stttt.’’Reyhan dan Mei  menaruh terunjuk di bibir mereka sebagai isarat,putih memiringkan


kepalanya tak mengerti.


Woogk woogk woogk


Mei mengambil suiternya lalu membungkus putih dan mengeluarkannya


dari dalam tas.


‘’Cepat kita harus menyembunyikannya.’’Mei bergegas keluar


kelas.


‘’Reyhan kau mau kemana?’’Tanya Sena saat melihat Reyhan dan


Mei buru buru keluar kelas.


‘’Bukunya mana.’’Tanyanya lagi.


‘’Ambil saja sendiri.’’Kata Reyhan yang sudah berlari kecil.


Mereka pergi ke belakang gudang tempat biasa Mei jika waktu


istirahat.


‘’Ku rasa disini aman.’’Mei membuka suiternya dan menaruk


putih di sebuah kardus yang entah punya siapa.


‘’Bagaimana kau bisa ada di dalam tas?’’Tanya Reyhan sambil


Woogk woogk woogk


‘’Reyhan ayo sebentar lagi masuk.’’Ajak Mei.


‘’Putih tunggu di sini yah, jangan kemana mana.’’Kata Reyhan


lalu menutup dusnya tak lupa memberi lubang untuk bernafas.


‘’Ayo kita ke kelas.’’Kata Reyhan mengandeng tangan Mei


menuju kelas.


Mei langsung pergi setelah bel istirahat berbunyi ,dia


khawatir dengan putih. Reyhan pergi ke kantin terlebih dulu sebelum menyusul


Mei untuk membeli makanan untuknya dan Mei serta putih.


‘’Bagaimana putih,apa baik baik saja?’’Tanya Reyhan


sesampainya disana.


‘’Em,dia baik baik saja.’’Jawab Mei.


‘’Ini makanlah.’’Reyhan memberikan roti pada Mei.


‘’Terima kasih.’’Mei membukanya dan memakannya.


‘’Oh yah Mei,kemarin setelah aku pergi apa terjadi sesuatu


diantara kamu dan Nagi.’’Tanya Reyhan.


Kemarin saat dia pulang mengambil oleh oleh untuk Mei dari


Ayumi dia tidak menemukan Mei di dalam kamar,dia pikir Nagi mengusir Mei saat


akan kerumah Mei dia mendengar suara tawa di kamar Nagi saat di buka betapa


terkejutnya dia melihat Nagi yang tertawa bersama Mei.


‘’Mmm.’’Mei mengingat ingat kejadian kemarin.


Kemarin……..!


Setelah keluar dari kamar mandi Mei melihat Nagi yang sedang


tertawa terpingkal pingkal.


‘’Apa ada yang lucu?’’Tanya Mei polos sambil celingukan


mencari sesuatu yang dianggap lucu.


Nagi yang melihat tingkah Mei tertawa semakin keras .


‘’Hahahahaha…ah perut ku sakit.’’Nagi memegangi perutnya yang


kram karna terlalu banyak tertawa.

__ADS_1


‘’Ha..ha…ha.’’Nagi mengatur nafasnya menghentikan tawanya.


‘’Kau suka dengan drama Korea.’’Tanya Nagi mengganti


pembicaraan..


‘’Suka.’’Jawab Mei yang tak keberatan karna Nagi memanggilnya


‘kau’ bukan ‘kak’ meski Nagi lebih muda darinya.


‘’Aku punya drama baru mau nonton bersama.’’Ajak Nagi.


‘’Apa boleh aku menontonnya bersama mu?’’Tanya Mei.


‘’Tentu,tadikan aku mengajak mu! Ayo masuk.’’Nagi


mempersilahkan Mei masuk ke kamarnya.


‘’Wahh.’’Mei berbinar kagum melihat kamar Nagi yang terdapat


banyak boneka dimana mana.


‘’Boneka mu banyak sekali.’’Mei duduk bawah di samping Nagi.


‘’Apa kamu menyukai boneka?’’Tanya Nagi,dia melihat binar di


mata Mei saat melihat kamarnya.


‘’Iyah,karna aku tidak punya cukup ruang dan uang untuk


membelinya,aku cuman punya satu.’’Jawab Mei tersenyum.


‘’Buat saja sendiri kan banyak di internet caranya,lebih


hemat lagi.’’Kata Nagi sambil menyetel filmnya di leptopnya.


‘’Aku tidak bisa membuatnya.’’Kata Mei malu.


‘’Itukan sangat gampang,semua boneka yang ada di kamar ini


hasil buatanku sendiri.’’Kata Nagi.


‘’Benarkah! Wah kau sangat hebat.’’Puji Mei.


‘’Biasa saja aku tidak sehebat Itu.’’Pipi Nagi merona karna


di puji Mei.


‘’Tidak…tidak itu hebat,dulu aku pernah membuatnya


sendiri’’Mei menyanggah perkataan Nagi.


‘’Pasti mudahkan.’’Kata Nagi.


‘’Boneka yang aku buat malah terlihat menyeram seperti boneka


untuk bermain jaelangkung.’’Mei menunduka kepalanya malu dengan awan mendung


karna kalah dengan anak yang lebih muda darinya.


‘’Em,bagaimana kalau kita tukuran nomer ponsel.’’Nagi


mengambil ponselnya.


‘’Aku akan mengajari mu cara membuat boneka.’’Lanjutnya


supaya Mei tak mengeluarkan awan mendung  lagi.


‘’Benarkah!.’’Kata Mei senang dia dan Nagi akhirnya bertukar


nomor.


Kembali saat ini……


‘’Mei…Mei …hei Mei.’’Reyhan mengerak gerakkan tangan menyadar


Mei yang tengah melamun.


‘’Hem.’’Mei tersadar.


‘’Kok malah melamun sih.’’Kata Reyhan.


‘’Ah maaf.’’Mei menggaruk pipinya.


‘’Sudahlah ayo ke kelas sebentar lagi masuk.’’Mei bangun dan


langsung pergi meninggalkan Reyhan.


‘’Lho malah pergi…..Mei tunggu.’’Reyhan mengejar Mei.


Semetara itu di depan gerbang ada seorang perempuan secantik


Barbie berdiri di depan gerbang sambil berteleponan dengan seseorang.


‘’Hallo Alisa,coba tebak aku ada di mana sekarang?’’Katanya


‘’…………’’


‘’Aku sedang ada di gerbang SMA mu.’’Katanya.


‘’………..’’


‘’Benar,aku akan sekolah di sini sekarang.’’Katanya lagi.


‘’Aku akan ke ruangan kepala sekolah dulu,nanti aku akan


menemui mu.’’Lanjutnya.


‘’………….’’


‘’Samapi nanti.’’Katanya mengakhiri panggilannya.


‘Kira kira apa aku bisa bertemu dengan pangeran si sini atau


tidak yah.’Pikirnya sambil memandang gedung sekolah SMA GARUDA dengan senyuman


yang sulit di artikan.

__ADS_1


__ADS_2