
‘’Mei,ayo pulang bersama.’’Ajak Reyhan.
‘’Tapi aku harus kerja.’’Kata Mei.
‘’Kalau begitu aku akan mengantar mu.’’Kata Reyhan.
‘’Tidak usah nanti merepotkan mu.’’Tolak Mei.
‘’Tidak,justru aku senang bisa pergi bersama dengan mu.’’Kata
Reyhan sambil tersenyum manis.
‘’Terserahlah.’’Mei berjalan meninggalkan Reyhan karna takut
Reyhan melihat rona merah di pipinya saat melihat senyum Reyhan.
‘’Mei tunggu.’’Reyhan mengejar Mei yang sudah keluar dari
kelas.
‘’Reyhan.’’ Saat di koridor ada seorang siswi yang memanggil
Reyhan.
‘’Iyah,ada apa?’’Jawab Reyhan sambil tersenyum.
Mei berhenti dan berbalik sebentar lalu melanjutkan kembali
langkahnya.
‘’Kami akan pergi royar tea apa kamu mau ikut.’’Ajaknya
sambil tersipu karna senyuman Reyhan.
‘’Ah maaf,tapi aku akan pergi dengan Mei hari ini.’’Tolak
Reyhan.
‘’Mungkin lain kali.’’Tambahnya.
‘’Oh begitu,tak apa.’’Katanya dengan senyum terpaksa.
‘’Sampai jumpa.’’Reyhan melambaikan tangannya pergi sambil
tersenyum.
‘’Ya ampun cepat sekali Mei jalannya.’’Kata Reyhan yang sudah
tak melihat sosok Mei.
Mei berdiri di depan gerbang sekolah, menunggu angkutan umum
untuk pergi ke tempatnya bekerja, karna tadi dia mendengar kalau Reyhan di ajak
pergi oleh siswi yang memanggilnya tadi.
‘’Mei,kok kamu ninggalin aku sih.’’Kata Reyhan yang sudah
menyusulnya.
‘’Aku kan sudah bilang akan mengantar mu.’’Lanjutnya.
‘’Maaf ku pikir kau mau pergi dengan teman mu.’’Jawab Mei.
‘’Aku tidak ikut.’’Kata Reyhan.
‘’Tunggu sini aku akan mengambil motor dulu,jangan pergi
.’’Lanjutnya.
Reyhan pergi ke parkiran mengambil motor miliknya dan segera menuju
ke gerbang takut Mei melarikan diri lagi.
‘’Ayo naik.’’Kata Reyhan yang menyerahkan satu helm.
Mei memakai helm pemberian Reyhan lalu naik ke motor
Reyhan,di rasa Mei sudah duduk Reyhan menjalankan motornya menuju tempat kerja Mei.
‘’Terima kasih sudah mengantar ku.’’Kata Mei,dia melepaskan
helm yang di pakainya dan menyerahkannya pada Reyhan kembali.
‘’Tidak perlu berterima kasih kamu kan pacar ku,sudah tugas
ku mengantar mu.’’Kata Reyhan dan mengacak ngacak rambut Mei.
‘’Ih,jangan di acak acak,nanti jadi kusut tahu.’’Omel Mei
,Reyhan terkekeh.
‘’Aku pulang dulu,selamat bekerja.’’Kata Reyhan.
‘’Semangat yah.’’Reyhan mencium dahi Mei
Mei mematung terkejut mendapat perlakuan manis dari Reyhan.
Reyhan tersenyum tipis melihat reaksi Mei lalu menyalakan mesin motornya dan
pergi .
‘’Cie cei yang diantar sama pacar.’’Kata Rani menggoda Mei
saat melihat adegan Mei dan Reyhan.
‘’Apaan sih kak Rani.’’Kata Mai yang tersadar.
‘’Jadi laki laki tampan waktu itu pacar mu yah.’’Rani
menyenggol lengan Mei.
‘’Ajari dong Mei bagaimana caranya mendapatkan cowok ganteng
seperti pacarmu itu.’’Kata Rani menaik turunkan alisnya.
