
Mei berjongkok di taman,di depannya terdapat kardus yang
berisi seekor anak anjing yang masih kecil.
Dia menatap kasih anak anjing itu cukup lama,dia tak
menyadari ada seseorang yang menghampirinya.
‘’Mei,sedang apa kamu di sini?’’Tanya Reyhan,dia baru saja pulang
dari bermain futsal bersama teman sekelasnya.
‘’Ada apa, Mei?’’Reyhan bertanya lagi karna dari tadi Mei
tidak menjawabnya,dia mendekati Mei dan melihat apa yang Mei perhatikan dari
tadi.
‘’Anak anjing!’’Kata Reyhan.
‘’Iyah.’’Kata Mei sambil menoleh ke sampingnya akhirnya menyadari
keberadaan Reyhan.
‘’Sepertinya dia di buang pemiliknya.’’Tambahnya.
‘’Wah lucunya,bulunya putih.’’Kata Reyhan gemas.
‘’Terus kenapa kau sedih?’’Tanya Reyhan.
‘’Aku kasihan padanya,kalau di biarkan di sini dia bakalan ke
hujanan.’’Jawab Mei.
‘’Bawa saja ke rumah.’’Balas Reyhan.
‘’Tidak bisa,ibu ku alergi bulu binatang.’’Balas Mei.
‘’Tapi kalau tidak di bawa kasihan.’’Lanjutnya sendu.
‘’Tenang saja,jangan khawatir karna anak anjingnya lucu pasti
akan ada yang ma…..’’Ucapan Reyhan di
potong Mei.
‘’Tolong berhenti….’’Kata Mei.
‘’Jangan berpikir ini hal masalah biasa,situansi ini
menentukan hidup atau matinya bagi anak anjing ini.’’Lanjutnya.
‘’Dia sedang membutuhkan perlindungan,jadi ku mohon jangan
menganggap masalah ini sepele.’’Kata Mei sedikit marah.
‘’Mei…!’’Reyhan memandang Mei bersalah.
‘’Maaf,aku tidak bermaksud seperti itu.’’Kata Mei karna tak
enak telah marah padanya.
‘’Tidak apa apa,aku yang seharusnya minta maaf.’’Kata Reyhan.
‘’Lalu sedang apa kau di sini.’’Tanya Mei menggalihkan
pembicaraan.
‘’Oh,aku habis main dengan teman teman sekelas Sena mengajak
bertanding futsal.’’Jelas Reyhan
‘’Kalian sudah akrab lagi.’’Kata Mei sambil mengelus anak
anjingnya,
‘’Yah begitulah,ngomong ngomong kamu tidak kerja Mei.’’Kata
Reyhan yang heran karna Mei ada di taman seharusnya jam segini masih di tempat
kerja.
‘’Kafe libur,jadi aku pulang cepat.’’Jawab Mei.
‘’Ayo aku akan mengantar mu pulang.’’Ajak Reyhan.
‘’Terus anak anjingnya bagaimana?’’Tanya Mei.
‘’Hmm.’’Reyhan menaruh tangannya di dagu sambil berpikir.
Reyhan mengantar Mei
pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki karna mereka berada di taman yang tidak
jauh dari rumah Mei.
Selepas memastikan Mei masuk ke rumah Reyhan pergi pulang ke
rumahnya.
‘’Sepertinya Nagi akan menyukainya.’’Kata Reyhan di dalam
taxi untuk mengantarnya pulang ke rumah.
Mei merebahkan tubuhnya di kasur,dia terus kepikiran dengan
ucapanya pada Reyhan tadi sore.
‘’Apa aku keterlaluan?’’Tanya Mei.
‘’Bagaimana kalau dia terpaksa melakukan itu hanya karna
ucapan ku.’’Lanjutnya,saat Mei sedang asyik berdebat dengan pikirannya ponsel
__ADS_1
berdering.
