Ajari Aku Untuk Percaya Lagi

Ajari Aku Untuk Percaya Lagi
47


__ADS_3

Dari sepulang mengantar Mei,Reyhan  kepikiran dengan ucapan Alexsa yang terus


terngiang di kepalanya,ada rasa takut di hatinya kalau Mei akan meninggalkannya


Di banding rasa kecewa atau pun kesal Reyhan lebih takut di


tinggalkan oleh Mei. Dia sadar kalau selama ini hubungannya dengan Mei lebih


terlihat perti persahabatan dari pada pacaran,bisa di hitung dengan jari berapa


kali mereka berkencan ah….bukan tapi hanya pergi bersama tak bisa di sebut


kencan.


Saat Septian mngatakan dia terlarik pada Mei,hatinya di


liputi rasa resah dan gelisah meski Reyhan tahu Mei bukan perempuan yang dengan


mudah dekat dengan orang lain.


‘’Apa benar Mei mengatakan soal kencan? Tapi sama siapa? Aku


tau Septian? ’’Tanya Reyhan,dia membaringkan tubuhnya di kasur,menatap langit


langit kamarnya dengan  tangan yang


menopang kepalanya.


‘’Tidak Rey,jangan pernah kau berpikir yang tidak


tidak.’’Kata Reyhan.


‘’Jangan sampai kejadian waktu itu terulang


lagi.’’Lanjutnya,dia tidak ingin melihat Mei menangis lagi seperti dulu.


‘’Aku harus mempercayai Mei seperti dia percaya pada


ku.’’Kata Reyhan.


Saat  bangun Reyhan


tidak sengaja melihat ponselnya terdapat notivikasi dari seseorang,dia


mengambilnya sudut bibir naik melihat siapa yang menghubunginya.


‘’Mei.’’Kata Reyhan senang melihat pesan dari Mei,dia


langsung membalasnya.


…..


‘’Nih.’’Alexsa mengulurkan tangannya ke Septian.


‘’Apa ini?’’Tanya Septian bingung.


Gimana enggak bingung? Dia yang sedang makan roti sendirian


lalu tiba tiba Alexsa datang menyodorkan dua buah kertas yang entah apa itu.


‘’Tiket ke Candy Land.’’Jawab Alexsa santai tapi beda dengan


Septian yang terkejut dan keheranan.


‘’Untuk apa kau memberikannya pada ku?’’Tanya Septian.


‘’Banyak tanya yah,kalau di kasih itu ambil jangan banyak


tanya.’’Kata Alexsa kesal


Entak kanapa kalau bicara dengan Septian bawaannya selalu


kesal.


‘’Menerima sesuatu yang tidak jelas maksud dan tujannya itu


adalah hal yang mencurigakan dan merugikan.’’Kata Septian.


‘’Dan aku tidak mau menerima sesuatu yang akan mungkin akan


membawa masalah.’’Lanjutnya.


‘’Hah..ini dari fans ku,kau kan tahu kalau aku tidak suka


dengan taman hiburan kan sayang kalau di buang atau di anggurin,jadi aku


berikan pada mu saja.’’Kata Alexsa mnjelaskan alasannya.


‘’Jelas! Sekarang kau tahu alasannya,mau di ambil atau enggak


kalau enggak mau akan di berikan pada yang lain saja.’’Kata Alexsa.


‘’Ini enggak ada maksud dan tujuan kan.’’Tanya Septian tak


percaya.


Oke dia percaya kalau itu dari fans nya tapi dia tidak


peryaca kalau Alexsa tidak ada tujuan,tiket masuk ke taman hiburan memang tidak


mahal tapi akan aneh kelihatannya memberikannya pada orang yang tidak dekat


terlebih mereka hanya tahu nama masing masing saja.


‘’Berapa kali sih harus ku bilang agar kau percaya.’’Kata


Alexsa.

__ADS_1


Kan dia bilang apa? Kalau bicara dengan Septian itu menyebalkan


dan bikin jengkel.


‘’Oke ,oke tadinya aku pikir mau berteman dengan mu karna kau


sudah lama berteman dengan Reyhan.’’Kata Alexsa


‘Darimana dia tahu?’Batin Septian


Setahunya di sekolah tidak ada yang mengetahui kalau dia dan


Reyhan teman selain Reyhan dan yang lain.


‘’Agar bisa lebih dekat dengan Reyhan.’’Lanjutnya


‘’Reyhan?’’kata Septian.


‘’Apa maksud mu ‘bisa lebih dekat’,kau menyukai


Reyhan?’’Tanya Septian.


‘’Iyah.’’Jawab Alexsa malas.


‘’Sudahlah lupakan,aku kan berusaha sendiri saja.’’Kata Alexsa.


‘’Ambil,enggak usah kau pikirkan,anggap aja itu janji ku yang


pernah bilang ‘kalau ada hadiah yang menyangkut taman hiburan akan ku berikan


pada mu’ dulu.’’Alexsa menaruh tiketnya di telapak tangan Septian lalu pergi


meninggalkan Septian.


Alexsa tersenyum smirk setelah meninggalkan Septian.


Septian yang ingin menolaknya hanya pasrah karna Alexsa sudah


pergi duluan.


‘’Terima, enggak yah.’’Kata Septian bingung.


‘’Kalau aku menerimanya itu tidak termasuk menghianati Reyhan


kan.’’Tanya Septian pada dirinya sendiri


‘’Secara kan dia menyukai Reyhan.’’Lanjutnya.


‘’Au,ah pusing! Mending di simpan aja dulu,nanti aja


pikirannya.’’Septian memasukan tiketnya ke saku lalu kembali ke kelas karna bel


masuk sudah berbunyi.


