
Dari sepulang mengantar Mei,Reyhan kepikiran dengan ucapan Alexsa yang terus
terngiang di kepalanya,ada rasa takut di hatinya kalau Mei akan meninggalkannya
Di banding rasa kecewa atau pun kesal Reyhan lebih takut di
tinggalkan oleh Mei. Dia sadar kalau selama ini hubungannya dengan Mei lebih
terlihat perti persahabatan dari pada pacaran,bisa di hitung dengan jari berapa
kali mereka berkencan ah….bukan tapi hanya pergi bersama tak bisa di sebut
kencan.
Saat Septian mngatakan dia terlarik pada Mei,hatinya di
liputi rasa resah dan gelisah meski Reyhan tahu Mei bukan perempuan yang dengan
mudah dekat dengan orang lain.
‘’Apa benar Mei mengatakan soal kencan? Tapi sama siapa? Aku
tau Septian? ’’Tanya Reyhan,dia membaringkan tubuhnya di kasur,menatap langit
langit kamarnya dengan tangan yang
menopang kepalanya.
‘’Tidak Rey,jangan pernah kau berpikir yang tidak
tidak.’’Kata Reyhan.
‘’Jangan sampai kejadian waktu itu terulang
lagi.’’Lanjutnya,dia tidak ingin melihat Mei menangis lagi seperti dulu.
‘’Aku harus mempercayai Mei seperti dia percaya pada
ku.’’Kata Reyhan.
Saat bangun Reyhan
tidak sengaja melihat ponselnya terdapat notivikasi dari seseorang,dia
mengambilnya sudut bibir naik melihat siapa yang menghubunginya.
‘’Mei.’’Kata Reyhan senang melihat pesan dari Mei,dia
langsung membalasnya.
…..
‘’Nih.’’Alexsa mengulurkan tangannya ke Septian.
‘’Apa ini?’’Tanya Septian bingung.
Gimana enggak bingung? Dia yang sedang makan roti sendirian
lalu tiba tiba Alexsa datang menyodorkan dua buah kertas yang entah apa itu.
‘’Tiket ke Candy Land.’’Jawab Alexsa santai tapi beda dengan
Septian yang terkejut dan keheranan.
‘’Untuk apa kau memberikannya pada ku?’’Tanya Septian.
‘’Banyak tanya yah,kalau di kasih itu ambil jangan banyak
tanya.’’Kata Alexsa kesal
Entak kanapa kalau bicara dengan Septian bawaannya selalu
kesal.
‘’Menerima sesuatu yang tidak jelas maksud dan tujannya itu
adalah hal yang mencurigakan dan merugikan.’’Kata Septian.
‘’Dan aku tidak mau menerima sesuatu yang akan mungkin akan
membawa masalah.’’Lanjutnya.
‘’Hah..ini dari fans ku,kau kan tahu kalau aku tidak suka
dengan taman hiburan kan sayang kalau di buang atau di anggurin,jadi aku
berikan pada mu saja.’’Kata Alexsa mnjelaskan alasannya.
‘’Jelas! Sekarang kau tahu alasannya,mau di ambil atau enggak
kalau enggak mau akan di berikan pada yang lain saja.’’Kata Alexsa.
‘’Ini enggak ada maksud dan tujuan kan.’’Tanya Septian tak
percaya.
Oke dia percaya kalau itu dari fans nya tapi dia tidak
peryaca kalau Alexsa tidak ada tujuan,tiket masuk ke taman hiburan memang tidak
mahal tapi akan aneh kelihatannya memberikannya pada orang yang tidak dekat
terlebih mereka hanya tahu nama masing masing saja.
‘’Berapa kali sih harus ku bilang agar kau percaya.’’Kata
Alexsa.
__ADS_1
Kan dia bilang apa? Kalau bicara dengan Septian itu menyebalkan
dan bikin jengkel.
‘’Oke ,oke tadinya aku pikir mau berteman dengan mu karna kau
sudah lama berteman dengan Reyhan.’’Kata Alexsa
‘Darimana dia tahu?’Batin Septian
Setahunya di sekolah tidak ada yang mengetahui kalau dia dan
Reyhan teman selain Reyhan dan yang lain.
‘’Agar bisa lebih dekat dengan Reyhan.’’Lanjutnya
‘’Reyhan?’’kata Septian.
‘’Apa maksud mu ‘bisa lebih dekat’,kau menyukai
Reyhan?’’Tanya Septian.
‘’Iyah.’’Jawab Alexsa malas.
‘’Sudahlah lupakan,aku kan berusaha sendiri saja.’’Kata Alexsa.
‘’Ambil,enggak usah kau pikirkan,anggap aja itu janji ku yang
pernah bilang ‘kalau ada hadiah yang menyangkut taman hiburan akan ku berikan
pada mu’ dulu.’’Alexsa menaruh tiketnya di telapak tangan Septian lalu pergi
meninggalkan Septian.
Alexsa tersenyum smirk setelah meninggalkan Septian.
Septian yang ingin menolaknya hanya pasrah karna Alexsa sudah
pergi duluan.
‘’Terima, enggak yah.’’Kata Septian bingung.
‘’Kalau aku menerimanya itu tidak termasuk menghianati Reyhan
kan.’’Tanya Septian pada dirinya sendiri
‘’Secara kan dia menyukai Reyhan.’’Lanjutnya.
‘’Au,ah pusing! Mending di simpan aja dulu,nanti aja
pikirannya.’’Septian memasukan tiketnya ke saku lalu kembali ke kelas karna bel
masuk sudah berbunyi.
……
‘’Alexsa.’’Kata Reyhan yang berbalik mendengar namanya di
panggil.