‘’Hallo.’’Kata Mei setelah mengangkatnya.
‘’Mei..tolong aku.’’Kata Reyhan di sebrang telepon agak panik.
‘’Ada apa? Apa yang terjadi?’’Tanya Mei ikutan panic
‘’Ini anak anjingnya.’’Kata Reyhan.
‘’Anak anjingnya kenapa?’’Tanya Mei
‘’Di-dia terus saja menikuti ku dan mencengram kaki ku ,dia
tidak mau lepas.’’Kata Reyhan.
‘’Aku harus bagaimana?’’ Tanyanya.
‘’Hah.’’Mei menganga dia pikir ada kejadian apa hingga Reyhan
panic begitu.
‘’Sebelumnya apa kamu pernah memerihara binatang.’’Tanya Mei.
‘’Belum,aku tidak penah memelihara binatang.’’Jawab Reyhan.
‘’Terus kenapa kamu menawarkan diri untuk merawatnya.’’Kata
Mei.
‘’Adik ku sangat menyujai binatang jadi ku pikir dia akan
suka kalau ada anak anjing di rumah terlebih dia sangat lucu.’’Kata Reyhan.
‘’Tapi sekarang dia sedang tidak berada di rumah, dia ikut
pergi dengan kakak ku jadi aku bingung harus bagaimana.’’Jelas Reyhan.
‘’Mei tolong dia terus meggonggong ,aku jadi tidak tega.’’Lanjutnya.
‘’Haaa,sudah kah kamu memberinya makan.’’Kata Mei.
‘’Makan! Ah …iyah aku lupa memberi dia makan dari tadi…..sebentar.’’Reyhan
pergi kedapur mencari makanan.
‘’Makanan untuk anak anjing apa yah.’’Tanya Reyhan,dia tidak
tahu anak anjing biasanya di beri apa.
‘’Snack untuk anjing,apa kamu punya.’’Tanya Mei.
‘’Tidak.’’Jawab Mei.
‘’Kalau gitu kasih susu aja dulu.’’Kata Mei.
Reyhan mengambil susu dan menuangnya ke dalam mangkok seperti
kata Mei.
Reyhan senang.
‘’Terima kasih yah Mei.’’Kata Reyhan.
‘’Aku tidak melakukan apa pun untuk apa berterima
kasih.’’Kata Mei.
‘’Sudah yah selamat malam.’’Lanjutnya lalu menutup
teleponnya.
‘’Selamat malam.’’Kata Reyhan senang,dia bahkan melompat
lompat kesenangan karna Mei menucapkan itu.
……..
‘’Wah lucu sekali.’’Teriak Ayumi heboh saat Reyhan
memperlihatkan foto putih anak anjing yang kemarin sore dia pungut.
‘’Benarkan dia manis dan lucu.’’Reyhan membanggakan anjingnya
seperti anaknya saja.
‘’Apalagi saat dia minta makan,matanya membulat bikin
gemas.’’Lanjutnya.
‘’Aku ingin melihatnya juga.’’Kata Ayumi sambil membayangkan.
‘’Ah…aku minta fotonya,tolong kirim kan.’’Lanjutnya.
‘’Baiklah.’’Reyhan mengirimkan foto putih.
‘’Aku akan menjadikannya wallpaper depan.’’Kata Ayumi senang.
‘’Eh ,Ayumi kok malah menjadikan foto anak anjingnya Reyhan
sebagai wallpaper sih,kan harusnya foto kita berdua.’’Kata Sena tak suka alias
cemburu.
‘’Tapi dia sangant lucu,lihat .’’Ayumi memperlihatkan
fotonya.
‘’Iyah sih lucu,tapi kan biasanya pasangan kekasih itu selalu
menjadikan foto kekasihnya sebagai wallpaper depan.’’Keluh Sena cemberut dan
Ayumi mengusap usap rambut Sena.