……


‘’Alexsa.’’Kata Reyhan yang berbalik mendengar namanya di


panggil.


‘’Kamu sudah mau pulang.’’Tanya Alexsa.


‘’Iyah.’’Jawab Reyhan.


‘’Punya waktu sebentar?’’Tanya Alexsa.


‘’Ada yang ingin aku bicarakan.’’Lanjutnya.


Reyhan mengangguk lalu mengikuti Alexsa yang berjalan menuju


taman.


‘’Apa yang ingin kau bicarakan?’’Tanya Reyhan setelah mereka


duduk di bangku taman.


‘’Ini tentang Mei dan Septian.’’Kata Alexsa dengan nada ragu


dan tak enak.


‘’Ada apa?’’Tanya Reyhan ,tiba tiba hatinya menjadi was was


dengan apa yang akan di katakana Alexsa.


‘’Tadi siang saat istirahat kedua di atap,aku tidak sengaja


mendengar kalau mereka akan pergi ke taman hiburan bersama dengan semangat.’’Kata


Alexsa ,matanya sayu menatap Reyhan merasa tak enak karna telah mengatakan


sesuatu yang tak seharusnya di sampaikan.


Reyhan tersentak terkejut dengan apa yang di ucapkan Alexsa.


‘Apa benar Mei dan Septian….’Pikir Reyhan tak percaya.


‘’Padahal kan Mei itu berpacaran dengan mu.’’Kata Alexsa


sedih.


‘’Aku tidak percaya kalau dia ingin berkencan dengan Septian.’’Lanjutnya.


‘’Itu tidak mungkin,aku tahu seperti apa Mei dan Septian.’’Sangkal


Reyhan berusaha mempercayai mereka.


‘’Jangan langsung menyimpulkan hal yang kau dengar tidak

__ADS_1


sengaja,karna bisa saja itu hanya separuh kebenaran.’’Kata Reyhan beda lagi


dengan isi hatinya yang resah dan mungkin kecewa.


‘’Aku..hanya….’’Alexsa menoleh kea rah Reyhan merasa


bersalah.


‘’Maaf…sebenarnya aku juga tidak yakin harus memberitahu mu


atau tidak.’’Kata Alexsa menundukan kepalanya.


‘’Tapi aku tidak ingin tinggal diam dan menyebabkan salah


paham untuk mu dan Mei serta Septian nantinya.’’Kata Alexsa.


‘’Hahaha.’’Reyhan tertawa hambar.


‘’Tidak masalah.’’Kata Reyhan.


‘’Kalau begitu aku pulang duluan,sampai jumpa.’’ Alexsa bangun


melangkah pergi ,Alexsa berbalik setelah berjalan beberapa langkah.


‘’oh,yah ! Reyhan jangan terlalu di pikirkan yah.’’Kata Alexsa


sambil tersenyum untuk menyemangati Reyhan atau menenangkannya atau yang


lain,entahlah di maksudkan untuk apa senyuman Alexsa.


Sepanjang koridor Reyhan terus memikirkan ucapan Alexsa


sampai menghiraukan sapaan murid yang menyapa dan memanggilnya.


Reyhan teringat kemali saat Septian mengatakan kalau dia


menyukai Mei.


‘’Aku….mungkin


menyukainya.’’Kata Setian.


Reyhan mengusap wajahnya walau dia menampiknya dan berusahan


untuk mempercayai mereka tapi di sudut hatinya dia sedikit ragu apa lagi


Septian menyukai Mei.


‘’Maaf,aku lama.’’Kata Mei ngis ngosan,dia berlari dari kelas


karna takut Reyhan menunggu terlalu lama.


Reyhan hanya berbalik lalu berjalan kembali tanpa menjawab


ucapan Mei.


Mei menyengritkan dahinya karna tak biasanya Reyhan diam


saja,lalu menusul Reyhan.


‘’Mei,pernahkah kau....’’Kata Reyhan tanpa menoleh kea rah


Mei pandangannya hanya menatap kedepan seolah tak ingin melihat wajah Mei.


‘’Pernahkah kau kencan dengan orang lain?’’ Lanjutnya


Mei mengerjapkan matanya tak mengerti apa maksud Reyhan


menanykan hal itu padahal dia suudah pernah bilang kalau dia tidak punya satu


orang teman pun dari kecil,lalu pertanyaan konyol apa ini?


‘’Dengan siapa kau melakukannya?’’tanya Reyhan.


‘’Lalu dengan siapa saja kau pergi.’’Lanjutnya.


‘’Hah? Apa? T-tentu saja t-..’’Jawab Mei gugup dan bingung,namun


Reyhan memotong ucapan Mei.


‘’Apa kau pernah berbicara tentang ini pada orang lain?’’Tanya


Reyhan.


‘’Apa,maksud m..’’Kata Mei bertambah bingung tapi lagi lagi


Reyhan memotong ucapannya.


‘’Kau pernah membicarakan nya dengan Septian kan?’’Kata


Reyhan kecewa.


‘’Hah.’’Mei sedikit terkejut dengan ucapan Reyhan, dia


mungkin pernah berbicara soal kencan dengan Septian tapi kan itu karna Septian


tiba tiba muncul saat di sedang mengobrol dengan Ayumi.


‘’Tidak apa apa, lupakan.’’Kata Reyhan lalu pergi


meninggalkan Mei,dia tidak ingin melampiaskan emosinya pada Mei.


‘Dia marah.’Kata Mei dalam hati.


‘Apa aku telah melakukan kesalahan.’Dia benar benar benar tak


mengerti apa yang telah dia lakukan hingga Reyhan marah padanya.

__ADS_1


kemarin itu hujan geruduknya gebe gebe jadi malas up,maaf yah semuanya.


__ADS_2