‘’Kamu sudah mau pulang.’’Tanya Alexsa.
‘’Iyah.’’Jawab Reyhan.
‘’Punya waktu sebentar?’’Tanya Alexsa.
‘’Ada yang ingin aku bicarakan.’’Lanjutnya.
Reyhan mengangguk lalu mengikuti Alexsa yang berjalan menuju
taman.
‘’Apa yang ingin kau bicarakan?’’Tanya Reyhan setelah mereka
duduk di bangku taman.
‘’Ini tentang Mei dan Septian.’’Kata Alexsa dengan nada ragu
dan tak enak.
‘’Ada apa?’’Tanya Reyhan ,tiba tiba hatinya menjadi was was
dengan apa yang akan di katakana Alexsa.
‘’Tadi siang saat istirahat kedua di atap,aku tidak sengaja
mendengar kalau mereka akan pergi ke taman hiburan bersama dengan semangat.’’Kata
Alexsa ,matanya sayu menatap Reyhan merasa tak enak karna telah mengatakan
sesuatu yang tak seharusnya di sampaikan.
Reyhan tersentak terkejut dengan apa yang di ucapkan Alexsa.
‘Apa benar Mei dan Septian….’Pikir Reyhan tak percaya.
‘’Padahal kan Mei itu berpacaran dengan mu.’’Kata Alexsa
sedih.
‘’Aku tidak percaya kalau dia ingin berkencan dengan Septian.’’Lanjutnya.
‘’Itu tidak mungkin,aku tahu seperti apa Mei dan Septian.’’Sangkal
Reyhan berusaha mempercayai mereka.
‘’Jangan langsung menyimpulkan hal yang kau dengar tidak
__ADS_1
sengaja,karna bisa saja itu hanya separuh kebenaran.’’Kata Reyhan beda lagi
dengan isi hatinya yang resah dan mungkin kecewa.
‘’Aku..hanya….’’Alexsa menoleh kea rah Reyhan merasa
bersalah.
‘’Maaf…sebenarnya aku juga tidak yakin harus memberitahu mu
atau tidak.’’Kata Alexsa menundukan kepalanya.
‘’Tapi aku tidak ingin tinggal diam dan menyebabkan salah
paham untuk mu dan Mei serta Septian nantinya.’’Kata Alexsa.
‘’Hahaha.’’Reyhan tertawa hambar.
‘’Tidak masalah.’’Kata Reyhan.
‘’Kalau begitu aku pulang duluan,sampai jumpa.’’ Alexsa bangun
melangkah pergi ,Alexsa berbalik setelah berjalan beberapa langkah.
‘’oh,yah ! Reyhan jangan terlalu di pikirkan yah.’’Kata Alexsa
sambil tersenyum untuk menyemangati Reyhan atau menenangkannya atau yang
lain,entahlah di maksudkan untuk apa senyuman Alexsa.
Sepanjang koridor Reyhan terus memikirkan ucapan Alexsa
sampai menghiraukan sapaan murid yang menyapa dan memanggilnya.
Reyhan teringat kemali saat Septian mengatakan kalau dia
menyukai Mei.
‘’Aku….mungkin
menyukainya.’’Kata Setian.
Reyhan mengusap wajahnya walau dia menampiknya dan berusahan
untuk mempercayai mereka tapi di sudut hatinya dia sedikit ragu apa lagi
Septian menyukai Mei.
‘’Maaf,aku lama.’’Kata Mei ngis ngosan,dia berlari dari kelas
karna takut Reyhan menunggu terlalu lama.
Reyhan hanya berbalik lalu berjalan kembali tanpa menjawab
ucapan Mei.
Mei menyengritkan dahinya karna tak biasanya Reyhan diam
saja,lalu menusul Reyhan.
‘’Mei,pernahkah kau....’’Kata Reyhan tanpa menoleh kea rah
Mei pandangannya hanya menatap kedepan seolah tak ingin melihat wajah Mei.
‘’Pernahkah kau kencan dengan orang lain?’’ Lanjutnya
Mei mengerjapkan matanya tak mengerti apa maksud Reyhan
menanykan hal itu padahal dia suudah pernah bilang kalau dia tidak punya satu
orang teman pun dari kecil,lalu pertanyaan konyol apa ini?
‘’Dengan siapa kau melakukannya?’’tanya Reyhan.
‘’Lalu dengan siapa saja kau pergi.’’Lanjutnya.
‘’Hah? Apa? T-tentu saja t-..’’Jawab Mei gugup dan bingung,namun
Reyhan memotong ucapan Mei.
‘’Apa kau pernah berbicara tentang ini pada orang lain?’’Tanya
Reyhan.
‘’Apa,maksud m..’’Kata Mei bertambah bingung tapi lagi lagi
Reyhan memotong ucapannya.
‘’Kau pernah membicarakan nya dengan Septian kan?’’Kata
Reyhan kecewa.
‘’Hah.’’Mei sedikit terkejut dengan ucapan Reyhan, dia
mungkin pernah berbicara soal kencan dengan Septian tapi kan itu karna Septian
tiba tiba muncul saat di sedang mengobrol dengan Ayumi.
‘’Tidak apa apa, lupakan.’’Kata Reyhan lalu pergi
meninggalkan Mei,dia tidak ingin melampiaskan emosinya pada Mei.
‘Dia marah.’Kata Mei dalam hati.
‘Apa aku telah melakukan kesalahan.’Dia benar benar benar tak
mengerti apa yang telah dia lakukan hingga Reyhan marah padanya.
__ADS_1
kemarin itu hujan geruduknya gebe gebe jadi malas up,maaf yah semuanya.