‘’Tau ah kak Rani aneh.’’Mei pergi masuk ke kafe.
‘’Mei !jangan kabur kamu belum memberitahu ku caranya.’’Kata
__ADS_1
Rani tertawa kecil.
‘’Kak Rani jangan menggoda ku terus.’’Teriak Mei yang tersipu
malu.
‘’Hahahaha.’’Rani tertawa sambil masuk ke dalam.
…………..
Mei berlari kencang menuju halte bis sambil memakan roti yang
dia ambil sebagai penganjal perut.
‘’Semoga bisnya belum berangkat.’’Mei terus mengulang kata
katanya.
‘’TUNGGUUUU.’’Teriak Mei saat bis mulai berangkat.
Mei segera mempercepat larinya saat bisnya berhenti Mei
langsung masuk. Mei mengatur nafasnya yang terngah engah,dia ingin duduk tapi
semua kursi sudah penuh jadi dia terpaksa berdiri.
‘’Untung aku masih sempat.’’Kata Mei lega karna jika dia
terlambat dia harus menunggu 1 jam lagi untuk bis selanjutnya.
Semalam Mei tidak bisa tidur karna teringat terus saat semua
senior di kafe menggodanya. Tadi pagi saat ibunya membangunkannya dia tidur
lagi.
Setalah sampai Mei berlari ke kelasnya dia baru ingat kalau
dia hari ini itu bagian dia piket..
‘’Eh bukannya itu Mei Tachibana.’’
‘’Iyah,dia terlihat berbeda sekarang.’’
‘’Benar kemarin aku melihatnya tersenyum,ternyata dia manis
juga.’’
‘’Sekarang dia terlihat berbeda terlihat lebih manis.’’
‘’Kalian tahu kemarin saat di kantin aku melihat Mei bertingkah
sangat lucu saat Reyhan melarangnya mesakukan sambel banyak banyak.’’
‘’Lho kenapa Reyhan melalangnya.’’
‘’Entah tapi ku dengar dengar katanya mereka itu pacaran.’’
‘’Benarkan! ternyata cinta bisa membuat orang terlihat lebih
cantik.’’
dia melewat mereka.
Seorang siswa melihat Mei dengan tatapan yang sulit di
artikan saat melihat Mei yang sedang di bicarakan.
‘’Hai,Reyhan apa kabar.’’Tanya Fildan saat melihat Reyhan
yang sedang mengobrol dengan Sena.
‘’Baik.’’Jawab Reyhan.
‘’Ku dengar kau sedang dekat dengan siapa itu.’’Kata Fildan.
‘’Ah Mei…Mei Tachibana iyah kan.’’Lanjutnya.
‘’Benar kenapa memang.’’Tanya Reyhan
‘’Enggak cuman penasaran saja.’’Kata Fildan.
‘’Katanya dia itu dulu tidak punya teman.’’Lanjutnya.
‘’Aku hanya ingin mengenalnya saja,siapa tahu bisa jadi
temannya juga.’’Tambahnya sambil tersenyum.
‘’Apa bisa kau membantu ku.’’Tanya Fildan.
‘’Aku akan bicara dengan Mei dulu.’’Kata Reyhan.
‘’Apa dia mau berteman denganmu atau tidak.’’Lanjunya.
‘’Oke, ku tunggu.’’Kata Fildan.
‘’Kabari saja kalau dia setuju.’’Tambahnya.
‘’Sampai jumpa.’’Fildan pun pergi meninggalkan Reyhan.
‘’Kamu yakin akan bilang ke Mei.’’Tanya Sena yang dari tadi
diam.
‘’Iyah kenapa emang.’’Tanya Reyhan.
‘’Aku tidak suka dengan Fildan.’’Kata Sena.
‘’Dia Itu seperti seorang g*g*lo yang melayani dan menggoda banyak
wanita.’’Lanjutnya.
‘’Kau ini jangan menilai orang hanya dari luarnya saja.’’Kata
Reyhan yang tak mengerti kenapa Sena bisa nerpikir seperti itu.