__ADS_1
‘’Hadeh lebay bangaet sih kau ini.’’Kata Indra.
‘’Foto anak anjing saja di cemburuin.’’Lanjutnya yang kesal
karna mereka tebar kemesraan di depannya.
‘Kan aku juga pengen seperti itu dengan Anggun.’Pikirnya.
‘’Apa kamu juga mau Anggun?’’Tanya Reyhan.
‘’Tidak,aku tidak suka anjing.’’Jawab Anggun.
‘’Kalian berdua berhentilah bermersaan.’’Kata Hendri yang
membuat keduanya memerah seperti kepiting rebus.
‘’Tidakkah kalian merasa awan mendung di sana, jika kalian
masih bermesraan hujan lebat akan turun.’’Lanjutnya sambil menunjuk Indra
dengan dagunya.
Mereka menoleh kearah yang di maksud Hendri dan melihat aura
suram yang di keluarkan Indra.
‘’Apa?’’Kata Indra kesal saat mereka memperhatikannya.
‘’Tidak.’’Ayumi menggelengkan kepalanya.
‘’Siapa namanya.’’Tanya Ayumi mengubah suasana.
‘’Karna bulunya putih jadi aku memberinya nama….putih.’’
Jawab Reyhan
‘’Ya ampun ternyata kamu payah soal memberi nama.’’Ejek
Anggun.
‘’Kenapa? Menurut ku itu bagus dan sesuai.’’Kata Reyhan.
‘’Terlalu simple dan membosankan.’’Bantah Anggun
‘’Hahahaha…’’Indra,Hendri dan Sena mentertawakan Reyhan.
Yah mereka tahu seberapa payahnya Reyhan soal memberikan
nama, dari dulu Reyhan itu payah dalam memberikan nama.
Mei dari tadi diam memdengarkan pembicaran mereka,sesekali
melirik Reyhan.
Bell berbunyi mereka pun kembali ke kelasnya masing masing
karna waktu istirahat sudah berakhir.
Pulang sekolah Reyhan seperti biasa mengantar Mei pulang,di
perjalanan Mei hanya diam sementara Reyhan terus menceritakan betapa gemasnya
putih.
‘’Mei!’’Panggil Reyhan.
‘’Ada yang mau kamu katakan.’’Tanyanya,karna dari tadi Mei
berdiri terus setelah dia turun dari motor sesampainya di perumahan Mei.
Mei ingin berbicara dengan Reyhan tapi lidahnya kelu, makanya
dari tadi dia hanya diam saja.
‘’Jika….kamu merasa terbebani,jangan memaksakan
diri.’’Akhirnya Mei mengungkap kan pikirannya.
‘’Maksud mu? Memaksakan untuk apa?’’Tanya Reyhan tak
mengerti.
‘’Menjaga anak anjing itu.’’Jawab Mei.
‘’Mei,aku tidak memaksakan diri dan aku juga tidak berpura
pura suka dengan putih.’’Jelas Reyhan
‘’Dan aku juga sudah bilangkan kalau adik ku suka dengan
binatang.’’Lanjutnya.
‘’Dia sangat senang saat aku memperlihatkannya padanya
semalam.’’Tambahnya.
Mei menghela nafas lega,dia kira Reyhan memaksakan diri
merawat anak anjing itu karna dia.
‘’Bagaimana kalau kamu ke rumah ku untuk melihat putih.’’Ajak
Reyhan.
‘’Besokkan libur jadi,kita bisa bermain bersama dengan ke
taman denannya.’’Lanjutnya.
‘’Apa boleh.’’Reyhan melihat rona bahagia di mata Mei.
‘Sepertinya Mei suka dengan Anjing ,tapi karna ibunya punya
alergi dia tidak bisa memelihara binatang.’Batin Reyhan.
__ADS_1
‘’Tentu kamu kan pacar ku.’’Jawab Reyhan sambil ter senyum
manis membuat kedua pipi Mei merona.