‘’Bisa saja kan apa yang kita liat sekarang itu bukan yang
sebenarnya.’’Lanjutnya.
__ADS_1
‘’Yah mungkin kau benar.’’Kata Sena .
‘’Ya sudah aku mau mencari Mei dulu.’’Kata Reyhan lalu pergi
meencari Mei.
‘’Hah… akhirnya selesai juga.’’Kata Mei yang sudah menyelesaikan
bagian piketnya.
‘’Baiklah sebaiknya aku menyimpan kain pelnya,agar aku bisa
istirahat kaki ku sudah pegal bangat.’’Mei pergi ke tempat penyimpanan alat
alat kebersihan untuk kelas 11.
‘’Hei kamu.’’Kata seorang siswa.
‘’Kau bicara pada ku.’’Tanya Mei sambil melirik ke kanan dan
kiri siapa tau yang di maksud orang lain.
‘’Iyah aku bicara pada mu.’’Katanya.
‘’Ada apa?’’Tanya Mei heran dia tidak mengenal siswa itu.
‘’Aku cuman mau tanya darimana kamu mendapatkan gelang
itu.’’Tanyanya.
‘’Bisa kau beri tahu aku.’’Katanya lagi.
‘’Aku tertarik dengan gelang itu.’’Katanya,Mei menutupi
gelangnya.
‘’Tidak tahu,aku tidak
tahu dapat darimana ini di kasih seseorang.’’Jawab Mei gugup,entah kenapa dia
jadi gugup dan cemas.
‘’Yah sayang.’’Kata kecewa.
‘’Apa kamu bisa menjualnya pada ku.’’Katanya.
‘’Tidak.’’Kata Mei.
‘’Ayolah katakan berapa harganya,aku sangat
menyukainya.’’Katanya.
‘’Aku tidak akan menjualnya.’’Kata Mei.
‘’Aku akan membelinya mahal, kalau kau mau
menjualnya.’’katanya
‘’Tidak.’’Mei berlari pergi dan tanpa sengaja menyenggol
siswa tersebut hingga terjatuh.
Brug
‘’MAAAFFF.’’Teriak Mei saat mendengar bunyi sesuatu yang
terjatuh.
Mei terus berlari meninggalkan ruangan penyimpanan padahal
dia sudah pegal tapi entah datang darimana kekuatannya untuk berlari.
‘Kenapa hari ini aku berlari terus.’Batin Mei.
‘’Mei!.’’Mei berhenti saat suara yang dia kenal memanggilnya.
‘’Kenapa kamu lari larian.’’Tanya Reyhan.
‘’Tidak ada apa apa.’’Jawab Mei berbohong,tak mungkinkan dia
bilang kalau dia lari karna ada yang mau membeli gelang yang dia berikan.
‘kenapa aku terkesan tidak mau kehilangan gelan ini.’Pikir
Mei.
‘Tidak.. tidak… tidak itu hanya perasaan saja.’Lanjutnya.
‘’Mei,kok melamun sih,kamu sakit.’’Kata Reyhan khawatir.
‘’Aku baik baik saja.’’Jawab Mei.
‘’Ada apa?’’Tanya Mei.
‘’Begini tadi ada seseorang katanya mau mengenal mu dan
berteman dengan mu.’’Kata Reyhan.
‘’Siapa?’’Tanya Mei.
‘’Namanya Fildan,menurut ku lebih baik kamu menambah
teman.’’Kata Reyhan.
‘’Entahlah aku tidak tahu.’’Kata Mei ragu.
‘’Tenang saja aku akan pergi bersama dengan mu.’’Kata Reyhan
yang mengambil tangan Mei.
‘’Baiklah.’’Kata Mei,Reyhan tersenyum dan mencium punggung
tangan Mei.
Plak
‘’Apa yang kau lakukan.’’Mei menampa Reyhan karna terkejut
dan merasa tidak nyaman dengan tindakan Reyhan.
__ADS_1